
Melihat kedekatan mereka membuat Leo merasa senang, apalagi bertemunya mereka dengan Gira yang sudah terpisah hampir 5 tahun membuat Leo semakin senang karena kedelapan anak-anak hebatnya sudah berkumpul kembali, dan akan membuat Dark Shadow menjadi lebih kuat.
"Ayah, siapa pria yang bernama Gira itu?, kenapa dia begitu akrab dengan Hyuga?" tanya Dion penasaran.
"Mereka berdua adalah duo yang tak terkalahkan, hubungan mereka lebih dari saudara. Dua tombak utama yang saling melengkapi" jawab Leo tersenyum.
"Ayah berharap kamu juga bisa menjadi seperti mereka, atau bahkan lebih kuat dari mereka bertujuh. Agak kamu dan Daniel bisa menjadi duo yang lebih mematikan di dalam Dark Shadow" timpal Leo tersenyum sambil merangkul Dion.
"Tentu saja aku akan terus berlatih agak mengejar ketertinggalan di antara mereka. Aku akan buktikan pada semua orang kalau hanya aku yang bisa mengimbangi kekuatan Kakakku" jawab Dion percaya diri.
"Ayah berharap kamu bisa lebih hebat dari Ayah dan Kakekmu kelak. Seperti Kakak kamu itu, dia sudah lebih hebat dari Ayah dan Kakekmu" ucap Leo sambil menepuk bahu Dion.
Disaat-saat merasa genting, tiba-tiba seluruh bawahannya Marcel dan Mario datang ke tempat mereka dengan jumlah yang lebih dari 100 orang. Kedatangan mereka membuat pasangan Ayah dan anak itu merasa di atas angin karena merasa memiliki jumlah pasukan yang banyak.
"Hahahaha, sepertinya keadaan mulai terbalik" tawa Marcel merasa jika kemenangan akan memihak padanya.
"Kau benar nak" sambung Mario ikut tertawa.
"Apa kalian sudah siap mati?, apa perlu aku pesankan makam mewah untuk kalian semua?" tanya Marcel tertawa mengejek.
"Dengar!. Barang siapa yang bisa membawa kepala pria itu padaku, akan mendapatkan hadiah yang sangat besar" ucap Marcel sambil menunjuk ke arah Daniel.
Mendengar penawaran yang di berikan oleh sang bos, membuat seluruh bawahannya bersemangat. Seluruh bawahannya langsung mengeluarkan senjata mereka untuk bersiap-siap membasmi target yang memiliki hadiah yang sangat besar.
Melihat semangat dari kelompok Harimau Berdarah, membuat Hyuga tertawa karena ia bisa mengamuk sepuasnya dengan 100 orang lebih yang mengepung mereka berdelapan.
"Hahaha, sepertinya kau lupa dengan kejadian 10 tahun yang lalu pak tua" tawa Fauzi mengejek.
"Apa kau lupa kalau 10 tahun yang lalu ada seorang pria muda yang bisa membasmi lebih dari 200 orang bawahanmu termasuk Adikmu?" tanya Hyuga mengingatkan.
"Pria muda itu adalah target yang kalian inginkan ini kan?" tanya Hyuga sambil merangkul pundak Daniel.
Mendengar perkataan barusan, membuat Mario tersentak dan mengingat kejadian kelam 10 tahun yang lalu, dimana Adik serta ratusan bawahannya hancur mengenaskan di buat oleh 1 orang pria yaitu Daniel.
"Kenapa diam pak tua?, apa kau sudah mengingatnya?" tanya Fauzi mengejek. Sedangkan Mario hanya terdiam dan termenung.
"Hahaha, apa kalian pikir Harimau Berdarah selemah 10 tahun yang lalu?" sela Marcel tertawa. Namun Mario masih saja terdiam terpaku.
"Papa tenang saja. Kali ini kita pasti akan menang, dan kita akan membasmi Dark Shadow, lalu kita Harimau Berdarah menjadi pengusaha dunia bawah yang baru" sambung Marcel mencoba menghibur sang Papa.
"Apa sudah selesai mengkhayal nya?" tanya Gira merasa bosan dengan omong kosong dari Marcel yang begitu sombong.
"Kenapa?, kau sudah tak sabar untuk segera kami makamkan?" tanya Marcel mengejek.
"Ryuken!!" panggil Daniel.
Mendengar panggilan dari sang tuan, Mery dan Caty langsung merasuk katana milik Daniel kemudian mereka membuat katana itu seakan-akan melayang menuju ke arah Daniel.
Melihat sebuah katana yang melayang dengan sendirinya setelah di panggil oleh pemiliknya, membuat Marcel dan seluruh bawahannya terkejut.
"Ke...kenapa benda itu bisa terbang?" tanya Marcel terkejut.
"Apa yang terjadi?, kenapa Ryuken bisa melayang dengan sendirinya?" batin Gira bertanya-tanya karena baru pertama kali ia melihat hal tersebut.
"Apa King bisa melakukan sihir?" timpalnya masih tak percaya.
Setelah Ryuken terbang ke arah Daniel, dengan cepat Daniel langsung menggenggamnya. Tanpa berkata-kata Daniel langsung melangkah dengan secepat kilat menebas beberapa dari bawahan Harimau Berdarah itu.
Dengan cepat Daniel sudah menebas lebih dari lima orang tanpa mereka sadari, karena gerakan Daniel yang begitu cepat. Setelah ia membunuh 10 orang bawahannya Marcel, Daniel berhenti lalu ia berkata tanpa melihat ke arah belakang yang dimana ada ketujuh saudaranya.
"Kau urus mereka berdua. Sisanya serahkan padaku" ucap Daniel pada Gira dengan nada dingin tanpa menatapnya.
"Arkh sial!, lagi-lagi kapten bergerak sendiri" kesal Hyuga dan langsung ikut bersenang-senang bersama Daniel, di ikuti yang lainnya kecuali Gira.
Melihat hampir setengah dari bawahannya di kalahkan oleh Daniel dan saudara-saudaranya, membuat Marcel menjadi sedikit takut karena setengah bawahannya bisa di kalahkan oleh Daniel dengan sangat mudahnya.
Setelah Daniel dan saudara-saudaranya membukakan jalan untuk Gira, dengan gerakan secepat mungkin Gira maju menuju ke arah Marcel dan Mario berada. Setibanya Gira di depan Marcel, tanpa berkata apa-apa Gira langsung menendang kepala bagian kirinya Marcel hingga membuatnya terpental lumayan cukup jauh sampai menghantam sebuah meja hingga hancur karena hantaman yang cukup keras.
Kemudian, tak lupa juga Gira memukul wajah Mario dengan cukup keras sampai membuatnya terpental hingga tubuhnya menghantam sebuah dinding kaca sampai menghancurkan dinding kaca itu berkeping-keping.
Melihat kedua bosnya terkena serangan tersebut, membuat salah satu bawahnya menjadi emosi dan berniat menyerang Gira dari belakang karena ia yakin kalau Gira tidak akan menyadarinya.
Pria itu tersenyum dan bersiap berlari menuju ke arah Gira untuk menyerangnya dari arah belakang. Dengan semangatnya pria itu berlari se senyap-senyapnya. Setelah ia sudah merasa bisa menjangkau Gira menggunakan senjata miliknya, dengan penuh percaya diri pria itu berniat ingin memukul kepala Gira menggunakan senjata miliknya, yaitu sebuah balok kayu yang di kelilingi dengan kawat yang sangat tajam.
Pada saat pria itu mengayunkan balok kayu tersebut, dengan teriakan penuh semangat pria itu ingin memukul kepala bagian belakang milik Gira. Akan tetapi ketika balok itu hampir mengenai kepala Gira, tiba-tiba ada sebuah peluru serta katana terbang ke arahnya dan peluru serta katana itu sampai menembus kepala pria itu yang telah mencoba menyerang Gira dari titik buta.
Setelah mendapatkan hadiah yang sangat kejam itu, pria yang berniat ingin membunuh Gira. Seketika terjatuh di hadapannya Gira, dan kedua orang yang melakukan pertolongan padanya hanya tersenyum.
Kemudian Gira mencabut katana yang tertancap pada mayat yang berada di hadapannya lalu melemparkan benda tersebut kepada pemiliknya.
Sedangkan Marcel masih tergeletak di atas lantai sambil memegangi dadanya menahan rasa sakit karena perbuatan Gira barusan.
Satu persatu orang-orang dari Harimau Berdarah mulai berguguran dan tak bernyawa karena amukan dari delapan orang yang tengah bersenang-senang tersebut. Hal itu membuat keluarga Gira dan Dion merasa kagum akan kehebatan dari 8 tombak utama Dark Shadow. Dion juga semakin bersemangat untuk segera menjadi lebih kuat setelah menyaksikan kehebatan dari sang Kakak yang sama sekali tak terluka meskipun di keroyok puluhan orang bersenjata.
"Aku harus menjadi lebih kuat, agar aku bisa membantu mereka di masa depan kelak dan akan melindungi keluarga kami seperti apa yang di lakukan Kakakku selama ini, aku tidak ingin membuat Kakakku menanggung beban ini seorang diri" batin Dion sambil menggenggam senjata miliknya.