Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
AYU & DION


Di suatu taman yang di tanami banyak bunga yang sangat indah. Terdapat seorang pemuda yang tengah kebingungan berjalan kesana kemari mencari tempat untuk kembali.


Dia terus berkeliling menyusuri seluruh area taman tersebut, namun dia tidak menemukan titik terang, melainkan dia merasa hanya berjalan memutar-mutar saja.


Karena sudah kelelahan, dia hanya pasrah dan terduduk di bangku besi yang berada di taman tersebut. Bangku itu tak kalah indahnya dari taman tersebut, dengan di hiasi dengan berbagai macam bunga dan warna yang sangat indah.


"Aku dimana? mengapa tidak ada orang?" gumam lelaki tersebut


Pada saat-saat sudah mulai pasrah dengan keadaan yang ia alami, tiba-tiba ada dua pasang kaki yang berdiri tepat di depannya, saat lelaki itu mendongak, betapa terkejutnya dia saat melihat orang tersebut.


"Nenek?, dan... Kakek?" ucap lelaki itu terkejut


"Wah cucu Nenek sudah dewasa ya?" ucap sang Nenek membelai cucu kesayangannya


"Nenek dan Kakek, ingin menjemputku ya?" tanya pemuda itu bahagia


"Tidak nak" kali ini sang Kakek yang menjawab


"Tapi aku ingin ikut kalian, aku juga ingin bertemu dengan Papa, Dan Mama" ucap lelaki itu tak terima


"Untuk saat ini kamu belum boleh ikut kami nak" jawab sang Nenek


"Tapi nek.." ucap pemuda itu dengan raut wajah memohon


"Jika kamu ikut, bagaimana dengan keluarga dan orang-orang yang menyayangimu?, di tambah lagi istri kamu sedang mengandung anak kamu. Jika mereka kamu tinggalkan, apa kamu sanggup melihat mereka menderita hidup tanpa adanya kamu di sisi mereka?" ucap sang Kakek menenangkan cucunya


"Tapi Kek, dunia ini sangat tidak adil!, aku... hiks... kenapa... kenapa hiks... orang-orang yang kucintai selalu pergi meninggalkanku untuk selamanya?, ketika umur 5 tahun aku kehilangan Kakek dan kedua orangtuaku... hiks.. dan di saat usiaku baru 11 tahun justru Nenek yang pergi.. hiks.. hiks.. kenapa?! kenapa tuhan tidak adil untuk diriku Kek?!!!"


"Maafkan Kakek ya nak, ini semua gara-gara Kakek yang mempunyai pekerjaan yang membahayakan nyawa, sehingga kedua orangtuamu harus kehilangan nyawanya dan kamu juga tidak bisa tumbuh dewasa bersama mereka. Kakek tau bagaimana kerasnya kamu menjalani kehidupan kamu ketika kecil. Tapi sekarang Allah telah memberikan dirimu sebuah kebahagiaan yang sangat luar biasa nak. Jaga keluarga kecilmu, jangan jadikan kegagalan Kakek sebagai cerminan kehidupan untuk keluarga dan kerabatmu, Kakek, Nenek, dan juga kedua orangtuamu sangat bahagia di sini melihat kamu bisa bahagia"


"Pulanglah, keluargamu sangat mengkhawatirkan kamu, jangan buat mereka menangis nak"


"Iya kek. Aku berjanji akan membalas perbuatan para orang-orang yang berada di petir hitam itu, terutama untuk dia yang telah membuat kalian pergi meninggalkanku!" ucap lelaki itu geram


"Kami pamit Nak, jaga adik dan keluarga kecilmu, kami akan menunggumu di sini" ucap sang Nenek tersenyum.


"NENEK!, KAKEK!" teriak Daniel tersadar dari pingsannya


Semua orang di dalam rumah terkejut, kecuali Ayu yang masih tak sadarkan diri.


Leny langsung menghampiri sang suami yang telah siuman, dia sangat senang jika suami tampannya telah sadar.


"Suamiku" Leny langsung memeluk Daniel


"Apa yang terjadi sayang? kepalaku pusing sekali?" ucap Daniel memegangi kepalanya


"Tadi di kamar kamu mengigau berteriak memanggil Papa dan Mama, dan sekarang kamu memanggil Nenek dan Kakek. Kamu rindu mereka ya suamiku?" Leny menjelaskan dengan mata yang berkaca-kaca


"Sayang kamu kok menangis?" tanya Daniel menyentuh kedua pipi istrinya


"Aku sedih, kamu seperti ini sayang.. hiks hiks hiks" jawab Leny sudah meneteskan air matanya


"Aku tidak apa apa istriku" Daniel mencoba menenangkan istrinya


"Tapi tubuh kamu panas sekali sayang.. hiks hiks hiks" Leny masih menangis


"Sudah-sudah, aku baik-baik saja kok" Daniel memeluk sang istri


"Kak!, bagaimana dengan wanita cantik ini?" ucap Dion mengganggu kemesraan kakaknya


Daniel menoleh dan terkejut karena melihat adiknya sudah berada di dalam rumahnya


"Loh?!, kapan kamu datang?" tanya Daniel terkejut


"Sudah 30 menitan kak" jawab Dion


"Lalu kenapa Ayu bisa pingsan?" Daniel menoleh menatap Ayu yang tak kunjung sadar


"Kak Ayu pingsan karena syok melihat kak Dion, dia berpikir sedang melihat arwah milik kakak (Daniel) hahaha" timpal Wulan


"Tunggu-tunggu. Kamu siapa? kok terlihat sangat akrab dengan mereka (Daniel dan Leny)" Dion menatap Wulan heran


"Oh iya lupa, aku Wulan kak. Aku juga adikmu" jawab Wulan tersenyum


"Adik?, bukannya Papa dan Mama kami hanya memiliki 2 orang anak putra ya?" tanya Dion polos


"Aduh, gimana ya ngejelasinnya" Wulan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Dia adik kita, nasibnya tak jauh berbeda dari kita berdua, Ayah dan Ibu sudah mengangkatnya sebagai anak mereka, sama sepertiku" jawab Daniel menjelaskan


"Oh, seperti itu" jawab Dion tersenyum


"Wah senyuman kakak mirip sekali dengan kak Daniel" ucap Wulan tersanjung


"Iya wajar dong, kan kami kembar" jawab Dion


"Iya juga ya, hehehe"


"Hahaha" mereka semua tertawa.


Tak lama kemudian Ayu mulai tersadar dari pingsannya, dia seperti mendengar keributan di sekitarnya. Perlahan ia membuka mata dan melihat Daniel berada tepat di depan matanya.


"Ehmm.. Daniel?" ucap Ayu dengan suara khas seperti orang baru bangun tidur


Terus dia melihat kearah kiri, dimana disana ada Daniel dan Leny sedang duduk. Betapa terkejutnya dia saat melihat Daniel juga ada di sana.


"Loh?!, kok Daniel ada dua?!. Aku sedang bermimpi atau halusinasi?" Ayu bingung dan menatap dua lelaki tampan itu secara bergantian


Ayu seakan ingin pingsan kembali, namun di cegah oleh Dion, dan dia langsung menjelaskan semuanya.


"Tunggu dulu!, jangan pingsan lagi!" ucap Dion menyentuh kedua bahu Ayu


Deg...


Jantung Ayu berdetak kencang melihat lelaki tampan yang sangat mirip dengan Daniel berada di depan matanya.


"Wajahnya begitu mirip" gumam Ayu


Lalu Dion menjelaskan tentang dia dan Daniel, sedangkan Ayu hanya terus memperhatikan wajah Dion yang begitu dekat wajahnya tanpa berkedip sedikit pun.


"Jadi begitulah kisah singkat kami" ucap Dion tersenyum manis dan menjelaskannya


"Duh senyumannya, mirip banget dengan Daniel" gumam Ayu dan wajahnya merah merona seperti tomat matang


Ayu terus saja menatap wajah Dion, jantungnya semakin tak karuan, dan wajahnya semakin memerah.


Dion mengibas-ngibaskan tangannya di depan mata Ayu yang termenung dan terus menatap dirinya. Karena kesal, akhirnya Dion mencubit pipi Ayu dengan gemas


"Aaww.." lirih Ayu tersadar dari lamunannya


"Jangan menatapku seperti itu" ucap Dion tersenyum


"Eh.. i..iya.. iya, hehehe, maaf ya" ucap Ayu menjadi salah tingkah


Kelakuan mereka berdua ternyata juga di perhatikan oleh ketiga orang yang juga berada di sana, siapa lagi kalau bukan Wulan, Leny, dan juga Daniel.


Leny tersenyum penuh arti melihat tingkah mereka, dia berfikir akan bisa menjodohkan Dion dan juga Ayu. Daniel yang menyadari melihat raut wajah istrinya yang tersenyum menatap Ayu dan adiknya itu, langsung mencolek ujung hidung Leny dan bertanya dengan kode mimik wajahnya, Leny hanya menggeleng dan tersenyum lalu menyandarkan wajahnya pada dada sang suami.


"Wah, sedih rasanya aku. Jomblo ya begini, pergi ah" ucap Wulan meninggalkan 2 pasangan yang tengah di mabuk asmara


Leny juga mengajak Daniel untuk pergi meninggalkan Dion dan Ayu, agar mereka bisa ada waktu untuk mereka berdua.


"Ayo suamiku, kita ke kamar, kan kamu harus istirahat" ucap Leny memberi kode pada sang suami untuk meninggalkan Dion dan Ayu.


Daniel tersenyum dan mengerti maksud dari kode sang istri "Ayo sayang, aku juga sedikit pusing"....