Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
POPULER


Setelah pelajaran dari Yui sensei usai, para siswi langsung berkerumun ke tempat duduk Daniel dan mulai melakukan aksi mereka masing-masing untuk mendapatkan simpati dari sosok pemimpin Dark Shadow itu.


"Halo Daniel" sapa salah satu siswi yang mengerumuni Daniel


"Iya halo juga" jawab Daniel tersenyum ramah dan membuat hati para siswi itu langsung meleleh.


"Tampannya" ucap beberapa siswi


Tiba-tiba segerombolan pria datang menghampiri Daniel dan menatapnya seperti mereka tak suka melihat kehadiran seorang pria baru yang dengan mudahnya mencuri perhatian dari siswi di kelas mereka.


"Hey bro!, nampaknya sangat populer ya" ucap dari salah satu lelaki itu


"Ah biasa aja kok" jawab Daniel kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Aku Joe! tepatnya Joe Ikarry!" ucap siswa itu


"Oh salam kenal Joe!" jawab Daniel tersenyum manis


Silvia yang melihat pria incarannya di kelilingi oleh teman sekelasnya merasa jengkel karena satu di antara mereka ada seorang siswi yang selalu mencari gara-gara padanya.


"Aku senang kalau sang bunga sekolah tak peduli dengan Daniel yang begitu tampan ini" ucap salah satu dari siswi itu menyindir


"Ah! Kalian terlalu berlebihan hehehe" jawab Daniel menggaruk kepalanya lagi


"Kamu kenapa Daniel? apa kamu merasa kepanasan?" tanya siswi itu lagi


"Jelas saja dia kepanasan!, kau terlalu dekat dengannya Koury!" tegur Silvia pada musuh bebuyutannya


"Apa benar begitu Daniel?" tanya siswi yang bernama Koury itu


"Eh!. Tidak, tidak!. Aku hanya tidak terbiasa dengan situasi seperti ini, hehehe" jawab Daniel terkekeh-kekeh


"Sudah kukatakan?!, Daniel tidak nyaman dengan kalian yang sedari tadi terus menempel padanya!" protes Silvia tak terima


"Apa lagi kamu Koury!. Dandanan kamu terlalu menor, bukanya cantik!, eh malah mirip seperti badut ulang tahun" ucap Silvia memulai peperangan


"Apa kamu bilang!" tanya Koury merasa geram melototi Silvia


"Aduh kok jadi ribut gini?" batin Daniel


"Sudah-sudah! sebaiknya kalian bubar!. Kasihan Daniel kesulitan bernafas jika kalian kerumuni begtu!" tegur Silvia menyuruh teman-teman pergi


Bel istirahat berbunyi, dan para siswi berhamburan keluar untuk melihat sosok lelaki yang berhasil mencuri perhatian mereka semua. Bahkan kantin yang biasanya di banjiri oleh murid-murid di sekolah itu mendadak menjadi sepi karena kebanyakan dari mereka mencoba menerobos masuk kedalam kelas dimana murid baru itu berada.


"Permisi, permisi!. Biarkan saya lewat" ucap seorang pria mencoba menerobos masuk kedalam kelas Daniel yang sudah di penuhi oleh murid-murid lainnya


"Sulit memang mempunyai seorang Kakak yang begitu populer" ucap seorang pria yang sudah berdiri dihadapan Daniel dengan tangan yang menyilang ke dada


"Ah apa yang kau bicarakan Kevin!. Justru kau lebih populer di bandingkan denganku" protes Daniel tersenyum menggoda


"Iya tapi tidak sepopuler Kakak" jawab Kevin merangkul Daniel


Daniel dan Kevin sama-sama menjadi murid baru di sekolah ternama itu. Namun bedanya Daniel masuk ke kelas 2, sedangkan sang Adik masuk kelas 1. Dan kedua sudah berhasil mencuri perhatian dari para siswi di sekolah itu.


"Wah ternyata mereka sama-sama tampan ya" ucap salah satu siswi berbisik


"Iya!. Kakak-beradik yang sempurna" jawab temannya dengan tatapan yang penuh arti.


"Halo Kevin!. Perkenalkan aku Koury" ucap wanita yang bernama Koury itu mengulurkan tangannya


"Halo Koury-san" jawab Kevin menyambut uluran tangan dari Koury


"Jika ingin mendapatkan Daniel!. Aku harus menaklukkan hati dari Adiknya terlebih dahulu" batin Koury tersenyum


"Wah parah ni perempuan!, udah curi start" batin Silvia yang sadar akan niat busuk dari musuh bebuyutannya itu.


"Oh iya, kalian berdua tinggal di mana?" tanya Koury yang penasaran dengan tempat tinggal mereka


"Bolehkah Aku berkunjung ke rumah kalian?" tanya Koury mencoba memastikan dengan senyuman ramahnya.


Belum sempat Daniel dan Kevin menjawab, tiba-tiba Koury di tarik keluar oleh Silvia yang sedari tadi sudah menahan amarah karena Koury terus mencuri kesempatan untuk mendapatkan hati Daniel.


"Ahk!, apa-apaan kamu sih!" protes Koury melepaskan secara paksa cengkraman tangan dari Silvia.


"Kamu sudah berani mendekati Daniel ya!" ucap Silvia merasa tak terima


Koury menyilangkan kedua tangannya dan berkata "Siapa cepat!, dia dapat!. Daniel juga belum milik siapa-siapa kok"


"Oke!. Kita akan bertaruh untuk memenangkan hati dari Daniel" ucap Silvia menantang


"Oke!. Siapa takut!" jawab Koury dan langsung berlalu meninggalkan Silvia di lorong sekolah.


Saat Koury kembali kedalam kelas mereka, tiba-tiba sosok sang pujaan hati sudah tidak ada di tempat duduknya, dan membuat Koury merasa kesal karena kehilangan pangerannya.


"Kemana perginya tampanku itu?!" gumam Koury


"Apa kalian tau kemana perginya Daniel?" tanya Koury pada teman-temannya


"Tadi dia keluar bareng Adiknya, mungkin ke kantin" jawab salah satu siswi itu.


Tanpa memperdulikan orang-orang yang berada di dalam kelas, Koury langsung keluar dan menuju ke kantin untuk mencari sosok pangerannya yang tiba-tiba menghilang. Saat Koury baru sampai di kantin, tiba-tiba manik matanya tertuju pada sosok wanita yang sudah duduk di samping Daniel dan terlihat wanita itu sedang melakukan hal yang membuat Koury merasa geram.


"Wah si bunga sekolah sudah mulai beraksi ni!" gumam Koury tersenyum sinis


Dengan langkah yang terburu-buru Koury melangkahkan kakinya mendekati meja kantin yang terdapat dua lelaki tampan dan satu wanita yang sangat ia benci sedang menikmati makanan miliknya mereka.


Dengan cepat Koury langsung duduk di samping Daniel, dengan posisi Daniel yang berada di tengah-tengah Silvia dan Koury.


"Ih!. Buat apa kamu kemari?!" tanya Silvia merasa jengkel


"Terserah aku dong!. Ini kan tempat umum!" jawab Koury menjulurkan lidahnya kearah Silvia


Sedangkan orang yang berada di tengah mereka hanya fokus pada makanan yang berada didepannya itu tanpa memperdulikan keributan dari kedua gadis yang berada di sampingnya.


"Kalo Wulan tau jika Kakaknya menjadi tontonan dan bahan rebutan para siswi di sini, mungkin mereka semua bakal di amuk ni sama Wulan" batin Kevin bergidik ngerih melihat sekeliling yang sudah di banjiri oleh para siswi yang memperhatikan mereka berdua


"Kevin?!, makan!. Jangan membuang-buang makanan!" protes Daniel sembari menikmati minuman dinginnya


"Apa Kevin mau aku suapin?" goda Koury mengedipkan sebelah matanya


"Hey! kenapa matamu itu?!, kemasukan belalang?!" tanya Silvia merasa kesal


"Berisik deh!. Jangan buat ***** makan Daniel dan Kevin hilang!" jawab Koury protes.


"Kamu tu yang bakal membuat selera makan mereka hilang" ucap Silvia mendorong pundak Koury


"Apa maksudmu hah?!" protes Koury membalas perbuatan Silvia barusan.


Daniel hanya diam saja menjadi seorang pendengar yang baik dari kedua wanita yang sangat aneh menurutnya. Gaya Daniel yang cool dan dingin, membuat pada siswi semakin tergila-gila melihatnya.


"Lihat tu!. Meski mereka berdua membuat keributan, tapi Daniel merasa tidak peduli dengan mereka berdua" bisik salah satu siswi yang menyaksikan pertunjukan itu.


"Ya.. Biarkan saja lah, secara mereka berdua adalah bunganya di sekolah kita" jawab temannya pasrah.


Karena pertengkaran kedua wanita yang berada di samping Daniel membuat telinganya menjadi panas, jadi Daniel mengajak Kevin pergi dari kantin untuk menyelamatkan telinganya yang hampir rusak karena ulah kedua wanita itu.


"Tu kan!, jadi pergi deh pangeranku gara-gara kamu!" protes Koury merasa kecewa


"Idih!. Jelas-jelas kamu yang membuatnya ilfil" jawab Sivia merasa tak terima.


Joe beserta teman-temannya yang berada di kantin juga merasa sudah tak tahan menahan amarahnya karena wanita yang selama ini ia incar dengan mudahnya jatuh hati pada murid baru yang bernama Daniel itu.


"Setelah pulang sekolah, aku akan membereskanmu murid baru!" gumam Joe meremas jemarinya.