
"Kondisinya sedikit lebih baik, jantungnya juga sudah berdetak normal, namun syarafnya masih belum bisa di tangani. Kita harus segera membawanya pada dokter Alvin agar tuan Daniel bisa segera di sembuhkan" jawab sang dokter panjang lebar menjelaskan.
Di saat suasana menjadi hening, tiba-tiba seorang pria datang dengan raut wajah yang sangat senang seakan mendapatkan sebuah jackpot.
"Aku akan secepatnya menyeret si tangan ajaib itu" ucap pria itu setelah tiba di antara mereka
"Apa kau sudah tau dimana Alvin berada?" tanya Hyuga
"Tentu saja" jawabnya tersenyum yakin
Wulan tiba-tiba mendekati pria yang tengah tersenyum itu. kemudian tanpa sepatah kata, Wulan langsung menoyor kepala pria itu dan membuat pria itu langsung menyebikkan bibirnya.
"Ih, gak ada romantisnya" keluh pria itu dengan raut wajah sedihnya
"Senyumanmu hanya memperkeruh suasana" protes Wulan sembari menyilangkan kedua tangannya
"Sudah, jangan bercanda dulu!. Kevin dimana Alvin?" tanya Ayah Leo
"Saat ini dia sedang bertugas di salah satu rumah sakit yang berada di Jepang" jawab Kevin serius
"Jepang ya?, hmm..." ucap Ayah Leo sembari berpikir dengan dagu yang ia tumpu di tangan
"Jarak dari sini ke sana memakan waktu sekitaran 7 jam lebih, itu sangat memakan waktu" timpalnya seraya berfikir
"Lalu apa yang harus kita lakukan Ayah?" tanya Leny menjadi panik
"Aku takut keadaan suamiku semakin buruk" timpalnya dengan raut wajah yang sangat sedih
"Tenang sayang, suami kamu pasti baik-baik saja" ucap Ibu Rani dan langsung memeluk Leny
"Bagaimana aku bisa tenang di saat suamiku sedang berjuang melawan rasa sakitnya" keluh Leny.
"Ayah, sebaiknya gunakan saja jet pribadi kita" ucap Ibu Rani memberi saran
"Mungkin bisa lebih cepat" timpalnya lagi
"Apa kita memilikinya Bu?" tanya Leny penasaran
"Tentu saja suami kamu memilikinya" jawab Ibu Rani
"Wah sekaya apa sih menantuku ini?" batin Mama Yuni
"Kalau begitu buruan!. Jangan buang-buang waktu lagi" desak Leny
"Aku ikut!" timpalnya
"Apa kakak yakin?, kakak gak mau menjaga suami kakak?" tanya Wulan
"Aku ingin membawa dokter itu dengan tanganku sendiri!" jawab Leny dengan sangat serius
"Kevin, Fauzi, dan kamu Wulan harus ikut!" timpalnya memerintah
"Ha? kenapa harus aku kak?" tanya Fauzi dan Wulan bersamaan
"Apa kalian tidak peduli pada keselamatan suamiku? yang tidak lain adalah kakak kalian ha?" tanya Leny panjang lebar
"Iya-iya aku ikut kak" jawab Wulan yang sudah pasrah
"Nah gitu dong!" ucap Leny tersenyum penuh kemenangan
Leny, Wulan, Kevin, dan juga Fauzi langsung menuju kesebuah tempat yang dimana pesawat pribadi milik Daniel itu berada. Sesampainya di sana, mata Leny langsung terbelalak saat melihat jet pribadi milik sang suami.
Jet pribadi yang selama ini ia impikan, ternyata sudah di miliki oleh sang suami. Leny masih tak percaya dengan apa yang ada di depan matanya, sebuah pesawat pribadi yang memiliki harga sekitar US$ 502 Juta, mampu di beli oleh Daniel.
"Ini kan pesawat yang selama ini aku impikan" ucap Leny seakan tak percaya
"Tapi kenapa aku tidak tau kalau kami memiliki ini?" timpalnya bertanya-tanya
"Tanyakan saja pada kak Daniel nanti kak" ucap Wulan menjawab
"Udah ayo buruan, pilotnya udah nunggui itu" ajak Fauzi yang sudah melangkah terlebih dahulu
"Oy tunggu" ucap Leny dengan buru-buru menyusul sang adik
Setelah mereka semua naik, tak lama kemudian pesawat pribadi yang super mahal itupun langsung terbang menuju ke negara yang di juluki dengan negara sakura tersebut.
Leny masih merasa tak percaya dengan apa yang di miliki oleh sang suami. Masih banyak misteri yang belum di ketahui olehnya dari Daniel. Bahkan Daniel yang memiliki sebuah pesawat super mahal saja ia tak tau.
Di dalam pesawat Leny tak henti-hentinya memandangi seisi yang terdapat pada pesawat milik suaminya itu. Interior yang sangat megah, dan terdapat sebuah tulisan namanya dirinya dan sang putra di sebuah sudut body pesawat tersebut.
"Romantis banget suamiku ini" gumam Leny tersenyum bahagia
Di dalamnya juga terdapat sebuah ruangan karaoke yang memang di rancang oleh Daniel khusus untuk sang istri yang memiliki hobi bernyanyi.
Di sebelahnya terdapat sebuah ruangan khusus untuk sang putra bermain, seperti kolam bola, mobil-mobil mainan, dan banyak sekali mainan yang di sediakan oleh Daniel untuk putra tercintanya.
Rasa cinta Leny pada Daniel menjadi semakin besar, perilaku Daniel terhadapnya membuat Leny seakan menjadi seorang wanita yang paling beruntung di dunia karena menjadi seorang istri dari seorang pemimpin assassin yang sangat di takuti se-Asia.
Setelah Kehadiran Damin di tengah-tengah keluarga kecilnya, Leny semakin bahagia karena ia memiliki dua orang pria yang sangat tampan dan sangat mencintai dirinya.
"Ayah, Bunda dan Damin sangat mencintai Ayah, Ayah harus sembuh ya. Kami berdua butuh kamu di hidup kami" ucap Leny tersenyum lesu
"Kak, kakak tenang aja. Wulan yakin kalau dokter Alvin mampu menyembuhkan suami kamu" ucap Wulan yang mencoba untuk menghibur leny
"Iya dek, kakak juga percaya kalau kakak kamu akan sembuh dan memberi berkumpul bersama kita di rumah" jawab Leny tersenyum paksa
Setelah beberapa jam berada di langit, tak terasa mereka berempat sudah sampai di bandara internasional Narita.
Tanpa membuang waktu, mereka berempat langsung menuju ke sebuah rumah sakit ternama yang berada di salah satu kota yang terdapat di negara sakura tersebut.
Sesampainya mereka di lobi bandara, mereka berempat langsung di sambut dengan sebuah mobil mewah yang sudah menunggu kedatangan mereka sedari tadi.
"Selamat siang tuan dan nona" sapa salah satu pria yang menggunakan sebuah jas hitam sambil membungkukkan badannya.
"Bawa kami ke rumah sakit ini" perintah Kevin menunjukkan sebuah alamat yang tertera pada layar ponselnya.
"Baik tuan" jawab pria itu dengan sopan
Mobil mewah itu langsung melaju membawa Leny dan adik-adiknya menuju kesebuah rumah sakit yang dimana ada si tangan ajaib di dalamnya.
"Sudah lama kita tidak melihat suasana pada negara ini ya" ucap Fauzi sembari melihat kesekelilingngnya
"Maaf ni tuan muda, wanita cantik yang berada di sebelah nona Wulan itu siapa ya?" tanya seorang pria yang tengah mengemudikan mobil.
"Dia itu istri dari tuan besar!" jawab Fauzi yang berada di sebelah kursi pengemudi
"Apa?!" ucap sang supir yang tiba-tiba menginjak rem dan sampai membuat kepala Fauzi terbentur bodi mobil itu