Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
DION


Setelah pulang dari rumah Ayu, Leny merasa ingin mengunjungi makam ayah, ibu, dan nenek kandungnya Daniel. Karena semenjak menikah, Leny belum ada mengunjungi mereka.


"Suamiku, aku ingin mengunjungi makam kedua orangtua dan nenek kamu dong"


"Sayangku, kamu kan sedang mengandung, aku takut terjadi apa-apa sama bayi kita" jawab Daniel membelai kepala Leny.


Leny menggeleng dan menjawab


"Tidak apa suamiku, aku gak papa kok"


"Iya sayang, tapi kan.." ucapan Daniel terhenti saat melihat wajah gemas istrinya


"Iya deh iya. Nak bunda kamu pinter banget merayu ayah" ucap Daniel tersenyum mengelus perut Leny


"Iya dong yayah, kalo nda gak ngelayu, kan yayah gak bica jadi cuami nda" jawab Leny menirukan suara bayi


Daniel tersenyum dan mencubit hidung Leny dengan gemas lalu melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat pemakaman kedua orangtuanya serta sang nenek.


Setelah 20 menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah tempat pemakaman umum, Daniel membantu Leny untuk turun dari mobil lalu mereka bergandengan tangan menuju makam kedua orangtuanya dan sang nenek.


Ketika sudah dekat, tiba-tiba Leny terkejut karena melihat seorang lelaki sedang berada di dekat makam kedua mertuanya.


"Sayang-sayang, itu siapa?, mengapa lelaki itu ada di makam orangtua kamu?"


Daniel menoleh kearah jari telunjuk Leny dan terkejut melihat seorang lelaki menggunakan jas hitam sedang membersihkan makam kedua orangtua dan juga sang nenek.


Daniel dan Leny mempercepat langkahnya segera menuju makam kedua orangtua Daniel.


"Maaf ya, kamu siapa? mengapa kamu membersihkan makam mertua dan nenek saya?" tanya Leny kepada pria itu


Pria itu menoleh kearah Daniel dan Leny, betapa terkejutnya mereka bertiga saat menatap satu sama lain.


"Ka..kamu? aku?" tanya Daniel bingung menunjuk dirinya dan pria itu


Leny lebih bingung karena ia melihat suaminya ada dua.


"Ini aku tidak bermimpi kan?" ucap Leny memandangi Daniel dan pria itu secara bergantian


Daniel dan pria itu hanya terdiam saling pandang satu sama lain. Wajah mereka begitu mirip, fisik juga begitu sama dan yang membedakan hanya ada sebuah tahi lalat kecil di bagian hidung pria itu.


Tiba-tiba ada seorang pria dan wanita paruh baya menghampiri mereka.


"Dion sayang, sudah selesai belum" ucap wanita paruh baya itu


Saat wanita itu menatap Leny dan Daniel, dia juga sedikit terkejut, kakinya bergetar saat melihat Daniel yang berdiri dihadapannya.


"Daniel?, kamu Daniel kan nak?" ucap wanita itu terkejut menatap wajah Daniel


"I..iya tante saya Daniel" jawab Daniel bingung


"akhirnya kami bisa bertemu denganmu nak" ucap wanita paruh baya itu memeluk Daniel dan meneteskan air matanya.


Daniel bingung dengan apa yang terjadi saat ini, dia hanya diam saja saat wanita paruh baya itu memeluk tubuhnya, tangan menjadi kaku dan lidahnya seperti tidak bisa mengeluarkan kata-kata.


Wanita itu melepaskan pelukannya dan memegangi seluruh wajah Daniel


"Daniel ini tante kamu, nama tante Anita. Adiknya Aqila, mama kamu nak"


Daniel terkejut saat mendengar perkataan wanita itu


"Apa? adik kandung ibu?, maksudnya gimana?"


"Iya aku adik kandung kak Aqila, mamanya kamu sayang" ucap tante Anita memeluk Daniel


"Lalu siapa pria yang sangat mirip dengan ku ini?" tanya Daniel menunjuk sosok lelaki yang sangat mirip dengan wajahnya


"Oh, dia ini Dion, saudara kembar kamu"


Brugk


Leny pingsan dalam pelukan Daniel karena mendengar ucapan tante Anita. Dia syok karena terkejut mendengar kalau Daniel memiliki saudara kembar yang begitu sangat mirip dengan suaminya.


"Aduh pingsan pula" ucap tante Anita terkejut melihat Leny


"Maksudnya gimana sih? kok aku tidak tau jika aku memiliki saudara kembar?" tanya Daniel sambil menggendong Leny


"Iya mah, kok Dion juga gak tau kalau Dion punya kembaran?" tanya Dion terkejut


"Duh gimana ya cara ngejelasinnya" jawab tante Anita kebingungan


"Sudah ngejelasinnya jangan disini mah" timpal Yoga


"Iya pah. Ayo biar tante jelasin, Ayo sayang kita pergi cari tempat makan, agar mama bisa lebih mudah untuk menjelaskannya" ucap Anita mengajak mereka semua


Dion beserta kedua orang tuanya masuk kedalam mobil, di ikuti dengan Daniel dan Leny yang mengendari mobil mereka dari belakang Anita dan Yoga.


Tak lama kemudian Leny tersadar dari pingsannya dan terkejut saat melihat dirinya sudah berada di dalam mobil.


"Sayang barusan aku bermimpi kalau kamu ada dua" ucap Leny langsung memeluk lengan Daniel


"Hehehe, kalau aku ada dua kenapa sayang?" tanya Daniel menggoda Leny


"Ih mana mungkin Daniel ku kan cuma 1, suami aku mana mungkin ada dua" jawab Leny menyebikkan bibirnya


"Hehe iya sayang iya" ucap Daniel membelai kepala Leny


"Kita mau kemana sayang?, kan kita tadi mau menjenguk makam nenek dan orang tua kamu" tanya Leny bingung


"Nanti deh aku jelasin sayang" jawab Daniel tersenyum lalu fokus menyetir


Leny menghela nafasnya lalu bersandar pada lengan Daniel.


Tak lama kemudian Mobil didepan Daniel berhenti di sebuah cafe dan Daniel mengikuti mereka.


"Loh sayang, kok berhenti di sini? kamu lapar ya?" tanya Leny bingung


"Iya sayang, anak ayah juga lapar kan?" ucap Daniel mengelus perut Leny


"Iya yayah" jawab Leny tersenyum


Daniel tersenyum dan menggandeng tangan Leny untuk menuju kedalam cafe. Daniel mencari keberadaan Anita dan yang lainnya, setelah melihat mereka berada di sudut cafe, Daniel langsung menuju ketempat itu.


"Duduk sayang" ucap Anita menepuk bangku di sebelahnya


Leny masih bingung saat melihat sosok Dion yang sangat mirip dengan suaminya itu, tubuhnya gemetar dan sepertinya dia ingin pingsan, namun Daniel mengelus kepala Leny


"Jangan pingsan lagi dong sayang" ucap Daniel tersenyum


Daniel duduk disebelah Anita dan Leny duduk di sebelah Daniel. Di depan matanya ia melihat orang yang begitu menyerupai wajah suaminya. Dia bingung mengapa suaminya ada dua?, Leny melihat Daniel lalu melihat lelaki yang ada di depannya.


"Sayang, siapa wanita yang ada di dekat kamu?" Anita bertanya pada Daniel


"Oh, ini Leny, istri saya tan"


Leny menatap Anita lalu tersenyum kaku karena masih bingung, matanya seakan ingin meminta penjelasan pada mereka semua, dia juga menatap Daniel dengan tatapan yang sama, namun Daniel membalasnya dengan senyuman manis.


Anita mengerti melihat raut wajahnya Leny yang sangat bingung melihat Daniel dan Dion yang begitu mirip. Anita hanya tersenyum melihat ekspresi wajah dari Leny namun sudah di senggol oleh Yoga agar segera memberikan penjelasan pada mereka berdua.


"Leny sayang, kamu pasti sangat bingung kan mengapa sosok suami kamu ada dua?" tanya Anita tersenyum..


"Hehe iya tante, bingung banget" jawab Leny kikuk...