
Pria yang baru saja Daniel lempar masih terkapar di atas tanah dan rasa sakit masih terus menempel pada tubuhnya. Sedangkan pemimpin kelompok penjual narkoba itu hanya diam tak berkutik saat Daniel berada tempat di dekatnya.
Daniel menoleh ke arah pria yang berdiri di samping kirinya seraya berkata "Apa kau ingin merasakan hal yang sama?, atau lebih parah darinya?".
Sedangkan pria yang baru saja terkena serangan oleh Daniel hanya bisa menatap Daniel dengan tatapan penuh dendam dan kebencian.
Ketika pandangan Daniel teralihkan darinya, terlukis sebuah senyuman penuh kelicikan dari raut wajah pria malang tersebut. Dengan tangan yang gemetaran, ia mengambil sebuah pistol dari balik sakunya dan ia arahkan ke tempat Daniel berdiri.
Dengan gemetaran yang berusaha untuk menekan pelatuk pistol yang ada di genggamannya.
"Hahaha, selamat tinggal pemimpin yang selalu berkuasa di kelompok kegelapan" gumam pria itu sambil tangan yang masih gemetaran.
Namun sayangnya, belum sempat ia menekan pelatuknya, tiba-tiba sebuah pisau kecil terbang dengan cepat dan menancap tepat mengenai lengan kanannya hingga otomatis membuat senjata api itu langsung terlepas dari genggamannya.
"ARRRGGHHHH!!!!" teriak pria itu kesakitan.
"Dasar!. Jangan bertingkah bodoh di hadapanku!" ucap Daniel dengan nada dinginnya dan tatapan dinginnya.
Pria yang tengah berdiri di samping Daniel semakin ketakutan dan tubuhnya tak bisa berhenti bergetar.
"B4jingan kau!" ucap pria itu sambil berusaha mencabut pisau kecil yang masih menancap pada pergelangannya.
Setelah pisau itu berhasil ia cabut dari pergelangannya, tiba-tiba Daniel sudah berada tepat di depannya, dan tanpa berkata apa-apa Daniel langsung menginjakkan sebelah kakinya tepat di kepala pria itu.
"Jika kau ingin mati terlebih dahulu, katakan saja langsung!. Jangan memberi kode bodoh itu padaku!" ucap Daniel dingin dan semakin menekan kakinya yang berada di kepala pria malang tersebut.
Pria itu semakin emosi karena merasa harga dirinya di injak-injak oleh Daniel tepat di depan seluruh bawahannya dan kelompok lainnya.
"A...a...apa yang kalian lakukan?!, cepat habisi pria ini!" tegur pria itu memerintah seluruh anak buahnya.
Para bawahannya pria malang itu langsung bergegas ingin menyerang Daniel dan menolong bos mereka yang tengah di siksa oleh Daniel.
Namun pada saat mereka ingin menyerang, Rian dan anggota Dark Shadow yang lain tak tinggal diam. Mereka juga langsung memberi serangan balik pada musuh yang hendak menyerang Daniel.
Orang-orang yang berniat ingin menyerang Daniel langsung di buat tak berdaya oleh Rian dan yang lainnya.
Sedangkan pria yang satunya tak bisa berbuat apa-apa lagi dan semakin ketakutan saat melihat kelompok Dark Shadow menyiksa kelompok rekannya.
Dalam hatinya ia hanya ingin pergi menjauh dari kelompok yang sangat berbahaya tersebut.
Pada saat ia ingin kabur dari tempat yang mengerikan itu. Ketika ia berbalik, tiba-tiba Kevin sudah berdiri di hadapannya dan langsung menghadiahkan sebuah bogem mentah kepada pira tersebut.
Tinju Kevin tepat mengenai wajah pria itu hingga membuatnya terpental cukup jauh dan langsung terkapar tak berdaya.
"Jangan pikir kalian semua bisa selamat dari kami!" tegur Kevin menatap dingin ke arah pria yang baru saja ia hajar.
Setelah mendengar perkataan dari Daniel barusan, kelompok Dark Shadow itu langsung menyerang kedua kelompok itu tanpa adanya perlawanan dari mereka.
Pada saudaranya Daniel menyerang mereka tanpa ampun dan seakan-akan indera pendengaran mereka seketika menjadi tak berfungsi saat melakukan permainan yang sangat menyenangkan itu.
"Sudah lama aku tak sebahagia ini!" ucap Hyuga tertawa senang sambil terus menghajar orang-orang yang berusaha ingin mengeroyoknya.
"Ayo maju kalian semua!, berikan aku hiburan yang menyenangkan! hahaha" tawa Hyuga dan semakin bersemangat menghajar orang-orang yang maju menyerangnya.
Kedua pemimpin dari kedua kelompok itu hanya bisa menyaksikan seluruh bawahannya di hajar habis-habisan oleh Daniel dan kelompoknya.
Mereka berdua masih dalam dekapan Daniel dan Kevin yang belum melakukan penyiksaan pada mereka.
"Setelah semua anak buah kalian lenyap!, giliran kalian yang akan merasakan kenikmatan yang sudah di rasakan oleh bawahan kalian berdua!" ucap Kevin tersenyum psikopat.
"Da...dasar kelompok iblis!" ucap pria yang wajahnya masih di injak oleh Daniel.
"Hahaha!, jika kau tau kami ini kelompok iblis, lalu kenapa kalian berdua berani-beraninya melakukan transaksi haram ini di tempat kami berkuasa?!" tanya Daniel dengan nada penuh penekanan dan semakin menekan kakinya hingga membuat pria yang Daniel injak semakin kesakitan.
Lalu Daniel mengangkat katana yang ada pada genggamannya dan katana yang ia beri nama Ryuken itu ia tancapkan tepat di sebelah wajah pria itu hingga membuat pria tersebut semakin ketakutan melihat sebuah senjata yang selama ini sudah menelan banyak darah dari orang-orang yang berani menentang Dark Shadow.
"Cih!, dasar si Daniel itu!" gumam Jasmine.
"Bisa-bisanya mereka bersenang-senang di sana!. Sedangkan aku di suruh melihat mereka dari tempat ini!" timpalnya kesal karena tak bisa ikut bersenang-senang di tempat itu karena perintah dari Daniel untuk mengawasi mereka dari kejauhan saja.
Hyuga dan yang lainnya masih melanjutkan permainan yang sangat menyenangkan itu. Ada satu orang yang berdiri di belakang Hyuga sambil memegang sebuah pisau.
Pria yang berdiri di belakang Hyuga itu tersenyum karena merasa kalau ia bisa melenyapkan salah satu dari anggota Dark Shadow. Dengan senyuman bahagianya, pria itu berlari sambil mengarahkan pisaunya ke hadapan Hyuga.
Hyuga yang menyadari akan kedatangan serangan dari belakangnya, hanya berbalik badan dan memasukan tangannya ke dalam sakunya seakan tak bergeming sedikitpun.
Hyuga hanya menatap dingin ke arah pria yang berlari menuju ke arahnya sambil mengarahkan pisau itu.
Pada saat pria yang bersenjata itu hampir mendekati Hyuga yang terus menatapnya, tiba-tiba sebuah peluru terbang ke arahnya dan membuat keningnya bolong.
Pria itu yang tadinya berlari tiba-tiba terhenti dan langsung tumbang tempat di depan Hyuga yang hanya menatap dingin ke arahnya.
"Apa sudah mati?" tanya Hyuga sedikit membungkuk dengan kedua tangan yang masih berada di dalam sakunya.
Setelah ia memastikan bahwa pria itu sudah tak bernyawa, Hyuga menatap ke arah atas yang dimana ada Jasmine yang baru saja menembakan peluru itu untuk menolongnya. Lalu Hyuga mengangkat tangannya ke atas sambil mengacungkan jari jempolnya sambil tersenyum.
"Cih!, dasar bodoh!" gumam Jasmine tersenyum sambil melihat ke arah Hyuga menggunakan teropong yang terpasang pada senapan miliknya.