Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
BEGITU MENGIDOLAKANNYA


Takaoka hanya menunduk saja menunggu jawaban dari Daniel, ia berharap Daniel mau berbicara dengannya secara pribadi karena ada hal yang sangat penting ingin ia sampaikan pada pemimpinnya itu.


Daniel tersenyum dan menghampiri Takaoka lalu ia memegang pundak pria yang tengah menunduk itu kemudian ia berkata "Jika memang ada hal penting yang ingin kau bicarakan. Kalau begitu sebaiknya kita ke kantin".


Mendengar ucapan barusan, Takaoka langsung mendongak dengan wajah gembira karena Daniel mau memenuhi permintaan darinya.


"Ba..baik tuan muda" jawab Takaoka tersenyum bahagia.


"Sudah di bilang jangan panggil aku tuan muda kalau di sini" tegur Daniel sambil memukul dada Takaoka dengan lembut.


"Hehehe maaf Sensei, kelepasan" jawab Takaoka terkekeh sambil menggaruk kepalanya.


Daniel mengajak Takaoka menuju ke kantin. Daniel merangkul Takaoka menuju ke ke kantin. Keakraban mereka berdua membuat orang-orang menjadi bertanya-tanya karena baru pertama kali melihat Takaoka yang merupakan seorang guru yang sangat kejam dan begitu tidak akrab dengan orang-orang yang berada di sekolah itu kini justru menjadi sangat dekat bahkan begitu menghormati Daniel sebagai sesama guru.


Mereka merasa kebingungan melihat begitu akrabnya Daniel dan Takaoka yang tengah berjalan sambil tertawa bersama di sepanjang perjalanan menuju ke kantin sekolah.


Setibanya mereka di kantin pun tetap menjadi pusat perhatian karena baru pertama kalinya mereka melihat seorang guru yang di kenal sangat kejam bisa dekat dengan seseorang yang merupakan guru baru di sekolah itu bahkan Takaoka terlihat sangat berbeda karena ia sudah mulai tersenyum saat ada orang lain yang menatap ke arahnya.


"Apa mungkin karena kemarin ya?" bisik mereka yang melihat Takaoka bersama dengan Daniel.


"Iya. Kan semalam Takaoka Sensei di permalukan di depan umum, bahkan seluruh orang yang berada di sekolah ini tau akan hal tersebut" jawab yang lainnya.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?. Masih pagi sudah bergosip" tegur Daniel dan membuat mereka terkejut karena tiba-tiba Daniel sudah ada di belakang mereka.


Para siswi itu hanya salah tingkah saja karena di buat terkejut oleh Daniel dan sosok guru yang mereka idolakan itu begitu dekat dengan mereka membuat mereka semakin salah tingkah.


"E..e..eh, Daniel Sensei" sapa mereka gugup.


"Ti..tidak ada kok Sensei hehehe" sambung rekannya terkekeh.


"Apa Daniel Sensei ingin ikut bergabung dengan kami?" tanya salah satu dari mereka mengalihkan pembicaraan.


"Tidak, saya ada perlu dengan guru kalian itu" jawab Daniel sambil menunjuk ke arah tempat duduk yang dimana ada Takaoka.


"Apa Sensei tidak takut atau curiga pada orang itu?" tanya salah satu siswi itu berbisik.


"Apa yang harus di takutkan atau di curigai?" tanya Daniel balik.


"Ya curiga dong Sensei. Seluruh isi di sekolah ini sangat tau bagaimana si Takaoka Sensei itu. Dia adalah sosok guru yang begitu kejam dan tidak ada yang berani dengannya, bahkan kepala sekolah saja tak ingin berurusan dengan karena status dia juga yang merupakan seorang anggota militer yang begitu di segani di negara ini" jawab siswi itu menjelaskan.


"Kalian tidak perlu khawatir, semua akan baik-baik saja kok. Dia juga sudah berubah" ucap Daniel.


"Kamu juga, jangan terlalu berfikiran yang negatif padanya. Ingat, dia itu guru kamu juga, jadi kamu harus menghormatinya" timpal Daniel tersenyum sambil mengelus kepala siswi yang membicarakan tentang keburukan Takaoka tadi.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari guru idolanya, membuat jantung siswi itu berdetak tak beraturan hingga wajahnya yang tiba-tiba menjadi berwarna merah, dan teman-teman siswi itu hanya bisa merasa iri melihat guru idaman mereka melakukan hal itu pada temannya itu.


"Yaudah, saya kesana dulu ya. Kasihan dia sudah menunggu" ucap Daniel tersenyum sambil mengelus kepala siswi itu lagi dan membuat siswi yang lainnya merasa semakin iri melihatnya.


Daniel berjalan menuju ke meja yang dimana Takaoka sedang duduk menunggu kedatangannya. Setibanya Daniel di hadapan Takaoka, Takaoka langsung berdiri dan berniat ingin menarik kan kursi untuk Daniel duduk, namun Daniel langsung mengangkat tangan seakan menahan Takaoka dan menyuruhnya tetap duduk.


"Ini di sekolah, jangan membuat orang menjadi curiga" ucap Daniel sambil menduduki kursinya yang berada di depan Takaoka.


"Ma..maaf" jawab Takaoka menunduk.


"Lalu, apa yang ingin anda bicarakan Sensei?" tanya Daniel to the point untuk mempersingkat waktu karena sebentar lagi mereka akan masuk ke kalas masing-masing untuk mengajar.


"Apa ini Takaoka Sensei?" tanya Daniel bingung sambil melihat bekal makanan yang berada di depannya itu.


"Ini titipan amanah dari istri saya. Ini juga sebagai pertanda permintaan maaf saya untuk anda karena perbuatan saya yang kemarin" jawab Takaoka menunduk sambil sedikit mendorong kotak makanan itu ke hadapan Daniel.


"Tidak perlu sampai seperti ini Takaoka Sensei. Tanpa anda memberikan ini pun, saya sudah memaafkan anda" jawab Daniel menolak pemberian dari Takaoka secara sopan.


"Saya mohon anda terima ini tuan. Karena istri saya juga sangat mengidolakan anda, dan dia memaksakan ini secara tulus khusus buat anda" ucap Takaoka memohon.


"mengidolakan?, memangnya istri anda tau siapa saya?" tanya Daniel penasaran.


"Dulu, sewaktu peperangan besar antara Dark Shadow melawan kelompok Green gun yang berlangsung di kota Hiroshima sampai membuat para orang-orang yang berada di kota tersebut menjadi ketakutan. Namun Dark Shadow yang anda pimpin sangat hebat karena selain berfokus melawan musuh, Anda serta bawahan anda juga bisa melindungi warga yang berada di sana. Ketika itu, istri saya juga masih tinggal di sana dan ketika ia ingin menyelamatkan diri dari orang yang ingin melayangkan pedang padanya, namun dengan hebatnya anda bisa menyelamatkan nyawa istri saya, dan sejak dari situ dia begitu mengidolakan anda sampai saat ini" jawab Takaoka menjelaskan.


"Apakah istrimu tau dan mengenali wajahku?" tanya Daniel lagi.


Takaoka menggeleng lalu ia menjawab "Tidak tuan. Ketika itu ia melihat anda tengah menggunakan baju hitam, lalu wajah anda di tutupi dengan sebuah topeng yang ada noda darah di bagian bawah mata dan membawa sebuah pedang yang setara tinggi manusia dewasa.


"Dia langsung tau kalau orang yang memiliki ciri-ciri seperti itu hanya pemimpin Dark Shadow. Jadi, dia bisa tau kalau orang yang menyelamatkan nyawanya dari maut adalah anda" timpalnya menjelaskan.


"Di saat peperangan besar itu aku tidak begitu mengingatnya. Yang aku ingat hanya menyerang musuh dan melindungi orang-orang yang tidak bersalah namun harus terlibat di situasi yang menyeramkan bagi orang awam" jawab Daniel mencoba mengingat masa perang tersebut.


"Wajar saja jika anda tidak mengingatnya. Anda juga tidak perlu bersikeras untuk mengingatnya. Tapi istri saya selalu mengingat pahlawannya sampai detik ini. Karena itu, ketika saya menceritakan kalau saya bertemu dan bahkan bekerja dengan anda langsung membuat istri saya merasa sangat senang sampai ingin saya memberikan ini kepada anda tuan" ucap Takaoka sambil menyodorkan kotak makanan itu.


"Saya mohon tuan, tolong terima pemberian dari istri saya. Saya tak ingin melihat ia sedih dan kecewa karena sosok pahlawan yang sudah menyelamatkannya menolak ini" timpal Takaoka memohon.


"Baiklah aku akan menerima ini. Sampaikan terima kasih dariku untuk istrimu. Katakan padanya kalau hasil masakan darinya sangat enak" jawab Daniel tersenyum dan mengambil bekal makanan pemberian dari Takaoka.


"Te.. terima kasih banyak tuan muda. Baik, saya akan menyampaikannya pada istri saya, pasti dia akan sangat senang mendengar ini" jawab Takaoka tersenyum bahagia.


"Tapi, ada satu hal lagi yang inginkan olehnya tuan" timpal Takaoka merasa tidak enak karena terus merepotkan Daniel.


"Apa itu?" tanya Daniel.


"Saya takut merepotkan anda" jawab Takaoka pasrah.


"Sudah, katakan saja. Siapa tau aku bisa membantunya" ucap Daniel memerintah.


"Begini tuan. Istri saya ingin saya berfoto bersama anda, karena dia ingin mengetahui wajah pahlawannya" jawab Takaoka ragu-ragu.


"Maaf, bukanya aku tak ingin memenuhi permintaan yang satu ini dari istrimu. Aku ini bukan selebriti atau orang awam pada umumnya. Musuh kita sangat banyak di luar sana, kau taukan nama Dark Shadow sangat besar apalagi di negara ini. Aku khawatir dengan keselamatan keluargamu jika musuhku yang memiliki dendam akan menyerang kalian hanya demi ingin mengetahui keberadaan ku" jawab Daniel sambil memegangi pundak Takaoka.


"Bagaimana maksud anda?, saya masih belum paham?" tanya Takaoka yang kebingungan akan penjelasan dari Daniel.


"Begini. Jika kita berfoto, lalu kau berikan foto itu pada istrimu, pasti dia akan meng-upload foto itu ke sosial media miliknya. Dari situlah banyak orang atau bahkan musuhku yang langsung menyerang kalian karena caption yang akan di tulis oleh istrimu itu aku sudah bisa menebaknya" jawab Daniel menjelaskan.


"Anda benar juga tuan. Pasti musuh anda akan menyerang keluarga saya" ucap Takaoka mengangguk.


"Kalau kamu tidak ingin membuat istrimu kecewa. Katakan saja padanya. Jika dia ingin melihat aku secara langsung, kita bisa bertemu di suatu tempat. Tapi tolong kamu katakan pada istrimu itu untuk merahasiakan semua tentangku demi keselamatan kalian" ucap Daniel agar tidak membuat istrinya Takaoka merasa kecewa karena tidak bisa melihat wajah Daniel.


"Baik tuan, saya akan menyampaikan kabar yang akan membuat istri saya bahagia ini" jawab Takaoka tersenyum bahagia.


Karena dirasa sudah tidak ada lagi yang di bicarakan, Daniel mengajak Takaoka kembali keruangan guru karena mengingat sebentar lagi mereka harus mengajar di kelas masing-masing.