
"*B**aiklah aku paham. jadi di antara kamu dan suamiku, siapa yang lebih kuat?" tanya Leny menggoda*
"*H**aha, tentu saja kakak Daniel yang lebih kuat kak. bahkan di ekskul kami, tidak ada yang sanggup mengalahkan kak Daniel" puji Daniel*
"Kamu ini jangan berlebihan" timpal Daniel
Fauzi mengundang Daniel dan Leny untuk datang kerumahnya, agar mempererat persaudaraan antara Daniel dan Fauzi
"Kak Daniel, kakak ipar. Jika kalian punya waktu luang, bisakah kalian datang berkunjung ke rumahku?" tanya Fauzi
"Semua itu tergantung kakak ipar kamu Zi, aku tidak bisa pergi jika dia tidak mau" jawab Daniel tersenyum
"Boleh ya kak" Fauzi memohon
"Ya-ya, tentu saja kami akan kesana" jawab Daniel tegas
"Terimakasih kak, pasti istri dan anakku akan senang menyambut kedatangan kalian" timpal Fauzi bahagia
"Ha? kamu sudah menikah dan memiliki anak?" tanya Daniel terkejut
"Hehe iya kak, aku menikah dengan wanita dari Jepang" jawab Fauzi malu-malu
"Wah selamat ya, maaf aku tidak tau kamu telah menikah, dan aku tidak hadir di pernikahan kamu" timpal Daniel
"Iya kak, tak apa, seharusnya aku yang meminta maaf karena telah lancang tidak mengundang kamu" jawab Fauzi menunduk
"Tidak kamu tidak salah, kan kita tidak pernah bertemu lagi selama 2 tahun" timpal Daniel menepuk pundak Fauzi
"Hey-hey! kalian mau terus-menerus saling meminta maaf?!, ini bukan suasana lebaran" sambut Leny menyela pembicaraan mereka
"Haha" mereka berdua tertawa
......MARKAS BLACK DRAGON......
"Siapa yang berani membunuh sepupuku?!" bentak Hasan memukul meja
"Te...tenang dulu bos, kita akan mencari tahu siapa pelakunya" ucap Fary
Hasan dan Hendry memiliki hubungan yaitu sepupu. Ia mendengar kematian Hendry, dan Hasan sangat marah. Dia akan membalaskan dendam kematian Hendry
"Cepat cari tau siapa sebenarnya orang yang telah membunuh Hendry!" perintah Hasan
"Segera saya lakukan tuan" jawab Fary
Fary mencari informasi tentang Daniel, namun dia hanya mendapatkan sebagian saja, dan yang lainnya sulit di cari, karena di rahasiakan oleh ******Dark****** Shadow bahkan, di dalam informasi tidak tertulis nama Rani dan Leo sebagai orangtua Daniel
"Tuan saya sudah mendapatkan informasi tentang pembunuh tuan Hendry, namun hanya sedikit yang saya dapatkan, dan yang lainnya sangat sulit di dapat" jelas Fary
"Tidak masalah, setidaknya kita sudah tau siapa yang berani membunuh sepupuku" jawab Hasan menaikan kaki di atas meja
Nama : Daniel Syahputra
Usia : 24 tahun
Orang tua : -
Istri : -
Alamat : Jakarta timur
"Hanya itu saja yang saya dapatkan tuan" jelas Fary
"Haha, oke Daniel!, sebentar lagi kau akan menyusul sepupuku" tegas Hasan
"Apa yang harus kita lakukan tuan?" tanya Fary
"Terus cari informasi tentang kerabatnya, kita akan menekannya melalui orang terdekatnya" timpal Hasan
"Baik tuan, saya akan lakukan semaksimal mungkin" jawab Fary
Namun hanya sedikit informasi yang dikumpulkan oleh Fary, dia sangat kesal karena semua informasi tentang Daniel terlalu ketat di tutupi
"Siapa orang ini sebenarnya?!, mengapa sulit sekali mencari informasi tentangnya, bahkan kerabatnya tidak ketemu. Ah sudahlah yang penting aku sudah mengetahui wajahnya, jadi aku tinggal mencarinya dan mengikuti seluruh aktivitasnya" (*batin Fary*)
Fary mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Daniel, dan kelompok Arif dapat menemukan dimana Daniel berada. Dia langsung melaporkan kepada Fary
"📨Bos, aku sudah menemukan Daniel. Kini dia sedang bersama seorang wanita, dan mereka pergi ke arah timur📨" pesan dari Arif
Fary memerintahkan Arif dan yang lainnya untuk mengikuti kemana Daniel pergi. Jika ada kesempatan, Fary menyuruh Arif untuk segera membereskan Daniel dan wanita itu
Arif mengikuti Daniel dari jarak beberapa ratus meter, agar Daniel tidak mencurigai keberadaan dia, Arif tau bahwa Daniel bukan orang biasa, namun dengan jumlah pasukan yang ia bawa, maka untuk melenyapkan Daniel mudah saja baginya
"Terus ikuti di. Jika ada kesempatan, kita lenyap kan mereka berdua" Arif memberi perintah
Lama kelamaan, Daniel menyadari kalau dia dan Leny sedang di buntuti. Karena Daniel tidak mau membuat Leny cemas, maka dia tidak memberi tahu tentang hal itu kepada istrinya
"Suamiku, ada apa?, mengapa kamu diam saja?" Leny bertanya
"tidak ada sayang" Daniel menggelengkan kepala
"Jika tidak ada, aku ingin tidur sebentar, aku sangat lelah" timpal Leny
"Iya sayang" Daniel menjawab
Leny tertidur pulas di pundak Daniel, dan sesekali Daniel mencium kepala Leny. Daniel terus waspada, dia terus melihat kaca spion mobilnya dan memantau ke arah belakang
"Mungkin jika melewati hutan, mereka akan menghadang ku" (*batin Daniel*)
Beberapa menit lagi Daniel akan melewati hutan yang dimana jarang sekali kendaraan melewatinya. Apalagi ketika malam, hampir tidak ada yang berani untuk melintasi hutan itu
Ketika masuk jalan menuju hutan, Daniel sengaja memperlambat laju mobilnya, dan Arif mengambil kesempatan untuk segera menyalip mobil Daniel, lalu segera melenyapkan mereka
"Bagus, sekarang kesempatan kita. Ayo cepat!" perintah Arif
Mereka semakin mempercepat laju mobilnya, dan langsung berada tepat di depan Daniel. Bukan 1 atau dua mobil yang menghadang Daniel, sepertinya ada sekitar 6 mobil, dan di dalam mobil itu ada banyak orang-orang
Arif keluar terlebih dahulu, dan menggedor-gedor kaca mobil Daniel, dia memaksa Daniel untuk keluar
"Keluar kau!, jika tidak, akan ku hancurkan mobil mewah mu ini!" bentak Arif