Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
ETERNAL BODY


Daniel menghela nafasnya karena akhirnya kelompok yang berani menculik istrinya sudah ia habiskan bahkan markas mereka di bakar oleh Fauzi beserta para mayat anak buahnya Edi.


Leny juga semakin manja kepada sang suami, sampai-sampai ia meminta Daniel untuk menggendongnya. Dengan senang hati Daniel mengiyakan permintaan ibu dari anaknya itu.


"Ayah, kita harus mengambil mobil di parkiran mall" ucap Leny yang tengah di gendong oleh Daniel di bagian belakang


"Iya honey, kita akan ambil mobil kamu" ucap Daniel tersenyum dan Leny langsung menempelkan pipinya pada pipi Daniel


"Dasar manja kamu" ucap Koury mencubit pipi Leny yang tengah dalam gendongan Daniel


"Ih sakit tau!" protes Leny dengan nada manjanya


"Uluh uluh tayangku" ucap Koury dengan gemasnya dan tangannya mencubit kedua pipi Leny


Daniel tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ia sangat bahagia karena kedua wanita yang dulu sangat terobsesi pada dirinya, kini malah bersahabat dengan istrinya itu.


"Kamu memang spesial istriku" gumam Daniel namun Leny mendengar perkataan sang suami meski samar-samar


"Apa tadi?, Ayah berkata apa?" tanya Leny semakin mempererat pelukannya pada leher Daniel


"Tidak ada honey" jawab Daniel tersenyum


"Bohong!, tadi Bunda mendengar suara Ayah secara samar-samar" protes Leny dengan nada yang manja


"Hehe, nanti Ayah beritahu di saat anniversary kita" ucap jawab Daniel tersenyum manis


"Ah! Ayah curang" ucap Leny menyebikkan bibirnya


Fauzi dan Kevin yang tengah berjalan di belakang mereka hanya tersenyum melihat kakaknya yang sangat bahagia dengan keluarga kecilnya.


Namun tiba-tiba raut wajah Kevin berubah menjadi murung dan Fauzi sadar akan hal yang sedang di pikirkan oleh saudaranya itu.


Fauzi tersenyum dan menyenggol pundak Kevin yang tengah berjalan dengan badan yang sedikit membungkuk serta wajah yang masam.


"Kenapa? kamu rindu pada si kucing kecil?" goda Fauzi


Kevin hanya diam dan menatap Fauzi dengan wajah yang masang lalu ia mengangguk sambil menghela nafas panjang seakan ingin membuang beban di pikirannya tentang Wulan.


"Kamu tenang saja saudaraku, aku yakin Wulan juga memiliki perasaan yang sama padamu. Tapi hanya saja ia tak ingin menunjukkannya padamu" ucap Fauzi merangkul pundak Kevin


"Kalian semua sudah menikah, dan sebentar lagi Ronny dan Silvia juga akan menikah. Masa hanya aku yang di gantungin gini" ucap Kevin menatap langit-langit


"Kevin, kamu jangan putus asa seperti itu dong. Nanti aku akan coba bantu kamu agar Wulan mau menerima lamaran mu" ucap Silvia mencoba menenangkan Kevin yang terlihat seperti tak semangat untuk hidup


"Hehe makasih senpai" balas Kevin tersenyum


"Udah dong!, kita harus semangat!. Kan kita baru saja selesai bersenang-senang" bujuk Rian merangkul pundak Kevin


"Iya kak" jawab Kevin tersenyum.


"Ayah, kalau Kevin menikah dengan Wulan, apa Ayah setuju?" tanya Leny


"Semua itu keputusan Wulan, Ayah gak berhak menghalanginya" jawab Daniel dengan serius


"Kan yang menentukan kebahagiaannya dia sendiri, untuk apa kita ikut campur" timpal Daniel


Leny tersenyum dan mencubit pipi Daniel dengan gemas sembari berkata "bijaknya suamiku ini"


"Tapi, Bunda hanya ingin Wulan bahagia, dia sudah Bunda anggap adik kandung Bunda sendiri. Ayah kan tau kalau Bunda ini anak tunggal dan tidak mempunyai adik ataupun kakak" ucap Leny


"Namun semenjak kehadiran Wulan, Angel, dan juga kak Anna. Bunda merasa memiliki sebuah saudara kandung" timpalnya tersenyum haru.


"Ayah juga bahagia jika Bunda bahagia" ucap Daniel tersenyum


Saat mereka semua berjalan menuju mobil mereka terparkir, tiba-tiba ada seorang pria misterius melemparkan sebuah bom asap ke arah Daniel dan yang lainnya.


Ketika bom itu bereaksi, seluruh area yang dimana Daniel dan yang lainnya berdiri, sudah di penuhi dengan asap yang sangat tebal sampai mereka semua hampir sulit untuk melihat.


Namun mereka tidak merasa panik ketika berada di dalam situasi seperti itu. Daniel mengisyaratkan agar mereka semua berhati-hati dan saling melindungi satu sama lain.


"Bunda, jangan jauh-jauh dari Ayah ya" ucap Daniel dan di balas anggukkan oleh Leny


Saat asap masih tebal, tiba-tiba ada orang asing yang masuk kedalam asap tersebut dan ingin menyerang salah satu dari mereka. Namun karena mereka sudah terlatih, serangan orang asing itu bisa di tangkis oleh Kevin dengan mudahnya.


Kevin langsung menangkap tangan seorang pria yang ingin menyerang mereka tadi, dan Fauzi juga langsung menjitak kepala pria asing itu.


"Sudah bermain curang, masih saja tertangkap" ucap Fauzi dengan gemas sembari terus menjitak kepala pria itu


Daniel juga masih tetap menggendong Leny dan ia tak ingin melepaskan istrinya dalam gendongannya. Tiba-tiba Daniel merasakan ada hawa aneh yang tengah berdiri di belakangnya.


Meski kedua tangan Daniel tengah menggendong sang istri, namun tidak mengurangi kecepatan reflek pada dirinya. Saat orang asing itu ingin menyerang Daniel yang tengah menggendong sang istri, dengan cepat Daniel langsung menendang perut orang asing itu sampai ia terpental dan tersungkur di tanah.


Namun pria itu langsung berdiri dan ia tertawa terbahak-bahak seakan ia tak merasakan luka pada perutnya meski sudah di tendang oleh Daniel.


"Hahaha! dasar lemah!" tawa pria itu mengejek Daniel


"Tidak mungkin!" ucap Hyuga seakan tak percaya


"Baru kali ini ada orang yang mampu bertahan setelah mendapatkan tendangan dari kapten" timpalnya menggelengkan kepalanya


"Dia pasti menggunakan pelindung pada tubuhnya" ucap Rian menatap pria itu yang masih di tutupi dengan asap yang sangat tebal.


"Tidak mungkin kak, meskipun orang itu menggunakan pelindung yang tebal, saat menerima serangan telak dari kapten, pasti ia akan merasa sakit juga!" protes Hyuga.


"Tapi pria itu berbeda, ia sekarang tidak merasa sakit sedikitpun kak. Apa tubuhnya mati rasa?" timpal Hyuga bertanya.


"Hahaha!" tawa pria asing itu seperti orang gila dan langsung menyerang Daniel kembali.


Daniel masih bisa menghindar dengan sangat mudah, kemudian ia langsung menendang kepala pria itu lagi dengan keras dan tubuhnya sampai menghantam pohon sampai membuat pohon itu ikut ambruk.


Namun pria itu masih bisa tertawa dan tubuhnya seperti tak merasakan luka, walaupun Daniel menendangnya dengan keras sampai membuat sebuah pohon tumbang saat menghantam tubuh pria itu.


"Lihat kan?, ini pasti ada yang tidak beres" ucap Hyuga menggelengkan kepalanya.


"Tenang jangan panik!. Aku akan mencari tau" ucap Fauzi dan langsung menggeledah seorang pria yang masih dalam tangan Kevin.


Fauzi menelusuri seluruh saku dan tubuh pria itu, Kevin juga semakin mencengkram genggamannya agar pria itu tak bisa melawan saat Fauzi menggeledahnya.


Tangan Fauzi tiba-tiba merasakan sebuah benda pada saku celana pada pria yang tengah di piting oleh Kevin. Dengan cepat Fauzi langsung mengeluarkan benda itu dari dalam saku pria itu, saat ia melihat benda pada tangannya, matanya langsung terbelak ketika ia mengetahui benda itu.


"Apa-apaan ini?!, mereka menggunakan sebuah obat-obatan terlarang!" ucap Fauzi dengan geram


Rian langsung merampas sebuah bungkusan yang berisi obat-obatan itu pada tangan Fauzi dan ia berkata "Ini kan eternal body? "


"Ini obat membuat tubuh mereka seakan kekal abadi setelah meminumnya" timpalnya sembari membolak-balikkan obat itu


"Pantas saja mereka seperti zombie yang tak memperdulikan rasa sakit" ucap Kevin dan langsung membuang tubuh pria yang ia cengkram tadi ke sebuah pohon.


Namun pria itu juga langsung bangkit dan tertawa terbahak-bahak karena tubuhnya tak merasakan sakit sedikitpun.


"Mereka akan berhenti jika mereka mati!" ucap Rian menatap ke arah beberapa orang yang sudah mengelilingi mereka sambil tertawa seperti orang gila


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Hyuga sembari mendekap tubuh sang istri