
Setelah masalah dengan dukun yang sudah melukai Nenek Ani usai, kini Daniel dan yang lainnya sudah menjalani aktivitas mereka seperti biasanya, dan sang Nenek juga sudah terlihat sehat seperti biasanya. Leny juga sudah bisa berfikir lebih tenang karena sang Nenek sudah sehat kembali.
Kini Daniel sudah kembali ke rumah mereka bahkan sosok wanita yang pernah membuat Nenek Ani terluka pun ikut dengan Daniel dan sesuai dengan janjinya Daniel, sosok wanita tersebut tinggal di sebuah pohon besar yang berada di dekat rumah Daniel.
Dia juga sudah di peringatkan oleh Daniel untuk tidak menakut-nakuti warga sekitar dan jangan pernah berbuat nakal lagi. Akan tetapi Daniel mengizinkan setan tersebut melakukan kejahilan untuk orang-orang yang melakukan kejahatan.
Sosok wanita tersebut merasa sangat senang karena sudah tidak terikat dengan siapa-siapa lagi dan tidak akan melakukan pekerjaan yang sama sekali tidak ia sukai itu.
Daniel pun memberikan sebuah nama pada sosok wanita tersebut yaitu Melda, dan ia merasa sangat senang dengan nama barunya tersebut.
____________________________
Di hari libur yang membosankan itu, terlihat Daniel dan Leny merasa sangat jenuh karena terus berada di rumah. Waktu juga masih menunjukkan pukul 10 pagi menjelang siang.
Sedangkan Wulan sedang pergi bersama Ibu Rani untuk menemani sang Ibu berbelanja bulanan di sebuah mall yang berada di daerah kota Jakarta. Hanya tinggal Daniel, Leny dan juga Damin sang putra mereka yang berada di dalam rumah besar tersebut.
"Ayah, roti Damin yang ada di dalam toples ternyata sudah habis" ucap Leny sembari membawa sebuah toples kosong yang biasanya di isi dengan roti milik putra mereka.
"Yaudah, Ayah juga sekalian mau beli rokok di kedai mbak Tami" ucap Daniel dan berniat untuk mengajak Damin ikut bersamanya.
Namun tiba-tiba Leny menghentikan Daniel dan berkata "Tunggu Ayah, Bunda juga mau ikut. Bunda bosan di rumah sendirian".
"Iya Honey" jawab Daniel sambil menggendong Damin. Kemudian mereka berdua pergi menuju kedai langganan mereka yang berada di kompleks tempat mereka tinggal.
Karena tempat yang mereka tuju tidak terlalu jauh, mereka berdua memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju kedai tersebut.
Di dalam perjalanan menuju ke tempat mbak Tami, bnyak tetangga mereka yang menyapa mereka berdua dan ada juga yang membuat mereka terhenti karena ada beberapa tetangga yang ingin bermain dengan putra tampan mereka berdua.
Setelah sampai di kedai mbak Tami, mereka berdua langsung di sambut dengan hangat oleh pemilik kedai tersebut. Bahkan pemilik toko tersebut langsung meminta Damin untuk dia gendong, dan Daniel juga merasa tidak keberatan kalau mbak Tami ingin bermain dengan Damin.
"Tumben kamu ikut Leny?" tanya mbak Tami sambil menggendong Damin.
"Iya kak. Aku merasa sangat bosan jika terus berada di rumah, di tambah lagi Wulan sedang pergi sama mertuaku" jawab Leny menjelaskan sembari mengambil beberapa bungkus roti yang biasa di makan oleh Damin.
Pada saat Daniel ingin membayar total belanjaannya, tiba-tiba ada seseorang anak perempuan yang berusia sekitaran 6 tahun datang ke kedai tersebut.
Kemudian anak kecil itu mendekati Daniel dan berkata "Maaf paman, tolong ambilkan chiki itu dong, tangan aku enggak sampai.
Mendengar perkataan dari anak kecil itu, Daniel tersenyum dan langsung mengambilkan sebuah jajanan yang di tunjuk oleh anak perempuan tersebut.
"Ini sayang" ucap Daniel tersenyum manis.
"Terima kasih paman" jawab anak kecil itu sembari mengecek saku celananya
"Sama-sama sayang" jawab Daniel tersenyum sambil mengelus-elus kepala anak kecil itu.
Leny yang berada di samping Daniel juga ikut tersenyum setelah mendengar sebuah perkataan yang begitu sopan keluar dari seorang anak kecil yang berusia sekitaran 6 tahun.
Namun tiba-tiba raut wajah dari anak kecil itu berubah seakan kebingungan. Lalu anak kecil itu mendekati Daniel kembali.
"Maaf deh paman, sepertinya Rere gak jadi membeli chiki ini" ucap anak kecil itu sambil mengembalikan jajanan yang ia inginkan tadi.
"Loh kenapa sayang?" tanya Leny pada anak perempuan tersebut.
"Rere lupa minta uang sama Mama" jawab anak kecil itu sambil tersenyum polos.
"Yaudah, ini Tante belikan untuk Rere" ucap Leny sembari memberikan chiki yang di inginkan oleh anak perempuan tersebut.
"Gak usah Tante, Rere mau pulang aja" tolak anak itu dengan sopan.
"Udah ambil aja sayang, gak papa kok" ucap Leny yang masih menyodorkan chiki yang ada di tangannya.
"Yaudah kenalin, nama Tante Leny. Ini suaminya Tante namanya Paman Daniel, dan ini Anak Tante, namanya Damin" ucap Leny tersenyum.
"Kamu gak usah takut sayang, kami bukan orang jahat kok. Tante Tami yang jamin" ucap Daniel menjelaskan.
"Iya Rere. Tante Leny dan Paman Daniel itu orang yang baik kok. Orang-orang tinggal di komplek ini sangat mengenal mereka berdua" tambah Mbak Tami sang pemilik toko itu.
Kemudian anak kecil yang bernama Rere itu terdiam. Ia seakan berfikir tentang jajanan yang memang ia inginkan. Namun dia juga takut kalau kedua orangtuanya akan marah terhadapnya.
"Rere sayang, kok kamu diam?" tanya Leny sambil mengelus kepala anak kecil itu.
"Kamu pasti takut kalau nanti kedua orangtua kamu bakal marah jika kamu menerima ini kan?" tanya Leny dan di anggukan oleh Rere dengan ragu.
"Gak papa, ambil aja sayang. Nanti Paman dan Tante yang bakal mengantar kamu pulang" ucap Daniel menyambung.
Rere tersenyum dan langsung menerima chiki pemberian dari Leny dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.
"Terima kasih Tante, terima kasih Paman" ucap Rere tersenyum manis.
"Sama-sama sayang" jawab Leny tersenyum sambil membelai pipi Rere.
Setelah selesai membayar barang-barang yang mereka beli, kini Leny dan Daniel menemani anak perempuan yang bernama Rere itu menuju ke rumahnya.
"Rumah kamu dimana sayang?" tanya Leny yang menggandeng tangan Rere.
"Gak jauh kok Tante, ada di depan sana" jawab Rere sambil menunjuk ke arah depan.
"Kamu pergi keluar begini, sudah bilang sama kedua orangtua kamu?" tanya Daniel.
"Tadi Rere sudah izin ke Mama Paman. Tapi Mama tidak menjawab, lalu Rere langsung keluar aja" jawab Rere.
"Lain kali jangan gitu ya sayang. Gak kecil harus keluar di dampingi oleh orangtua. Jangan keluar sendirian, agar tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan" tegur Leny dengan nada yang sangat lembut.
"Iya Tante, Rere mengaku salah. Nanti Rere bakal minta maaf sama Mama" jawab Rere tersenyum polos.
"Anak pintar" ucap Leny tersenyum sambil membelai kepala Rere.
Tak terasa mereka berempat sudah sampai di depan sebuah rumah yang lumayan besar. Kemudian Rere mengetuk pintu.
"Assalamualaikum Mama" ucap Rere sembari mengetuk pintu.
"Walaikumsalam" jawab seorang wanita dari balik pintu.
Saat pintu di buka oleh orang yang berada di dalam, terlihat seorang wanita yang sepertinya seumuran dengan Leny. Wanita terlihat langsung bernafas lega saat melihat Rere tersenyum manis menatap dirinya.
"Ya Allah Rere sayang, kamu dari mana sih nak?, Mama khawatir tau" ucap wanita itu dan langsung memeluk putrinya.
"Maafin Rere ya Mama. Tadi Rere pergi ke toko yang ada di depan sana, Rere beli chiki ini" jawab Rere sambil menunjukkan sebuah kantong plastik yang berisikan beberapa chiki kesukaannya.
"Loh, kan Rere tadi tidak meminta uang sama Mama, kok bisa membeli chiki sebanyak ini sayang?" tanya sang Mama kebingungan.
"Rere di belikan oleh Paman dan Tante ini Ma" jawab Rere sambil menunjukkan keberadaan Daniel dan juga Leny.
Kemudian sang Mama langsung melihat ke arah Daniel dan juga Leny. Pada saat ia menatap wajah Leny, tiba-tiba wanita itu langsung terkejut.
"Leny?" ucap wanita itu.
"Loh kok kamu bisa kenal padaku?" tanya Leny kebingungan.
"Ini aku Vinny, teman SD kamu. Masa lupa sih" jawab wanita itu menjelaskan.