Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TERTEMBAK


Mereka semakin mempercepat laju mobilnya, dan langsung berada tepat di depan Daniel. Bukan 1 atau dua mobil yang menghadang Daniel, sepertinya ada sekitar 6 mobil, dan di dalam mobil itu ada banyak orang-orang


Arif keluar terlebih dahulu, dan menggedor-gedor kaca mobil Daniel, dia memaksa Daniel untuk keluar


"Keluar kau!, jika tidak, akan ku hancurkan mobil mewah mu ini!" bentak Arif


Daniel keluar dari mobil, dan mengunci mobilnya untuk membuat Leny aman di dalam. Karena Leny sedang tertidur pulas, jadi dia tidak mengetahui kalau mereka sedang dalam bahaya


"Apa mau kalian?!, mengapa menghalangi jalanku?!" tanya Daniel


Tanpa sepatah katapun, Arif memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Daniel. Dengan senyuman meremehkan, Arif merasa bahwa dia lebih unggul karena membawa 20 orang lebih


"Serang!" tegas Arif


Daniel menangkap pukulan salah satu dari anak buah Arif. Dengan mudahnya Daniel mematahkan lengan anak buah Arif, seperti mematahkan ranting pohon


"krak" (*suara tulang remuk*)


Arif terkejut karena mendengar jeritan dari anak buahnya, mereka semua menjadi semakin berhati-hati jika ingin menyerang Daniel


"Berani sekali kau melakukan itu kepada kami!, sudah bosan hidup?!" bentak Arif


"Jika kalian melawan, akan ku habiskan!" jawab Daniel


Satu persatu di jatuhkan Daniel dengan mudahnya, hanya tinggal 5 orang saja termasuk Arif. Kini keadaan menjadi berbalik, Arif yang tadinya sombong, seketika menjadi berkeringat dingin.


Leny terbangun dari tidurnya dan melihat ada beberapa orang sedang berbicara dengan serius terhadap suaminya


"Ada apa ini? sepertinya suamiku dalam masalah" Leny berbicara dengan dirinya sendiri


Dia tidak bisa mendengar percakapan orang asing itu dengan Daniel karena seluruh pintu dan jendela mobil di kunci oleh Daniel


Leny hanya melihat dari dalam mobil, dan dia melihat Daniel sedang berbicara serius dengan orang-orang yang berada di depannya, dan dia merasa ada yang tidak beres


"Apakah kami sedang di rampok?" tanya Leny cemas


Dia melihat sekeliling, dan dia melihat ada puluhan orang sudah tak sadarkan diri, dia merasa mereka sudah tidak bernyawa lagi


"ini sudah di pastikan kalau kami dalam bahaya" (*batin Leny cemas*)


Kini Arif dan 4 anak buahnya menjadi terpojok. Daniel langsung menyerang mereka, namun Arif sedikit memberikan perlawanan dan membuat Daniel sedikit kesulitan mengalahkannya


"Ternyata kau sedikit lebih berbakat dari pada sampah yang kau bawa ini" puji Daniel


"Hosh hosh hosh" (*Arif kelelahan*)


"Kau hebat sekali, ini pertama kalinya aku kehilangan banyak anak buah" puji Arif


"Dasar tidak berguna!" bentak Arif


Leny yang berada di dalam mobil, merasa sedikit lega karena suaminya baik-baik saja. Awalnya dia merasa cemas karena Daniel hanya seorang diri, dan dia harus menghadapi puluhan orang


"Sebenarnya kamu siapa suamiku?, mengapa selalu bisa mengatasi masalah ini seorang diri, meski di keroyok puluhan orang" Leny bertanya-tanya sendri


"Siapa kalian?!, mengapa mengincar kami?!" tanya Daniel membentak


"itu bukan urusanmu. Anggap saja ini sebuah dendam, karena kau telah membunuh kerabat kami" Arif menjawab


Karena merasa sedikit aman, Daniel membuka pintu mobil yang tadi dia kunci, dan Leny langsung berlari menuju Daniel. Dia langsung memeluk Daniel karena ketakutan


"Suamiku aku sangat takut" ucap Leny memeluk Daniel


"Sudah tidak apa-apa sayang, kita sudah selamat" timpal Daniel mengelus punggung Leny


Arif merasa kalau ini kesempatan untuknya melarikan diri, dan melaporkan kepada Hasan tentang apa yang terjadi. Sebelum melarikan diri, dia mengeluarkan pistolnya, dia mengarahkan pistolnya ke arah Daniel. Namun karena Leny menyadarinya, dia langsung memutarkan badannya, dan dia yang tertembak tepat di punggungnya


"Dor" (*suara tembakan*)


"Sayang!!!" Daniel berteriak histeris


Leny pingsan dalam pelukan Daniel, tangan Daniel berlumuran darah Leny yang tertembak oleh Arif. Daniel menatap Arif dengan pandangan kejam, dia mengeluarkan seluruh auranya, dan tubuh Arif merasa sangat berat. Dia yang berniat untuk melarikan diri, namun tubuhnya menjadi tidak bisa bergerak. Akibat Daniel mengeluarkan seluruh auranya, Leo yang berada di rumah sampai merasakan tekanan dari Daniel


"Ada apa ini? mengapa dia sampai mengeluarkan seluruh auranya?, apa dia menghadapi lawan yang kuat?" tanya Leo panik


selama ini Daniel baru satu kali mengeluarkan seluruh auranya, itupun di minta oleh ayahnya. Untuk mengetahui seberapa besar kekuatan yang di peroleh Daniel, dan Leo sangat terkejut karena Daniel telah melampauinya.


"Kau!, berani sekali melukai istriku" Daniel memandang Arif dengan pandangan psikopat.


Dia langsung berubah seperti vampir yang haus darah, dia langsung melompat dengan cepat. Dan tiba-tiba sudah berada tepat di hadapan Arif. Daniel mencengkram leher Arif lalu mengangkatnya ke atas


"Siapa yang memerintah kalian" Bentak Daniel mendengkur


Arif diam saja, dia tidak mau mengatakan apapun kepada Daniel, dan Daniel semakin marah. Dia mencengkram leher Arif semakin erat


"Arkh.. b..baiklah, a..aku akan b.. berbicara" Arif terbata-bata


"Katakan!" Bentak Daniel semakin emosi


"B..black Dragon" jawab Arif semakin lemas kehabisan nafas


"Black Dragon?!" Tegas Daniel dan langsung mematahkan tulang leher Arif


Arif langsung memuntahkan darah, dan langsung tewas seketika. Daniel membanting mayat Arif dan langsung menendangnya hingga terpental berpuluh-puluh meter jauhnya