Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PERDEBATAN ANTARA SETAN.


Kini mereka semua berkumpul di kediaman keluarga Riski dan Windy. Suasana di dalam menjadi ramai dan begitu ceria karena ada tiga anak kecil yang tengah asyik bermain, sehingga membuat para orang tua merasa bahagia melihat anak-anak mereka yang sangat akur persis seperti orangtuanya.


Hal lucu pun terjadi saat mereka melihat Damin tanpa rasa bersalah tiba-tiba memukul wajah Wildan, dan membuat Daniel tertawa, sedangkan Riski langsung menepuk bagian belakang kepala Daniel.


"Apa yang kau lakukan?!" tanya Daniel sembari memegangi kepala belakangnya karena terkejut akibat perbuatan Riski tadi.


"Anakmu memukul Anakku, dan kau malah tertawa" jawab Riski sembari menoyor kening Daniel.


"Mereka berdua itu ibarat kita versi bayinya bro" decak Daniel sembari memegang pundak Riski.


"Dede Damin, gak boleh nakal. Kasian Adik Wildan, jangan di pukul ya" tegur Rere dan membuat mereka tersenyum gemas.


Damin hanya bisa tersenyum saja dan memperlihatkan beberapa giginya yang baru tumbuh. Senyuman Damin membuat mereka semua yang melihatnya menjadi gemas karena melihat beberapa gigi kecil yang tumbuh di rongga mulut bayi tampan tersebut.


"Tante, gigi Adik Damin kenapa ompong?, Adik Damin gak sikat gigi ya?" tanya Rere dengan polosnya.


"hahaha" tawa Leny.


"Rere sayang, giginya Adik kamu bukan ompong. Tapi karena usianya yang belum genap satu tahun, sebab itu giginya belum tumbuh sepenuhnya seperti Kakak Rere" jawab Leny menjelaskan sembari mengelus pipi Rere dengan gemas.


"Oo begitu ya Tante?. Rere pikir Adik Damin enggak pernah sikat gigi" ucap Rere, dan Leny hanya tersenyum sambil membelai rambut Rere.


"Tapi kok Adik Wildan tidak ada giginya Tante?" tanya Rere lagi.


"Karena Adiknya masih bayi sayang. Sebentar lagi juga bakal tumbuh kok" jawab Windy tersenyum.


Ternyata sedari tadi Daniel terus menatap ke arah Vinny yang sedari tadi nampak berbeda. Karena Daniel merasakan ada hal yang berada ada di dalam diri Vinny.


"Ternyata tuan menyadarinya juga ya?" tanya sosok wanita yang sudah duduk di bawah Daniel.


"Hmm" jawab Daniel yang belum sadar kalau sosok wanita itu adalah setan yang menjadi peliharaannya.


Setelah sadar kalau sosok wanita itu ada di dekatnya, sontak dengan refleks Daniel langsung memukul kepala sosok wanita tersebut karena terkejut.


"Ngapain kau di sini?!" tanya Daniel lewat alam bawah sadar.


"Aku merasa sangat bosan di rumah, aku sangat rindu pada tuan muda itu" jawab sosok wanita itu.


"Kalau para Anak-anak ini melihatmu bagaimana?!, apa lagi sampai anak itu mengadu pada Mamanya?!" tanya Daniel sambil menatap Rere.


"Jangan pikirkan itu tuan. Sebaiknya tuan lihat ke arah wanita berkerudung itu. Karena sudah lama ada sejenis sepertiku yang tinggal di tubuhnya" ucap sosok wanita itu.


"Sebelum aku mendatangi tuan, aku sudah mencoba mengeluarkan dia dari tubuh wanita berkerudung itu, tapi sangat sulit karena ilmunya lumayan kuat" timpalnya menjelaskan.


"Bagaimana caraku untuk menarik keluar setan itu ya?" gumam Daniel bertanya-tanya.


"Kau kenapa?, kok gelisah begitu?" tanya Riski tiba-tiba dan langsung membuyarkan lamunan Daniel.


"Nothing" jawab Daniel.


"Kebelet kau?, mau buang air?" tanya Riski lagi mengejek.


"Haha iya ni, mules banget perutku. Aku ke toilet dulu" jawab Daniel dan langsung bangkit dari duduknya.


"Oh iya, toilet di rumahmu belum pindah posisinya kan?" tanya Daniel.


"Kau pikir rumahku ini rumah keong?!" tanya Riski sedikit kesal.


Iya-iya Honey" jawab Daniel dan langsung berjalan melewati Vinny, lalu sosok wanita yang sudah menjadi peliharaannya Daniel juga mengikutinya dari belakang.


Lalu Daniel melakukan hal yang sama pada saat ia mengobati Nenek Ani dengan mengeluarkan sosok wanita yang menempel pada tubuh Vinny dengan jari telunjuknya.


Saat sosok wanita yang menempel pada tubuh Vinny terpental, setan pengikut Daniel langsung menyeret kaki setan yang menempel pada tubuh Vinny selama ini.


"Lepaskan kakiku setan!" ucap sosok wanita itu.


"Memangnya kau siapa?! ujung pensil?" tanya setan pengikut Daniel.


"Oi!. Kau mau ke toilet, apa ke kamar pembantu?!" tegur Riski karena melihat Daniel yang berjalan ke arah kamar asisten rumah tangga Riski.


"Ayah!" tegur Leny.


"Lah kok bisa ke sini?!" ucap Daniel bertanya-tanya dan langsung berputar arah, di ikuti penjaga Damin yang terus menyeret kaki setan yang menempel pada tubuh Vinny.


Saat melihat sang Ayah lewat, Damin tiba-tiba tertawa karena ia bisa melihat sosok wanita yang berada di dibelakang Daniel. Ia berfikir mereka sedang bermain-main, dan Damin malah ingin ikut dengan Ayahnya.


"Damin mau kemana sayang?, Ayah kamu mau pub, jangan ikut, bau tau" ucap Leny dan langsung menarik Damin yang mau merangkak mengikuti Daniel.


"Tuan muda, jangan ikut ya. Saya mau memberi pelajaran dulu pada setan satu ini" ucap sosok wanita yang di beri nama Mery oleh Daniel.


"Yayah" panggil Damin.


"Sabar ya sayang, Ayah mau ke toilet dulu" ucap Daniel dan langsung pergi ke dapur.


Saat berada di dapur, Daniel langsung memberi perintah pada Mery untuk mengeksekusi sosok wanita yang menempel pada tubuh Vinny.


"Kok tubuhku terasa lebih ringan. Seperti beban berat yang selama ini ada pada tubuhku hilang begitu saja" gumam Vinny.


Di sisi lain, Mery membawa sosok wanita itu pergi menjauh dari kediaman keluarga Riski. Sesuai perintah dari Daniel, ia bebas melakukan apapun pada sosok setan tersebut.


Setelah mereka berdua sampai di tempat yang menurut Mery cocok, Mery langsung melemparkan tubuh sosok wanita tersebut.


"Arhk!, kasar banget sih jadi setan!" ucap sosok wanita tersebut menahan sakit pada tubuhnya.


"Kau juga setan!" tegur Mery.


"Apa yang kau mau dariku?, kenapa kau membawaku menjauh dari wanita itu?!" tanya sosok wanita tersebut.


"Ya kau ngapain terus menempel pada teman dari tuanku?" tanya Mery balik.


"Aku suka padanya, aku gak mau jauh darinya" jawab sosok wanita tersebut.


"Kau itu setan, terus gak normal juga" ucap Mery menggelengkan kepalanya.


"Terserah aku dong, itu hak aku. Kenapa kau pula yang sewot!" jawab sosok wanita tersebut merasa tidak terima.


"Eh setan!. Kau sadar diri dong!. Dia itu punya suami, punya anak, dan yang paling penting, dia itu manusia!. Bukan seperti kita, mahkluk halus yang tidak semua orang bisa melihat kita" ucap Mery menasehati.


"Sebaiknya kau berhenti melakukan itu, sia-sia saja tau kau. Seharusnya kau sadar diri kalau kita itu beda alam dengan mereka" timpalnya.


Kemudian sosok wanita tersebut menundukkan kepalanya seakan meresapi setiap nasehat yang di katakan oleh Mery.