
Setelah sampai di tempat di mana pesawat Daniel berada, ternyata sang pilot sudah menunggu setia menunggu keluarga besar Daniel.
"Selamat malam tuan dan nyonya besar, selamat malam juga tuan muda" ucap sang pilot dengan hormat.
"Selamat malam juga pak Adlan" jawab Daniel tersenyum.
"Apa kita sudah bisa berangkat tuan dan nyonya sekalian?" tanya sang pilot yang bernama Adlan.
"Tentu saja pak" jawab Daniel.
Kemudian mereka semua masuk kedalam pesawat pribadi milik Daniel dan pilot juga sudah siap untuk menerbangkan pesawat mewah itu menuju ke Paris.
Perjalan menuju Paris memakan waktu sekitar 18 jam lebih, waktu yang panjang. Namun karena fasilitas di dalam pesawat yang begitu mewah, membuat rasa bosan tak menghampiri mereka yang berada di dalamnya.
Karena perjalanan waktu memakan lebih dari 12 jam, ada di antara mereka yang tidur ada juga yang asyik bermain dengan Damin yang nampak segar dan belum memperlihatkan bahwa ia dalam kondisi mengantuk.
"Damin kok belum bobo sayang?" tanya Leny yang tengah memangku sang putra.
"Perjalanan kita jauh loh sayang, kamu harus bobo, lagian ini udah malam, anak kecil gak boleh tidur terlalu larut" timpal Leny panjang lebar sembari memanjakan sang putra.
Bnyak kegiatan yang mereka lakukan di dalam pesawat itu, untuk membuang rasa bosan yang terlalu panjang. Daniel dan para pria lainnya justru bermain kartu agar tidak terlalu jenuh.
Sudah dua jam mereka terbang di atas awan menuju Paris, dan rasa bosan karena memainkan sebuah kartu pun menyelimuti Daniel. Akhirnya mereka memutuskan untuk menonton film, mengingat kalau ada sebuah layar yang begitu lebar di dalam pesawat mewah itu.
Damin juga sudah terlelap pulas di dalam pangkuan sang Bunda, dan mereka yang sedang menonton di minta Leny untuk memelankan suara mereka agar sang putra tidak terganggu tidurnya.
"Awas aja kalau kalian sampai ribut ya!" ucap Leny mengancam.
"Iya Bunda iya" jawab Daniel sembari mengelus kepala sang istri.
"Bunda juga mau tidur, Ayah jangan ribut loh" ucap Leny dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.
"Iya bawel" ucap Daniel tersenyum dan mengelus kepala Leny dan juga sang putra.
Perlahan mereka semua tertidur pulas mengingat waktu yang semakin larut, dan kantuk juga sudah menyerang mereka semua. Hanya sang pilot dan co-pilot yang masih terjaga.
Pukul 4 sore waktu Prancis, pesawat mewah milik Daniel akhirnya sudah tiba dan mendarat dengan sangat aman. Ternyata Daniel juga memiliki sebuah rumah mewah di sana, dan tidak di ketahui oleh sang istri.
"Ayah kok gak pernah cerita kalau Ayah punya rumah di sini?" tanya Leny mengintrogasi.
"Ya Bunda gak ada tanya" jawab Daniel santai.
"Pantas aja Ayah mengusulkan berlibur ke sini" ucap Leny tersenyum.
"Hehe" Daniel terkekeh.
"Kakak apa gak tau kalau suami kakak ini juga mempunyai bisnis hotel di sini loh" ucap Wulan menyela.
"Wah ternyata banyak sesuatu yang tidak Ayah beri tahu ke Bunda ya" ucap Leny memicingkan matanya menatap sang suami.
"Hehe, maaf Honey" ucap Daniel sembari mencubit hidung sang istri dengan gemas.
"Yaudah sebagai permintaan maaf dari Ayah, Bunda tinggal pilih. Mau menginap di hotel, atau di rumah kita yang di sini?" ucap Daniel tersenyum manis.
"Hmm.." Leny berfikir dengan meletakkan jari telunjuknya di dagu.
"Siap buk bos" jawab Daniel dan mencubit hidung Leny lagi.
"Tapi hanya kita berdua ya" bisik Leny dan ia tersenyum penuh arti.
"Wah, wah. Istriku sudah mulai nakal" ucap Daniel terkekeh.
"Nakal sama suami sendri ya gak masalah dong" jawab Leny mengejek.
Tiba-tiba datang 5 mobil mewah menghampiri Daniel dan yang lainnya, kemudian Daniel tersenyum karena ia tau siapa yang membawa kelima mobil tersebut.
"Selamat sore tuan muda, maaf kami telat menjemput tuan muda dan rombongan" ucap salah satu dari mereka dalam bahasa Prancis.
"Tidak masalah, kami juga baru sampai" jawab Daniel tersenyum ( Bahasa Prancis )
"Kalau begitu mari kita antar" ucap salah satu dari supir ( Bahasa Prancis ) dan di iya kan oleh Daniel.
Mereka yang tidak memahami percakapan di antara Daniel dan para supirnya hanya mengikuti Daniel melangkah menuju mobil mewah itu.
"Ini semua mobilnya Ayah?" tanya Leny setelah mereka sudah duduk di dalam mobil mewah tersebut, dan di anggukan oleh Daniel.
"Hmmm. Bunda udah gak kaget lagi deh" ucap Leny memutar bola matanya jengah.
"Bunda capek, nanti kalau udah sampe bangunin ya" ucap Leny sembari menguap dan langsung bersandar pada pundaknya Daniel.
Sedangkan Damin, ia justru bermain-main dengan sang Ayah menikmati suasana indahnya kota Paris.
"Bagaimana keadaan Dark Shadow di sini?" tanya Daniel ( Bahasa Prancis ).
"Semuanya baik-baik saja tuan muda. Ini semua juga berkat anda" jawab sang supir ( Bahasa Prancis ).
"Karena kehebatan tuan, Dark Shadow semakin pesat, bahkan sudah menjadi nomor satu di sini tuan" timpalnya.
"Baguslah jika seperti itu" jawab Daniel sembari tersenyum menatap kearah jendela.
"Yang penting jangan pernah melakukan hal yang menyimpang dan jangan pernah kalian merusak nama Dark Shadow. Jika itu sampai terjadi, aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan orang itu sampai ke akar-akarnya" ancam Daniel.
"Baik tuan, kami selalu berpegang teguh pada aturan anda, dan kami juga tidak akan pernah melakukan hal kotor" jawab sang supir.
"Bagus!. Yang ku butuhkan itu kesetiaan dari kalian semua" ucap Daniel.
"Kami akan selalu setia kepada tuan, karena tuan muda sudah mengubah hidup kami menjadi lebih berguna" jawab sang supir tersenyum tulus.
"Apa musuh-musuh masih sering menyerang?" tanya Daniel lagi.
"Sejauh ini tidak ada yang melakukan pergerakan dari pihak musuh tuan" jawab si supir.
"Karena perbuatan anda beberapa tahun yang lalu, membuat para musuh berfikir seribu kali untuk melakukan penyerangan saat ini" tambahnya lagi.
"Saya sudah menjadi saksi atas kekejaman anda, dengan begitu ganasnya anda menghabisi orang-orang yang sudah berani menantang dan menyimpang dari anda. Bahkan tuan muda juga tidak segan-segan untuk menghabiskan para pengkhianat dari kita" ucap si supir.
"Bagiku melindungi orang-orang yang lemah ialah yang paling penting. Meskipun kelompok kita bisa di anggap seperti mafia, tapi jangan sampai orang-orang yang di dalamnya bersifat seperti itu. Anggap saja kita membantu aparat negara dari balik bayang-bayang" ucap Daniel.
"Iya tuan, saya paham. Meski kita berada di dunia gelap, tapi kita tidak ada yang boleh melakukan hal-hal yang menyimpang dari aturan yang sudah tuan muda tetapkan, dan peraturan itu juga berlaku untuk kelompok yang berada di bawah pengawasan Dark Shadow" tambah sang supir dan membuat Daniel tersenyum senang melihat kesetiaan dari pengikutnya itu.