Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
IBLIS VS SETAN


Sosok wanita tersebut merasa sudah menang karena ia berhasil membuat Nenek Ani koma dan tak berdaya. Sedangkan Daniel hanya santai menatap sosok wanita itu, namun sudah ada ide yang sangat menyenangkan dalam pikirannya untuk menyiksa setan tersebut.


"Oke, untuk saat ini kau bisa menang. Tapi kau akan merasakan akibatnya nanti" batin Daniel tersenyum sinis menatap wanita itu.


"Akan ku buat kau seakan merasakan yang namanya siksaan yang tak akan pernah kau lupakan" timpalnya.


Leny menjadi cemas karena putranya terus saja menangis, ia bangkit dan mencoba menenangkan Damin. Setelah Damin berada di gendongan Leny, Damin langsung memeluk erat sang Ibunda dan tak mau menatap ke arah Nenek Ani.


"Cup, cup, sayang. Kamu kenapa putraku?" ucap Leny yang terus menenangkan Damin yang semakin menjadi-jadi tangisannya.


Orang-orang yang berada di dalam juga merasa khawatir dengan keadaan Damin yang nampak ketakutan. Mereka semua terus menerus mencoba menenangkan bayi tampan tersebut. Namun Damin masih saja tak mau menghentikan tangisannya.Daniel yang sudah tak tahan melihat putranya seperti itu, akhirnya membuka suara.


"Istriku, Mama, dan yang lainnya. Bisakah kalian semua keluar?" tanya Daniel dengan suara yang dingin.


"Memangnya kenapa Ayah?" tanya Leny yang masih mencoba membuat putranya tenang.


"Iya sayang, kenapa kamu menyuruh kami semua keluar?" tanya Mama Yuni juga.


"Aku akan mencoba mengobati Nenek Ani, dengan caraku" jawab Daniel.


"Lalu kenapa kamu meminta kami keluar sayang?, kan kita juga bisa membantu kamu" tanya Mama Yuni lagi.


"Toh, dokter yang memeriksa tubuh Nenek kamu juga mengatakan kalau Nenek Ani tidak mengalami penyakit apa-apa. Lalu bagaimana caranya kamu mengobatinya?" timpal Mama Yuni.


"Aku akan mencoba sesuatu Ma, dan aku harus konsentrasi untuk melakukan pengobatan ini" jawab Daniel.


"Apa lagi Damin yang terus menangis, tak mau berhenti dari tadi. Dan dia juga nampak ketakutan seperti itu" timpal Daniel menjelaskan.


"Iya juga Ma. Seperti ada yang mengganjal di sini" sambung Leny.


"Sebaiknya kita ikuti saja mau nak Daniel Ma" tambah Papa Galuh yang mengerti apa yang dimaksud oleh menantunya itu.


"Haha. Apa yang akan kau lakukan manusia terkutuk?, apa kau ingin melawanku? haha" ucap sosok wanita tersebut, namun tak ada yang mendengar suaranya kecuali Daniel dan Damin.


"Baiklah sayang, Mama akan menuruti apa kata kamu. Tapi kalau memang kamu bisa mengobati Ibunya Mama, Mama mohon sembuhkan Nenek kamu ya sayang. Buat ia melewati masa komanya" ucap Mama Yuni penuh harap.


"Iya Ma, insya Allah Daniel akan menyembuhkan Nenek Ani" jawab Daniel tersenyum.


"Ayah, Bunda mohon" sambung Leny dengan tatapan penuh harap.


"Iya istriku, Ayah akan menyembuhkan Nenek Ani" jawab Daniel tersenyum sambil membelai kepala istrinya.


"Damin yang tenang ya sayang, Ayah akan mengobati Nenek buyut kamu sayang" timpal Daniel tersenyum sambil membelai kepala putranya, dan sontak Damin langsung terdiam dari tangisannya.


Sosok wanita tersebut semakin tertawa dan semakin meremehkan Daniel. Setan itu berfikir kalau Daniel hanya seorang manusia bodoh dan tak bisa berbuat apa-apa, jadi ia merasa sudah di atas langit.


Kemudian, setelah mendengar jawaban Daniel, mereka semua keluar dari kamar rawat Nenek Ani dan mempercayakan kesembuhan Nenek Ani pada Daniel.


Setelah semua orang keluar dari ruangan tersebut, tinggallah mereka bertiga di dalam ruangan tersebut. Kemudian Daniel berjalan ke sebuah sofa yang berada di ruangan tersebut. Lalu ia duduk dengan bersilang kaki.


"Kau sepertinya sudah merasa menang ya?" tanya Daniel dengan senyuman sinis.


"Hahaha, memangnya apa yang bisa kau lakukan manusia terkutuk? " tanya sosok wanita tersebut.


"Dasar mahluk rendahan " timpalnya semakin meremehkan Daniel.


"Sebaiknya kau keluar dari tubuh Nenekku, aku tidak akan berbuat kasar padamu setan" ucap Daniel santai.


" Apa? berbuat kasar?. Hahaha, jangan banyak bermimpi manusia rendahan " tawa wanita itu semakin meremehkan Daniel.


"Hahahaha. Silahkan saja, kau pikir aku takut denganmu? " ucap sosok tersebut.


"Satu.." Daniel mulai menghitung.


"Mau kau hitung sampai 100 pun, aku tidak akan mau keluar dari tubuh ini " jawab setan tersebut.


"Dua..." tambah Daniel


"Lakukan saja sesuka hatimu manusia " ucap wanita itu yang tidak takut dengan ucapan Daniel barusan.


"Tiga!" ucap Daniel sambil menggerakkan jari telunjuknya ke arah dinding, dan sosok wanita itu langsung terpental ke arah jari Daniel menuju.


"Apa?, tidak mungkin, kenapa aku bisa keluar dari tubuh wanita tua itu? " ucap sosok wanita itu bertanya.


Kemudian Daniel bangkit dari duduknya dan berjalan dengan perlahan mendekati sosok wanita yang berwajah jelek tersebut.


"Sudah ku katakan, jangan membuat aku melakukan ini" ucap Daniel menyilangkan kedua tangannya sambil menatap dingin sosok wanita tersebut.


"Apa tadi?, manusia rendahan?" tanya Daniel.


Kemudian Daniel langsung menendang wajah wanita tersebut dan menekannya ke arah dinding, sembari berkata "Kau yang mahkluk rendahan!. Dasar setan tak sadar diri".


"Sebenarnya aku tidak pernah memukul wanita, tapi karena kita mahkluk yang berada, maka semua itu tidak lagi berlaku" timpal Daniel semakin menekan kakinya di wajah setan tersebut.


Sosok wanita itu menjerit kesakitan, dan Daniel hanya tersenyum sinis menatap sosok wanita tersebut. Dia semakin senang melakukan hal tersebut setelah mendengar jeritan dari musuhnya.


"Hahaha, berteriak lah yang keras. Tak akan ada yang bisa mendengar suaramu, kecuali aku" tawa Daniel meremehkan.


"Ampun tuan, sakit sekali tuan, jangan siksa aku lagi. Aku mohon biarkan aku pergi, aku berjanji tidak akan menggangu wanita tua itu " ucap sosok wanita tersebut memohon.


"Cih, pergi?. Kau pikir kau bisa lolos begitu saja dariku setan?" ucap Daniel mengancam.


"apapun akan kulakan asal tuan mau melepaskan ku, dan mengampuni diriku. Aku berjanji akan pergi dan tidak akan muncul lagi " ucap sosok tersebut memohon.


Kemudian Daniel melafalkan sebuah doa, dan leher sosok wanita tersebut langsung terikat dengan sebuah rantai ghaib.


"Kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja?. Tentu saja tidak" ucap Daniel


"Sekarang kau harus menjawab pertanyaanku" timpal Daniel.


"baik tuan, saya akan menjawab apa yang tuan tanyakan, asal tuan mau mengampuni saya " jawab setan tersebut.


"Siapa yang mengirimu kesini, dan menganggu Nenekku?" tanya Daniel.


"tidak ada tuan, saya datang dan menyerang wanita tua itu atas keinginan saya sendri " jawab sosok wanita tersebut.


Tiba-tiba wanita itu menjerit kesakitan, seakan lehernya tersetrum listrik yang sangat menyakitkan untuknya.


"Oh iya, aku lupa. Rantai ini otomatis akan menyetrum setan terkutuk seperti dirimu di saat kau berbohong padaku" ucap Daniel tersenyum sinis.


"Kau tidak akan bisa berbohong padaku" timpal Daniel.


"Kutanya sekali lagi. Siapa yang mengirimu kesini?!" tanya Daniel lagi.


Sosok wanita itu semakin ketakutan melihat Daniel. Ia sudah tidak bisa mengelak lagi, mau tak mau harus berkata dengan jujur demi keselamatan dirinya.


"inikah yang dinamakan manusia iblis? " gumam sosok wanita tersebut.