
Wanita itu berkata dengan nada tinggi
"Apa?! berani sekali kamu mengatakan bahwa aku wanita jalang!"
Leny menjawab dan berkata
"Lalu apa namanya kalau bukan wanita jalang?!"
Wanita itu mengancam Leny dan ingin memberikan pelajaran
"Jangan pernah berkata seperti itu, jika ingin kau dan suamimu selamat, sebaiknya tarik kembali kata-kata barusan!" (*menunjuk Daniel dan Leny*)
Daniel angkat bicara dengan nada yang sedikit keras
"Sudah!, kalian jangan membuat diri kalian malu sendri!"
"Dan kamu!, ini hanya masalah kecil, jadi tolong jangan di perpanjang lagi!" timpal Daniel menunjuk wanita itu
Wanita itu terkejut dengan perkataan Daniel dan menjawab
"Baru kali ini aku di bilang wanita jalang, aku tidak terima, dan masalah ini harus di perpanjang"
Di tengah kerumunan ternyata ada Rian dan Anna sedang menyaksikan keributan itu. Meski Daniel tidak mengeluarkan auranya, namun Rian masih bisa merasakan bahwa orang yang mengalami masalah itu adalah Daniel
Rian dan Anna melewati kerumunan
"Permisi, permisi, izinkan kami lewat"
Rian melihat siapa orang yang berani berurusan dengan Daniel. Namun disaat dia melihat siapa orang itu, dia sangat terkejut. Ternyata wanita itu adalah Wulandari adik seperguruan mereka di Dark Shadow.
Lalu Rian berteriak
"Astaga Wulan!"
(*Wulan menoleh*)
"Kamu tidak tau siapa lelaki yang telah kamu ancam itu?!" tegas Rian
Wulan menjawab
"Tidak kak, memangnya siapa?!"
"Dia itu kakak kamu!" timpal Rian
Wulan terkejut dan menatap Daniel
"Apa?! kakakku? kak Daniel?!"
Daniel pun terkejut dan bertanya
"Kamu Wulan?"
"Astaga kamu sudah besar ternyata" timpal Daniel mengacak-acak rambut Wulan
Wulan berkata dengan nada manja
"Ah kakak, tapi kan aku tetap adik kecil kamu" (*memeluk Daniel*)
Leny terkejut melihat suaminya di peluk oleh gadis lain. Wajahnya memerah menahan amarah
Leny berkata dengan nada sedikit keras
"Hey kamu! jangan asal peluk suami orang!"
Wulan melepaskan pelukannya dan berkata
"Hehe maaf kakak ipar, aku terbawa suasana, karena sudah lama tidak bertemu dengan kak Daniel"
Leny menatap tajam ke arah Daniel dan berkata
"Sebaiknya kamu jelaskan, ada apa ini!" (*menarik telinga Daniel*)
Daniel menjawab
"Aduh duh. Ampun sayang, tolong lepaskan dulu agar lebih nyaman menjelaskannya"
Leny melepaskan tangannya dari telinga Daniel dan berkata dengan nada ngambek
"Yaudah kamu jelaskan" wajah cemberut dan menyilang kan kedua tangannya
Daniel menjelaskan dan membujuk Leny
Leny sedikit terkejut, dan wajah yang tadinya cemberut kini berubah menjadi ekspresi sedih
"Benarkah?, aku tidak tahu kalau seperti itu kisahnya" (*mendekati Wulan dan memeluknya*)
Wulan terkejut karena Leny langsung memeluknya secara tiba-tiba
"Eh kamu kenapa kak?, aku tidak apa-apa kakak ipar" (*bingung*)
Leny melepaskan pelukannya dan memegangi kedua pundak Wulan
"Maafkan aku karena sudah berkata kasar kepada kamu, maafkan juga karena sudah menyebutkan kamu sebagai wanita jalang" (*wajah sedih*)
Wulan menjawab dan tersenyum
(*menggelengkan kepala*)
"Tidak kak, seharusnya aku yang meminta maaf. Aku tidak tahu kalau lelaki ini adalah kak Daniel, bahkan aku sampai menamparnya" (*menatap Daniel*)
Daniel tersenyum dan berkata
"Tidak apa-apa dik, anggap saja ini sebuah obat kerinduan kamu terhadapku" mengelus kepala Wulan
Leny memegang kedua pipi Wulan dan berkata
"Kamu mau kan memaafkan aku?"
(*Wulan mengangguk*)
"Tentu saja, kamu itu kakak iparku" tersenyum
Leny menangis dan memeluk Wulan lagi
"Iya kamu adik iparku"
Wulan membalas pelukan Leny dan berkata
"Iya kak, sudah kamu jangan menangis, aku tidak akan membahas hal yang tadi lagi"
Leny melepaskan pelukannya dan berkata
(*menggelengkan kepala*)
"Tidak aku tidak membahas masalah tadi, tapi aku menangis karena perkataan Daniel yang ia katakan tentang kehidupan kamu"
Wulan tersenyum dan menjawab
"Semua itu hanya cerita masa kecil kak. Dan sekarang aku telah hidup enak berkat kak Daniel dan juga mertua kakak" tersenyum
"Oiya jika ayah dan ibu mertuaku bertemu kamu pasti mereka akan bahagia" timpal Leny
Wajah Wulan berbuah menjadi sedikit murung, ia berkata dengan nada sedih
"Iya kak, aku juga sangat merindukan mereka" menatap tanah
Leny tersenyum dan menghibur Wulan
"Kamu tenang saja, nanti aku dan kakak kamu akan membawamu untuk bertemu denganmu"
Bibir Wulan menjadi tersenyum dan berkata
"Kamu serius kak?"
Leny menjawab dan tersenyum
"Tentu saja benar, kamu kan adik aku"
Wulan terharu dan langsung memeluk Leny
"Terimakasih kakak ipar, kakakku sangat beruntung bisa menikah wanita yang baik seperti kakak"
Karena sangking asyiknya perbincangan antara Leny dan Wulan, Daniel menyela pembicaraan mereka
"Mau sampai kapan terus seperti ini, saling berpelukan seperti tinky Winky" ejek Daniel
Leny memarahi Daniel
"Sembarangan mengatakan hal seperti itu terhadap istrinya dan adik sendiri (* cemberut*)