
Daniel dan Riski dibuat tertawa oleh tingkah laku dari Leny dan Windy
Daniel berkata
"Kalian seperti anak kecil saja, masalah seperti ini harus di perdebatkan"
"Haha iya, kalian ini lucu. Kami sudah memiliki kelebihan masing-masing" sambung Riski
Leo menyuruh mereka masuk, dan berkumpul di ruangan keluarga untuk merayakan kesembuhan menantunya dan calon cucunya itu
Para wanita pergi ke dapur untuk membuat makanan, Leny ingin ikut membantu namun di larang oleh Rani
Leny berkata
"Aku juga ikut. Agar cepat selesai, pasti para lelaki ini sudah kelaparan"
Rani menjawab
"Jangan sayang, kamu baru saja pulang dari rumah sakit, sebaiknya kamu istirahat"
Yuni berkata
"Itu benar, biarkan kami yang mengurusnya, kamu duduk saja di situ seperti seorang ratu"
Leny menjawab dengan wajah cemberut
"Ihhh, aku sudah sembuh" (*bibir manyun*)
Daniel menyela pembicaraan mereka
"Sudah kamu disini saja sayang, jangan bandel" (*menarik hidung Leny*)
"Hmm" (*Leny cemberut*)
Rani dan yang lainnya pergi menuju dapur agar segera memasak supaya mereka semua bisa langsung makan. Tiga puluh menit kemudian akhirnya para istri menghidangkan hasil masakan mereka masing-masing di meja makan
Anna berkata
"Ayo para suami kita makan"
Daniel berbisik kepada Riski dan mengejeknya
"Ki buruan nikahin itu si Windy, di sini hanya tinggal kamu yang belum menikah" (*tertawa*)
Windy penasaran dan menanyakan hal apa yang mereka omongin
"Hey! apa yang kalian bisikan?" (*cemberut*)
Daniel menjawab
"Haha tidak-tidak, kami hanya berbicara tentang pekerjaan, tidak yang lain"
Windy sepertinya tidak percaya dan bertanya sekali lagi dengan nada mengancam
"Jangan berbohong. Leny lihat suami kamu, pasti mereka sedang membicarakan wanita lain" (*cemberut dan menatap Leny*)
Leny menjawab
"Haha, tidak mungkin, suamiku pasti tidak akan tertarik dengan wanita lain selain aku"
Rani menyela dan memanggil mereka
"Sudah bercandanya, ayo kita makan"
Mereka semua pergi menuju ke meja makan, Daniel memanjakan Leny. Riski mengejek mereka berdua
Riski berkata
"Sudahlah, kalian bukan lagi sebagai pengantin baru"
Leny menjawab
"Haha makanya cepat kamu nikahi sahabat aku itu"
Mereka semua tertawa dan mendesak Riski agar segera menikahi Windy
"Yang di katakan Leny itu benar sayang, ibu juga ingin menimang cucu dari kamu dan Windy" sambung Rani
Wajah Windy memerah karena mendengar perkataan Rani, dan dia berkata
"Ah ibu jangan begitu, aku jadi malu"
Riski menjawab dan berkata
"Hehe iya ibu tenang saja, secepatnya aku akan menikahi Windy"
"Sudah-sudah, ayo makan, ayah sudah lapar" timpal Leo
Acara syukuran kesembuhan Leny berjalan sampai malam hari. Karena sudah terlalu larut malam, semua orang pulang ke rumah, setelah semua kerabat mereka pulang, Daniel menggendong Leny pergi ke kamar untuk istirahat
Keesokan harinya Leny mengajak Daniel untuk jalan-jalan karena ia merasa bosan di dalam rumah terus
Leny berkata
"Suamiku, aku sangat bosan jika berada di rumah terus, kita jalan-jalan dong
Daniel bertanya
"Kamu mau kemana sayang?" (*mengelus kepala Leny*)
(*Leny berfikir*)
"Bagaimana kalau kita pergi ke taman" jawab Leny tersenyum
(*Daniel mengangguk*)
"Baiklah istriku, kamu siap-siap gih" timpal Daniel
Setelah selesai berdandan, Leny dan Daniel pergi menuju taman. Leny melihat ke kanan dan kiri lalu berbicara kepada bayi mereka
"Sayang, ayah kamu mau mengajak kita jalan-jalan ke taman, kamu senang tidak" (*mengelus perutnya*)
Lalu Leny berkata
"Oiya suamiku, bagaimana dengan orang yang telah menembak aku itu?"
Daniel menjawab dengan tegas
"Aku sudah membereskan dia, setelah dia menembak kamu, aku langsung mematahkan tulang lehernya" (*ekspresi marah*)
Leny berkata dan menggoda Daniel
"Ih suami aku kejam sekali" (*menutupi wajahnya dengan kedua tangan*)
Lalu Daniel menjawab lagi
"Itu akibat orang-orang yang berani menyakiti kamu"
Daniel dan Leny akhirnya sampai ke tempat tujuan mereka setelah 25 menit berkendara. Leny menggandeng tangan Daniel dan berjalan mengelilingi taman itu. Karena asik bercumbu di jalan taman, Daniel tidak melihat ke arah depan dan tiba-tiba dia menabrak seseorang wanita
"brukh" (*suara tabrakan*)
Wanita yang di tabrak Daniel terjatuh, lalu dia berdiri dan langsung memarahi Daniel
"Dimana mata kamu ha?!" bentak wanita itu
Leny marah dan menjawab
"Kamu yang menabraknya, jadi kamu yang salah!"
Wanita itu semakin tidak terima dan membentak Leny
"Hey! jelas-jelas kekasih kamu yang salah, dia tidak melihat ke arah depan!"
Leny juga tidak terima karena di bentak olehnya
"Kamu itu yang matanya mengarah layar ponsel, lalu kamu langsung menabrak suamiku!"
Wanita itu menatap Daniel dan berkata
"Oh jadi ini suami kamu!"
"Plak" (*suara tamparan*)
Melihat suaminya di tampar tepat di depan matanya, membuat emosi Leny menjadi tak terkendali. Dia menatap wanita itu dengan kejam dan ingin membalas perbuatan wanita itu
Leny berkata dengan nada tinggi
"Kau! berani sekali kau menampar suamiku!"
Karena semakin ricuh, dan orang-orang melihat pertengkaran antara Leny dan wanita yang telah ia tabrak, Daniel langsung memisahkan mereka agar tidak membuat orang-orang semakin heboh karena identitas dari Leny
Daniel menyela keributan mereka dan memisahkan mereka
"Hey-hey sudah! jangan di perpanjang lagi, ini tempat umum, jangan membuat diri kalian jadi tontonan"
"Terutama kamu sayang, ingat kamu seorang publik figur, jangan membuat orang-orang mengabadikan kejadian ini" timpal Daniel
Leny menjawab dan berkata
"Aku tidak terima kalau suami aku sampai di permalukan di depan umum, apa lagi oleh wanita jalang seperti dia"
Wanita itu semakin tidak terima karena perkataan Leny, dia semakin emosi dan mendekati Leny