Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MASIH JATUH CINTA


Hari Minggu yang indah bagi Daniel dan keluarga kecilnya. Karena kantor tidak beroperasi, jadi Daniel memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama Leny dan juga Wulan sang adik tercinta.


Namun sayangnya Wulan sudah ada janji dengan ibunya untuk berlibur bersama. Dirumah menjadi sepi karena hanya tinggal Daniel dan Leny saja.


Usia kandungan Leny sudah mendekati 5 bulan, dan dia sering merasakan pergerakan dari bayi kecil mereka.


Daniel mengajak Leny untuk memeriksa kandungannya. Karena usia kandungan belum genap 6 bulan, jadi mereka belum bisa memastikan jenis kelamin dari bayi mungil mereka kelak.


Leny meminta agar Ayu yang memeriksa kandungannya, dengan senang hati Daniel menuruti permintaan sang istri tercinta.


Mobil mewah Daniel berjalan dengan kecepatan sedang membelah keramaian jalan ibukota. Banyak mata yang terpesona melihat mobil mewah milik Daniel yang sedang melewati mereka.


Karena hari ini sedang weekend, jadi membuat jalan menjadi sedikit macet, namun tidak membuat pasangan Syahputra itu merasa bosan berada di dalam mobil yang sedang terkena macet. Bagi mereka berdua tidak ada tempat khusus untuk bermesraan.


Mobil mereka sedikit demi sedikit berjalan walau tidak lancar seperti hari-hari biasanya.


Daniel menatap Leny dan membelai lembut rambutnya


"Kamu bosan sayang?"


"Tidak pernah ada kata bosan dalam hidupku selama aku bersama dengan kamu suamiku" jawab Leny tersenyum


Tiba-tiba Leny merasakan ada pergerakan dalam perutnya, dia tersenyum lalu memegang tangan Daniel dan diarahkan ke perutnya. Daniel menatap Leny dengan senyuman lalu mencium keningnya.


"Sehat-sehat ya anak ayah" ucap Daniel mengelus perut Leny


"Hehe ciap yayahku" jawab Leny menirukan suara bayi


Setelah 1 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai kediaman Ayu, atau teman SD dari Daniel yang sekarang sudah menjadi dokter pribadi istrinya.


Ayu sudah menunggu lama kedatangan mereka, dia sudah sangat merindukan Leny yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.


"Kakak!" teriak Leny melihat Ayu yang sudah berdiri didepan pintu


Ayu mendekati Leny dan langsung memeluknya


"Adikku"


"Apa kami di biarkan disini saja?" ucap Daniel menyindir Ayu


Ayu menatap Daniel dan berkata kesal


"Yaudah ayo masuk"


"Haha" tawa Daniel


Mereka masuk keruangan khusus untuk pasien. Selain bekerja di rumah sakit, ternyata Ayu juga membuka praktek di rumah.


Daniel duduk di ruang tunggu sedangkan Ayu dan Leny masuk kedalam.


Ayu menyuruh Leny untuk berbaring di atas ranjang dan Ayu mulai memeriksa keadaan kandungan Leny.


"Kandungan kamu sehat dek" ucap Ayu tersenyum


Leny senang mendengar ucapan Ayu. Dia bersyukur karena bayinya sehat-sehat saja dalam kandungannya.


"Apa kamu dan Daniel masih sering melakukannya?" tanya Ayu menggoda di sela-sela memeriksa Leny.


"Hehe iya sering juga kak, tapi semenjak aku mengandung, dia menjadi lebih lembut melakukannya" jawab Leny malu-malu


"Apa kamu tau dulu Daniel seperti apa?" tanya Ayu membuat Leny mengangkat kedua alisnya


"Dulu aku sering melihatnya dari jauh saat disekolah. Walau masih SD, namun ketampanan dia tidak pernah luntur hingga saat ini" timpal Ayu menceritakan kisah orang yang dulu ia cintai sampai saat ini.


"Apa kakak pernah jatuh cinta padanya?" tanya Leny menggoda


Ayu menghela nafasnya dan menjawab pertanyaan Leny


"Dulu aku pernah di ganggu oleh Ronny dan teman-temannya, lalu Daniel datang seperti seorang pahlawan super untukku. Semenjak saat itu aku selalu memperhatikannya. Aku tidak tau itu cinta atau apa, karena kami masih sekolah dasar. Mungkin itu cinta sih, tapi ya cinta-cinta monyet, hehehe"


"Tapi memang aku masih jatuh cinta pada suami kamu dek" batin Ayu


"Apa kakak masih mencintainya sampai saat ini?" tanya Leny menggoda sambil menaik turunkan alisnya


Jantung Ayu berdetak kencang mendengar pertanyaan Leny barusan, wajahnya memerah menahan malu, namun Ayu harus tenang dan tidak menunjukkan ekspresi sukanya pada suami dari Leny itu. Ayu hanya menjawab dengan gelengan kepala


"Apa-apaan kamu ini?, iya memang aku masih mencintainya, tapi aku juga sadar posisiku. Aku tidak mau membuat kalian terpisahkan, karena aku tau Daniel sangat mencintaimu Leny" batin Ayu


"Ini kakak beri obat dan vitamin untuk kandungan kamu dek" ucap Ayu mencoba mengganti topik pembicaraan mereka


"Hehe makasih kak. Oiya nanti kakak harus hadir di acara syukuran usia kandunganku yang ke 7 bulan ya" ucap Leny tersenyum


"Iya aku pasti akan datang" jawab Ayu dengan senyuman terpaksa


Ayu mengantarkan Leny ke depan dan Daniel langsung menggandeng tangan Leny. Ayu tersenyum melihat Daniel yang begitu sangat menyayangi dan mencintai istrinya itu.


"Kamu beruntung Leny bisa menjadi bagian hidup dari Daniel, terkadang aku masih ada rasa sakit di dada melihat kemesraan kalian. Mungkin memiliki kamu hanya sebatas anganku saja, aku hanya bisa mendoakan untuk kebahagiaan kalian berdua. Andaikan aku bisa di posisi Leny saat ini, mungkin aku akan sangat bahagia" batin Ayu


"Kak terimakasih ya" ucap Leny namun tidak ada jawaban dari Ayu karena dia masih termenung


Leny mendekati Ayu dan menepuk pundaknya hingga membuatnya terkejut tersadar dari lamunannya.


"Kakak kok melamun? cantik-cantik kok tukang melamun hahaha" ucap Leny


Ayu menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu


"Hehehe. Iya maaf dek"


Daniel tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Senyuman Daniel membuat Ayu semakin jatuh cinta padanya. Sebenernya dia juga bingung dengan perasaan dan pikirannya, dia ingin sekali membuang rasa cintanya pada sosok Daniel, namun semakin keras dia melupakannya, tapi semakin dalam rasa cintanya untuk suami Leny itu.


Daniel mendekati Ayu dan membelai kepalanya


"Ayu terimakasih ya. Kamu itu cantik, pasti banyak lelaki yang ingin menjadikan kamu sebagai istri mereka, namun kamu terlalu banyak memilih. Pilihlah dengan mengikuti kata hatimu, jangan pandang lewat fisik maupun harta, aku juga ingin melihat kamu bahagia" Daniel tersenyum manis padanya


Deg...


Jantung Ayu berdetak kencang melihat senyuman Daniel begitu dekat dengan wajahnya. Pipinya mulai memerah karena malu, dia menganggukkan kepala lalu hanya menunduk saja, Ayu tidak berani menunjukkan wajahnya yang sudah memerah kearah Daniel dan Leny


"Daniel please jangan membuat aku semakin jatuh cinta padamu, aku ingin mengikhlaskan kamu hidup bersama Leny" batin Ayu


"Kalau begitu aku permisi dulu" ucap Daniel mencubit pipi Ayu dan tersenyum manis padanya lalu pergi bergandengan tangan bersama Leny


Leny sangat bahagia dan memeluk lengan suaminya itu. Ayu melihat punggung Daniel yang perlahan menjauh, dan tanpa dia sadari air matanya menetes. Dia segera menghapusnya menggunakan jemarinya dan pergi masuk kedalam.


Sampai di dalam dia sudah tidak bisa menahan rasa sakit dihatinya lagi, Ayu terduduk lemas bersandar pada pintu dan tangisannya pecah saat mengingat kenangannya dengan Daniel waktu kecil


"Hiks...hiks.. Daniel aku masih mencintaimu, aku selalu mencintaimu... hanya kamu lelaki yang ada di hatiku hiks..hiks.." tangisan Ayu lirih


"Apa kamu masih mengingat kenangan kita waktu aku membantu kamu berdagang?. Aku pikir kamu tidak suka aku berada di dekatmu, tapi kamu justru memberi kesempatan untukku bisa dekat denganmu. perhatian yang kamu berikan padaku masih ku simpan dalam memori ingatanku Daniel" lirih Ayu menatap langit-langit rumahnya..


"Walau dulu usia kita masih kecil, tapi aku sudah memiliki rasa cinta padamu Daniel. Ketika kamu mengatakan pada Riski kalau kamu ingin pergi ke Jepang, hati ini seperti hancur, hari-hariku di sekolah sudah tidak berwarna lagi tanpa senyuman yang kamu berikan padaku. Kamu rela di tindas Ronny karena menolongku ketika ia mengganguku. Bagiku kamu lelaki terhebat dan terbaik sampai saat ini, belum ada lelaki yang mampu menggantikan kamu di dalam hatiku" ucap Ayu tersedu-sedu


"14 tahun aku mencari informasi tentang keberadaan kamu. Ketika aku lulus kuliah, aku ingin menyusul kamu ke Jepang dan mengungkapkan perasaanku padamu yang sudah aku pendam selama bertahun-tahun. Tapi Tuhan berkata lain, kita memang sudah di pertemuan, namun status kamu sudah menjadi suami orang. Kamu jahat Daniel hiks..hiks..hiks.., Tapi aku tau itu bukan salah kamu, ini salahku karena tidak bertemu denganmu terlebih dahulu, hiks..hiks.."


Begitu besar rasa cinta Ayu untuk Daniel. Baginya Daniel tetap lelakinya, walau dia sudah memiliki istri, tapi rasa cinta Ayu untuk Daniel tidak bisa hilang. Mungkin Ayu terlalu cinta padanya hingga membuatnya menjadi orang bodoh yang bertitle dokter..