
2 bulan telah berlalu, bayi imut itu kini sudah semakin besar dan banyak orang-orang yang sangat mengagumi sosok bayi dari Daniel dan Leny.
Hari Minggu pagi yang begitu cerah, terdapat sosok Ayah dan Anak yang tengah menikmati sinar mentari pagi. Setiap pagi Leny dan Daniel memang membiasakan putra tercinta mereka untuk berjemur. Sinar matahari di pagi hari sangat cocok untuk di nikmati bagi bayi maupun orang yang sudah lanjut usia.
Pagi ini Daniel yang membawa putra kecilnya yang masih berusia 2 bulan itu untuk berjemur dan berkeliling komplek yang ia tempati bersama keluarga kecilnya. Sedangkan sang Istri menyiapkan sarapan bersama Wulan.
Leny juga semakin lama semakin terlihat begitu semangat menjalankan hidupnya karena kehadiran satu orang malaikat kecil berada di tengah-tengah keluarga kecilnya.
Paras tampan dari Damin kecil memang sangat di sukai setiap orang yang melihatnya. Banyak orang yang sangat mengidolakan bayi dari Daniel dan Leny, bahkan mengalahkan popularitas dari sang Ibunda dari Damin yang merupakan seorang aktris cantik yang sangat terkenal itu.
Daniel mendorong kursi bayi di mana sang putra yang tengah bersantai di dalamnya, dengan kacamata hitam yang Damin kenakan, membuat para orang yang melihat itu semakin gemas di buatnya.
Daniel juga merasakan bahwa aura yang di miliki sang putra semakin lama semakin tumbuh membesar, membuat Daniel senang melihatnya.
Daniel berjongkok dan mengajak putranya berbicara "Damin sayang, Ayah tau kamu itu bukan anak yang biasa. Ayah yakin jika dewasa nanti, kamu mampu melampaui Ayah, Kakek, dan para pamanmu itu. Tapi Ayah tak akan memaksa kamu mengambil alih kepemimpinan Dark Shadow kelak. Ayah dan Bunda pasti akan mendukung apapun yang akan kamu pilih kelak sayang"
"Kamu itu putraku yang sangat berharga buat Ayah dan Bunda sayang" timpalnya mencium pipi sang putra pertamanya itu.
Kemudian Daniel melanjutkan kegiatan olahraganya dengan sang putra mengelilingi kompleks rumahnya.
Ayah dan Anak itu melewati para Ibu-ibu yang tengah berbelanja. Para pembeli sayur langsung terkesima melihat sosok bayi yang tengah terbaring santai di atas kursi dorong bayi itu.
"Wah ada Damin" sapa salah satu Ibu-ibu yang tengah berbelanja
"Halo bibi-bibi sekalian" ucap Daniel menyapa mereka
"Ayah dan Anak sama-sama tampan ya" puji salah satu seorang Ibu rumah tangga yang terbilang masih muda
"Hehe terima kasih Kakak" jawab Daniel tersenyum
Meskipun wanita-wanita itu sudah memiliki seorang Suami, tapi tak bisa di pungkiri bahwa mereka juga sangat mengagumi sosok pria yang baru saja resmi menjadi seorang Ayah itu.
"Bundanya kemana Damin sayang?" tanya mereka dengan gemas melihat Damin yang tengah memakai kacamata hitam
"Duh gemesnya deh" ucap salah satu dari mereka
"Kamu kenapa sendirian Daniel?" tanya wanita muda itu sekedar basa-basi
"Iya, apa kamu tidak takut di godain Ibu-ibu atau anak gadis di komplek ini?" tanya mereka menggoda Daniel
"Entar Leny bakal mengamuk loh" ejek mereka tertawa
"Hahaha. Kakak-kakak ini bisa aja" balas Daniel ikut tertawa
"Ini jadi beli sayurnya gak sih?!" protes tukang sayur yang berjenis kelamin laki-laki
"Kalau Damin sudah sampai, pasti sayuranku akan kalah" ucap tukang sayur itu pura-pura sedih
"Hahaha. Jangan berkata seperti itu lah bang" ucap Daniel menepuk-nepuk pundak si tukang sayur itu
"Abang Daniel sangat beruntung deh. Udah tampan, Istrinya cantik dan terkenal, eh keturunannya juga gak kalah tampannya dari induknya. Memang bibit unggul ini" puji si tukang sayur itu panjang lebar
"Ahk!, Abang mah itu mengejek saya namanya. Saya kan hanya seorang pedagang sayur keliling, masa mau minta jodoh yang di atas drajat saya, bukanya di aminin malaikat malah di tertawai mereka atuh" jawab pria itu merasa sadar diri
Daniel menepuk punggung pria itu lalu ia berkata "Bang!. Kita tak boleh terlalu berfikir buruk pada nasib kita sendiri. Walau pekerjaan kamu hanya seorang pedagang sayur keliling, yang paling penting adalah hasil yang Abang peroleh itu uang yang halal, dan akan menjadi berkah di tubuh Abang dan Istrimu kelak"
"Masalah drajat, itu tak masalah bang. Karena kita semua ini sama di mata sang pencipta. Percaya dirilah, dan Abang harus yakin kalau jodoh Abang kelak sesuai dengan apa yang Abang doakan di setiap Abang melakukan ibadah" timpalnya
Si pedagang sayur itu tersenyum dan mulai menyerap apa yang baru saja Daniel katakan padanya. Mereka yang melihatnya pun merasa ikut senang pada Daniel, meskipun ia yang terkaya di kompleks itu, namun sifatnya yang teramah di sana.
"Makasih loh nasehatnya bang, saya jadi lebih bersemangat untuk mencari jodoh" ucap si pedagang itu tersenyum bahagia
Daniel menepuk punggung pria itu dan menegurnya "Mencari rezeki!, masalah jodoh pasti akan datang dengan sendirinya setelah kita para lelaki telah sukses"
"Yaudah deh. Aku sama Damin pamit ya, pasti Bundanya Damin udah nungguin kami" ucap Daniel pamit dengan sopan
"Iya Daniel, hati-hati ya. Dada Damin sayang" jawab mereka tersenyum gemas melihat Damin
"Dah bibi-bibi semua" pamit Daniel mewakili sang putra
Daniel segera meninggalkan para wanita yang tengah berbelanja sayuran itu menuju ke kediamannya dimana sang Istri dan juga Adik kesayangannya sudah menunggu kepulangan Daniel dan juga Damin.
Baru saja sampai di depan pagar, ternyata Leny sudah menunggu mereka di depan pintu utama dengan tangan yang sudah menyilang ke dada.
Dengan perlahan Daniel mendorong bayi mungilnya menuju sang Istri yang tengah menunggu dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Lama banget?!" tanya Leny dengan tatapan dinginnya
"Masih jam 7.30 Honey" jawab Daniel
"Iya menurut Bunda itu sudah sangat lama Ayah!" protes Leny tak mau kalah
"Iya maaf Bunda, tadi Damin tengah main-main sama Ibu-ibu yang tengah berbelanja di depan sana" jawab Daniel menjelaskan
"Eleh!. Anaknya apa Ayahnya?!" tanya Leny tak terima
"Anaknya dong!" jawab Daniel merasa tak terima juga
"Lagipula Ayah juga gak bakal tergoda oleh Ibu-ibu yang tadi" ucap Daniel membela diri
Leny semakin memicingkan matanya menatap kearah sang Suami yang sudah gelisah melihat tatapan mata itu.
"Jangan macem-macem loh Ayah!. Ingat kamu sudah punya satu Anak!" ancam Leny
"Gak ada niatan Ayah sedikitpun untuk melirik wanita lain selain Bunda" jawab Daniel mencoba menggoda sang Istri
"Jangan coba-coba berkata gombal Ayah!, ini masih pagi" bantah Leny dan langsung menggendong sang putra menuju ke dalam meninggalkan Daniel yang malang.
"Semenjak sudah punya Anak, aku jadi di nomor duakan!" gerutu Daniel merasa cemburu pada sang putra