Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
BLACK DRAGON BERGERAK LAGI


Rian melihat spion, dan dia sedikit terkejut ternyata bukan 1 atau dua mobil yang terus mengikuti mereka


"Banyak sekali tuan, mungkin ada yang berani ingin mengganggu perjalanan kita" bisik Rian


Benar saja tiba-tiba, delapan mobil sudah menyalip mobil yang sedang di kendarai oleh Daniel dan beserta keluarga. Kini mereka sudah di kepung oleh delapan mobil itu


Daniel mengajak Rian keluar dari mobil, dan Wulan juga ingin keluar namun Leny melarangnya. Dia takut kalau Wulan sampai terluka


Leny menarik tangan Wulan dan berkata


"Jangan dik, bahaya, kakak takut kamu kenapa-kenapa, seperti kakak" (*sedih*)


Wulan menjawab


"Kakak tenang saja, adikmu ini akan melindungi kalian" (*Tersenyum*)


Leny semakin khawatir dan memegang erat Wulan


"Kamu jangan bodoh, aku gak mau sampai kamu tertembak sepertiku"


Wulan terkejut karena mendengar ucapan Leny katakan barusan


"Apa?!, tertembak? apa kak Daniel tak bisa menjaga kakak?" (*marah*)


(*Leny menggelengkan kepala*) "Itu bukan salah kakakmu, aku yang ceroboh"


Wulan menatap Leny dan dengan tegas berkata


"Kakak tenang saja, mulai sekarang aku akan melindungi kakak"


Leny tersenyum dan memeluk Wulan, dan dia berharap Wulan tetap di dalam. Namun Wulan tidak bisa berdiam diri melihat kedua kakaknya sedang bersenang-senang


Wulan menepuk-nepuk pundak Leny dan berkata


"Kak, tolong biarkan aku keluar membantu mereka"


(*Leny menggelengkan kepalanya*)


"Tidak, kamu tidak boleh pergi. Kamu di sini saja sama kami"


Wulan meminta bantuan kepada Anna


"Kak, bagaimana ini?, aku tidak bisa hanya duduk tenang saja" (*menatap Anna*)


Anna meyakinkan Leny, dan yakin bahwa Wulan dan yang lainnya akan baik-baik saja


"Leny sayang, biarkan adik kamu membantu suami dan kakakmu itu, kakak yakin mereka bisa membereskannya"


Leny menatap tajam Anna dan berbicara dengan serius


"Apa kakak tidak menyayangi adik kita?" (*cemberut*)


Anna tersenyum dan berkata


"Kakak sangat menyayangi kalian adik-adikku, namun Wulan berbeda, dia bukan wanita lemah, kakak percaya kalau dia bisa melindungi kita"


Di tengah perdebatan mereka, tiba-tiba ada sosok lelaki yang membuka pintu mobil Leny, dan memiting leher Wulan. Namun dengan santainya Wulan menusuk titik vitalnya menggunakan jari. Ketika cengkraman mulai melemah, Wulan memukul perut lelaki itu dengan sikutnya, pria itu membungkuk memegangi perutnya, dan Wulan langsung menendangnya hingga terpental menghantam pohon


Leny yang melihat adiknya melakukan itu, dia terbengong dan tidak mengedipkan mata sedikitpun


Anna tersenyum dan berkata kepada Leny


"Lihat, adik kita hebat kan"


(*Leny mengangguk perlahan*)


Wulan langsung keluar dan menutup pintu mobil, lalu dia menghampiri lelaki yang dia kalahkan tadi, dan menyeretnya ke hadapan teman-temannya


Wulan melempar pria itu dan berteriak


"Ini ku kembalikan teman kalian yang hilang"


Daniel tersenyum dan mengelus kepala Wulan


"Wah adik aku hebat"


Wulan berkata


"Kak, ayo kita bereskan sampah-sampah ini!"


Mereka semua tertawa dan Fary malah menggoda Wulan dengan perkataan yang menjijikkan


Wulan sangat marah dan menghina Fary


"Hey! kau jaga lisan kau itu!, aku bukan wanita murahan yang dengan mudahnya kau pakai dan kau bayar dengan uang haram milikmu!"


Fary menjadi kesal dan matanya melototi Wulan


"Kau jangan sombong, wanita seharusnya memuaskan hasrat lelaki!"


Daniel mengancam


"Sebaiknya kau tarik kembali kata-kata barusan, sebelum kau menyesal"


Fary berkata dengan angkuh


"Haha kau jangan sombong, ilmu bela diri kalian jauh di bawahku"


Rian tertawa terbahak-bahak


"Haha kau jangan buat lelucon di sini"


Fary menunjuk dan membentak Rian


"Hey aku sedang tidak bercanda!, sebaiknya kalian gali saja kuburan untuk tempat tinggal kalian yang baru"


"Huffh" (*Daniel menghela nafas*)


Dia berkata dengan santai


"Sebaiknya kalian pergi dari sini, suasana hatiku sedang kacau saat ini"


Salah satu teman Fary tertawa dan meremehkan Daniel


"Ry, apa harus aku bereskan mereka semua?"


Fary merangkul Andre dan berkata


"Kau bereskan dua lelaki itu, biar aku yang menikmati wanita yang di sebelah mereka"


Andre menjawab


"Haha dengan senang hati, nikmatilah hingga puas"


Fary menatap Wulan dengan niat bejatnya dan berkata


"Tentu saja, sudah lama aku tidak menikmati seorang wanita lagi"


Rian bertanya dengan nada tinggi


"Siapa kalian?! mengapa ingin menghalangi kami?!"


Andre menjawab


"Haha karena ini hari terakhir kalian menghirup udara segar, maka kami akan memberi tahu siapa kami"


Daniel menghisap rokoknya dan berkata


"Sudah katakan saja, jangan banyak bicara"


Fary menjawab dengan tegas


"Kami adalah pembunuh bayaran Black Dragon"


Andre menyambung perkataan Fary


"Kami akan membalas kematian tuan Hendry dan yang lainnya"


Daniel terkejut dan mengeluarkan senyuman psikopat, dia berkata dengan nada datar


"Black Dragon? bagus!, karena aku tidak harus susah payah untuk melacak kalian"


Daniel langsung mengeluarkan 80% auranya dan membuat suasana menjadi berat. Fary dan Andre yang tadinya sombong, kini malah menjadi berkeringat dingin


Fary berkata


"Tekanan apa ini? mengapa berat sekali"


Andre menjawab dengan nada sedikit panik


"Apa berasal dari pria itu, mengapa tubuhku seperti mati rasa?"