Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
NYONYA SYAHPUTRA


Kedua orang yang terluka itu mendekati Daniel dengan penuh ketakutan


"Ma..afkan kami tuan, tolong jangan sakiti kami lagi" ucap mereka menahan luka yang mereka alami


Daniel mendekati mereka dan memegang luka yang mereka alami, tiba-tiba mereka menjerit kesakitan


"Ahkkk...!!! ampun tuan, jangan lukai kami lagi, kami tidak akan mengulanginya lagi kumohon tuan" teriak rampok itu


"Sudah., coba kalian pegang luka kalian" ucap Daniel


"Loh kenapa aku sudah tidak merasakan sakit lagi" ucap rampok yang tangannya di patahkan oleh Daniel


"I..iya dadaku pun terasa lebih baik dan tidak ada rasa sakit lagi" timpal rampok yang satu lagi


Mereka semua merasa heran, mengapa luka patah yang mereka alami tiba-tiba menjadi sembuh


"Maaf tuan, apa yang tuan lakukan pada mereka, mengapa mereka bisa sembuh?" tanya temanya


"Tidak ada, itu hanya kebetulan saja" jawab Daniel


Leny menjadi heran dengan apa yang terjadi di situ dan bertanya-tanya


"Ada apa ini? mengapa kak Daniel bisa menyembuhkan mereka?" (*batin Leny*)


"Baiklah kalau begitu kami pamit tuan" ucap bos rampok itu


"Oke, ingat kata-kataku tadi" ancam Daniel


"Iya tuan kami berjanji akan berubah, dan menjadi pengikut setiamu tuan" ucap mereka


Lalu mereka semua pergi meninggalkan cafe itu.. Daniel mendekati pemilik cafe yang sedang ketakutan itu


"Kak.. tenang saja, semua sudah beres.. dan semua kerusakan akan ku ganti rugi" ucap Daniel tersenyum


"Ti..dak usah tuan. tuan sudah melindungi tempat ini, jadi tidak usah mengganti rugi" timpal pemilik cafe itu


"Tapi karena aku tempat kakak jadi hancur. meja sampai ada yang pecah begitu" jawab Daniel menunjuk meja yang hancur


"Tidak masalah tuan, aku bisa membereskannya sendiri" jawab pemilik cafe


"Oke-oke., kalau begitu berapa billnya?" tanya Daniel


"Sebentar saya cek dulu tuan" jawab pemilik cafe itu


Pemilik cafe itu menuju ke meja kasir untuk melihat bill Daniel dan Leny


"Ini tuan totalnya Rp.55.000" ucap pemilik cafe


"Ini uangnya" Daniel langsung memasukkan uang itu ke kantong sang pemilik cafe lalu membawa pergi Leny dengan buru-buru


"Ayo sayang" Daniel menarik tangan Leny


"I..iya pelan-pelan sayang" cetus Leny


Daniel langsung membawa Leny kedalam mobil dan langsung menyalakan mobilnya, namun pemilik cafe itu berlari ke arah Daniel dan memberhentikan mobilnya


"Tidak masalah kak. makanan di cafemu sangat enak, wajar aku memberikan harga segitu, hitung-hitung harga pujian" jawab Daniel tersenyum


Ketika pemilik cafe itu ingin berbicara, Daniel langsung menutup jendela mobilnya dan langsung pergi


"Kamu sungguh baik tuan, semoga tuhan melindungi kamu" pemilik cafe itu berbicara pada dirinya sendiri


Di dalam mobil Leny bertanya tentang jumlah uang yang di berikan oleh Daniel kepada pemilik cafe itu


"Berapa uang yang kamu berikan padanya sayang?. mengapa tadi dia seperti ketakutan begitu?


Ah tidak banyak kok sayang. hanya 20 lembar uang 100ribu" jawab Daniel


Leny hanya mengangguk


"Sayang. aku sudah tidak sabar menjadi nyonya Syahputra" ucap Leny tersipu


"Sabar sayang, dua bulan lagi" jawab Daniel mengelus kepala Leny


"Oh iya, apa semua persiapan sudah beres?" tanya Leny


"Sudah sayang, aku meminta tolong kepada keluarga Riski, karena kedua orangtuanya adalah orangtuaangkatku" jawab Daniel


"syukurlah kalau sudah beres" jawab Leny


setelah lelah berpergian seharian Daniel mengantarkan Leny pulang, dan sesampainya di rumah Leny Daniel tidak ingin mampir karena ingin pulang dan langsung beristirahat...


hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, hingga tibalah hari bahagia Daniel dan Leny..


akhirnya hari pernikahan Daniel dan Leny sudah pada waktunya dan mereka melakukan ijab Kabul di gedung pernikahannya


Daniel dan penghulu beserta para saksi nikah yang sudah menunggu Leny memasuki gedung. Leny datang dengan menggunakan gaun pengantin yang sangat cantik, hingga membuat Daniel tak ingin berhenti untuk melihat langkah calon istrinya yang berjalan menuju ke arahnya


Leny yang di dampingi mama dan papanya, serta nek Ani yang menemani cucu kesayangan itu berjalan menuju meja akad nikah


Daniel melakukan ijab Kabul hanya dengan sekali saja tanpa berulang-ulang.. setelah selesai ijab Kabul, Leny akhirnya sah menjadi nyonya Syahputra


Tangis bahagia menyelimuti seluruh keluarga dari kedua mempelai, dan nek Ani lah yang sangat bahagia karena melihat cucu kesayangan menikah dengan pria yang telah ia jodohkan 14 tahun yang lalu


Daniel dan Leny mendekati kedua orangtua meraka untuk melakukan adat pernikahan, dan saat memberi sungkeman kepada sang nenek, nek Ani tak tahan menahan air matanya, ia menangis dalam pelukan Leny dan Daniel,. dan Leny juga ikut terharu karena tangisan bahagia dari sang nenek


Setelah selesai menjalankan adat pernikahan mereka, Leny dan Daniel duduk di bangku pelaminan dan menyambut para tamu yang hadir


"Selamat ya Daniel dan Leny" ucap tamu undangan


Di tengah kesibukan acara resepsi pernikahan Daniel dan Leny., ternyata Riski sudah memberanikan diri untuk mendekati Windy sang pujaan hatinya itu


"Eh Windy sendri aja ni?" tanya Riski


"Eh iya ni" jawab Windy


Riski terus berusaha agar tidak gugup saat berbicara dengan Windy si wanita pujaan hatinya itu...