Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
ASSASSIN BERDARAH DINGIN


Daniel terus berjalan menuju ke tempat William yang tengah berdiri dengan jarak yang lumayan jauh. Daniel melangkah dengan begitu sangat santai dan tatapan mata yang kosong.


"Kenapa tubuhku tiba-tiba bergetar begini?!" gumam William menatap Daniel yang berjalan ke arahnya.


"Musnahkan musuh, lindungi keluarga " Daniel terus berkata seperti itu dengan nada dingin dan tatapan mata yang kosong sambil berjalan lurus menuju ke tempat William.


Takaoka yang baru pertama kali melihat Daniel seperti itu hanya bisa tercengang bercampur rasa takut yang begitu dalam karena ia merasakan tekanan aura yang begitu sangat berat berasal dari Daniel.


William yang tadinya sombong, kini raut wajah menggambarkan betapa takutnya dia melihat sosok Daniel yang berjalan ke arahnya.


"Meskipun tatapannya kosong, tapi aku yakin kali ini dia sudah berada di titik emosi yang paling tinggi" gumam William yang sudah berkeringat dingin.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN?!, CEPAT HALANGI PRIA GILA ITU!, JANGAN SAMPAI DIA BERJALAN KE SINI!" ucap William memerintah dengan wajah yang panik.


"Telan semua sisa obat yang kalian punya, dia tidak akan mampu melukai kalian" timpalnya semakin kebingungan karena panik.


Setelah mendengar perintah dari sang bos, seluruh anak buahnya William langsung menelan semua sisa obat terlarang yang ada. Efek dari obat tersebut membuat mereka semakin menggila dan rasa takut yang tadi langsung hilang seketika. Akan tetapi Daniel serta keluarganya yang sudah di selimuti emosi tidak memperdulikan itu semua. Bahkan Daniel dan keluarganya lebih gila dari mereka yang sudah mengkonsumsi begitu banyaknya jumlah obat terlarang itu.


Dengan rasa percaya diri lima dari anak buahnya William mencoba menghalangi langkah Daniel namun Daniel masih terus berjalan.


"Musnahkan musuh lindungi keluarga" gumam Daniel berjalan lunglai mendekati kelima bawahannya William.


Karena merasa jalanya terganggu, Daniel langsung mengeluarkan pedang miliknya dari sarungnya dan langsung memenggal kepala dari lima pria yang menghalanginya. Mata pedang yang begitu tajam itu, bisa dengan sangat mudahnya memisahkan kepala kelima pria yang menghalangi langkahnya Daniel.


Rian dan Adik-adiknya juga ikut mengamuk, mereka menghabisi para bawahannya William yang menghadang. Sudah tak ada lagi rasa kasian pada hati dan pikiran dari keluarganya Daniel karena mereka sudah berani melukai salah satu dari anggota keluarga yang begitu sangat berharga apa lagi bagi Daniel yang merupakan seorang Kakak.


"Tuan muda benar-benar sosok Assassin berdarah dingin" ucap Takaoka tercengang.


"Tuan mudah!" panggil Mizuki sedikit berteriak sembari melemparkan sebuah pedang ke arah Daniel.


Tanpa menoleh arah pedang itu melayang, dengan sangat mudah Daniel bisa menangkap pedang yang di lemparkan oleh Mizuki.


Setelah memilki dua buah pedang, Daniel berteriak dan langsung berlari menebas, menghabisi sisa-sisa dari anak buahnya William yang masih berdiri.


Melihat beberapa bawahannya banyak yang sudah tidak bernyawa dengan tubuh yang mengenaskan, membuat William semakin ketakutan. Ia merasa menyesal karena sudah berani mencari masalah pada pemimpin yang di akui sebagai pria nomor satu di Asia.


Daniel terus mengamuk menebas para musuh-musuh yang menghalangi jalannya menuju ke tempat William berdiri.


"LINDUNGI BOS!!!" teriak salah satu dari anak buahnya William dan puluhan dari bawahannya William langsung menghalangi langkahnya Daniel.


Daniel yang masih berlari menuju ke puluhan pria yang mencoba menghentikan langkahnya, tiba-tiba beberapa dari pria itu jatuh dengan kepala yang sudah bolong dan terus mengeluarkan darah.


Salah satu dari anak buahnya William mencoba menghalangi langkahnya Daniel lagi, namun Daniel melemparkan salah satu pedang yang berada di genggamannya. Pedang itu langsung menancap di dada pria yang menghalangi langkahnya tadi. Belum merasa puas, Daniel menendang pegangan pedang yang menancap di dada pria itu sampai semakin menembus.


Pria malang itu langsung terkapar dan sudah tak bernyawa lagi. Daniel memegang pedang yang masih menancap pada pria tersebut, lalu ia menyerat pedang itu ke arah atas hingga tubuh pria itu terbelah menjadi dua dari bagian dada sampai ujung kepala.


"ARRKKHHHHH!!! " Daniel semakin tak terkendali.


Pemimpin Dark Shadow itu menebas musuh-musuh yang ada di hadapannya. Pikiran hanya ingin membalaskan perbuatan mereka pada adiknya yang masih tak sadarkan diri.


Daniel berjalan dengan langkah cepat karena keberadaan William sudah semakin dekat dengannya. William yang kalang kabut karena Daniel sudah semakin mendekat, ia secara refleks langsung melemparkan salah satu dari bawahannya yang dekat dengannya ke arah Daniel.


Setelah pria yang di lemparkan oleh William berada tepat di hadapannya Daniel, tanpa berlama-lama Daniel langsung menebas lengan kanan pria itu, kemudian Daniel juga menebas kaki kiri pria tersebut dan yang terakhir Daniel langsung memenggal kepala pria malah tersebut sampai darah milik pria malah itu muncrat setelah kepalanya terpisah dari lehernya.


"Kau akan ku kirim ke neraka. Di sana pasti Ayahmu sudah menunggu kedatangan mu!" tegur Daniel menunjuk William menggunakan pedangnya.


William yang semakin ketakutan itu langsung berlari menjauhi Daniel dan berniat ingin melarikan diri kejaran Daniel yang sangat menyeramkan. Daniel mengejar William yang berlari dari amukannya Daniel.


"Aku harus pergi dari ini dan menyusun rencana sekali lagi untuk memusnahkan pria gila itu" gumam William yang terus berlari menuju ke arah mobilnya.


Dia langsung tersenyum setelah sudah hampir sampai ke tempat mobilnya terparkir. Ia merasa sudah selamat dari maut yang akan mendekatinya.


Namun sayangnya apa yang ia pikirkan ternyata salah. Karena secara tiba-tiba Daniel langsung melompat dan berhasil menendang tubuh Wiliam pada bagian belakangnya hingga membuat tubuh William terpental menghantam mobil miliknya sendiri.


Dengan santai Daniel berjalan mendekati Wiliam yang masih terkapar di atas tanah. Setelah Daniel berada di dekatnya, ia langsung memaksa William untuk bangkit dan menyandarkan tubuhnya pada mobil milik William.


"Kau tidak akan ku biarkan lolos!" ucap Daniel dan langsung meninju wajah William dengan sangat keras. William dapat merasakan rasa nyeri pada pipi bagian wajah kirinya.


Daniel terus memukuli wajah William dengan sangat geram hingga darah sudah bercucuran di wajahnya.


Daniel mengangkat tubuh William dan membantingnya ke atas mobilnya Wiliam pada bagian depan. William yang merasa lemas hanya pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh Daniel padanya.


Daniel meninggalkan sejenak tubuh William yang masih terkapar di atas mobilnya dengan wajah yang di penuhi dengan noda darah.


Lalu Daniel mengambil senjatanya lagi dan berjalan mendekati Wiliam yang sudah tak berdaya itu.


Setelah itu, tanpa berkata apa-apa Daniel langsung menancapkan pedasnya yang begitu panjang di telapak kanan milik William hingga tertembus pada bodi mobil milik William.


" ARKKKKHHH!!! " teriak William kesakitan namun Daniel tidak memperlihatkan suara keras itu, bahkan Daniel malah semakin menekan pedangnya yang memaku tangan kanan William dan William semakin menjerit kesakitan.