Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PANIK


Setelah beberapa Minggu pulang dari Ancol, Leny seperti merasa ada yang aneh dari perutnya, dan Ayu juga berkata kalau hari kelahiran Anaknya Daniel dan Leny akan segera tiba.


Leny merasakan sakit yang amat luar biasa pada bagian perutnya, Daniel pun semakin panik melihat Istrinya menahan sakit itu.


"Sa..yyaaaanngg!!!! sakit banget!!" lirih Leny menggigit bibir bawahnya


Daniel juga sudah menelepon Ayah dan ibunya serta kedua mertuanya untuk datang kerumah karena ia tak tau apa yang sedang di alami oleh sang Istri.


"Sabar ya Honey" bujuk Daniel mengelus kepala Leny


Tak lama kemudian Rani dan Yuni buru-buru masuk kedalam rumah Daniel karena mereka sangat khawatir dengan keadaan Leny, kedatangan dua wanita paruh baya itu membuat Daniel sedikit lebih tenang.


"Kenapa Sayang?" tanya Rani


"Daniel juga tidak tau Bu" jawab Daniel panik


"Mungkin Cucu mama akan lahir" ucap Yuni memegang perut Leny


"Ma! sakit Ma!" rengek Leny


"Daniel Sayang!. Cepat angkat Istrimu, kita harus membawanya kerumah sakit!" ucap Mama Yuni memberi perintah


"Iya Ma!" jawab Daniel langsung bergegas menggendong sang Istri


"Aduh Sayang!, sepertinya air ketubannya udah pecah!" ucap Ibu Rani tak kala paniknya


"Buruan bawa ke mobil!, nanti Mama akan meminta Wulan untuk membawa barang-barang Istrimu!" ucap Mama Yuni


Daniel menurutinya dan segera menuju ke mobil untuk membawa sang Istri cantiknya menuju kerumah sakit milik mereka. Mama Yuni juga membangunkan Wulan yang tengah tertidur pulas di dalam kamarnya.


"TOK.. TOK.. TOK.. ( Mama Yuni mengetuk pintu Wulan )


"Siapa sih?" gumam Wulan geram


"Wulan Sayang!, ini Mama" teriak Mama Yuni masih mengetuk pintu kamar Wulan


"Mama Yuni?" tanya Wulan


"Buruan Sayang!, buka pintunya!. Ini darurat!" ucap Mama Yuni panik


Wulan juga di buat menjadi panik mendengar suara Mama Yuni yang terlihat seperti terburu-buru. Dengan cepat Wulan langsung membuka pintu kamarnya dan Mama Yuni langsung masuk kedalam.


"Ada apa Ma? kenapa pagi-pagi Mama ada di sini?" tanya Wulan menatap jam di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 2 pagi


"Kakakmu.. hosh..hosh.. Kakakmu mau melahirkan!" jawab Mama Yuni sambil mengatur nafasnya karena panik


"APA?!. Sekarang Kakak dimana Ma?" tanya Wulan tak kalah paniknya


"Daniel sudah membawanya menuju ke rumah sakit!. Tolong bantu Mama mempersiapkan barang-barang Leny!" pinta Mama Yuni menggandeng tangan Wulan keluar kamarnya


Dengan buru-buru Wulan dan Mama Yuni mengemasi barang-barang keperluan Leny untuk di rumah sakit. Mama Yuni juga semakin panik karena belum juga menyusul Daniel menuju rumah sakit.


"Sudah Ma!. Ayo kita susul mereka" ajak Wulan mengangkat koper milik Leny


"Ayo Sayang" ucap Mama Yuni menuju ke tempat Papa Galuh menunggu.


Setelah sampai di mobil, Galuh segera menyusul Daniel yang sedari tadi sudah pergi terlebih dahulu menuju rumah sakit.


_______________________


Karena masih pukul 02.00 dini hari, jadi perjalanan menuju ke rumah sakit tidak mendapatkan kendala. Dengan skill mengemudi Daniel yang sangat hebat, mereka sudah tiba di rumah sakit, mereka juga sudah di tunggu oleh Dion dan juga Ayu di lobby rumah sakit.


Sebelum berangkat kerumah sakit, Ibu Rani sudah menelepon Dion terlebih dahulu agar dia dan Ayu segera kerumah sakit. Karena mendengar kalau Kakak Iparnya akan melahirkan, Dion langsung melompat dari kasurnya dan segera menjemput Ayu kerumahnya.


Daniel menggendong Leny menuju ke ruang persalinan, dan Leny meminta Suaminya untuk menemaninya di dalam, dengan cepat Daniel langsung menyetujui permintaan dari Istrinya itu.


Tak lama kemudian Mama Yuni beserta rombongan sudah tiba di rumah sakit di susul oleh Anita dan Yoga yang juga panik mendengar kalau Leny akan melahirkan.


"Dimana menantuku?" tanya Anita ikut panik


"Sudah ada di dalam Nit!" jawab Ibu Rani


"Bagaimana keadaannya?" tanya Mama Yuni


"Belum tau!, semoga mereka baik-baik saja!" jawab Rani mencoba menenangkan kedua wanita paruh baya itu


Ayu membantu Leny untuk melahirkan, Daniel dengan setia menemani sang Istri yang berjuang untuk melahirkan bayi mereka. Ayu memberikan instruksi pada Leny untuk mengikuti yang di katakannya, dan Leny mengikuti perintah dari calon Adik Iparnya itu.


"Sakit..! Arkkkhhhh!" teriak Leny


Leny menggenggam erat jemari Suaminya, dan Daniel terus menyemangati Istri agar terus berjuang untuk melahirkan buah hati mereka.


"Terus Kak!, terus!" ucap Ayu membantu Leny untuk mengejan


"Tarik nafas, terus keluarkan" timpalnya


Leny mengikutinya dan setelah berjuang selama 1 jam akhirnya bayi mungil Daniel dan Leny sudah lahir, namun mereka heran karena bayi mungil Daniel dan Leny tak mengeluarkan tangisan, membuat mereka sedikit panik.


"Ada apa Yu?!" tanya Daniel


"Anak kalian kok gak mau nangis" jawab Ayu panik


Daniel mendekati bayi berjenis kelamin laki-laki itu dan mencubit tangannya agar sang Anak mau mengeluarkan tangisannya. Dan benar saja, tak lama kemudian bayi tampan itu mengeluarkan suara tangisan sampai terdengar ke luar ruangan.


"Cucu kita sudah lahir!" ucap Ibu Rani terharu


Ketiga wanita paruh baya itu saling berpelukan dan menangis haru karena bahagia sudah memiliki cucu pertamanya.


"Tuan!, kita sudah menjadi seorang Kakek!" ucap Galuh terharu


Leo tersenyum dan menepuk-nepuk punggung Galuh "Iya kita sudah jadi Kakek"


Tangisan bayi Daniel pun hanya sebentar saja, namun Ayu sudah merasa tenang karena bayi tampan itu sudah menangis.


Kemudian Ayu membersihkan bayi tampan itu dan setelah bersih Daniel mengadzani bayi tampannya sebelum di berikan pada Leny untuk di susui.


"Selamat ya Kakak Ipar, bayi kalian sangat tampan!" ucap Ayu memberi selamat pada Leny yang tengah terbaring lemas


Setelah selesai mengadzani bayi tampannya, Daniel memberikannya pada sang Istri yang masih terbaring lemas di atas.


Melihat bayinya yang begitu aktif membuat sakitnya Leny perlahan menghilang, Leny memeluk bayi tampannya dengan penuh kasih sayang.


"Anak bunda" lirih Leny mencium kening bayi tampannya itu


Daniel tersenyum dan langsung mencium kening Istrinya, air matanya perlahan menetes membasahi kedua pipinya. Dia sudah tak bisa lagi menahan tangis bahagianya karena ia sudah menjadi seorang Ayah dan Suami yang sempurna.


"Terimakasih Honey" lirih Daniel membelai kepala Leny


Leny tersenyum dan mengangguk, kemudian ia memandang wajah bayinya yang tengah tertidur pulas di sampingnya. Wajahnya begitu mirip dengan Daniel, ibarat pinang di belah dua.


"Lihat ini Anak kita, semua wajahnya lebih mirip ke kamu" protes Leny membelai pipi bayinya.


"Hehe. Iya wajar dong Honey, kan gak mungkin mirip Kevin" jawab Daniel tersenyum menatap wajah polos dari bayi mereka.


"Tapi bibirnya kan mirip kamu" timpal Daniel


Leny menyentuk bibir bayi tampan itu dengan jemarinya dan ia berkata "Iya sih!. Masing untung ada yang mirip denganku"


Kemudian para keluarga yang sudah menunggu di luar sudah di perbolehkan masuk oleh Ayu untuk melihat Cucu pertama mereka.


Para Nenek itu langsung menghampiri Cucu pertama mereka yang tengah tertidur pulas di samping Leny. Yuni tak sanggup menahan air mata bahagianya melihat Anak dan Cucu pertamanya baik-baik saja.


Anita dan Rani langsung memeluk Daniel, mereka juga menangis dalam pelukan pria yang baru saja menjadi seorang Ayah itu.


"Selamat ya Nak!" ucap Ibu Rani memeluk Daniel


"Kamu sudah menjadi seorang Ayah" timpal Mama Anita


"Terimakasih Ma!, Bu!" jawab Daniel membalas pelukan kedua wanita paruh baya itu


"Apa kamu sudah memiliki nama untuk bayi kalian?" tanya Ayah Leo menatap Daniel


"Sudah" jawab Daniel tersenyum


"Siapa namanya?" tanya Mama Yuni yang terus saja menatap wajah Cucu tampannya itu


Daniel tersenyum dan menjawab "Damin Lee Syahputra"


Leny tersenyum kemudian menatap bayi mungilnya itu, kemudian ia membelai pipi bayi mereka dengan jemarinya sembari berkata "Damin Lee Syahputra kah?, hmm Anak bunda" (Leny langsung memeluk bayinya)..