Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
AYU & DION 2


Daniel, Leny, dan juga Wulan, sengaja meninggalkan Dion dan Ayu hanya berdua saja di ruang keluarga. Sebenarnya Dion kesal dengan kelakuan kakak dan adiknya itu, bisa-bisanya mereka berencana seperti itu kepada dua sejoli yang sedang gugup itu.


"Gi..gimana keadaanya?" tanya Dion memulai obrolan


"Eh... iya ba..baik kok" jawab Ayu salah tingkah dan gugup


"Ni jantung kenapa ya?!" gumam Ayu


"Cantik sekali teman kak Daniel ini, jantungku tak karuan saat di dekatnya" batin Dion


"Se.. sebentar aku ambilkan minum" ucap Dion melangkah ke dapur dan hanya di balas dengan anggukan oleh Ayu


Saat Dion pergi ke dapur, Ayu terlihat sangat kegirangan bisa dekat dengan Dion. Tak dapat Daniel, kembarannya pun jadi, pikir Ayu.


"Dia baik juga, sama seperti Daniel, hehehe" Ayu berbicara sendiri


Di dalam dapur, Dion hanya kesal sendri dengan sikap kakak dan adiknya itu. Terlihat dengan sengaja meninggalkan Dion dan Ayu di ruang keluarga.


Saat Dion sedang menuangkan air ke dalam gelas, ternya Wulan juga datang ke dapur. Dion tersenyum jahil melihat kedatangan adik yang baru bertemu dengannya tadi.


"Eh kak?, lagi mengambilkan minum untuk pujaan hatinya ya?" goda Wulan pada Dion


Dion mendekati Wulan, dan mulai beraksi. Di jewernya telinga adik wanitanya itu.


"Kamu itu ya, pasti sengaja kan ninggalin kakak dengan dokter itu" ucap Dion geram masih menarik telinga sang adik dengan gemas


"Ah..aduh kak, ampun.. ampun" rengek Wulan


"Baru pertama kali bertemu saja kamu sudah jahil begini" Dion semakin gemas


Dion melepaskan tangannya dari telinga Wulan, terlihat memerah pada telinga sang adik karena perbuatannya tadi. Ada rasa bersalah dalam diri Dion terhadap adiknya.


"Ih sakit tau kak" rengek Wulan memegangi telinganya yang memerah karena perbuatan Dion


Dion mencubit pipi Wulan dengan gemas dan meminta maaf padanya.


"Maaf ya dek hehe, habisnya kalian jahil banget. Yaudah gih balik ke kamar istirahat, kakak mau mengantarkan air ini untuk dokter cantik itu"


"Cie-cie, udah ehem, mulai ada perasaanya ni ye" ejek Wulan saat Dion melangkah kedepan


Saat Dion menatap Wulan dengan tatapan tajam, Wulan langsung berlari menuju kamarnya lalu menjulurkan lidahnya pada Dion.


"Awas kamu ya dek!!" ancam Dion


"Seru juga punya adik perempuan yang nakal" gumam Dion tersenyum memikirkan Wulan.


________________________________________________


"Bos kami memiliki sebuah kabar" ucap seorang lelaki


"Kabar apa?" tanya pria itu sambil menghisap cerutunya


"Aku tidak tau kabar ini akan membuat bos senang atau marah" ucap anak buahnya panik


"Sudah katakan saja" ucap bosnya santai


"I..ini tentang Dark Shadow bos" ucap anak buahnya gugup


"Apa?! Dark Shadow?!" tanya sang bos


"Be...benar bos" jawab anak buahnya gugup


"Bukanya kita sudah melenyapkan mereka?" bos itu mulai geram


"Bahkan aku sudah melenyapkan anak dari si tua bangka itu, bahkan si tua bangka itu juga mati" timpal lelaki itu


"Saya juga belum bisa mengetahui detail tentang pemimpin baru mereka bos, sulit menggali informasi tentang dia, keamanannya begitu ketat bos" ucap anak buahnya


"Yang aku tau, usianya masih sekitar 25 tahun, dan...dan" ucapan terputus karena takut dengan ekspresi dari sang bos


"Dan apa?!" bentak bos itu


"Dia telah membuat pemimpin Saber tewas, sedangkan pemimpin black Dragon cacat" jawab anak buahnya panik


"BRAKK" (bos mereka memukul meja dan membuat seluruh anak buahnya terkejut ketakutan)


"Cari informasi tentang dia secepatnya!, akan ku balaskan penderitaan anak dan keponakanku!" teriak bos mereka.


________________________________________________


Di kediaman Daniel, masih berada di dalam ruang keluarga. Ayu dan Dion sudah mulai enjoy dan tidak sama-sama gugup satu sama lain.


"Jadi bagaimana keadaan kamu?" tanya Dion


"Baik kok. Aku pikir tadi kamu arwahnya Daniel, hehehe" ucap Ayu terkekeh-kekeh


"Hahaha. Kamu saja dengan kak Leny, dia juga pingsan saat pertama kali kami bertemu" ucap Dion mengenang kembali waktu pertama kali dia bertemu dengan Daniel dan Leny.


"Iya karena kalian begitu mirip, wajar saja kami syok, hehehe" ucap Ayu


"Yaudah aku harus pulang, ini sudah sore" ucap Ayu berdiri


"Tunggu" Dion menahan pergelangan tangan Ayu


Deg...


"Mulai, ni jantung" batin Ayu


"I...iya ada apa lagi?" tanya Ayu gugup


"Sebaiknya aku yang akan mengantarkanmu pulang, kondisimu masih belum pulih" ucap Dion ikut bangkit dan masih memegangi lengan Ayu tanpa sadar


"A..aku baik-baik saja kok" Ayu semakin gugup


"Sudah jangan banyak protes, aku tak ingin kakak iparku memarahiku kalau kamu sampai kenapa-kenapa" ucap Dion serius


"La..lalu bagaimana dengan mobilku?" tanya Ayu


"Itu gampang, nanti bisa aku suruh Wulan membawanya" jawab Dion dan mau tidak mau Ayu harus pasrah dengan keputusan Dion


Mereka berdua berjalan keluar menuju mobil Dion, dan tanpa di sadari Dion masih memegangi lengan Ayu. Membuat Ayu semakin berdebar karena lengannya masih di pegang oleh Dion.


Di balik dinding, ternyata Leny Dan Daniel melihat kelakuan Dion dan Ayu. Leny begitu senang melihat Dion sudah berani dengan sikapnya sendri, tentu saja karena Leny begitu keras untuk mengubahnya.


"Sayang, jika Ayu menjadi adik ipar kamu?, bagaimana perasaan kamu?" tanya Leny


"Ya itu terserah Dion aja honey, aku tidak mau ikut campur urusan asmara mereka" jawab Daniel dengan menempelkan dagunya pada kepala Leny


"Kamu senang ya Dion bersama Ayu?" tanya Daniel


"Hehehe, tentu saja suamiku. Aku sangat mendukung hubungan mereka" jawab Leny semangat.


Sampainya mereka di depan mobil milik Dion. Dengan sigap Dion membukakan pintu untuk Ayu agar dia masuk di kursi di samping pengemudi, lalu Dion memutar ke arah sampingnya.


"Mau langsung pulang atau mau jalan-jalan terlebih dahulu?" tanya Dion


"Ha?..hmm, te..terserah kamu saja, aku ikut kamu" jawab Ayu salah tingkah


"Yaudah kita cari makan dulu, aku sangat lapar" ucap Dion menyalakan mobilnya dan menuju mencari restoran untuk dinner mereka


Di dalam mobil hanya ada suasana hening tanpa ada yang mau berbicara.


"Jadi bagaimana kamu bisa bertemu dengan kakakku?" tanya Dion memulai pembicaraan


"Ha? a..apa?" tanya Ayu gelagapan


"Kapan kamu pertama kali bertemu dengan Daniel?" tanya Dion sekali lagi


"Dulu aku dan dia adalah teman sekelas di sekolah dasar. Ketika itu aku sedang di gangguin oleh teman-teman kelasku yang lelaki, lalu tiba-tiba Daniel datang bak pahlawan super pada seperti di film atau novel-novel yang sering aku baca. Dia melindungiku dari Bullyan mereka, dan alhasil malah dia yang menjadi bulan-bulanan teman-temannya yang menggangguku" ucap Ayu bercerita dengan senyuman manis.


"Kok aku nyesek ya dengernya" batin Dion


"Lalu kamu jatuh cinta padanya?" goda Dion ingin tau isi hati Ayu


Ayu menggeleng, dia bingung harus menjawab apa, karena dia melihat ekspresi kecewa pada Dion, dia tak tau entah karena Dion cemburu atau ah entahlah pikir Ayu.


"Aku tidak tau itu cinta atau bukan, karena aku hanya mengaguminya saja sebagai sosok pahlawan. Setelah kepergian Nenek kalian, Daniel pamit pada kami bahwa dia akan pindah ke Jepang dan akan tinggal di sana bersama Pamannya. Dan kami sudah tidak pernah bertemu kembali selama 14 tahun. Dan yang membuat aku terkejut, kami bertemu kembali di rumah sakit tempat aku bekerja dan dia sudah berstatus sebagai suami dari Leny Wijaya, aktris cantik yang terkenal" jawab Ayu...