
Daniel memberitahu Leny kalau ia akan bertemu dengan Iyan, orang kepercayaannya yang di tugaskan untuk mengawasi seluruh kantor miliknya yang berada di Jepang. Mendengar itu, Leny meminta ikut agar ia juga tau inti permasalahannya yang di alami dengan salah satu dari cabang kantor milik suaminya.
"Satu masalah selesai, ada lagi masalah baru yang datang" keluh Leny menggeleng.
"Kapan Ayah akan bertemu dengan orang yang bernama Iyan itu?" timpal Leny bertanya.
"Mungkin sebentar lagi Honey" jawab Daniel sambil melihat arloji di pergelangan tangannya.
"Bunda ikut. Bunda harus tau masalah apa yang sedang di alami kantor" ucap Leny.
"Iya Honey" jawab Daniel pasrah karena tidak mau berdebat.
Tak lama kemudian Iyan memberi pesan pada Daniel kalau dia sudah sampai di restoran tempat mereka berjanji akan bertemu. Tanpa membuang waktu Daniel langsung mengajak istri serta putranya untuk menemui Iyan yang sudah lebih dulu sampai di restoran milik pemimpin Dark Shadow itu. Leny menyuruh Dion dan yang lainnya untuk menikmati liburan mereka di negara sakura tersebut.
"Dion, sebaiknya kau nikmati liburan ini. Anggap saja bulan madu kedua" ucap Leny menggoda Ayu.
"Aku harap, Damin bisa segera mempunyai Adik dari kalian" timpalnya mengedipkan sebelah matanya pada Ayu dan membuat Ayu tersipu malu.
"Ah, Kakak ipar!. Jangan membuatku malu" tegur Ayu dengan wajah memerah.
"Hahaha, baiklah-baiklah. Kalau begitu kami pergi dulu, nikmati liburan kalian ya" ucap Leny menggandeng tangan Daniel dan pergi dari rumah sakit itu.
Daniel dan Leny segera menuju ke salah satu restoran miliknya. Leny juga belum mengetahui kalau suaminya itu masih memiliki bisnis lainnya seperti beberapa restoran yang ada di negara sakura tersebut.
Setelah 30 menit lebih mereka berada di dalam mobil, membelah jalan raya. Akhirnya mobil mewah milik Daniel sudah sampai di sebuah restoran yang merupakan salah satu bisnis miliknya. Manager yang bertugas di restoran mewah itu langsung bergegas menuju keluar untuk menyambut kedatangan dari pemilik tempat makan tersebut.
Daniel membukakan pintu mobil untuk sang istri, dengan senyuman manis Leny keluar dari dalam mobil sambil menggendong putra tampan mereka. Lalu Leny menggandeng lengan Daniel dan berjalan menuju ke restoran mewah itu.
Pada saat mereka berdua sampai di lobby restoran, manajer dan para pekerja di restoran itu langsung menunduk memberi hormat pada Daniel saat ia berjalan menuju ke dalam. Leny langsung terkejut karena mendapatkan perlakuan istimewa yang ada di restoran tersebut, ia langsung menatap Daniel dengan tatapan yang penuh tanda tanya, Sedangkan Daniel hanya tersenyum.
"Ini restoran milik kita Honey" jawab Daniel setelah melihat wajah sang istri yang nampak kebingungan.
"Baru aja di tegur, udah di ulangi lagi" keluh Leny memutar bola matanya jengah.
"Hehehe, iya maaf istriku maaf. Ayah hanya tidak mau mengumbar semua bisnis yang kita punya" jawab Daniel ketakutan.
"Ayah cuma memberi tau Bunda, bukan pada publik. Lagian Bunda ini kan istrinya Ayah sih" ucap Leny menegur.
"Iya Honey iya. Ini salah satu restoran milik kita" jawab Daniel menjelaskan.
"Hanya salah satu?!" tanya Leny terkejut.
Sebenarnya berapa banyak sih bisnis yang Ayah punya? kenapa semuanya selalu Ayah katakan hanya salah satu?!" tanya Leny lagi.
"Di atas 7 cabang Honey" jawab Daniel.
"Berapa?. 10?, 15?, 20?" tanya Leny semakin menekan.
"Yang nomor dua Honey" jawab Daniel sedikit ragu karena takut akan membuat istri menjadi syok.
"Apa?! 15?" Leny terkejut bahkan hampir pingsan.
"Haduh, pusing Bunda mendengarnya. Bagaimana caranya kita menghabiskannya" timpal Leny memijit pelipisnya yang menegang.
"Sudahlah Honey, tak perlu di pikirin. Sebaiknya kita masuk ke dalam. Kasian Iyan yang sudah terlalu lama menunggu" ucap Daniel mengalihkan pembicaraan, dan Leny hanya mengangguk mengikuti suaminya masuk ke dalam restoran mewah itu.
"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Daniel merasa risih.
"Anda pemilik tempat ini, tentu saja sudah sepantasnya saya sendiri yang melayani anda tuan" jawab manager tersebut.
"Tidak perlu seperti itu, aku merasa tidak nyaman" ucap Daniel menegur.
"Tapi.." ucapan manager itu langsung terhenti karena Leny memotongnya.
"Sudahlah Pak...Bintang, dengarkan saja apa katanya. Tolong jangan membuatku tambah pusing" tegur Leny sambil melihat name tag pada pria tersebut.
"Terlihat dari wajahmu. Lagi pula suamiku selalu berkata kalau di setiap bisnis miliknya, dia selalu memperkejakan warga negara Indonesia" jawab Leny.
"Jadi, anda istri dari tuan muda?" tanya Bintang terkejut, dan di anggukan oleh Leny.
"Maafkan saya nona, saya tidak tau kalau anda istri dari pemilik tempat ini" ucap Bintang membungkuk.
"Sudahlah tidak masalah. Sebaiknya kamu urusin tempat ini saja, jangan terlalu fokus pada kami. Walaupun kami pemilik tempat ini, tapi anggap saja kami seperti pelanggan biasa" jawab Leny menegur.
"Baik nona muda, saya permisi" ucap Bintang membungkuk dan langsung pergi meneruskan pekerjaannya lagi.
Daniel dan Leny langsung pergi menuju ke meja yang dimana sudah ada Iyan di tempat tersebut. Iyan terus melihat arloji miliknya dan ia di kejutkan dengan Daniel yang menepuk pundaknya dari belakang.
"Maaf, aku sedikit terlambat" ucap Daniel menepuk pundak Iyan dan sontak membuat Iyan langsung berdiri sambil membungkuk.
"Hadeh, kenapa sih sama orang-orang yang ada bekerja padamu sih suamiku?. Kenapa mereka selalu seperti ini?!" tanya Leny kesal karena sudah muak di perlakukan seperti itu.
"Bangkit Iyan, jangan membuat nona muda mu marah" ucap Daniel.
"Ba..baik tuan" jawab Iyan
"Ma...maafkan saya nona muda" ucap Iyan terbata-bata.
"Sudahlah, tak perlu di pikirkan" jawab Leny.
"Untung saja kau berasal dari negara yang sama denganku, jadi aku tidak perlu menggunakan bahasa asing" timpal Leny. Sedangkan Iyan hanya tersenyum cengengesan saja.
"Sudah, sebaiknya kita langsung saja membahas permasalahannya" sela Daniel memotong.
"Baiklah tuan" jawab Iyan lalu ia langsung menarikan kursi untuk Daniel dan Leny agar mereka bisa duduk.
Setelah mereka duduk dan memesan makanan serta minuman. Daniel langsung menanyakan permasalahan yang di alami di salah satu cabang kantor miliknya.
"Lalu, apa permasalahannya?" tanya Daniel langsung to the point.
"Begini tuan. Manager yang bertugas di salah satu tempat anda ternyata selama ini melakukan hal yang sangat membuat para karyawan begitu tertekan" jawab Iyan menjelaskan.
"Maksudnya?" tanya Leny bingung.
"Dia begitu menindas para bawahannya, sampai membuat peraturan sendiri dengan semena-mena nona" jawab Iyan.
"Contohnya, dia sampai mendenda pada karyawan yang terlambat beberapa menit dengan jumlah yang gila" timpalnya.
"Bagaimana kau bisa tau?" tanya Daniel.
"Beberapa karyawan melaporkan hal ini padaku tuan. Bukan satu atau dua orang saja, tapi lebih dari lima orang" jawab Iyan.
"Apa yang harus kita lakukan tuan?" tanya Iyan meminta saran.
"Sudah berapa lama dia melakukan penindasan seperti itu?" tanya Leny memastikan.
"Sudah hampir setengah tahun nona. Bahkan dia sampai memperkerjakan keponakannya yang sama sekali tidak bisa apa-apa, cuma bisa membuat perusahaan menjadi rusak saja" jawab Iyan.
"Baiklah, serahkan masalah ini kepadaku" ucap Leny.
"Bagaimana caranya anda melakukannya?" tanya Iyan merasa khawatir.
"Aku akan masuk ke dalam perusahaan itu dan menjadi karyawan baru di sana" jawab Leny tersenyum sinis.
"Tolong kau urus caranya agar aku bisa masuk kedalamnya" timpal Leny.
"Tapi nona, saya takut anda sampai kenapa-kenapa. Apa lagi keponakan dari manager itu tipikal pria mesum" ucap Iyan merasa khawatir.
"Kau tenang saja. Aku bisa mengatasi kecoa busuk seperti mereka. Jika dia berani menyentuhku, maka suamiku akan langsung menyelesaikan orang itu" jawab Leny tersenyum sinis.