
Wulan terharu dan langsung memeluk Leny
"Terimakasih kakak ipar, kakakku sangat beruntung bisa menikahi wanita yang baik seperti kakak"
Karena sangking asyiknya perbincangan antara Leny dan Wulan, Daniel menyela pembicaraan mereka
"Mau sampai kapan terus seperti ini, saling berpelukan seperti tinky Winky" ejek Daniel
Leny memarahi Daniel
"Sembarangan mengatakan hal seperti itu terhadap istrinya dan adik sendiri (* cemberut*)
Daniel menjawab dengan tawa
"Hehe maaf sayang hanya bercanda"
Leny mengajak Rian dan yang lainnya untuk berkeliling taman, Anna memberikan Aska kepada Leny agar di gendong olehnya. Leny sangat senang saat bersama dengan Aska, dia berharap agar bayi dia dan Daniel akan segera lahir agar bisa menemaninya saat Daniel pergi bekerja
Leny memanjakan Aska
"Sayang, kamu mau main apa? biar bibi bawa kamu main-main sampai puas"
Daniel tersenyum melihat istrinya sangat bahagia saat bersama dengan Aska, dia merangkul Leny dan ikut bermain dengan mereka
"Sebentar lagi kamu akan mempunyai teman bermain sayang" (*mengelus kepala Aska*)
Wulan yang tidak tahu kalau kakak iparnya sedang mengandung, spontan membuat lidahnya bertanya kepada Leny
"Jadi kakak sedang mengandung?"
(*Leny mengangguk*)
Wulan bahagia dan dia berkata
"Wah, sepertinya aku akan menjadi bibi" (*memandang langit*)
Daniel melihat Wulan dan mengacak-acak rambutnya lagi
"Iya, setelah menjadi bibi, kamu jangan nakal-nakal, di jaga keponakannya (*berkata gemas*)
Wulan menjawab dengan nada manja
"Ih. Kakak tenang saja, aku akan menjadi bibi yang baik untuk keponakanku" (*memukul pundak Daniel*)
Daniel mengajak mereka semua untuk pergi ke sebuah restoran untuk makan siang bersama
"Ayolah kita pergi mencari tempat makan yang enak"
Wulan menjawab
"Ayo kak, aku sudah lapar" mengelus perutnya
Leny berbicara kepada Aska
"Keponakan bibi lapar juga yah?" (*menggendong-gendong Aska*)
Anna tersenyum dan menjawab
"Iya bibi, Aska ingin makan di suapin oleh bibi" (*mencubit pipi Aska*)
Mereka semua pergi mencari restoran terdekat untuk segera memuaskan rasa lapar. Setelah 10 menit berkeliling di sekitaran jalan taman, akhirnya mereka mendapati sebuah restoran makan Padang. Daniel mengajak mereka kesana dan segera memesan makan
Wulan pamit untuk pergi ke toilet untuk buang air kecil, Leny ikut karena ada yang ingin di obrolkan dengan adik kecilnya itu. Mereka berdua menuju ke toilet sambil bergandengan tangan
Dan Leny menanyakan sesuatu kepada Wulan
"Dik memangnya kemana kedua orangtuamu?"
Wulan menjawab dengan nada sedih
"Mereka telah meninggal sejak aku masih berusia 3 tahun kak" (*sedih*)
Leny bertanya lagi dengan nada yang sedih juga
"Kalau boleh tau, apa penyebab orangtua kamu pergi?"
Wulan menjawab
Leny terkejut dan berkata dengan sedikit suara yang keras
"Apa?!, mengapa kelompok itu membunuh kedua orangtuamu?" (*memegang pundak Wulan*)
Wulan menjawab
"Karena ada dendam dari orang yang menyewa kelompok itu, kata paman mereka kalah tender oleh ayahku, oleh sebab itu dia dendam dan membunuh kedua orangtuaku" (*meneteskan air mata*)
Leny menghibur Wulan dan menenangkannya
"Maaf ya dik, kakak sudah membuat kamu terpaksa menceritakan masalahmu yang pedih itu" (*memeluk*)
Wulan menghapus air matanya dan berkata
"Tak apa kak, sudah sewajarnya kakak mengetahui itu" (*senyum terpaksa*)
Leny menggandeng Wulan dan kembali ke meja makan mereka. Daniel yang sedikit kesal karena menunggu mereka terlalu lama di dalam toilet angkat bicara
Dia berkata
"Lama sekali!, hampir 15 menit di dalam toilet"
Wulan menjawab dan mengejek Daniel
"Kakak ini jangan terlalu protektif, kami sedang buang air kecil, bukan tidur"
Daniel berdiri dan menarik hidung Wulan
"Oo sudah berani membantah kakaknya ya" (*gemas*)
Leny membela Wulan dan sedikit memarahi Daniel
"Hey suamiku, jangan kamu apa-apa kan adik aku" (*menatap Daniel dengan sadis*)
Daniel menatap istrinya dan berkata
"Hehe ampun nyonya aku tidak berani" (*Tersenyum ketakutan*)
Wulan tertawa dan mengejek Daniel
"Haha rasain, makanya jangan coba-coba membuat kakak iparku marah"
Anna menyela pembicaraan mereka
"Sudah ya adik-adik aku, ayo kita makan"
Kemudian Daniel dan yang lainnya segera memakan pesanan mereka, Leny terus memanjakan Aska dan menyuapinya
setelah mereka semua selesai makan, Daniel mengajak mereka lagi untuk pergi berjalan-jalan untuk merayakan kesembuhan dan berkumpulnya mereka bertiga. Daniel meminta Rian untuk menyuruh sopirnya datang dan membawa mobil milik Rian agar mereka pergi dengan mobil Daniel
Setelah mobil Rian di jemput oleh supirnya, Rian meminta kunci mobil milik Daniel agar dia saja yang mengemudikan mobilnya. Daniel setuju dan memberikan kuncinya
Leny, Wulan, dan Anna duduk di kursi belakang, sedangkan Daniel dan Rian duduk bersama di kursi depan. Di sepanjang jalan, Wulan dan Leny terus bermain dengan Aska yang sedang duduk di pangkuan Anna
Daniel sesekali melihat kebelakang dan tersenyum sendiri
"Kak lihat anak kamu, dia di jadikan seperti mainan oleh kedua adikmu"
Rian tertawa dan menjawab
"Haha biarkan saja tuan, mereka sepertinya sangat menyayangi Aska, aku jadi sangat senang"
Namun di tengah perjalanan, Daniel melihat spion mobil dan berbisik kepada Rian
"Kak sepertinya ada yang tidak beres, ada banyak mobil sedang membuntuti kita"
Rian melihat spion, dan dia sedikit terkejut ternyata bukan 1 atau dua mobil yang terus mengikuti mereka
"Banyak sekali tuan, mungkin ada yang berani ingin mengganggu perjalanan kita" bisik Rian
Benar saja tiba-tiba, delapan mobil sudah menyalip mobil yang sedang di kendarai oleh Daniel dan beserta keluarga. Kini mereka sudah di kepung oleh delapan mobil itu