Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MENCARI PELAKU


Satu persatu sudah di tumbangkan Daniel, hingga tinggal tersisa 3 orang lagi


"Sekarang tinggal kalian bertiga, sebaiknya kita selesaikan permainan yang membosankan ini" ejek Daniel


Mereka bertiga menjadi ketakutan karena ke sembilan teman dan termasuk pemimpin mereka sudah tidak bernyawa


"Sial, mungkin aku akan mati di sini" (*batin salah satu dari mereka*)


"Mengapa kalian diam saja?! tapi kalian merasa begitu hebat?!" Daniel memandang semakin sadis


"Jikapun kami harus mati, setidaknya kamu harus terluka" timpal pembunuh itu


Belum selesai mengancam tiba-tiba Daniel sudah berada di depannya, dia sangat terkejut dan menjadi gemetaran., wajahnya langsung di genggaman oleh Daniel, dia menjerit kesakitan karena genggaman tangannya Daniel


Dan dengan entengnya Daniel membanting pembunuh itu, lalu Daniel menendangnya hingga terpental masuk ke jurang,. otomatis membuat pembunuh itu tewas


"Aku peringatkan kepada kalian, jangan pernah mengganggu aku dan seluruh kerabat ku" ancam Daniel menunjuk kedua orang pembunuh itu


"Sebaiknya kita kembali dan melapor ke bos besar" bisik salah satu pembunuh itu


(*Rekanya mengangguk*)


Namun ketika hendak kabur, Daniel tiba-tiba sudah ada di belakang mereka., dan Daniel langsung mencengkram tengkuk leher mereka hingga patah


"Arkkk" (*mereka menjerit kesakitan*)


Mereka semua mati mengenaskan di tangan Daniel, dan Leny hampir pingsan melihat kejadian itu tepat dimatanya., namun dia bersyukur dan sangat bangga karena suaminya sangat hebat


Karena keadaan sudah aman, Leny keluar dari mobil dan ingin memeluk suaminya itu., namun satu diantara mereka masih ada yang hidup meski sekarat., dengan sigap ia menarik Leny dan menyodorkan pistolnya di kepala Leny


"He..hey ka..kau,. ja..angan bee..gerak" ucap pembunuh itu terbata-bata


Ternya yang masih hidup adalah Dony pemimpin mereka., dan Dony mengancam Daniel untuk menyerah


"Kau!.. lepaskan istriku" bentak Daniel


"Jika kau ingin wanita ini selamat,. maka menyerah lah, dan jangan melawan ketika aku hendak membunuhmu" ancam Dony


"Oo..oke aku menyerah" ucap Daniel mengangkat kedua tangannya


"Berbalik!, dan jongkok" bentak Dony


Lalu Daniel berbalik dan jongkok menuruti perintah Dony.. dan di depan Daniel ada sebuah pistol milik anak buah Dony


Ketika Daniel sudah berbalik badan, Dony perlahan mendekati Daniel dan mengarahkan pistolnya ke arah kepala Daniel,. Leny ketakutan dan memberontak, namun tenaga Dony lebih besar dari Leny, dan Leny tidak bisa melepaskan diri dari dekapan Dony


"Haha akhirnya kepalamu akan milikku" ucap Dony sombong


Ketika Dony ingin menekan pelatuk pistol yang ia pegang, tiba-tiba terdengar suara tembakan.. Leny hanya pasrah dan menutup matanya


Doorr(*suara tembakan*)


Dan dekapan Dony kepada Leny perlahan melemah dan Dony tergeletak di tanah dengan kepala yang tertembus peluru


"Istriku, kamu sudah aman" ucap Daniel menatap Leny yang memejamkan matanya


(*Leny membuka matanya*)


"Hehe sudah sudah kamu sudah aman" ucap Daniel membelai kepala Leny dan memeluknya


"Aku sangat ketakutan tadi, maafkan aku karena sudah membebani kamu suamiku" timpal Leny membebankan wajahnya di dada Daniel


(*Daniel menggelengkan kepala*)


"Tidak istriku. jangan mengatakan seperti itu., seharusnya aku yang minta maaf karena membuat kamu dalam bahaya" ucap Daniel mencium kening Leny


"Sudahlah sayang, yang terpenting kita berdua selamat" timpal Leny


"Ayo kita pulang, ini sudah larut malam" ucap Daniel menggandeng tangan Leny


"Ayo suamiku" jawab Leny tersenyum menggenggam tangan Daniel


Namun ketika mau masuk mobil, tiba-tiba telepon milik Dony berdering,. Daniel mengambil ponselnya dan melihat nama penelepon itu tertulis nama bos besar di ponsel itu, segera Daniel mengangkatnya


"📱Hallo Don? apa misi sudah selesai"📱 ucap bos besar mereka


"📱Anak buah mu terlalu lemah, mereka semua tidak bisa menghiburku📱" jawab Daniel tertawa kejam


"📱Ka..kau!., siapa kau?! mengapa kau yang mengangkat teleponnya"📱bentak bos besar itu panik


"📱Haha dasar aneh, kau yang mengirimkan bocah ingusan ini untuk membunuhku., seharusnya kau mengenalku📱"


Bos besar itu langsung menutup telponnya dan memblokir nomor Dony agar Daniel tidak menghubungi nomor itu lagi


"Hoy halo!, tck! dasar pengecut!" ucap Daniel dengan nada sedikit keras


"Siapa mereka suamiku?!" tanya Leny


"Aku pun tidak tau istriku, mungkin mereka ini pembunuh bayaran yang di sewa oleh seseorang yang memiliki dendam terhadapku" jawab Daniel


"Sebaiknya kita telepon polisi saja suamiku" timpal Leny


"Iya aku akan menelepon inspektur Yuddy" jawab Daniel mengeluarkan ponselnya


Lalu Daniel menelepon Yuddy dan memintanya untuk datang ke TKP. tak lama kemudian mobil polisi tiba di tempat kejadian, dan inspektur Yuddy langsung menemui Daniel


"Selamat malam tuan Daniel, ada apa malam-malam begini menelepon saya" tanya Yuddy memberi hormat kepada Daniel


"Ketika aku dan istriku pulang dari gedung lamaran Riski dan Windy tadi, tiba-tiba ada tiga mobil yang membuntuti aku.. dan mereka mencoba untuk membunuhku dan juga istriku" timpal Daniel menjelaskan kepada Yuddy


"Lalu apa yang terjadi tuan" tanya Yuddy panik


"Itu semua mereka sudah terkapar, dan yang satu ada di dalam jurang sana" jawab Daniel menunjuk ke arah jurang


"Kalau boleh tau. mereka ada berapa orang?, dan siapa mereka tuan?" tanya Yuddy


"Mereka ada sekitar 12 orang, dan kemungkinan besar mereka adalah pembunuh bayaran yang di sewa untuk membunuhku" Daniel menjelaskannya


"Baiklah tuan, sebaiknya tuan besok datang ke kantor polisi dan memberikan keterangan tentang kasus ini" timpal inspektur Yuddy


"Baik inspektur Yuddy" ucap Daniel tersenyum