Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
SAHABAT YANG SUDAH LAMA TAK BERTEMU


Kevin yang ahli dalam mencari informasi serta Rian yang ahli dalam membuat strategi mencoba menenangkan Daniel dan saudara mereka yang lainnya karena mendengar kabar ada pencari masalah di wilayah Dark Shadow berkuasa.


"Daniel, Hyuga, sebaiknya kalian berdua kembali saja dulu. Hyuga kau bawa istri kamu ke hotelnya Daniel, di sana ada Leny dan yang lainnya. Aku yakin istri kamu bisa tenang kalau di sana" ucap Rian memberi saran karena keduanya sudah dalam emosi yang memuncak.


"Benar apa kata Kak Rian. Biar masalah ini kami yang urus, kami akan segera memberi tau jika semua sudah terkuak" sambung Kevin.


"Oke, aku akan kembali. Tapi!, semua harus cepat selesai, aku tak ingin ada lebih banyak korban lagi" jawab Daniel dengan tatapan serius.


"Kakak tenang saja, kami akan segera menemukan tempat mereka, dan sisanya terserah Kakak mau berbuat apa. Tapi ingat, sisakan untuk kami juga" ucap Kevin tersenyum.


"Yaudah. Ayo Hyuga, bawa istrimu ke hotel ku" ajak Daniel merangkul bahu sahabatnya itu.


"Tunggu dulu. Hotel yang mana dulu ni?" tanya Hyuga yang sadar akan beberapa hotelnya Daniel yang berada di negara sakura itu.


"Yang paling dekat dengan bandara internasional Narita" jawab Daniel.


"Oke, aku akan menyusul mu nanti" ucap Hyuga lalu mereka berdua memasuki mobil masing-masing dan langsung berpisah arah.


Setibanya Daniel di hotel, Daniel langsung menuju ke kamarnya. Saat iya membuka pintu, ia sedikit terkejut saat melihat sang istri baru selesai mandi dan sebuah handuk terbalut di kepalanya.


Dengan senyuman nakalnya Daniel langsung memeluk istrinya dari belakang lalu menciumi tengkuk lehernya hingga sampai membuat Leny merasa merinding saat bibir Daniel menyentuh lehernya. Sedangkan Daniel terus menikmati aroma tubuh istrinya yang masih terasa wangi sabun favoritnya.


"Berarti Bunda udah gak pakai roti bantal lagi kan?" tanya Daniel semakin mempererat pelukannya bercampur dengan senyum nakalnya.


"Iiihhh Ayah, jangan sekarang dong. Masa Bunda harus keramas lagi" jawab Leny cemberut.


"Hehehe" tawa nakal Daniel sambil memasukkan tangannya kedalam handuk kimono yang di kenakan Leny menuju ke area dadanya dan membuat Leny memasang wajah kenikmatan.


"A...Ayah..." lirih Leny dengan wajah yang sama.


"Please" sambungnya.


Daniel semakin bersemangat saat mendengar suara Leny barusan. Ia semakin meremas gumpalan lemak milik sang istri dan membuat Leny semakin tak karuan merasakan kenikmatan tersebut.


"A... Ayah nakal" lirih Leny dengan suara semakin pelan karena ulah suami nakalnya itu.


Disaat Daniel terus bermain dengan tubuh mulus sang istri, tiba-tiba ponsel yang berada di saku celananya berdering dan membuat Daniel berdecak kesal.


"Ganggu aja!" kesal Daniel sedangkan Leny hanya menyandarkan tubuhnya pada sang suami yang masih memeluknya dari belakang.


"Tu lah, nakal!. Di gangguin kan" ejek Leny.


Daniel mengambil ponselnya lalu ia menarik Leny untuk duduk di pangkuan di pinggir ranjang dan Leny hanya menurut saja karena ia juga sudah terlanjur menikmati permainan dari suami nakalnya itu.


"Ada apa?" tanya Daniel setelah mengangkat panggilan teleponnya. Sedangkan Leny hanya diam sambil memutar tubuhnya agar bisa memeluk leher sang suami dengan posisi masih duduk di pangkuan Daniel.


"Aku sudah sampai di hotel milikmu" jawab si penelepon yang tidak lain adalah Hyuga.


"Lah iya, aku lupa" ucap Daniel.


"Ya elah, pasti kau sedang melakukan hal yang tidak-tidak pada istrimu kan?, sampai-sampai kau lupa padaku" hanya Hyuga menebak dengan nada sedikit kesal.


"Lisanmu itu kalau berbicara seperti ayam buang air" jawab Daniel sedikit kesal sedangkan Leny yang mendengarkan percakapan suaminya hanya mengerutkan keningnya sambil menikmati bau keringatnya Daniel.


"Suka sembarangan!. Ayam kan selalu buang air sembarangan, sama seperti lisanmu kalau berbicara!" jawab Daniel kesal.


"Kok malah jadi bahas kotoran ayam?. Aku mau menemui mu ini!" ucap Hyuga mengalihkan pembicaraan.


"Iya-iya bawel!" jawab Daniel dan langsung mengakhiri panggilan teleponnya.


"Siapa sih suamiku?" tanya Leny yang masih memeluk leher Daniel.


"Hyuga, dia sudah ada di loby hotel" jawab Daniel sedikit kesal karena kenikmatannya terganggu oleh sahabatnya itu.


"Apa Hyuga?, berarti bersama Koury juga dong?" tanya Leny terkejut sambil mengangkat kepalanya dari dada bidangnya Daniel, dan Daniel hanya mengangguk saja.


"Yaudah, kalau begitu Bunda mau pakai baju dulu" timpal Leny dan langsung bangkit dari pangkuan Daniel.


"Terus mainnya gimana?" tanya Daniel dengan wajah sedihnya.


"Nanti malam kan bisa sih" jawab Leny sambil memilah pakaian yang ingin ia kenakan.


"Sekarang dong Honey" rengek Daniel sambil memeluk Leny dari belakang.


"Gak baik Ayah membuat tamu harus menunggu" jawab Leny tersenyum sambil mencubit pipi suaminya.


"Iya deh iya" jawab Daniel.


"Yaudah, Bunda tolong temui mereka dulu ya. Ayah mau mandi dulu" timpal Daniel mencium kening Leny dan langsung beranjak ke kamar mandi.


"Iya suamiku, jangan lama-lama loh" jawab Leny.


Setelah selesai mengenakan pakaian dan berdandan tipis-tipis, dengan semangat dan wajah gembiranya ia langsung keluar dari kamar hotel untuk menyambut kedatangan sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu.


Sedangkan di sisi lain tepatnya di loby hotel milik Daniel, Hyuga dan Koury tengah menunggu di sebuah sofa setelah Hyuga berkata kalau mereka adalah tamu spesialnya Daniel.


Disaat tengah asik menunggu, Wulan yang tengah lewat sambil menuntun Damin di buat terkejut saat melihat Hyuga dan Koury yang sudah lama tidak bertemu. Dengan perasaan senang ia langsung menghampiri mereka berdua.


"Kak Hyuga?, Kak Koury?" panggil Wulan.


Pasangan suami istri itu langsung menoleh ke arah suara tersebut, dan mereka berdua juga ikut terkejut saat melihat Wulan berada di depan mereka.


"Wulan?" panggil Hyuga dan Koury secara bersamaan.


"Ya ampun, sudah lama kita tidak bertemu" ucap Koury dan langsung memeluk Wulan dan Wulan membalas pelukan dari Koury.


Hyuga hanya tersenyum saat melihat istrinya bisa tersenyum dan melupakan masalah yang tengah menimpah Adiknya walau hanya sesaat. Akan tetapi membuat Hyuga merasa senang.


Namun pandangannya tertuju pada seorang bayi laki-laki yang wajahnya sangat mirip dengan sahabatnya yaitu Daniel. Hyuga dan Damin saling tatap, namun Damin sama sekali tidak merasa takut saat mereka berdua saling tatap dalam waktu yang lumayan lama, bahkan Damin melemparkan senyuman manis yang sama persis saat Daniel tersenyum.


"Fix!. Kamu pasti putranya Daniel" ucap Hyuga tersenyum.


"Iya jelas dong. Lihat, tampannya saja sama, mungkin lebih tampan dari Ayahnya" ucap seorang wanita sambil berjalan menuju ke arah mereka dan mendengar ucapan dari Hyuga barusan.