Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PERANG BESAR


William terus memancing emosi Daniel dengan sengaja. Sedangkan Daniel hanya diam dan menatap William dengan tatapan dingin dari balik topeng yang ia kenakan.


"Ada apa?, apa hanya segini saja aura dari orang yang memiliki banyak julukan?. Anda itu memiliki gelar yang bukan main-main tuan, kenapa malah sekarang anda terlihat sangat lemah?, bahkan sepertinya ilmu anda jauh di bawahku" tanya William mengejek.


Kemudian William tersenyum meremehkan sembari menatap ke seluruh orang-orang yang Daniel bawa. Saat kedua bola matanya tertuju ke arah Wulan dan Jasmine, lagi-lagi kata hinaan keluar dari mulutnya.


"Hahaha, ada apa ini?. Apa anda ingin bertamasya?, sampai-sampai anda membawa dua wanita cantik itu?" tanyanya semakin merendahkan Daniel. Namun Daniel masih terus diam dan hanya menatap William yang sedari tadi menghina dirinya.


"Kau itu seorang lelaki, tapi kenapa mulutmu melebihi seorang wanita?" tanya Daniel mengejek dan membuat semua orang yang berada di belakang Daniel tertawa.


"Hahaha, Kakak benar sekali" Fauzi tertawa terbahak-bahak sambil memegangi pundak sang Kakak.


"Apa perlu kau ku belikan perlengkapan wanita sampai bagian dalamnya?" timpal Fauzi bertanya dan menatap William dengan tatapan menghina.


"Gak usah banyak bicara lagi!. Jika kalian ingin menyerang, silahkan serang!. Akan ku layani dengan baik" jawab William merasa tak terima.


Daniel menatap ke arah langit dan membuang nafasnya begitu panjang. Lalu ia menatap ke arah William, dengan senyuman psikopatnya Daniel berjalan perlahan.


Tanpa di perintahkan oleh William, beberapa anak buah Valkery langsung bergegas untuk melindungi William karena mereka tau kalau langkah Daniel sangat berbahaya meskipun terlihat seperti langkah biasa-biasa saja.


Namun secara tiba-tiba 5 orang yang membentengi William terjatuh dan kepala yang sudah bolong serta darah yang terus mengalir.


William yang tadinya sombong langsung berubah seketika saat melihat kelima bawahannya tewas secara tiba-tiba tanpa ia tau apa penyebabnya.


"Ada apa ini?, kenapa tiba-tiba mereka tewas begini?" gumam William tercengang.


Jasmine hanya tersenyum sinis melihat wajah William yang terlihat seperti sedang panik dan kebingungan. Ia yang tadinya begitu sombong tiba-tiba langsung berubah hingga begitu berhati-hati dengan mata yang terus melihat ke sekeliling.


"Bocah ingusan yang sombong. Kau belum begitu matang, aku tau kau juga pasti baru pertama kalinya dalam situasi seperti ini kan?!" tanya Jasmine menebak.


"Bocah kemarin sore yang belum pernah sama sekali berada dalam pertempuran, sudah berani-beraninya menantang seorang pria nomor satu di Asia" timpalnya menggeleng.


"Tak perduli dengan nama apapun itu yang melekat pada pria pembunuh ini!. Kematian Ayahku harus di balas oleh tanganku sendiri" jawab William mengepalkan tangan dan menatap Daniel dengan tatapan penuh rasa kebencian.


"Jika kau bisa, maka segera lakukan!. Jangan terlalu banyak omong!" ucap Daniel yang tiba-tiba sudah berdiri di depan William hingga membuatnya terkejut.


Lalu Daniel langsung mencengkram leher William hingga kakinya sudah tak menapak tanah karena Daniel yang mengangkatnya.


Kemudian Daniel membanting tubuh William. Setelah tubuhnya terjatuh, Daniel langsung menendang tubuh Wiliam hingga terpental menghantam pohon besar.


Para anak buahnya William hanya tercengang dan langsung membantu bos mereka yang sedang terluka akibat perbuatan Daniel.


Beberapa anak buahnya mencoba membatu William untuk berdiri. Namun William yang sudah terlalu emosi langsung memberontak dan mendorong bahkan sampai memukul beberapa bawahannya yang membantu dirinya bangkit.


"LEPASKAN AKU!. AKU TIDAK BUTUH RASA IBA DARI KALIAN!" ucap William penuh emosi


"Aku sudah berjanji di makam milik Ayahku, kalau aku yang akan menghabisi dirimu!.Jadi tidak akan ku biarkan satupun orang yang merebut cita-citaku selama ini. Karena membunuhmu dengan tanganku sendiri adalah janjiku seumur hidupku" jawab William menatap Daniel sedangkan Daniel hanya tersenyum dengan tatapan yang seakan meremehkan dirinya. Namun tidak bisa di lihat oleh William karena Daniel menggunakan sebuah topeng.


"Apa itu?, jangan bilang kalau itu eternal body!" gumam Daniel mengerutkan keningnya.


"Apa anda tau benda ini tuan muda?" tanya William tersenyum mengejek


"Ya, ini adalah obat yang di larang oleh seluruh kelompok Assassin terutama Dark Shadow yang sangat membenci obat ini. Tebakan anda benar, ini adalah eternal body" timpalnya tertawa penuh kemenangan.


"Dari mana bocah ingusan itu mendapatkan obat ilegal itu?!" tanya Jasmine geram.


"Cih!, lagi-lagi harus berurusan dengan obat haram itu!" ucap Fauzi tak kalah geramnya.


"Lagi-lagi?. Apa kalian pernah melawan orang yang menggunakan obat itu?" tanya Jasmine.


"Dulu waktu kami melawan kelompok Petir Hitam, mereka mengkonsumsi obat itu" jawab Fauzi menatap dingin ke arah William yang sedang tertawa.


"Petir Hitam? " tanya Jasmine terkejut.


"Ya, kelompok itulah yang merenggut nyawa kedua orang tuanya Kak Daniel, dan membuatnya harus menderita bertahun-tahun karena kehilangan sosok Ayah dan Ibu" jawab Kevin menyela.


"Kak Daniel sempat koma karena menghabisi mereka yang menggunakan obat busuk tersebut" sambung Kevin.


"Apa yang dia lakukan sampai orang sekuat dirinya bisa sampai mengalami hal seperti itu?" tanya Jasmine semakin penasaran.


"Kak Daniel mengeluarkan seluruh auranya bahkan sampai melewati batasnya saat menghabisi orang-orang yang menggunakan obat itu" jawab Kevin.


"Ada beberapa faktor yang membuat Kak Daniel sampai mengamuk itu. Pertama, mereka dari kelompok Petir Hitam yang sudah membunuh kedua orang tuanya. Kedua, ia sangat membenci obat haram itu, dan yang ketiga mereka sempat menculik Kakak ipar" sambung Fauzi menambahkan.


"Aku takut kalau Kak Daniel sampai terluka parah untuk yang kedua kalinya. Aku tak ingin melihat Kak Leny sedih lagi" sela Wulan khawatir.


Daniel terus menatap William yang sedari tadi hanya tertawa seakan-akan kemenangan sudah berada di tangannya karena ia dan kelompoknya memiliki obat yang bisa membuat mereka menjadi kebal dari serangan kelompoknya Daniel.


"Sepertinya pemenang dari peperangan ini sudah terlihat" ucap William tersenyum sinis dan langsung menelan obat tersebut, di ikuti oleh seluruh bawahannya.


"Sebaiknya cepat gali sendiri kuburan kalian semua" timpalnya tersenyum sinis setelah ia menelan obat tersebut.


"Berhati-hatilah, sebentar lagi mereka akan menjadi gila dan akan terus menyerang kita tanpa lelah" ucap Rian memperingati seluruh rekannya.


"Kita harus saling melindungi satu sama lain. Kerahkan seluruh kekuatan yang kalian miliki" sambung Fauzi sembari memperhatikan seluruh musuhnya yang sudah berubah menjadi tidak waras setelah menelan obat tersebut.


Benar saja. Ketika salah satu dari orang-orang yang sudah tak waras itu mulai menyerang, dengan sangat keras Dion menghantam kepala orang tersebut hingga membuatnya terpental, namun pria yang terkena pukulan keras dari tongkat besi milik Dion, ia langsung bisa bangkit seakan tidak terjadi apa-apa pada dirinya.


"Mereka bukan manusia lagi!. Mereka sudah berubah menjadi zombie!" ucap Dion terkejut.


Rian dan yang lainnya langsung mendapat serangan dari seluruh kelompok Valkery yang sudah berubah menjadi zombie seperti yang di katakan Dion tadi. Semakin di hajar, maka mereka akan semakin gila hingga membuat Rian dan yang lainnya sampai kewalahan menghadapi para zombie-zombie waras itu.


Di sisi lain. Meskipun Wiliam sudah mengkonsumsi obat tersebut dan menyerang Daniel secara membabi buta, namun Daniel masih bisa menghindar bahkan ia juga bisa memberi pukulan keras pada William. Meskipun Wiliam berada dalam pengaruh obat tersebut, akan tetapi pukulan yang di berikan oleh Daniel masih terasa sakit.