
Kedatangan Hyuga membuat sedikit rasa was-was untuk Daniel karena ia tau jika sahabatnya itu sering keceplosan dan sulit untuk merahasiakan sesuatu jika sudah di desak terus menerus.
Daniel berharap kalau Hyuga bisa cepat-cepat pergi darinya dan jangan pernah sampai membocorkan rahasia terbesarnya pada sang Istri. Jika hal itu terungkap, maka media akan mengincarnya dan para wartawan akan memberitakan hal yang aneh-aneh untuk dia dan keluarganya. Ia tak ingin Leny ikut terlibat dalam masalahnya kelak, dan itu juga demi keselamatan dari Istri serta bayi mungil mereka.
Selama ini Leny memang tak pernah curiga tentang siapa Suaminya sebenarnya, yang ia tau Daniel hanyalah seorang Suami yang sangat bertanggung jawab dan sangat mencintai dirinya dan juga putra kecilnya.
Mungkin suatu saat nanti Daniel memang harus memberitahu kepada sang Istri bahwa siapa dirinya yang sebenarnya, apa pekerjaan ia selama ini. Karena yang ia tau, jika dia menyiksa atau menghukum seseorang yang melakukan kesalahan, reaksi dari Istri dan putranya sangat gembira bahkan tak ada rasa takut maupun jijik di mata mereka.
Sepertinya kali ini Daniel harus membuang pikiran buruknya untuk kedepannya dan ia hanya harus fokus untuk membahagiakan keluarga kecilnya saja.
Setelah Daniel memberi peringatan pada sahabatnya itu, kini mereka berdua sudah kembali bergabung dengan Leny dan yang lainnya yang sudah lama menunggu mereka berdua.
"Lama banget sih?!, bahas apa aja?!" tanya Leny menyebikkan bibirnya.
"Hehe, maaf ya kalau aku meminjam Suamimu terlalu lama" ucap Hyuga menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Biasa, kami kan sudah beberapa tahun tidak bertemu, jadi kami banyak mengobrol sampai selama ini, hehehe" timpalnya
"Iya!. Tapi setelah bertemu kamu berani-beraninya menghajar Suamiku!" ucap Leny seakan tak terima
"Hehe, itu sudah kebiasaan kami" jawab Hyuga merasa tak mempunyai kesalahan
"Lagipula sewaktu kami di Dar..." ucapan Hyuga terhenti karena Wulan dan Kevin yang menyelanya
"Ahrkk!!. Ih capung tolong bawakan ini" ucap Wulan menatap Leny dengan sedikit panik
"Haa.. I.. iya-iya" jawab Kevin ikutan panik
Sedangkan Daniel sudah melotot menatap Hyuga yang tidak bisa si saring dulu jika ingin berbicara.
"Dar..? dar apa?!" tanya Leny penasaran
"Dar... dar... hmm, daratan Jepang maksudnya! he he hehe" jawab Hyuga salah tingkah karena sadar atas ucapannya tadi
Leny memicingkan matanya dan tak henti-hentinya terus melihat kearah Hyuga yang menurutnya sangat mencurigakan itu.
"Ah sudahlah Bunda!, jangan di pikirkan ucapan manusia aneh ini" ucap Daniel mengambil Damin dari gendongan sang Istri
"Anggap saja ia tak waras" timpalnya berbisik dan langsung merangkul pinggang Leny, lalu mereka berdua pergi menyusul Kevin serta Wulan yang sudah pergi terlebih dahulu.
"Hoy! Daniel tunggu dong!" ucap Hyuga sedikit berteriak dan segera menyusul mereka berdua
"Duh! kemana Istriku ini, ke toilet aja lama banget!" timpalnya celingak-celinguk mencari keberadaan orang yang ia bicarakan.
Daniel menggendong Damin sambil merangkul pinggang sang Istri yang tengah sibuk memainkan ponselnya sampai-sampai pandangannya hanya terfokus pada layar di depannya sehingga hampir menabrak tiang yang berada di depannya. Jika sang Suami tak bergerak cepat, mungkin akan ada benjolan di jidatnya.
"Tu lah Bunda, terlalu fokus ke ponsel. Malah sampai senyum-senyum sendiri pula tu" ucap Daniel mencubit pipi sang Istri
"Hehehe. Maaf Suamiku, tadi Bunda meminta Silvia dan Ronny untuk menyusul" jawab Leny menjelaskan
"Mumpung mereka berdua sedang berada di dekat sini" timpalnya tersenyum
Daniel menghela nafasnya dan menjawab "Iya deh Istriku"
Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda karena sebuah tiang tadi yang hampir mencium jidat milik Leny.
Akhirnya orang yang di tunggu-tunggu oleh Leny datang menghampiri mereka, Silvia yang tengah cantiknya sambil menggandeng tangan Ronny melangkah mendekati Leny dan yang lainnya.
"Wah makin lengket aja ni" ucap Leny menggoda sahabatnya itu setelah Silvia dan Ronny baru tiba.
Tak lama kemudian datang seorang wanita lain datang ketempat mereka berkumpul sampai membuat mereka terkejut saat tau siapa wanita tersebut.
"Aduh maaf ya Suamiku, tadi aku sekalian membeli minuman untuk kita" ucap wanita itu langsung menggandeng tangan Hyuga
"Ah tidak apa-apa Istriku, yang penting kamu baik-baik saja" jawab Hyuga mengelus kepala Istrinya
Sedangkan Daniel, Silvia, Wulan, dan juga Kevin sampai ternganga melihat sosok wanita yang menjadi Istri dari Hyuga.
"Kok bisa?" batin Silvia masih tak percaya
"Kenapa mereka bisa saling kenal dan bahkan sudah menjadi Suami Istri?" timpal batin Daniel
"Sepertinya Kak Hyuga menyembunyikan sesuatu" batin Kevin juga, sedangkan Wulan hanya menggeleng seakan tak percaya
Namun tidak dengan Leny dan juga Ronny, mereka berdua di buat bingung karena melihat ekspresi dari Daniel dan yang lainnya seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Ada apa ini?!" tanya Leny penasaran menatap mereka semua
"Ah!, iya sampai lupa" ucap Hyuga menatap Daniel dan yang lainnya
"Sayang, perkenalkan ini sahabat aku, Daniel" timpalnya menyentuh pundak Daniel
Wanita itu sedikit terkejut saat mendengar nama tersebut, nama yang sangat familiar di telinga dan juga kenangannya dulu.
"Daniel?" gumamnya
Saat wanita itu menoleh, dan benar saja ia langsung terkejut saat melihat wajah tampan milik Daniel. Pria yang dulu ia sering perebutan dengan saingannya sewaktu di sekolah ternyata berada di dekatnya dan bahkan Daniel juga adalah sahabat dari Suaminya.
"Daniel?!" tanya wanita itu terkejut
"Hey Koury" sapa Daniel tersenyum
"Dan.." ucapan wanita itu terhenti saat ia melihat sosok saingannya juga ada berada di sana
"Lah, Silvia?!. Hahaha, apa kamu masih belum menyerah untuk mendapatkan cintanya Daniel?" ucap Koury mengejek
"Jadi kalian bertiga sudah saling kenal?" tanya Leny penasaran
"Iya!. Kami dulunya adalah teman satu sekolah, dan aku bersama wanita itu selalu memperebutkan Daniel. Tapi saat aku tau jika Daniel pernah berkata kalau dia memiliki kekasih di Indonesia, aku langsung menyerah" jawab Koury tanpa melihat Leny dan terus menatap Silvia seakan mengejeknya.
"Dan aku tak menyangka kalau kamu masih mengejar-ngejar Daniel" timpalnya menggelengkan kepalanya
Leny yang mendengar kalau sahabatnya di hina, merasa tak terima. Saat Silvia ingin menjawab, Leny langsung memotongnya dan membela Sahabatnya yang memang sudah berubah.
"Maaf ya mbak cantik, tolong jangan berkata seperti itu pada sahabatku" ucap Leny tak terima
Koury menatap Leny dan berkata "Oo.. jadi kamu sahabat dari wanita yang tak tau malu itu ya?"
"Iya!. Dia sahabatku, dan pria yang kalian perebutan ini, adalah Suamiku!" jawab Leny tak terima dan merangkul lengan Daniel dengan erat.
"Dan tolong jaga lisan anda ya cantik, Silvia sudah berubah!. Pria yang berada di sampingnya itu adalah kekasihnya, dan sebentar lagi mereka akan menikah?!" timpalnya menatap Silvia tersenyum
Silvia yang mendengar perkataan Leny yang begitu sangat membela dirinya, merasa senang dan terharu, karena wanita yang selama ini ia benci, kini justru sangat membela harga dirinya.
"Apa?!, jadi kamu wanita yang Daniel cintai sejak masa SMA?" tanya Koury tak percaya dan terus menatap Leny.
"Iyaps!, perkenalkan!. Aku Leny Syahputra!, dan Ini adalah putra tampanku dengan Daniel, Damin Lee Syahputra!" ucap Leny dengan tegas memperkenalkan dirinya.