Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
BALAS DENDAM? MEMANGNYA KAU SIAPA?


Di luar rumah sakit milik Daniel terdapat puluhan pria aneh yang sudah memenuhi jalanan dan sampai membuat orang-orang menjadi kesulitan untuk melewati jalan tersebut karena kemacetan yang di buat oleh orang-orang aneh itu.


"HOI! DANIEL KELUAR KAU B4N6S4T!" teriak pemimpin mereka.


"APA KAU TAKUT DAN BERSEMBUNYI DI BAWAH KETIAK ISTRIMU?" sambung anak buahnya dan mereka semua tertawa.


"Jaga lisan kalian semua b4j1ng4n!" ucap Ronny tak terima.


"Kau diam saja satpam busuk!" ucap salah satu dari mereka.


"Yang kami mau hanya Daniel!, bukan orang lemah seperti kalian satpam-satpam busuk!" sambung rekannya.


"Brukkhh!! " Tiba-tiba Ronny memukul salah satu dari pria yang memaki mereka tadi.


"Berani sekali kau satpam busuk!" ucap rekannya dengan geram.


"Awalnya aku tak ingin melakukan itu, tapi kalian yang meminta" jawab Ronny santai sembari mengibas-ngibaskan tangannya.


"Untuk apa bosku harus berurusan dengan orang-orang bodoh seperti kalian, cukup aku saja yang menghadapi kalian semua. Itu sudah cukup" timpal Ronny santai.


"Kau jangan terlalu sombong, kau hanya seorang penjaga keamanan di sini" ucap pemimpin mereka menunjuk-nunjuk Ronny.


"Justru itu sudah menjadi tugasku menjaga keamanan di tempat ini bodoh!" jawab Ronny dan mencoba memukul pria yang menunjuk-nunjuk dirinya tadi. Namun pukulan Ronny berhasil pria itu hindari dengan mudah.


"Ups, hampir saja" ucap pria itu dengan sombongnya.


Karena terlalu emosi, Ronny langsung menyerang pria itu. Akan tetapi semua serangan dari Ronny dapat di hindari oleh pria itu dengan sangat mudah, dan pria itu langsung membalas serangan Ronny sampai membuat Ronny tersungkur.


Silvia yang berada di sana langsung menghampiri kekasihnya. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Ronny, mengingat kalau mereka belum ada beristirahat setelah pulang dari Paris.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Silvia sambil membantu Ronny berdiri.


"Pak Ronny, sebaiknya anda jangan meladeni mereka. Kalian juga baru pulang dari Perancis, pasti butuh istirahat" sambung Rendy yang ikut mengangkat Ronny.


"Iya, maaf mas Rendy" jawab Ronny.


"Kamu gak terluka kan sayang?" tanya Silvia lagi sembari memeriksa tubuh Ronny.


"Aku baik-baik saja sayang. Mungkin aku kurang istirahat, jadinya tidak konsentrasi" jawab Ronny tersenyum, agar Silvia tidak mengkhawatirkan dirinya.


"Apa sudah selesai drama cinta kalian?" tanya pria yang memukul Ronny tadi.


"Aku sangat muak dengan semua itu" sambungnya, dan berniat untuk memukul Silvia. Karena takut, Silvia hanya menutup matanya, sedangkan Ronny langsung bergerak melindungi sang kekasih.


Untung saja Daniel datang tepat waktu. Tinjuan dari pria itu langsung di tangkap oleh Daniel.


"Apa maksudmu memukul seorang wanita?" tanya Daniel dengan santai dan menatap pria itu dengan dingin, kemudian Daniel langsung mendorong pria itu agar menjauh dari mereka.


"Pak bos?" ucap Rendy yang sedikit terkejut melihat kedatangan Daniel.


"Haha, akhirnya kau keluar juga" ucap pria itu tertawa bahagia.


"Akhirnya aku bisa membalas dendam ku selama bertahun-tahun. Sudah lama aku menantikan ini, aku terus mencari mu kemana-mana. Menyebrangi lautan, melewati lembah, dan semua usahaku tidak sia-sia, karena orang yang selama ini aku cari sudah ku temukan, hahaha" ucap pria itu panjang lebar.


"Ha?!. Kau sedang curhat?, apa berpuisi?. Menyebrangi lautan, melewati lembah, kau pikir aku peduli?" ucap Daniel bertanya.


"Balas dendam?, kau siapa?, aku tidak mengenalmu" timpalnya bertanya.


"Kau tidak ingat denganku?" tanya pria itu.


"tidak, dan aku juga tidak peduli kau itu siapa" jawab Daniel acuh.


"Untuk apa kau membawa orang-orang berkepala bohlam di sini?, membuat tempatku semakin terang saja" timpalnya menatap para orang-orang yang pria itu bawa dengan kepala botak semua.


"Kau tidak mengenaliku, dan kau juga mengejek orang-orangku!, kau benar-benar membuatku semakin dendam padamu!" ucap pria itu semakin geram.


"Eh bodoh!. Aku memang tidak kenal denganmu" ucap Daniel sedikit emosi.


"Oooo... Gak ingat" jawab Daniel santai.


"B4N6S4T! teriak pria itu.


"Sakuya Tojo. Pria nomor satu di sekolah kita dulu, dan tak ada orang yang berani menentang dirinya, bahkan Joe Ikary juga salah satu bawahnya. Namun semua berubah saat kamu mengalahkannya Daniel" ucap Silvia menjelaskan siapa pria itu.


"Tetap saja aku tidak mengenalnya. Aku tidak pernah mengingat siapa saja yang sudah ku kalahkan" jawab Daniel dengan malasnya.


"Tapi kalau kau kemari hanya untuk melakukan pembalasan, yaudah kita selesaikan sekarang juga" timpal Daniel tersenyum sinis.


"Daniel, kamu jangan gegabah. Kamu baru pulang dari perjalan jauh, dan mereka juga bukan satu atau dua orang. Jangan membuat istri dan anakmu menjadi khawatir" ucap Silvia khawatir.


"Kenapa kau begitu membelanya hah?!, apa kau masih menyukai pria itu wahai bunga sekolah?!" tanya Sakuya.


"Apa maksudmu hah?!" tanya Leny yang tiba-tiba muncul dan langsung berdiri di samping Daniel.


"Wanita gila mana lagi yang muncul hah?!" tanya Sakuya menatap tajam Leny.


"Kau jaga pandanganmu!. Jangan sampai ku congkel bola matamu itu!" ucap Leny mengancam.


"Hahaha, memangnya kau berani melakukan itu nona cantik?" tanya Sakuya mengejek.


"Kau!..." ucapan Leny terhenti karena Daniel memegang tangannya.


"O.. Jadi wanita itu istrimu?!" tanya Sakuya.


"Bagus, setelah aku berhasil menghancurkanmu, aku akan bermain dengan istrimu, hahaha" tawa Sakuya percaya diri dan para anak buahnya ikut tertawa.


Tiba-tiba dengan cepat, Daniel langsung menghantam kepala dua orang dari anak buahnya Sakuya ke aspal, dan dia berkata "Menghancurkanku?, bermain dengan istriku?. Kau pikir kau mampu menyentuhnya?". Kemudian Daniel mencengkram erat kedua kepala plontos dari anak buah Sakuya.


Merasa tak puas, kini kaki Daniel langsung menghantam kedua kepala yang sudah ia kalahkan, dan otomatis kedua pria itu sudah tak berdaya.


Mata Sakuya langsung terbelak melihat Daniel yang begitu menyeramkan. Dengan sekejap suasana di sekitar lokasi itu terasa sangat panas dan begitu gelap, dan saat Sakuya melihat Daniel, ia melihat wajah Daniel tersenyum aneh seperti iblis yang menyeramkan.


"A..apa yang kalian lakukan, serang dia!" ucap Sakuya memerintah.


Setelah mendapat perintah dari Sakuya, seluruh anak buahnya langsung menyerang Daniel. Namun Sakuya langsung menjauh dari Daniel agar bisa menjaga jarak dari sosok iblis yang menyeramkan itu.


Daniel hanya diam saja saat semua anak buah dari Sakuya mulai menyerang dirinya. Kemudian Daniel tertawa, namun tawanya begitu sangat aneh, dan pandangan matanya sangat menyeramkan di mata para anak buah Sakuya yang ingin menyerang dirinya.


Sebelum para anak buah Sakuya mendekat, dengan cepat Daniel sudah berada di depan salah satu dari anak buah Sakuya dan Daniel langsung melayangkan pukulannya sampai membuat pria itu terpental lumayan jauh hingga tak sadarkan diri.


Tawa Daniel semakin aneh dan menyeramkan di sela-sela ia melakukan pembantaian pada orang-orang sudah bosan hidup dengan mencari masalah dengannya.


"Hahaha!, ayo bangun!. Apa kalian masih bisa menari?" tanya Daniel sambil tertawa aneh.


Orang-orang yang melihat kelakuan iblis Daniel sangat ketakutan. Apalagi dengan Silvia yang memang belum tau siapa sosok Daniel sebenarnya. Bahkan kedua satpam baru itu juga langsung merinding saat melihat bos mereka menggila. Sedangkan Leny tersenyum sembari menyilangkan kedua tangannya menikmati permainan yang di lakukan oleh suaminya.


"AYO AYAH!. HAJAR, PATAHKAN TULANG MEREKA, CABUT TULANG BELAKANGNYA, LEPASKAN KEPALANYA. HAHAHA" teriak Leny tertawa.


"Apa ini yang di namakan pasangan iblis?!" gumam Sakuya merinding ketakutan dan berniat ingin melahirkan diri dari amukan Daniel.


Pada saat Sakuya ingin berlari, tiba-tiba sebuah tangan mencengkram pundaknya. Ketika ia melihat siapa pemilik tangan tersebut, ia langsung ketakutan melihat Daniel yang tersenyum aneh menatap dirinya dengan nafas yang menyeramkan.


"Ha ha ha. Kau mau kemana hah?!" tanya Daniel dan langsung memukul wajah Sakuya hingga membuat tubuhnya terpental menghantam sebuah pohon di belakangnya.


Masih belum puas, Daniel mendekati Sakuya yang masih terkapar di bawah pohon yang sudah menghantam tubuhnya tadi. Kemudian Daniel langsung mencengkram wajah pria itu sampai memaksanya berdiri.


Lalu Daniel membanting tubuh Sakuya dengan tangannya yang masih mencengkram erat wajah pria itu. Kemudian Daniel melihat Sakuya yang masih bernafas, ia tersenyum aneh lagi dan langsung mengangkat tubuh Sakuya dengan tangannya yang tak melepaskan cengkeramannya.


Kemudian Daniel berlari ke arah dinding yang berlapis kaca dan menghantamkan tubuh Sakuya di dinding tersebut. Seketika kaca itu langsung pecah dan pecahannya berserak kemana-mana.


Akibat penyiksaan yang Daniel berikan, membuat kesadaran Sakuya mulai menghilang dan perlahan cengkraman Daniel pada wajah pria itu juga mulai melemah. Setelah Daniel melepaskan cengkeramannya, terlihat pria itu yang terbatuk-batuk dan sudah hampir tak bernyawa.


Daniel berjongkok dan menatap Sakuya dengan tatapan dingin, lalu ia berkata dengan suara datar "Aku sengaja hanya menyiksamu dan tidak akan membunuhmu. Agar kau bisa mengingat rasa menderita yang ku berikan. Polisi akan datang dan membawa kalian semua". Kemudian Daniel berdiri lalu meninggalkan Sakuya yang sudah kritis tak berdaya.