Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
SABOTASE


Aqila sangat terkejut mendengar dirinya akan di lamar, dia terdiam terpaku karena masih syok tiba-tiba Elang menyatakan bahwa ingin menikah dengannya.


"Sayang...? apa kamu mau menjadi menantu kami?" tanya Bu Dewi


Aqila melihat ibunya Elang lalu melihat Elang yang telah bersujud dan menyodorkan sebuah cincin di hadapannya, dia mengangguk pelan dan berkata


"Iya.. aku mau"


Karena tak tahan lagi menahan air mata bahagianya, akhirnya Aqila menangis dalam pelukan Elang.


"Terimakasih ya cantik, kamu mau menikah denganku" ucap Elang terharu dalam pelukan Aqila


Setelah menerima lamaran dari pangeran tampannya, kini Aqila menjadi lebih bersemangat menjalani kehidupannya.


__________________________


Kini mereka sudah kembali ke Indonesia, dan mereka berdua sedang melakukan pekerjaan masing-masing. Dan Aqila lebih sering datang ke rumah sakit milik Elang bukan sebagai pasien lagi, melainkan sebagai calon istri dari pemilik rumah sakit itu.


TOK TOK...


"Masuk" ucap Elang sedang sibuk dengan dokumen para pasiennya


CKLEEK...


"Mas..." ucap Aqila langsung memeluk Elang dan di sambut dengan pelukan juga oleh sang pangeran


"Ayo mas, kita makan siang dulu, jangan kerja terus, emang kamu mau jadi pasien di rumah sakit kamu sendri?" ajak Aqila menarik-narik lengan Elang


"Iya-iya cantiknya aku, bawel deh" ucap Elang mencubit hidung Aqila


Pasangan muda yang sedang di mabuk asmara itu pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju restoran favorit mereka untuk makan siang bersama.


Elang selalu memperlakukan Aqila layaknya seorang ratu, dia begitu mencintai wanita yang telah memikat hatinya itu.


_____________________


Setelah hampir 1 tahun mereka bertunangan, dan hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk sepasang kekasih itu karena mereka telah resmi menjadi sepasang suami-istri.


Saat di atas pelaminan, Aqila tak henti-hentinya memandangi sosok pria sejati yang berada tepat di sampingnya yang telah menjadi pelengkap hidupnya.


"Terimakasih ya Allah, engkau telah mengirimkanku seseorang pangeran yang begitu sangat mencintaiku" batin Aqila.


____________________


6 bulan kemudian akhirnya sang adik Leo juga menikahi sang pujaan hatinya Rani, Dan kedua orangtua dari Elang sangat bahagia karena anak-anak mereka sudah menemukan kehidupan masing-masing.


Saat ini keluarga besar pak Zafar sedang berkumpul di kediaman milik Elang dan Aqila untuk merayakan syukuran atas kehamilan Aqila yang ke 4 bulan. Di tambah sang menantu tengah mengandung bayi kembar, membuat kebahagiaan mereka semakin bertambah.


Tiba-tiba pintu utama rumah Elang di buka oleh seorang gadis cantik yang tidak lain adalah adik kandung dari Aqila yang bernama Anita.


"Adek..!" ucap Aqila terkejut karena melihat kedatangan sang adik


"Aduh kakak.." ucap Anita memeluk sang kakak


"Maaf ya kak, waktu kakak menikah aku tidak bisa hadir" timpal Anita masih memeluk Aqila


"Gak papa dek, kan kamu sedang sibuk kuliah di Jerman" jawab Aqila


"Ayah, ibu, perkenalkan ini adik kandung saya Anita" ucap Aqila memperkenalkan sang adik pada mertuanya


"Wah kamu cantik juga ya sayang, mirip dengan kakakmu" ucap ibu Dewi


"Hehehe, biasa aja tante" ucap Anita mencium punggung tangan buk Dewi dan pak Zafar


"Halo, aku Rani, adik iparnya kak Elang dan Aqila" ucap Rani mengulurkan tangannya pada Anita


"Aku Anita" jawab Anita menjabat tangan Rani


Elang menyuruh mereka duduk untuk makan siang bersama sembari menyambut kedatangan sang adik iparnya itu.


"Oh iya dek, bagaimana kabar Yoga?" tanya Aqila


"Baik kok kak, sebentar lagi kami juga akan menikah" jawab Anita sambil meminum jus jeruk miliknya


Aqila yang tengah menyendokkan makanannya kedalam mulut langsung tersedak karena mendengar perkataan sang adik


"uhuk-uhuk" Aqila tersedak


"Minum cantik" ucap Elang memberikan segelas air putih dan menepuk-nepuk punggung Aqila


"Apa?!, menikah?!" tanya Aqila terkejut


"Kapan kalian akan menikah?" tanya Aqila penasaran


"Setelah 2 bulan kakak melahirkan keponakanku" jawab Anita


"What?!" Aqila semakin terkejut


"Apa gk kecepatan dek?" tanya Aqila masih tidak percaya


"Kak, kami sudah 3 tahun pacaran, kami tidak mau terus menambah dosa, makanya Yoga mengajakku menikah" jawab Anita serius


"Benar sayang, ibu setuju dengan apa yang di katakan adik kamu" sela buk Dewi memotong pembicaraan mereka


________________


5 bulan kemudian...


Aqila tengah berjuang melahirkan kedua bayi kembarnya dia dan Elang. Aqila bisa melahirkan secara normal dan tak harus melakukan operasi Caesar.


Seluruh keluarga besar mereka sedang risau menunggu kelahiran bayi dari Aqila dan Elang di ruang tunggu. Buk Dewi begitu khawatir dengan keadaan sang menantunya itu, dia terus saja mondar-mandir karena terlalu khawatir dengan keselamatan dari cucu dan menantunya.


Sama halnya dengan Elang yang tengah menemani sang istri tercinta saat melahirkan anaknya. Dia begitu tidak tega melihat sang istri harus berjuang mempertaruhkan nyawa demi kedua buah hati mereka.


Setelah melakukan proses melahirkan selama hampir 4 jam, akhirnya kedua bayi tampan mereka keluar dari rahim ibu mereka, Daniel yang pertama kali keluar dan selang 10 menit di susul sang adik Dion.


Terdengar suara tangisan dua bayi dari ruangan persalinan, dan membuat seluruh keluarga mereka merasa lega karena bayi dan ibu di nyatakan baik-baik saja.


"Wah selamat ya bapak dan ibu Syahputra, kedua bayi lelaki kalian sangat sehat dan begitu tampan" ucap sang dokter yang saat itu menangani persalinan dari Aqila


"Terimakasih cantik" ucap Elang mencium kening Aqila dan meneteskan air mata harunya


"Pak, setelah bayi-bayi di bersihkan, tolong segera di azankan ya" ucap Dokter itu


"Baik dok, terimakasih" jawab Elang tersenyum bahagia


Setelah Daniel dan Dion di azankan, saatnya kedua bayi tampan itu menerima asi pertama mereka dari sang ibu. Aqila tak bisa hentinya menahan air mata bahagianya saat sedang memberi asi pada bayi kembarnya itu.


Kini Aqila sudah di pindahkan pada ruang rawat VIP di rumah sakit itu, dan seluruh keluarga mereka sudah berada di kamar Aqila untuk melihat bayi kembarnya Elang dan Aqila.


Buk Dewi dan pak Zafar sangat bahagia melihat cucu-cucu mereka sangat sehat, tak henti-hentinya ibu Dewi mengucapkan syukur pada sang pencipta atas berkah yang telah Tuhan berikan pada keluarga mereka.


Setelah usia mereka 2 tahun, sesuai perjanjian dari Aqila dan Anita, untuk membawa Dion menjadi anak angkat Anita dan Yoga. Meski Aqila tidak rela harus berpisah dengan sang anak, namun dia juga tak tega pada sang adik tercinta yang terus memohon untuk mengurus salah satu bayi mereka.


Dion di bawa ke Jerman oleh Yoga dan Anita, karena tempat tinggal dan pekerjaan Yoga berada di sana, jadi mau tidak mau Anita harus mengikuti sang suami untuk menetap di sana.


Kini usia anak mereka sudah menginjak usia 5 tahun. Daniel begitu aktif dan sangat bijak di usia anak-anak pada seumuran dengannya, sampai Aqila dan Elang begitu kewalahan mengurus Daniel yang begitu aktif.


"Ma, besok papa ada urusan di luar kota selama 1 minggu nih" ucap Elang sambil memangku Daniel kecil


"Yah terus mama sama Daniel gimana dong?" tanya Aqila sedih karena harus berpisah dengan sang suami


"Iya papa pun gak mau ninggalin kalian berdua, tapi ini pekerjaan yang sangat penting dan harus papa yang hadir, tidak boleh di wakilkan" jawab Elang menjelaskan


"Yaudah Daniel biar sama ibu saja, kalian pergilah, itung-itung bulan madu kedua" ucap Bu Dewi menggoda mereka berdua


"Ih... ibu ini" ucap Aqila malu-malu


"Memang tidak apa kami menitipkan Daniel dengan ibu?, kan ibu tau sendri cucu ibu yang satu ini begitu nakal" ucap Elang mengelus kepala Daniel yang tertidur di pangkuannya


"Gak masalah nak, lagian Daniel kan cucu ibu, kalau kalian bertiga pergi, siapa yang nemenin ibu di sini? ayah kalian selalu sibuk di Jepang mengurus Dark Shadow" ucap buk Dewi sedih


"Hmm.. baik lah Bu, kami titip Daniel ya" ucap Aqila sedikit sedih karena harus berpisah dengan sang anak


"Iya sayang" jawab Bu Dewi


Keesokan harinya Elang dan Aqila akan berangkat ke Bekasi untuk melakukan pekerjaan. Aqila tidak bisa berhenti meneteskan air matanya karena ini pertama kalinya ia berpisah dari anak tercintanya.


"Sayang... mama berangkat dulu ya, kamu jangan nakal-nakal, jangan buat nenek susah ya" ucap Aqila sambil memeluk Daniel


"Bu, Aqila titip Daniel ya" ucap Aqila dengan mata yang berkaca-kaca


"Iya sayang, ibu pasti akan menjaganya" jawab Bu Dewi menenangkan sang menantu


Dan akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan Bu Dewi dan Daniel di kediaman mereka, dan Aqila tak henti-hentinya bersedih karena harus berjauhan dari anak tampannya. Elang yang melihat sang istri seperti itu menjadi tak tega, dia terus menenangkan sang istri sembari fokus menyetir.


Tiba-tiba...


"Dor..dor...dor.." Suara ban mobil mereka meledak karena tertembak oleh seseorang dengan sengaja dan membuat mobil yang di kendarai oleh Elang dan Aqila menjadi oleng lalu menabrak trotoar jalan hingga terpental bertabrakan dengan truk yang sedang melaju, mengakibatkan Elang dan Aqila meninggal karena tertimpa truk itu..


"Hahaha, selamat tinggal Dark Shadow" ucap seseorang yang misterius dari balik pohon