Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
JATAH SIANG HARI


tiba-tiba "Bruakk" suara bantingan pintu yang sangat keras, Daniel terkejut dan menoleh ke arah pintu itu. Dia terkejut melihat sang istri sudah ada di sana dengan tatapan tajam seakan ingin menelan dirinya.


Leny berjalan kearah Daniel dengan tatapan tajam dan langsung duduk di pangkuan Daniel. Dia terus menatap sang suami dengan wajah cemberut, tanpa berkedip sedikit dia terus menatap Daniel. Daniel yang bingung bercampur takut melihat ekspresi wajah dari Leny.


"Ada apa sayang? mengapa tiba-tiba kemari? katanya siang?" tanya Daniel sedikit gugup melihat raut wajah Leny


Leny langsung menjewer telinga Daniel dan mengomel


"Aku sudah mengirim pesan!, tapi tidak ada jawaban dari kamu!. Ih bikin kesal!"


Di tengah omelan yang keluar dari mulut Leny, tiba-tiba Daniel langsung menyosor bibir Leny dan sontak membuat Leny terdiam sejenak. Dia juga menikmati bibir dari Daniel dan mereka saling berciuman dengan mesra. Perlahan amarah Leny mulai mereda lalu Daniel melepaskan ciumannya.


"Sudah ya sayang, jangan marah-marah lagi, kasian bayi kita itu"


Leny cemberut dan berkata


"Ya habisnya kamu nyebelin, istri menunggu balasan malah tidak di balas huh"


Daniel tersenyum dan mengigit hidung Leny


"Maaf sayang, aku tidak memegang hp tadi. Jadi tidak tau ada pesan masuk"


Leny memalingkan wajahnya dan menjawab


"Huh!. Baiklah-baiklah"


Daniel membelai kepala Leny dan berkata


"Sayang aku harus melanjutkan pekerjaan ini, tuh lihat banyak sekali"


Maksud Daniel berkata seperti itu, agar Leny beranjak dari pangkuannya. Supaya Daniel bisa fokus dan melanjutkan pekerjaannya. Namun Leny tidak peka terhadap perkataan Daniel, dia terus duduk dalam pangkuan suaminya itu.


"Ya kalau ingin bekerja, ya lanjut saja sayang"


Daniel menatap Leny dan mengerutkan keningnya. dia hanya menggeleng saja lalu melanjutkan pekerjaannya dengan posisi masih memangku Leny. Leny juga menatap layar laptop yang ada didepan mereka. Karena merasa bosan melihat tulisan huruf dan angka yang terlalu banyak, dia justru malah memainkan wajah Daniel, menciumi pipinya dan kadang mengelus-elus, wajah sang suami.


Daniel tidak menghiraukan perbuatan istrinya itu. Dia terus fokus pada laptopnya itu. Namun Leny terus menggoda sang suami, dia juga memainkan bibir Daniel dengan jarinya. Leny bertingkah seperti anak kecil yang minta di manjain oleh sang papa.


"Sayang, lihat ini ayah kamu!. Dia malah memainkan laptopnya saja, masa bunda kamu tidak di pedulikan" ucap Leny mengelus perutnya


Daniel menghela nafas dan menatap Leny


"Ada apa istriku?, aku tengah fokus loh"


Leny menggelengkan kepalanya


"Tidak ada Suamiku"


Leny memeluk Daniel dan menenggelamkan wajahnya pada dada Daniel. Namun Daniel tidak menghiraukan tingkah sang istri. Dia hanya sesekali mengelus kepala Leny dan mencium kepalanya.


Leny mendongak dan merangkul leher Daniel dengan kedua tangannya


"Ah sayang bosan ih"


Daniel menatap Leny dan berkata


"Sudah tau bosan mengapa kamu kesini?, kan enak di rumah bisa bermain sama Wulan"


Leny cemberut dan berkata


Daniel tersenyum dan mengelus pipi Leny


"Sabar ya istriku, sebentar lagi selesai kok"


Leny menghiraukan perkataan Daniel dan dia langsung mengulum bibir Daniel. Dia terus saja menggoda Daniel, Daniel juga membalas ciuman dari sang istri dengan tulus.


"Ada apa sayang?" Daniel melepaskan ciumannya


Leny menunduk dan memainkan dua jari telunjuknya


"Pengen"


Daniel terkejut dan tersebut


"Astaga, istriku jadi agresif begini?. Nanti malam ya sayang"


Leny menghiraukan perkataan Daniel dan langsung mengigit bibir bawah milik Daniel dan terus mengulumnya, sesekali lidahnya bermain di dalam mulut Daniel. Daniel yang terlanjur bernafsu, langsung membalas ciuman dari sang istri. Dia menggendong Leny ke tempat tidur yang ada di ruangannya dan langsung menindih tubuhnya.


mereka beradu bibir di ranjang itu. Daniel mengangkat Leny dan mendudukkannya di atasnya dan terus beradu bibir satu sama lainnya. mereka melepas ciumannya karena kehabisan nafas, setelah mengambil nafas panjang mereka melanjutkan ciumannya kembali.


Mereka menjadi semakin panas. Walau AC sudah di nyalakan, namun tidak bisa menyejukkan tubuh mereka yang memanas karena adegan itu. Daniel membuka bajunya dan baju Leny, dia meremas dada Leny dan masih berciuman. Leny merangkul kedua tangannya pada leher Daniel.


Daniel mengulum payudara milik istrinya, dan membuat Leny menjadi semakin tak karuan. Kenikmatan yang luar biasa diberikan oleh sang suami. Dia mengambil wajah Daniel dan mencium bibirnya lagi.


"Sayang langsung aja, aku sudah tak tahan" pinta Leny


Daniel tersenyum dan langsung menidurkan Leny di bawah. Dia mencium seluruh wajah dan tubuh Leny. ketika ciumannya mencapai leher Leny, sang istri menjadi semakin menggila. Leny meremas rambut Daniel dan mengigit bibirnya sendiri. Desahannya semakin membuat Daniel semakin semangat memainkan ujung payudara dari Leny.


Daniel membuka celananya dan Leny sudah bersiap untuk menikmati pisang milik Daniel yang sudah berdiri tegak. Dia langsung memegang dan mengulumnya. Daniel menikmati permainan dari mulut Leny pada pisangnya itu. Karena sudah semakin panas, mereka langsung memasukkan adegan utama. Daniel sudah menancapkan senjatanya, dan Leny menikmatinya. ******* demi ******* keluar dari mulut Daniel, baginya inilah kenikmatan yang tiada duanya.


Karena kondisi Leny yang sudah mengandung, jadi Daniel tidak ingin menggunakan posisi yang aneh. Hanya sekedar Leny yang berada di bawah dan kadang di atas, namun sesekali pakai posisi Leny yang menungging.


Karena peringatan dari dokter kandungan yang berkata tidak baik mengeluarkannya didalam, jadi Daniel mengeluarkannya diluar. Setelah hampir satu jam mereka bertempur, akhirnya mereka tepar juga. kini posisi Daniel yang berada dibawah dan Leny yang memeluknya dari atas.


Daniel mencium bibir dan kening Leny


"Terimakasih istriku, aku sangat puas"


Leny mengangguk dan tersenyum. Dia memeluk Danie lalu membenamkan wajahnya pada dada sang suami. Mereka masih dalam keadaan tanpa busana. Perlahan Leny tertidur karena kelelahan. Daniel tersenyum dan mencium sang istri, dan memakaikan pakaian Leny dan pakaiannya lalu meninggalkan sang istri yang tengah tertidur pulas untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Aku lanjut kerja dulu ya sayang" Daniel mencium kepala Leny yang tertidur pulas


Daniel menghela nafas dan melanjutkan pekerjaannya kembali. Dia sedikit lebih tenang karena sang singa betina tengah beristirahat. Jadi dia bisa lebih fokus untuk bekerja.


Daniel menyenderkan tubuhnya pada kursinya karena pekerjaan sudah beres dan tidak ada yang salah, jadi dia bisa lebih tenang. Tiba-tiba Leny terbangun dan melangkah ke arah Daniel lalu duduk di pangkuannya lagi kemudian memeluknya lagi sambil memejamkan matanya.


"Apa dia mengigau?" batin Daniel


Daniel tersenyum dan membelai rambut Leny yang bertingkah seperti anak kecil itu


"Terkadang bersikap posesif, terkadang manja, mau kamu apa sih istriku?"


Leny terbangun dan merengek lapar pada sang suami. Daniel tersenyum dan mencubit pipi Leny, dia menatap jam tangan dan memang sudah waktunya makan siang. Jadi Daniel mengajak Leny untuk makan siang.