Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TANGGUNG JAWAB


Leny sedikit bingung dengan percakapan antara suaminya dengan pria yang sedang ia interogasi itu, ia bertanya-tanya kenapa tiba-tiba mereka terlihat menjadi akrab dan ia juga berfikir kalau hukuman untuk pria itu akan di batalkan.


"Ayah, kenapa kalian malah terlihat akrab?" tanya Leny penasaran.


Lalu Daniel menjelaskan pada sang istri kalau semua kejadian di sekolah pagi tadi itu karena kesalahannya, ia merasa bersalah karena sudah melukai putra dari ketua Yakuza itu.


"Pantas saja pria itu menjadi seperti ini" jawab Leny paham akan penjelasan dari suaminya.


"Ayah, Bunda mau berbicara pada pria itu, tolong Ayah sampaikan" timpal Leny.


"Iya Honey" jawab Daniel.


"Maafkan atas kesalahan dari suami saya ya" ucap Leny, dan Daniel menerjemahkan perkataan Leny menggunakan bahasa Jepang agar pria itu paham dengan apa yang Leny katakan.


"Tidak nona muda, ini memang kesalahan putra saya, dia memang anak yang nakal" jawab pria itu dan Daniel menerjemahkan perkataan pria itu pada istrinya.


"Haha, Kak Daniel malah menjadi juru penerjemah antara mereka berdua" tawa Kevin mengejek.


"Kau ini!" tegur Wulan sambil menyikut pinggang Kevin dan sukses membuatnya merasakan sakit.


"Sakit tau kucing kecil" ucap Kevin sambil memegangi pinggangnya.


"Ya kamu malah meledek Kakak" jawab Wulan cetus.


"Biarkan mereka bicara dulu, jangan ganggu!, gak sopan tau!" timpalnya.


"Hehe, iya-iya maaf" jawab Kevin cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalau putra kami ini mengalami hal seperti itu, mungkin kami sebagai orang tuanya juga bakal melakukan hal yang serupa, atau mungkin lebih kejam dari apa yang kamu lakukan" ucap Leny.


"Kamu sendiri yang tau bagaimana kejamnya suamiku ini" timpal Leny lalu Daniel menerjemahkan lagi.


"Tapi memang ini kesalahan dari putra saya, dia yang memancing amarah dari tuan muda. Kalau saja aku tau siapa yang mereka lawan, sudah pasti aku akan memberi hukuman tambahan dari apa yang sudah tuan muda berikan pada anak-anak nakal itu.


"Wajar saja mereka seperti itu, karena itu memang kenakalan masa remaja. Lebih baik mereka nakal di saat baru beranjak dewasa, daripada kenakalan mereka muncul ketika sudah dewasa" sela Daniel menyambung.


"Aku ingin melihat putramu" ucap Leny dan Daniel menerjemahkannya.


"Satu kehormatan bagi saya kalau nona dan tuan muda berkenan untuk menjenguk putra saya" jawab pria itu membungkuk memberi hormat.


"Apa yang dia katakan Ayah?, sampai-sampai dia memberi hormat seperti itu?" tanya Leny kebingungan.


"Dia berkata kalau dia merasa sangat senang kalau kita mau menjenguk putranya di rumah sakit" jawab Daniel.


"Tapi kerusakan di sekolah itu..." ucapan Daniel terhenti karena pemimpin Yakuza itu langsung memotongnya.


"Biarkan saya saja yang menanggung tuan, karena itu juga kesalahan saya. Saya juga akan memberi biaya pengobatan untuk penjaga sekolah itu dan salah satu murid anda" ucap pria itu langsung memotong dan berbicara dengan cepat karena ada rasa takut dalam dirinya.


"Yaudah, bawa kami ke sana" ucap Daniel memerintah.


"Siap tuan muda, akan saya bawa anda dan nona muda ke rumah sakit tempat anak saya di rawat" jawab pria itu.


Kemudian Daniel menyuruh pria itu untuk jalan di depan sebagai pemimpin jalan mereka menuju rumah sakit. Daniel, Leny, Kevin, dan juga Wulan mengikuti pria itu dari belakangnya.


Sesampainya di luar gedung milik Dark Shadow, Leny terhenti dan matanya lagi-lagi menatap beberapa mobil milik suaminya itu. Daniel tersenyum lalu mendekati istrinya.


"Ada apa Honey? kenapa berhenti?" tanya Daniel.


"Iya istriku, ini mobil kita" jawab Daniel.


"Memangnya kenapa?" tanya Daniel balik.


"Berarti ini milik Bunda juga kan?, Bunda bisa melakukan apapun dengan mobil-mobil ini kan?" tanya Leny lagi.


"Tentu saja Honey, ini juga milik Bunda" jawab Daniel tersenyum.


"Memangnya ada apa sih Honey?" tanya Daniel penasaran.


"Tidak ada Suamiku, Bunda cuma tanya aja" jawab Leny tersenyum, namun senyuman manis dari Leny membuat Daniel semakin penasaran.


"Iya deh istriku" ucap Daniel dan tak ingin memikirkan apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya itu.


"Yaudah ayo kita jalan lagi, kasian mereka udah nungguin kita" ajak Leny menggandeng tangan suaminya. lalu mereka berenam masuk kedalam mobil dan Kevin langsung menyetir menuju ke rumah sakit tempat dimana putra Souji di rawat.


Selang 20 menit mobil yang di kendarai oleh Daniel dan yang lainnya akhirnya sudah sampai di sebuah rumah sakit yang tempat dimana putra Souji itu mendapatkan perawatan. Kemudian dengan penuh rasa hormat Souji mengajak Daniel serta yang lainnya masuk kedalam untuk menemui putranya yang masih mengalami koma.


"Ayo tuan dan nona muda, kita masuk kedalam" ajak Souji dengan nada sopan.


"Baiklah, Ayo Honey" ajak Daniel menggandeng tangan Leny, dan Leny menyambut tangan Daniel dengan senyuman manis.


"Ayo Suamiku" jawab Leny sambil menggenggam tangan Daniel.


Kemudian Kevin dan Wulan yang sedang menggendong Damin juga ikut masuk kedalam menuju ke dalam rumah sakit tersebut untuk menjenguk putranya Souji yang terluka akibat perbuatan Daniel.


Tiba-tiba ada seorang dokter berlari menuju ke arah Daniel yang sedang asyik bercanda dengan istrinya. Setelah ia sampai dan berdiri tepat di hadapannya Daniel, ia langsung membungkukkan badannya seakan ia memberi hormat pada Daniel. Leny yang melihat dokter yang berada di depannya di buat terkejut karena tiba-tiba pria itu melakukan hal seperti itu, namun Kevin dan Wulan hanya tersenyum karena ia sudah tau siapa Kakak mereka itu.


"Se...selamat datang tu..tuan muda" ucap dokter itu gugup menyambut kedatangan Daniel.


"Su....suatu kehormatan bagi rumah sakit saya karena ke datangan anda ke sini" timpalnya masih dalam suasana gugup.


"Untuk apa kau melakukan itu dok, bangkitlah" tegur Daniel tersenyum dan dokter itu langsung bangkit dari posisinya.


"A..ada keperluan apa tuan muda sampai datang ke rumah sakit ini?" tanya dokter itu penasaran.


"Begini. Putra dari salah satu kerabat ku ini, sedang di rawat di rumah sakit ini. Aku ingin kau memberikan perawatan yang terbaik untuk putra dari kerabat ku ini" jawab Daniel sambil merangkul Souji.


"Apa?. Penyakit apa yang putra anda alami tuan? dan dimana kamarnya?" tanya dokter itu.


"Putraku mengalami pendarahan pada bagian kepalanya, dan saat ini ia sedang berada di ruangan ICU, dia juga sedang mengalami masa koma" jawab Souji dengan raut wajah sedihnya.


"Baiklah, saya akan mengurus putra anda dan akan saya gunakan peralatan terbaik di rumah sakit ini" ucap dokter itu mencoba menghibur Souji.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan muda" ucap dokter itu memberi hormat lalu pergi ke ruangannya dan Daniel membalasnya dengan senyuman.


"Dek, itu dokter tadi kenapa?, kok tiba-tiba langsung memberi hormat gitu?" bisik Leny penasaran.


"Dia pemilik rumah sakit ini Kak, dia begitu karena dia tau siapa Suami Kakak itu, dan Kak Daniel juga menanam saham di tempat ini" jawab Wulan menjelaskan.


"Pantas saja dia langsung begitu sama Suamiku ya" ucap Leny terkekeh.


"Kan sudah aku katakan, kalau di negara ini, Suami Kakak itu sangat terkenal dan begitu di hormati" sambung Kevin.


"Udah ayo kita ke tempat putranya Souji, jangan bergosip kalian di situ" ajak Daniel merangkul sang istri menuju ke ruangan dimana putranya Souji di rawat.