Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA


Setelah selesai melakukan rapat, Daniel dan para bawahannya pulang kembali ke rumah masing-masing untuk mengurus keluarga mereka. Hati Daniel sudah mulai tenang karena para bawahannya senantiasa membantunya menyelesaikan masalah dia dengan grup Valkery itu.


Daniel mengendarai mobilnya kembali menuju hotelnya di ikuti oleh Kakak serta Adik-adiknya. Wulan yang ikut di dalam mobil dengannya hanya bisa tersenyum melihat raut wajah Kakaknya yang sudah tidak menggambarkan akan kegelisahan tentang keluarganya.


"Kakak tenang saja. Kakak itu tidak sendirian, ada kami yang akan melindungi keluarga kita juga, terutama Kak Leny dan Damin" ucap Wulan sedangkan Daniel hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk kepala Wulan dengan lembut penuh kasih sayang.


"Aku yakin, setelah Damin dewasa nanti. Dia akan menjadi pengganti Kakak dan akan menjadi pemimpin Dark Shadow terkuat dalam sejarah" sambung Wulan tersenyum.


"Kakak tidak akan memaksa Damin untuk meneruskan kepemimpinan yang ada di tangan Kakak saat ini. Masih ada yang lain yang bisa memegang posisi tersebut, mungkin bisa saja di masa depan nanti posisi Kakak akan di pegang oleh Anak kamu dan Kevin" jawab Daniel menggoda dan berhasil membuat Wulan salah tingkah.


"A...a..apa maksud Kakak?, aku ti..tidak ada hubungan apa-apa dengan si capung itu" jawab Wulan gugup karena jantungnya berdetak kencang.


"Hahaha, tanpa adanya sebuah ikatan hubungan pun, Kakak sudah tau isi hati kalian masing-masing" jawab Daniel masih menggoda sang Adik.


"Kita sudah bertahun-tahun tinggal dan memiliki kedua orang tua yang sama, jadi Kakak sudah hafal bagaimana sifat kamu" sambung Daniel sedangkan Wulan hanya diam tersipu karena Kakaknya terus menggoda dirinya.


Mobil Daniel dan keluarganya sudah sampai di parkiran hotel mewah miliknya. Mereka semua langsung menuju ke dalam untuk bertemu pasangan masing-masing yang sudah sekian lama menunggu. Ternyata Leny sudah berdiri di lobby hotel dengan bersilang dada menatap Daniel yang sedang merangkul Daniel menuju ke arah dirinya.


Melihat sang Kakak yang berdiri di depannya, Wulan langsung berlari menuju Leny dan langsung memeluknya kemudian ia mengadukan perbuatan Daniel yang terus menggoda dirinya tadi pada sang Kakak yang begitu sangat menyayanginya.


"Kak, lihat itu suami kamu" rengek Wulan mengadu dalam pelukannya Leny.


"Memangnya kenapa dengannya?" tanya Leny tersenyum sambil mengelus kepala sang Adik.


"Dia terus menggoda Adik kamu ini" jawab Wulan dengan nada manjanya.


"Menggoda bagaimana?" tanya Leny tersenyum dan wulan masih terus memeluk dirinya.


"Dia berkata kalau ingin menikahkan aku dengan si capung" jawab Wulan manja sedangkan Leny hanya tersenyum dan menahan tawanya.


"Wah, kalau soal itu sih. Kakak sangat setuju dengan perkataan dari Kakak kamu itu" ucap Leny ikut menggoda Wulan.


Wulan melepaskan pelukannya dan menatap Leny dengan wajah cemberutnya. Namun Leny hanya tersenyum gemas melihat wajah cantik dari Adiknya yang sama sekali tidak menyeramkan justru semakin membuat Leny geram.


"Iiihhh... suami-istri sama saja. Yaudah deh, Wulan ngadu pada Kak Ayu atau Ibu saja huh" ucap Wulan cemberut dan langsung berlari mencari keberadaan kedua wanita cantik yang baru saja ia sebut namanya tadi.


"Loh kok ngambek?" tanya Leny terkekeh geli karena melihat Wulan pergi mencari keberadaan Rani dan Ayu.


Leny tersenyum melihat Daniel, kemudian ia langsung menggandeng lengan sang suami lalu Leny membawa Daniel pergi menuju ke kamar mereka untuk mengobati rasa rindu satu sama lain.


"Ayah kok lama sekali?. Terus kok kalian semua bisa pulang bareng?. Emangnya habis dari mana?" Leny bertanya-tanya pada Daniel.


"Nanti Ayah ceritakan di kamar Honey" jawab Daniel tersenyum sambil mencubit hidung Leny yang bertingkah manja terhadapnya.


Setibanya mereka di dalam kamar, Leny duduk di atas sofa sedangkan Daniel pergi menuju ke lemari es menari sesuatu yang segar untuk ia nikmati.


"Bunda mau buah?" tanya Daniel sambil mengecek isi yang terdapat di dalam lemari es yang tersedia di kamar mereka.


"Jeruk aja Ayah" jawab Leny


Daniel sangat begitu menyukai buah apel. Dimana pun ia berada, ia pasti harus selalu menyediakan buah tersebut untuk ia konsumsi.


Kedua buah-buahan sudah ada di tangannya Daniel. Lalu pria tampan itu langsung mencuci buah tersebut agar bisa segera mereka nikmati sembari menemani mereka mengobrol.


"Nih Honey" ucap Daniel menyerahkan buah jeruk yang sudah Daniel kupas kulitnya pada sang istri agar Leny bisa langsung menikmati buah manis tersebut.


"Terima kasih suamiku" jawab Leny tersenyum manis. Daniel mengangguk dan ikut menggigit buah apel yang ada di tangannya.


"Ayah belum menjawab pertanyaan Bunda tadi loh" ucap Leny sambil mengunyah buah jeruk miliknya.


"Yang mana Honey?" tanya Daniel lupa.


"Itu loh, kenapa Ayah bisa pulang bareng sama Kak Rian dan yang lainnya?, memangnya kalian habis darimana?" timpal Leny bertanya.


"Ooo.. Baru selesai rapat Honey" jawab Daniel sambil menggigit buah apel miliknya.


"Rapat membahas apa Ayah?" tanya Leny lagi.


"Orang yang sudah hampir menabrak Bunda kemarin" jawab Daniel.


"Jadi Ayah sudah menemui pria yang bernama William itu?" tanya Leny menebak dan di anggukan oleh Daniel.


"Kenapa Ayah tidak mengajak Bunda sih?" tanya Leny sedikit kesal.


"Kalau Ayah mengajak Bunda, pasti Bunda akan mengobrak-abrik tempat dia dan pasti Bunda juga bakal menghabisi orang itu" jawab Daniel menebak yang sudah hafal sifat dari sang istri.


"Ya itu resiko pria bodoh itu dong. Siapa suruh mencari masalah pada istri seorang Assassin yang kejam itu" jawab Leny ketus sedangkan Daniel hanya menggeleng saja.


"Sebenarnya dia memiliki dendam pada Ayah Honey" ucap Daniel.


"Ia ingin melukai orang-orang yang ada di sekitar Ayah, terutama Bunda dan Damin" timpal Daniel menatap dingin ke arah dinding yang ada di depannya.


"Dendam?, memangnya ada permasalahan apa?" tanya Leny penasaran.


"Beberapa tahun yang lalu, pernah terjadi sebuah perang besar antara Dark Shadow dan Green gun. Dark Shadow yang Ayah pimpin, berhasil memusnahkan kelompok tersebut. Namun ternyata pemimpin dari Green gun memilki seorang putra yang bernama William itu, jadi dia membentuk kelompok baru yang di beri nama Valkery untuk membalaskan kematian dari orang tuanya" jawab Daniel menjelaskan.


"Tapi Bunda tidak usah khawatir, Ayah akan selalu melindungi kalian berdua. Tidak bakal Ayah biarkan satupun lalat yang mampu menyentuh kalian selama Ayah masih di beri nafas oleh Tuhan" timpal Daniel meyakinkan Leny.


"Dark Shadow bukan kelompok Assassin yang jahat kan Ayah?. Kelompok yang Ayah pimpinan tidak membunuh orang tanpa alasan kan?" tanya Leny yang takut kalau kelompok yang di pegang oleh suaminya adalah kelompok gelap.


"Tidak Honey. Kan Ayah Leo sudah menceritakan tujuan Kakek dulu membentuk Dark Shadow itu untuk membantu keamanan negara. Dark Shadow adalah kelompok pelindung yang bekerja di dalam bayang-bayang" jawab Daniel menjelaskan.


"Dark Shadow hanya menghukum orang-orang atau kelompok gelap yang mencoba merusak negara saja" timpal Daniel.


"Kakek kalian sangat mencintai negara yang ia tinggali, dia akan membantu keamanan negara tersebut agar tidak ada siapapun oknum-oknum yang mencoba membuat ancaman untuk negara tersebut" sambung Ibu Rani yang ternyata sudah mendengar pembicaraan putra dan menantunya di depan pintu.


"Eh Ibu. Ibu sudah dari tadi ya?" tanya Leny sedikit terkejut.


"Ibu sudah ada di depan pintu kamar kalian sejak kalian berdua membahas grup Valkery itu" jawab sang Ibu.


"Maafkan Ibu karena sudah lancang mendengar obrolan kalian ya" timpal Ibu Rani merasa tidak enak.


"Enggak kok Bu, justru Leny tenang kalau Ibu ikut menjelaskan tentang Dark Shadow pada Leny. Karena Leny takut kalau kelompok yang di bentuk oleh Kakek itu kelompok yang jahat dan hanya membunuh orang tanpa alasan yang jelas" jawab Leny tersenyum.


"Kamu tenang saja sayang. Ibu berani jamin kalau Dark Shadow tidak pernah melakukan hal yang seperti itu semenjak di awal di bentuk sampai di pegang oleh suami kamu" jawab sang Ibu sambil menyerahkan Cucunya pada Leny.


"Bahkan, para kaisar Jepang sangat menyukai kelompok yang di bentuk oleh Kakek kalian. Negara ini selalu meminta bantuan pada Dark Shadow untuk melindungi orang-orang yang tinggal di sini. Di setiap pertemuan antara pemimpin negara, pasti Jepang akan selalu meminta bantuan pada Kakek kalian, Ayah kalian, suami kamu, untuk melindungi tempat rapat itu" timpal Ibu Rani mengelus kepala Leny.


"Setelah suami kamu ikut di dalam Dark Shadow, dan menjadi pemimpinnya, hampir seluruh negara Asia, tau siapa dia. Karena Dark Shadow menjadi lebih kuat semenjak di pimpin olehnya" ucapnya lagi.


Leny hanya menjadi pendengar saat mertuanya menjelaskan tentang Dark Shadow padanya. Ada rasa bangga pada sang suami karena ia mempunyai seorang suami yang begitu di hormati di beberapa negara.


"Apa kamu masih ingat pada orang yang bernama Lucas Alexander?" tanya Ibu Rani.


"Tentu saja Leny Bu, siapa coba yang tidak mengenal pak tua itu" jawab Leny tersenyum.


"Bahkan pria seperti Lucas Alexander saja sangat hormat pada suami kamu. Karena bisnis miliknya ada di bawah perusahaan milik suami kamu" jawab Ibu Rani menjelaskan.


"Pantas saja dulu waktu Riski dan Windy menikah, Ayahnya Damin mampu memberi hadiah sebesar itu" ucap Leny cemberut menatap Daniel sedangkan Daniel hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya.


"Jadi kamu tidak perlu khawatir sayang, suami kamu, mertua kamu, serta yang lainnya pasti akan melindungi keluarga kita dari bahaya yang mencoba datang, semua akan baik-baik saja kok" ucap Ibu Rani tersenyum dan mengelus kepala menantu kesayangan itu.