Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PENGADUAN


Karena mendapat kekalahan yang telak dari sosok pemimpin Dark Shadow, para anak buah Rembulan Hijau harus melaporkan pada pemimpin di daerah mereka.


Dan kini rekan mereka yang mengalami cacat pun terpaksa menggunakan tangan palsu demi menutupi kelemahan yang telah ia dapatkan dari Daniel.


5 Orang pemuda malang itu langsung pergi menuju markas mereka untuk segera melaporkan pada sang bosnya atas kekalahan mereka. Dengan jantung yang berdebar karena takut merekapun memberanikan diri untuk masuk kedalam markas.


Terlihat sosok pria yang belum terlalu tua sedang duduk di kursi kebanggaan miliknya yang tengah membelakangi pintu masuk dan memandang kearah luar jendela.


"TOK TOK" ( suara ketukan pintu )


"Masuk!" ucap pria yang menyandang gelar bos daerah.


"Bo..bos!" ucap salah satu dari mereka dengan gugup dan jantung yang berdebar karena takut


"Ada apa?" tanya bos mereka santai


"Ka..kami ingin melapor bos" ucap anak buahnya gugup


"Katakan saja, jangan gugup begitu" ucap sang bos daerah tersebut


"Be.. begini bos. Du..dua dari Anak buah kita mengalami cidera, dan salah satu dari mereka kehilangan lengan bagian kanannya" jawab pimpinan mereka dengan gugup yang semakin mendalam.


Sang bos memutar kursinya lalu berdiri sambil menggebrak meja dan berkata "Apa?!, siapa yang berani melakukan itu?!, apa dia tidak tau sedang berurusan dengan siapa?!"


"I..ini saya ada kartu namanya bos" ucap salah satu dari anak buahnya dan menyerahkan sebuah ID card


Sang bos mengambil ID card tersebut dan membaca isinya. Lalu ia meletakkan sebelah tangannya di atas dagu "Daniel Syahputra" gumamnya


"Dia bukan seperti manusia bos. Tangan robot kita yang terbuat dari sebuah besi baja yang keras saja, bisa dengan mudahnya dibuat retak olehnya" ucap Anak buahnya menjelaskan


"Bahkan tangan rekan saya yang menggunakan benda itu ikut terputus saat ia menarik tangan robot itu dengan mudahnya" timpalnya


Bos mereka manggut-manggut dan berkata "Menarik, aku jadi ingin bertemu dengannya"


"Sepertinya orang ini bukan asli penduduk Bandung" timpal si bos


"Apa perlu kita laporkan pada tuan besar?" tanya Anak buahnya memberikan usul


"Tidak perlu!. Masalah kecil seperti ini kita tak perlu memberi tahu kepada tuan besar. Itu hanya mempermalukan diri kita saja" jawab sang bos santai


"Tapi kami berharap bos bisa membalaskan perbuatan dari pria B4J1N64N itu terhadap rekan kami" ucap sang Anak buahnya memohon


"Tenang saja, aku akan melepaskan kepalanya" jawab sang bos tersenyum sinis


___________________________________


Daniel dan Nek Ani sudah selesai membeli keperluan dapur untuk satu Minggu. Dan kini Cucu dan sang Nenek itu sedang berada dalam perjalanan menuju pulang ke kediaman Nek Ani.


"Nenek minta kamu jangan menceritakan masalah tadi pada Istri dan Adikmu Nak" ucap Nek Ani memohon


"Iya Nek, Daniel gak bakal memberi tahu mereka" jawab Daniel fokus menyetir


"Nenek takut mereka akan khawatir nantinya" ucap sang Nenek merasa khawatir jika mengetahui kalau sang Suami dari Cucunya itu telah mengalami hal yang menegangkan waktu di pasar tadi.


"Nenek tidak tau aja kalau Leny lebih kejam dariku" batin Daniel


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menitan, akhirnya mobil mewah milik Daniel sudah sampai pada tujuan dan sudah terparkir rapih di pekarangan rumah mewah milik sang Nenek.


Pintu utama terbuka dan terlihatlah seorang wanita cantik yang tengah hamil tua sedang berdiri didepan pintu dengan kedua tangan yang menyilang ke dadanya sambil sesekali melihat arloji di tangannya.


"Bagus ya!, jam segini baru pulang" ucap Leny seperti sedang marah pada Suami tercintanya tanpa memperdulikan sang Nenek yang berada di samping sang Suami.


"Lihat itu Cucu kesayangan Nenek. Kita baru pulang eh malah di marahin" ucap Daniel mengadu pada sang Nenek dan membuat Nek Ani hanya menggeleng saja melihat tingkah sang Cucu.


"Kamu ini ya. Suami kamu baru pulang malah di marahin" tegur sang Nenek terhadap Cucu kesayangan itu.


"Ih. Jadi Nenek lebih membela Cucu menantu Nenek, ketimbang Cucu Nenek sendiri?" protes Leny dengan manja


"Sudahlah kasihan Suami kamu itu, jangan kamu cemberuti begitu. Nenek tidak pernah mengajarkan kamu seperti itu kan?" ucap Nek Ani membela Daniel dan membuat yang di bela tersenyum mengejek.


"Oo udah berani kamu mengejekku ya Suamiku?" tanya Leny dengan tatapan berapi-api


"Ampunnnn!" Daniel langsung berlari menuju dapur untuk meletakkan barang belanjaan sang Nenek


"Hey!! siapa yang mengizinkan kamu melarikan diri hah?" teriak Leny melihat punggung sang Suami yang sudah mulai menjauh, dan membuat sang Nenek hanya menghela nafasnya karena melihat Cucu dan Cucu menantunya bertingkah seperti anak kecil.


"Nak, nanti bakal kita hukum Ayah kamu yang nakal itu ya!" ucap Leny mengelus perutnya yang sudah membesar itu.


"Haah!. Nenek pusing melihat kalian berdua. Lebih baik Nenek istirahat" ucap sang Nenek melangkah menuju kamarnya


Sebelum mendekati kamarnya, Nek Ani memberhentikan langkahnya lalu membalikkan badan dan berkata "Ingat ya Cucuku!. Jangan marahin Suami kamu ya"


"Hehehe. Iya Nenekku Sayang" jawab Leny sambil memegangi tengkuk lehernya.


Kemudian sang Nenek masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat karena lelah menjalani aktivitas hari ini di tambah ia melihat betapa ganasnya Cucu menantunya tadi.


Setelah memastikan jika sang Nenek sudah masuk dalam kamar, Leny langsung berteriak memanggil sang Suami "SUAMIKU!!"


Sedangkan Wulan yang mendengar sang Kakak hanya menghela nafasnya di balik kamar dan berkata "Mulai perang ni. Seperti aku ketika bersama dengan Kevin" gumam Wulan merindukan sosok capung kesayangannya itu.


Daniel yang tengah berbincang-bincang dengan beberapa pelayan wanita di rumah Nek Ani pun terkejut mendengar suara sang Istri yang begitu menggelegar itu.


Dengan kaki terhentak Leny mendekati sosok laki-laki yang sebentar lagi akan di panggil Ayah itu dengan penuh emosi yang sudah tak terpendam lagi.


Leny langsung menarik telinga sang Suami tanpa memperdulikan beberapa pelayan yang berada di dapur.


"Ahrk.. Aduh duh ampun ampun" rengek Daniel menahan panas pada daun telinganya


"Sudah berani menggoda wanita lain ya" ucap Leny geram semakin menekan jarinya pada telinga sang Suami


"Aduh Honey ampun, KDRT ni namanya" rengek Daniel menyentuh tangan sang Istri yang masih menarik telinganya


Para pelayan hanya bisa tersenyum dan menundukkan kepalanya saja melihat tingkah dari pasangan muda yang sepertinya tengah bercanda itu.


"Mbak-mbak pelayan kalau punya Suami nanti, jangan seperti Istriku ini ya, jangan galak-galak sama Suaminya" ucap Daniel menyindir sang Istri


"OOO udah berani ngelawan ya" ucap Leny geram


"Jangan sampai kalian punya Suami yang nakal seperti Suamiku ini ya Mbak" timpal Leny dan langsung menyeret Daniel ke kamar mereka.


"Hubungan tuan dan nyonya muda memang lucu ya, aku jadi gemas sendiri" ucap salah satu pelayan wanita itu setelah majikan mudanya sudah pergi menjauh.