Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
SYUTING


Daniel dan Rian pergi dari kantor polisi, setelah selesai mengantarkan kakaknya pulang.. Daniel langsung menjemput istri tercinta


Setelah sampai di kediaman ayah dan ibunya, Daniel langsung menyampaikan kabar bahwa dia telah membereskan Boby, dan kini menurutnya ancaman untuk keluarga setidaknya sedikit lebih tenang


Leo mengajak Daniel untuk berbicara 4 mata tentang masalah kasus Boby


"Nak, kamu sudah berhasil membawa Boby ke kantor polisi?" tanya Leo


"Sudah ayah, walau sedikit sulit menjinakkan dia" jawab Daniel


"Memangnya ada kendala apa?" tanya Leo


"Boby sangat licik ayah, bahkan dia sampai membayar pembunuh bayaran saber" timpal Daniel


"*S**aber*?!.. bukanya mereka ada di bawah kendali kita?" tanya Leo bingung


"Mungkin Hendry tidak pernah bertemu dengan ku, dan dia tak mengenaliku" jawab Daniel


"Lalu seluruh pembunuh bayaran saber telah gugur?" tanya Leo


"Ya mereka semua telah musnah" tegas Daniel


Ketika sedang asik mengobrol, Leny datang dan bertanya apa yang di bincang kan oleh suami dan ayah mertuanya itu


"Hayo ayah sama Daniel sedang ngobrolin apa?" tanya Leny memeluk leher Daniel dari belakang


"Aku dan ayah mertua kamu sedang membicarakan tentang bulan madu kita" goda Daniel menarik hidung Leny


"Haiiihh.. bukanya semalam sudah di hotel" timpal Leny membenamkan wajahnya di pundak Daniel


"Ayah berencana memberikan kalian sebuah tiket untuk berlibur ke raja Ampat" ucap Leo


"Bukanya Leny tidak ingin ayah, namun Leny ingin kembali syuting, Leny sudah hampir setengah tahun cuti dari pekerjaan ini, pasti banyak yang akan mencari ku" jelas Leny


"Kalau kamu ingin bekerja sebaiknya kamu meminta izin kepada suami kamu" timpal Rani tiba-tiba datang


Lalu Leny menatap Daniel dengan wajah imut, ekspresi itu membuat hati Daniel menjadi Luluh dan mengizinkan permintaan sang istri


"Iya iya, aku beri izin" ucap Daniel mengelus kepala Leny


"Yey!! terimakasih suamiku" timpal Leny mencium pipi Daniel lalu memeluknya


Melihat kemesraan anak dan menantunya itu membuat ayah dan ibunya merasa bahagia, lalu Rani memeluk Daniel dan Leny dan mencium mereka


"Leny jika sudah bekerja nanti, kamu harus ingat, kamu jangan terlalu capek ya, karena ibu dan ayah ingin segera memiliki cucu" ucap Rani mengelus kepala Leny


"Hehe iya ibu, Leny dan Daniel akan segera memberikan kalian seorang cucu yang imut" jawab Leny tersenyum


Waktu semakin malam, Daniel dan Leny pamit untuk pulang karena pagi hari Leny harus berangkat syuting


Ketika di dalam mobil Leny tertidur karena kelelahan, dan Daniel melihat wajah istrinya ketika tertidur pulas ia hanya senyum-senyum sendiri sembari mengelus rambut Leny


"Kamu begitu imut ketika tertidur begitu istriku" ucap Daniel tersenyum


Daniel hanya tertawa kecil saat mendengar yang di ucapkan istrinya itu dan hanya menjawab "iya istriku, aku juga sangat mencintaimu"


Daniel dan Leny akhirnya sampai di kediaman mereka, Daniel tak tega untuk membangunkan istrinya, jadi ia menggendong Leny masuk ke rumah


Sesampainya di kamar Daniel menidurkan Leny di ranjang, dan pergi untuk mandi karena kelelahan akibat mencari Boby tadi pagi


Setelah selesai mandi, Daniel langsung tertidur di samping Leny, meski dalam keadaan tertidur pulas, Leny masih bisa tertidur di pelukan Daniel


"Dasar istriku.. meski tertidur begini, masih bisa juga mencari tubuhku" timpal Daniel memeluk Daniel


Mereka berdua tertidur pulas dan saling memeluk satu sama lain


Leny terbangun subuh-subuh, dan akan bersiap-siap untuk pergi bekerja setelah cuti selama 6 bulan, sebelum pergi mandi Leny mencium Daniel yang masih tertidur lalu beranjak ke kamar mandi


Setelah selesai bersiap-siap, ia menyempatkan untuk membuatkan Daniel sarapan pagi, ketika sudah selesai Leny langsung membangunkan suaminya untuk segera makan


"Suamiku bangun dong, ayo kita pergi sarapan, aku mau berangkat syuting loh" ucap lembut Leny mengelus pipi Daniel


Daniel perlahan membuka matanya, lalu Daniel melihat sosok bidadari cantik berdiri tepat di depannya sedang membelai pipinya


"Eh.. ada bidadari" ucap Daniel sambil meregangkan tubuhnya


"Sudah ayo makan suamiku, aku sudah memasak makanan kesukaan kamu" ucap Leny


Sebelum sarapan Daniel ingin mandi dulu agar terlihat lebih segar., setelah selesai mandi Daniel dan Leny bergandengan tangan menuruni tangga menuju meja makan


Sesampainya di meja makan, Leny melayani Daniel dengan kasih sayang yang sangat tulus dan mengambilkan makan untuknya


"Silahkan di makan suamiku" ucap Leny tersenyum


"Hmm.. iya istriku terimakasih" timpal Daniel mengelus pipi Leny


Daniel mengambil piringnya Leny dan langsung menyuapinya, Leny sangat bahagia karena selalu di manjakan oleh suaminya itu


"Apakah hasil masakan aku enak suamiku?" tanya Leny


"Sangat enak sayang, ini lebih enak dari makanan di restoran terkenal" puji Daniel


"Kamu terlalu melebih-lebihkan suamiku" timpal tersipu


mereka melanjutkan sarapan, dan tepat pukul 06.30 Leny pun pamit untuk pergi syuting, dan ketika ia ingin berangkat Daniel menahan Leny


"Tunggu dulu sayang, aku akan menemanimu syuting" ucap Daniel


"Benarkah? bukankah kamu ada pekerjaan suamiku?" tanya Leny


" Tidak masalah, masih bisa di kerjakan Riski" timpal Daniel


"Yaudah kalau begitu ayo suamiku" Leny menggenggam tangan Daniel