
Setelah keributan atas kebodohan suaminya itu, wanita tersebut hanya bisa menangis dan merasa bersalah atas perbuat sang suami. Ia merasa sangat malu dengan apa yang sudah di lakukan oleh pria yang selama ini menjadi sosok imam yang sempurna baginya.
Sedangkan sang dukun hanya bisa menyesali perbuatannya, dia merasa sangat bodoh karena demi uang ia rela melakukan apa saja bahkan menggunakan anugerah Tuhan yang di titipan padanya untuk menyakiti orang lain.
"Tuan muda" panggil sang wanita yang merupakan istri dari sang dukun tersebut.
"Ada apa?" jawab Daniel.
"Tolong lenyap kan saja nyawa saya, saya sangat malu jika harus hidup seperti ini. Saya sangat malu mempunyai seorang suami yang melakukan pekerjaan kotor seperti ini. Lebih baik saya mati saja daripada harus melihat dan terus bersama pria jahat itu" ucap sang wanita tersebut memohon.
"Mama!. Apa yang mama bicarakan?, Papa tidak mau kehilangan Mama" sela sang dukun memohon.
"AKU MALU MENJADI SEORANG ISTRI DARI LELAKI PENJAHAT SEPERTIMU, DAN UANG YANG SELAMA INI KAU BERIKAN, MAKANAN YANG MASUK KEDALAM TUBUHKU INI SEMUANYA HARAM KAN?!" teriak sang istri dengan air mata yang sudah berderai.
"Tidak Ma, tidak. Pekerjaan ini baru pertama kali Papa terima, dan itu juga karena dia membayar Papa 10 kali lipat" jawab sang dukun menjelaskan.
"Udah dong, udah!. Apa gak capek bohong terus?. Aku saja yang kamu bohongi udah capek banget" ucap sang istri seakan tak percaya dengan penjelasan dari suaminya.
"Papa tidak berbohong Ma, sumpah demi Tuhan" jawab sang dukun.
"Jangan bawa-bawa Tuhan dalam pekerjaan kotor mu ini" tegur si wanita itu.
Daniel hanya menghela nafas saja melihat pertengkaran antara suami istri itu. Namun karena ia juga ingin segera mengetahui siapa yang melakukan penyerangan itu terhadap Nenek Ani, jadi dia melerai mereka berdua.
"Sudah-sudah!. Aku percaya sama suami kamu nona. Jangan ribut terus, beri dia kesempatan" sela Daniel melerai.
"Tapi tuan..." omongan wanita itu terhenti karena Daniel menghentikannya menggunakan tangannya.
"Jika istrimu ingin memaafkan keslahanmu, jelaskan semuanya, dan katakan dengan sejujurnya" ucap Daniel.
"Baiklah tuan, saya juga tidak ingin kehilangannya" jawab sang dukun dengan tatapan wajah yang sangat tulus saat menatap istrinya.
"Aku tidak tau dia siapa, tapi dia hanya memintaku untuk menyerang keluarga Syahputra dan dia memberikan sebuah foto seorang wanita muda yang tengah menggendong seorang bayi" ucap sang dukun menjelaskan.
"Foto?, bisa aku melihat foto itu?" tanya Daniel meminta.
"Sebentar, saya ambilkan dulu" jawab sang dukun pergi menuju ke sebuah kota yang berada di dalam lemari mejanya.
Lalu dukun tersebut mengambil sebuah kotak dan memberikan kotak tersebut pada Daniel. Setelah Daniel membuka kotak tersebut, terlihat wajahnya sangat marah saat tau isi dari kotak tersebut.
"B4N6S4T! ini istri dan anakku!" ucap Daniel penuh emosi.
"Coba Ayah lihat" pinta Ayah Leo mengambil foto yang berada di dalam kotak tersebut.
"Kurang ajar!. Siapa yang sudah berani menyerang menantu dan cucuku!" timpal Ayah Leo dan menggenggam erat foto yang berada di tangannya.
"Saya juga tidak tau tuan, dia hanya membayar saya untuk melakukan itu, dan bodohnya saya kenapa saya mau menerima pekerjaan kotor seperti ini" jawab sang dukun penuh penyesalan.
"Lalu kenapa justru malah terkena pada Nenek anda tuan?" potong sang istri dukun tersebut bertanya.
"Karena di rumahku ada penghalang ghaib yang cukup kuat untuk menggalang energi gelap yang ingin masuk kedalamnya" jawab Daniel menjelaskan.
"Dan setan ini tidak bisa masuk kedalam, lalu dia balik ke suami kamu kemudian menyerang Nenekku" timpal Daniel.
"Jujur, baru pertama kali ada orang yang bisa mengalahkan kekuatanku" ucap sang dukun
"Ternyata istilah dari kata di atas langit masih ada langit itu memang benar ada" timpalnya.
"Itu tidak penting. Sekarang yang paling penting adalah siapa orang di balik semua ini?!. Berani sekali dia menggangu seekor naga yang bersembunyi" ucap Daniel dengan nada geram.
"Kalau tuan-tuan mau mempercayai saya, saya akan membantu kalian. Karena ini juga kesalahan saya, maka saya harus menebus dosa yang sudah saya lakukan" ucap sang dukun dengan tatapan jujur.
"Bagaimana cara kamu membantunya?" tanya Ayah Leo.
"Apa itu benar?" tanya Daniel.
"Tentu saja benar tuan. Disini ada istri saya yang menjadi saksinya. Saya juga tidak mau terus merasa bersalah pada tuan dan juga istri saya ini. Rumah tangga kami lebih penting dari harta" jawab sang dukun penuh keyakinan.
"Bagaimana menurut kamu nona?" tanya Daniel pada sang istri dari dukun tersebut.
"Aku percaya pada suamiku tuan, aku yakin dia akan membersihkan namanya yang sudah tercemar ini" jawab si istri dukun itu sambil tersenyum menatap suaminya.
"Baiklah, aku percaya pada kalian. Tolong jangan buat dia mencurigai kalian berdua" ucap Daniel.
"Tuan tenang saja, masalah ini bisa saya selesaikan dengan mudah" jawab sang dukun penuh percaya diri.
"Haha bagus. Aku suka sikap percaya diri darimu" ucap Daniel sembari menepuk pundak dukun tersebut.
"Aku serahkan tugas ini pada kalian. Kalau begitu kami permisi dulu" ucap Daniel.
Kemudian Daniel merogo saku celananya dan berjalan mendekati dukun tersebut lalu ia memberikan beberapa uang.
Dukun tersebut terlihat melangkah mundur beberapa langkah mengekspresikan seakan menolak pemberian dari Daniel karena ia merasa tidak pantas untuk menerima uang tersebut.
"Tidak tuan, jangan" tolak sang dukun dengan lembut.
"Tidak apa-apa, anggap saja ini untuk ucapan terima kasih dari kami, dan untuk biaya pengobatan luka pada tubuhmu akibat perbuatan ku tadi" jawab Daniel.
"Tidak perlu tuan, ini kesalahan saya. Jadi, ini sangat pantas saya terima" jawab sang dukun tetap menolak.
"Huffttt" Daniel menghela nafasnya.
Kemudian Daniel mendekati istri sang dukun itu, lalu ia berniat untuk menutup mata batin wanita tersebut supaya dia tidak merasa ketakutan dengan keadaan yang ada di seluruh isi rumahnya.
"Nona, terima uang ini, jangan coba-coba menolak. Kalau kau menolak, maka ku suruh para peliharaan suamimu ini untuk menakuti kamu" ancam Daniel dan membuat wanita itu terdiam tak bisa berkata apa-apa.
"Ja..jangan tuan, saya tidak mau" tolak wanita tersebut memohon.
"Kalau kau tidak mau setan-setan ini menakut-nakutimu, maka ambil untuk pengobatan suamimu" ucap Daniel memerintah.
"Sudah ambil saja. Dia pasti juga tidak akan kehabisan uang setelah memberikan pada kalian kok" sela Ayah Leo memotong.
Dengan terpaksa wanita itu mau tidak mau harus menerima pemberian dari Daniel. Setelah uang tersebut berada di tangannya, tiba-tiba air matanya menetes karena terharu dengan kebaikan dari Daniel.
"Te.. terima kasih banyak tuan. Kalian benar-benar orang yang sangat baik. Padahal ini salah dari suamiku, tapi kalian justru malah memberikan ini pada kami. Kami benar-benar sangat berterima kasih pada tuan-tuan sekalian" ucap wanita tersebut penuh tangisan.
"Sudahlah. Hapus air matamu itu, kau itu seorang wanita yang sangat berharga di mata suamimu. Jadi, jangan menangis lagi" ucap Daniel tersenyum dan langsung pergi meninggalkan pasangan suami istri tersebut yang saling berpelukan sambil menangis bersama-sama.
Sebelum pergi, Daniel juga melepaskan rantai yang berada di leher sosok wanita yang selalu berada di kakinya. Namun setelah rantai ghaib itu terlepas, sosok wanita tersebut malah terus mengikuti Daniel dan langsung memeluk kaki milik Daniel lagi.
"Ada apa denganmu?, kau sekarang sudah bebas. Jangan seperti ini" ucap Daniel bertanya.
"Biarkan saya ikut pada kalian tuan. Saya ingin menjaga keluarga kalian, terutama bayi tuan yang sangat lucu itu" ucap sosok wanita tersebut memohon.
"Tidak perlu, aku sendiri sudah cukup untuk melindungi mereka" tolak Daniel dengan lembut.
"Tapi tuan" ucap sosok wanita itu dengan tatapan wajah yang begitu memohon menatap Daniel.
Daniel langsung merasa tak tega melihat wajah dari setan tersebut lalu ia berkata "Baiklah-baiklah. Di dekat rumahku ada sebuah pohon, kau boleh tinggal di sana. Tapi ingat, jangan pernah menggangu orang, apalagi sampai menakut-nakuti mereka, Paham?" tanya Daniel.
"Siap tuan" jawab sosok wanita tersebut penuh semangat sambil memeluk erat kaki Daniel.
"Lepaskan kakiku!. Kita harus pulang" ucap Daniel memerintah dan pelukan dari sosok wanita tersebut langsung terlepas.