Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
GURU TAMPAN


Setelah masalah Leny dengan Zahra teman sekolahnya dulu usai, malam harinya Daniel menelepon Joe, dia memberi kabar kalau dia akan mengunjungi sekolah miliknya dan akan segera menjadi guru di sana.


Joe yang mendengar kabar bahwa Daniel akan berkunjung, ia yang tengah setengah sadar sewaktu Daniel menelpon pun langsung melotot dan lompat dari ranjangnya karena terlalu bahagia kalau sahabat yang selalu ia sebut dengan kata kapten sudah berada di Jepang.


Pagi harinya, Daniel pamit pada sang istri pergi menuju ke sekolah milik Joe agar ia bisa langsung mengajar di sana. Sedangkan Joe, sudah menunggu kedatangan kaptennya itu sedari pagi. Dia nampak bersemangat menanti kedatangan Daniel, guru-guru yang berada di dalam ruangan pun ikut tersenyum melihat pemilik serta kepala sekolah mereka sedang dalam suasana mood yang baik.


Leny mengantarkan suaminya pergi menuju ke mobilnya bersama sang putra. Pada saat mereka sampai di tempat parkir, Daniel berhenti lalu ia nampak termenung seperti memikirkan sesuatu.


"Ada apa Ayah?, kenapa Ayah diam saja?, nanti telat loh" tanya Leny kebingungan.


"Ayah baru sadar. Dari delapan mobil kita di sini, kenapa semuanya model sport?" tanya Daniel.


"Terus, apa masalahnya suamiku?" tanya Leny balik.


"Kalau Ayah ke sana menggunakan salah satu dari mobil ini, pasti bakal heboh satu sekolah Honey" jawab Daniel.


"Belum di coba kok udah pesimis gitu sih Ayah?" tanya Leny lagi.


"Udah deh Ayah, Bunda yakin mereka pasti akan biasa-biasa saja melihat mobil yang Ayah bawa. Tapi kalau masalah ketampanan Ayah, baru Bunda takut" timpal Leny tersenyum menggoda.


"Masih ada yang lebih tampan dari suamimu ini Honey" ucap Daniel geram sambil mencubit hidung sang istri.


"Yaudah, Ayah berangkat dulu ya Honey" timpal Daniel pamit sambil mencium kening Leny dan sang putra yang tengah di gendong oleh Leny.


"Iya Ayah, hati-hati ya Ayah" jawab Leny tersenyum memandang Damin dengan menirukan suara seperti bayi.


NB : KARENA MEREKA SEDANG BERADA DI JEPANG, DAN DANIEL AKAN MENGAJAR DI SEBUAH SEKOLAH YANG PASTI DI HUNI OLEH WARGA JEPANG. JADI MEREKA AKAN MENGGUNAKAN BAHASA TERSEBUT DAN AKAN SAYA BUAT SEPERTI BAHASA INDONESIA SAJA🗿🗿


HAPPY READING... YOK LANJUT...


Karena di negara sakura tersebut sangat jarang orang yang memiliki sebuah kendaraan pribadi, dan warga negara sakura tersebut lebih memilih kendaraan umum yang jauh lebih mudah serta murah. Daniel menjadi merasa lebih lumayan cepat saat menuju ke sekolah Joe menggunakan mobil sport milikinya.


Selang satu jam perjalan dari hotelnya, kini mobil mewah yang di kendarai oleh Daniel sudah sampai di pintu gerbang sekolah milik Joe, satpam yang berjaga juga langsung membukakan pintu gerbang untuk Daniel masuk kedalam karena sudah di beri pesan oleh Joe.


Saat mobil Daniel berhenti dan terparkir, mobil mewah tersebut langsung menjadi pusat perhatian para murid-murid yang bersekolah di sekolah tersebut.


"Sudah ku bilang, ini bakal terjadi" keluh Daniel menghela nafasnya dan masih berada di dalam mobil.


Ketika pintu mobil mewah itu terbuka, hal heboh semakin terjadi saat Daniel keluar dari dalamnya dan menampakkan wajah tampannya yang membuat para kaum hawa semakin heboh karena wajah Daniel yang tampan serta tubuh yang masih atletis meskipun sudah beristri.


"Siapa pria tampan itu?" tanya para siswi di sekolah itu pada teman mereka masing-masing dengan suasana heboh.


"Apa mungkin dia guru baru di sekolah kita?" sambung siswi lainnya.


"Semoga aja iya" jawab temannya tersenyum penuh harap.


"Selamat pagi semuanya" sapa Daniel tersenyum ramah ketika ia tau kalau sudah menjadi pusat perhatian para siswa-siswi di sekolah tersebut.


"Pagi" jawab para siswi dengan hebohnya.


Lalu Daniel beranjak dari mobilnya menuju ke ruangan guru dimana Joe sudah menunggu kedatangan kaptennya tersebut. Setiap lorong per lorong kelas ia lewati, tak sedikit siswi yang heboh melihatnya ketika melewati kelas mereka, namun Daniel hanya bisa membalas dengan senyuman manis saja dan membuat mereka semakin terpesona melihat senyuman tersebut.


Ketika Daniel sedang melewati lorong kelas lainnya, ia melihat beberapa siswa dan siswi tengah duduk di depan pintu sambil menikmati rokoknya. Mereka nampak tak peduli dengan keadaan sekitar dan merasa bodoh amat saja bagi orang-orang yang menilai mereka yang berada di kelas itu.


Saat Daniel ingin mendekati para murid itu, tiba-tiba ada seorang murid laki-laki yang menarik tangan seakan menahan Daniel agar tidak ke sana dan berurusan dengan para murid tersebut.


"Maafkan saya menarik anda dengan tiba-tiba" ucap murid laki-laki tersebut dengan sopan.


"Memangnya ada apa?, kenapa kamu tiba-tiba menarik ku?" tanya Daniel.


"Apakah anda guru baru di sekolah ini?" tanya balik murid tersebut.


"Iya, saya akan menjadi salah satu Guru di sekolah ini" jawab Daniel.


"Begini Sensei, sebaiknya Sensei jangan menuju ke kelas tersebut, apa lagi sampai berinteraksi dengan para purid di kelas itu" ucap murid laki-laki itu menjelaskan.


"Memangnya ada apa di kelas itu?" tanya Daniel.


"Murid-murid di kelas itu semuanya berandalan, mau itu lelaki dan perempuan, mereka semua sama saja. Sudah banyak wali kelas mereka yang tidak tahan dan mengundurkan diri dari sekolah ini karena mereka semua. Sampai-sampai kelas mereka di beri julukan sebuah kelas kegelapan" jawab murid tersebut. Namun Daniel diam saja justru ia malah tersenyum.


"Sebaiknya Sensei jangan sampai menjadi wali kelas mereka" timpal murid itu berharap.


"Terima kasih sudah memberi tau saya" ucap Daniel tersenyum sambil menepuk bahu murid tersebut.


"Oh iya, ruangan Guru atau Kepala sekolah di mana ya?" timpal Daniel bertanya.


"Mari, saya antar kan Sensei" ucap murid tersebut mengantarkan Daniel ke ruangan Guru.


"Terima kasih" jawab Daniel.


Daniel mengikuti murid laki-laki itu dari belakang, berjalan menuju ke sebuah ruangan dimana para guru dan kepala sekolah itu berada. Setelah melewati beberapa lorong kelas, akhirnya mereka berdua sudah sampai di depan sebuah ruangan yang bertuliskan Guru ( dalam tulisan berbahasa Jepang )


"Kita sudah sampai Sensei, ini tempatnya" ucap murid tersebut.


"Baiklah, kalau begitu terima kasih sudah mengantarkan saya" ucap Daniel tersenyum.


"Siapa nama kamu?" timpal Daniel bertanya.


"Hant, Sensei" jawab murid laki-laki tersebut.


"Kalau begitu terima kasih Hant-kun" ucap Daniel.


"Sama-sama Sensei. Saya izin pamit kembali ke kelas dulu ya" jawab Hant pamit lalu pergi Kemabli ke kelasnya, dan Daniel hanya mengacungkan jari jempol mengisyaratkan kata semangat dalam belajar.


Setelah sang murid tersebut menghilang dari pandangan Daniel, Daniel langsung memasuki ruangan tersebut agar bisa segera bertemu dengan Joe sang pemilik sekolah tersebut atau lebih tepatnya sahabatnya itu.


Joe yang sedang sibuk dengan layar laptopnya pun langsung terhenti saat melihat ada yang membuka pintu ruangan tempat ia dan para guru lainnya berada. Saat ia tau siapa yang datang, Joe langsung tersenyum gembira dan langsung menyambut kedatangan kaptennya itu.


"Wah-wah, akhirnya kau datang juga kapten" sambut Joe dengan senyuman gembiranya.


"Silahkan duduk kapten" timpal Joe menarik kan sebuah kursi untuk Daniel duduki.


"Kau ini tak pernah berubah dalam pemanggilan itu" ucap Daniel menggeleng.


"Hehehe, sudah menjadi kebiasaan sejak kita masih sekolah dulu" jawab Joe cengengesan.


Para staf dan Guru-guru yang melihat keakraban Joe yang merupakan kepala sekolah mereka dengan pria tampan yang belum mereka tau namanya itu pun menjadi penasaran karena Joe yang begitu ceria hari ini.


"Kenapa ketika pria tampan itu datang, Pak Joe terlihat sangat gembira ya?" bisik salah satu Guru yang berjenis kelamin perempuan.


"Mungkin karena kedatangan pria itulah yang membuat Pak kepalanya sekolah menjadi riang gembira seperti ini, bahkan sejak pertama ia datang pagi tadi" sambung Guru lainnya.


"Joe, eh maaf. Maksud saya, Pak kepala sekolah" ucap Daniel.


"Panggil Joe saja kapten, tidak usah sungkan seperti itu" ucap Joe tersenyum jahil.


"Saya ada satu permintaan" ucap Daniel serius.


"Apa itu kapten?" tanya Joe penasaran.


"Jika saya sanggup, maka akan saya kabulkan" timpalnya.


"Saya ingin Pak kepala menjadikan saya sebagai wali kelas untuk murid-murid yang di juluki sebagai kelas kegelapan itu" jawab Daniel tegas dan tatapan mata yang begitu serius.


"Apa kau yakin kapten?" tanya Joe dengan wajah yang sangat terkejut dan para Guru-guru lain yang mendengarnya ikut terkejut karena tiba-tiba ada orang yang menawarkan diri untuk menjadi wali kelas untuk murid-murid yang terkenal cukup berandal di sekolah tersebut.


"Aku tak ingin kau kenapa-kenapa kapten. Aku saja sudah menyerah dengan para murid-murid itu" timpalnya khawatir.


"Kau tau aku kan Joe?, dan kau sangat mengenal bagaimana aku ini kan?" tanya Daniel tersenyum sinis.


"Tentu saja aku sangat mengenal siapa kau kapten, tapi..." ucapan Joe terhenti karena Daniel memotongnya dan meyakinkan Joe dengan wajah yang begitu serius.


"Kau tenang saja Pak kepala, serahkan mereka padaku" ucap Daniel tersenyum penuh arti.


"Baiklah kapten, jika kau yang menginginkannya, maka akan ku turutin saja" jawab Joe pasrah.