
Sesampainya Mery dan Caty di rumah si dukun tersebut, mereka berdua melihat beberapa mobil mewah sedang terparkir di halaman rumah dukun itu.
Mery merasa yakin kalau para pemilik mobil-mobil tersebut tidak lain ialah orang-orang yang sudah membayar dukun tersebut untuk melakukan penyerangan pada keluarga Daniel.
"Itu pasti orang-orang yang tuan kita maksud" ucap Mery merasa yakin.
"Ya kau benar" sambung Caty
"Lalu, apa yang akan kita lakukan?" timpal Caty bertanya.
"Sebaiknya kita periksa kedalam, jika memang benar mereka orangnya, kita harus segera melapor pada tuan kita" ucap Mery.
"Terserah kau saja, aku ikut denganmu" sambung Caty mengikuti Mery masuk kedalam rumah dukun tersebut.
Setelah mereka sudah sampai dalam rumah dukun tersebut, Mery dan Caty melihat sang dukun tengah berbincang dengan seorang pria yang di kawal beberapa pria di belakangnya.
"Jadi mereka yang membuat aku sampai hampir mati oleh tuan Daniel" ucap Mery dengan tatapan marah.
"Apa yang sedang mereka bicarakan ya?, kenapa pria-pria yang menggunakan baju hijau itu terlihat sangat marah?" ucap Caty bertanya-tanya.
"Sebaiknya kita lebih mendekati lagi" ucap Mery dan di ikuti oleh Caty dari belakang.
"Bagaimana in?!, kenapa pekerjaanmu bisa gagal hah?" ucap seorang pria yang duduk di depan dukun itu.
"Aku juga tidak tau tuan, orang yang anda targetkan seperti memiliki sesuatu" jawab dukun tersebut.
"Aku sudah membayar mahal-mahal!. Aku tak mau dengar kata kegagalan!" ucap pria itu sambil menggebrak meja.
Istri dukun itu yang tengah mengintip di belakang sampai terkejut karena pria tersebut memukul meja itu dengan sangat keras.
"Tuan tolong tenang dulu" ucap sang dukun membujuk.
"Kau pikir aku bisa tenang setelah pekerjaanmu gagal?!" tanya pria itu semakin emosi.
"Sepertinya keadaan semakin gawat ni" ucap Caty.
"Caty, aku minta tolong padamu untuk segera melaporkan ini pada tuan kita" ucap Mery meminta.
"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Caty.
"Aku akan menunggu di sini, aku akan membantu dukun tersebut jika orang-orang itu melakukan hal yang tidak di inginkan" jawab Mery.
"Apa?, tidak bisa Mery, aku akan membantumu" ucap Caty menolak.
"Caty, jika berdua disini, lalu siapa yang akan memberi tau tuan kita?" tanya Mery.
"Lebih baik kita berdua kembali dan segera melapor pada tuan kita" jawab Caty.
"Jika kita berdua pulang, aku takut para pria itu akan melakukan hal-hal yang tidak beres pada dukun itu dan istrinya" ucap Mery.
"Lalu kalau aku kembali dan meninggalkan kamu di sini sendirian di sini, aku takut kamu kenapa-kenapa" ucap Caty khawatir.
"Kau jangan bodoh Caty, mereka semua tidak bisa melihatku di sini. Ingat, kita ini setan, bukan manusia seperti mereka" jawab Mery meyakinkan Caty.
"Cepatlah Caty, sebelum suami istri itu kenapa-kenapa" timpal Mery.
Lalu Caty terdiam sejenak, ia masih mengkhawatirkan keadaan Mery jika nanti ia pergi dan melaporkan pada Daniel tentang keadaan yang ada di rumah dukun itu.
"Apa yang kau pikirkan Caty?. Buruan pergi" tegur Mery sedangkan Caty hanya menatap Mery dengan tatapan seakan tak rela.
"Baiklah aku akan pulang. Aku minta kau jangan terlalu banyak membuang energi, jangan memaksakan diri" ucap Caty memperingati.
"Tunggu aku Mery, jangan sampai kau kenapa-kenapa" ucap Caty dan langsung menghilang pergi kerumah Daniel.
Setelah Caty menghilang, Mery langsung mendekati mereka dan berdiri di antara para anak buah dari pria misterius tersebut. Ternyata sang dukun menyadari kehadiran Mery yang berdiri di antar para pria yang berdiri di hadapannya.
"Kau?, kau kan sosok wanita yang menjadi pengikutnya tuan Daniel" ucap dukun tersebut melalui telepati.
"Kau tenang saja, aku akan membantu kalian sebisaku" jawab Mery.
melihat si dukun tersebut hanya terdiam termenung, membuat bos dari para pria itu semakin emosi. Pria itu langsung menggebrak meja lagi dan membuat dukun tersebut terkejut hingga lamunannya buyar.
"AKU MENYURUHMU UNTUK MELAKUKAN PENYERANGAN LAGI!, BUKAN MALAH BENGONG SEPERTI ORANG BODOH!" bentak pria itu penuh emosi.
"Ba..baik tuan" jawab sang dukun ragu-ragu karena ia juga tak berniat sama sekali untuk menyalahgunakan kekuatannya lagi karena sudah berjanji pada sang istri.
Sedangkan sang istri dari dukun tersebut yang sedari tadi hanya bersembunyi di balik kain gorden di belakang si dukun tersebut, sudah merasa tak tahan lagi karena melihat dan mendengar suaminya yang terus di desak seperti itu.
Kemudian sang istri langsung keluar dan memarahi pria tersebut karena tak terima kalau suaminya terus-menerus ditindas seperti itu.
______________________
Di tempat lain, tepatnya di rumah Daniel. Terlihat Daniel yang masih duduk termenung di teras rumahnya. Namun kedatangan Caty yang tiba-tiba muncul di depannya membuat Daniel terkejut.
"Ada apa?, kenapa kau terlihat buru-buru?, dimana Mery?" tanya Daniel bertubi-tubi.
"Hosh, hosh, hosh" Caty sedikit kelelahan lantaran terlalu banyak mengeluarkan energi karena ia sangat khawatir dengan Mery.
"Be..begini tuan, hosh.. hosh... Pada saat kami kerumah seseorang yang tuan maksud, setelah kami berdua sampai di sana, kami melihat beberapa mobil terparkir di depan halaman rumahnya. Kemudian kami berdua masuk kedalam, dan melihat dukun yang anda maksud sedang di tertekan" jawab Caty menjelaskan.
"Lalu Mery menyuruhku untuk melapor pada anda, dan dia berada di sana sendirian untuk membantu dukun itu serta istrinya" timpalnya.
"Aku khawatir kalau Mery terlalu banyak menggunakan energinya untuk mengulur waktu sampai tuan sampai di sana" ucapnya lagi.
"Yaudah, aku akan pergi kesana sekarang juga. Kau kembali dan bantu Mery. Gunakan ilmu menghilang agar kau bisa sampai di sana dengan cepat, agar Mery segera terbantu" ucap Daniel memerintah.
"Baik tuan, aku akan segera kesana" jawab Caty.
Setelah Caty menghilang, Daniel langsung buru-buru masuk kedalam rumah dan mengambil kunci mobil. Setelah itu ia langsung pergi ke Bandung untuk segera memberi pelajaran pada orang yang telah berani menyerang Nenek Ani.
Pada saat Daniel berada di perjalanan, tiba-tiba ponselnya berdering, dan saat ia melihat siapa yang menelepon, ia sedikit bingung karena yang menelponnya adalah istrinya.
"Aduh, istriku menelepon lagi, apa yang harus aku katakan ya" ucap Daniel bertanya-tanya.
"Iya Honey" ucap Daniel setelah menjawab panggilan telepon dari sang istri.
"Ayah kemana?, kok tiba-tiba Ayah tidak ada di rumah?" tanya Leny khawatir.
"Maaf Honey, Ayah buru-buru tadi sampai Ayah lupa mengatakannya" jawab Daniel.
"Memangnya ada apa Ayah?, apa ada masalah?" tanya Leny.
"Ada sesuatu yang harus Ayah kerjakan Honey. Dan ini sangat penting" jawab Daniel.
"Yasudah, Ayah hati-hati. Jangan pulang terlalu lama" ucap Leny.
"Iya istriku" jawab Daniel dan ia langsung menutup panggilan teleponnya.
"Waktunya berpesta" ucap Daniel tersenyum sinis dan langsung melajukan mobilnya secepat mungkin agar segera sampai di Bandung.