
Lalu Boby dan sebagain anak buahnya yang masih berdiri, mengeluarkan senjata mereka.. mulai dari pisau Sampai pistol
"Kalian sudah membuat ku kehabisan kesabaran" ucap Boby menodongkan pistol ke arah Leo"
Leny menjadi semakin takut karena melihat ayah mertuanya dalam bahaya, namun tidak dengan Daniel dan ibu mertuanya
"Suamiku.. ayah dalam bahaya, aku sangat takut pada keselamatannya" ucap Leny
"Sudah, tidak ada yang perlu kamu takutkan istriku" timpal Daniel tersenyum
Lalu Daniel mendekati mereka semua dan raut wajahnya berubah menjadi sadis dan dingin,. mereka yang melihat wajah Daniel seperti itu, menjadi gemetaran
"Sial mengapa anak ini?, dia tidak melakukan apa-apa, tapi mengapa tubuhku tak mau berhenti bergetar" (*batin salah satu dari kerumunan penjahat itu*)
Boby terus menyodorkan senjatanya ke arah Leo, namun dengan santainya Leo memandang Boby dengan wajah malas
"Kau pikir aku takut dengan ancaman mu?" ucap Leo memasukkan jarinya ke dalam lubang pistol
"Sa...dasar orangtua gak takut mati kau ya, jika ingin mati, maka akan ku tekan pelatuk ini" bentak Boby
"Tembak saja" ancam Leo
Leny terus memeluk Rani, dia semakin ketakutan., sedangkan Windy sudah hampir pingsan di pelukan Riski karena suasana itu
Daniel sudah membereskan semua anak buahnya Boby, dan sekarang tinggal Boby saja yang tersisa
"Hey lihat semua orang-orang mu sudah ku bereskan, jika sudah selesai bermainnya selanjutnya giliran kamu, semua anak buah mu tak bisa menghiburku" ejek Daniel
"Ck!. dasar lemah kalian semua" (*batin Boby)
Melihat seluruh penjahat sudah tumbang semua, membuat mereka agak sedikit lebih tenang, karena tinggal hanya menjatuhkan Boby
Akan tetapi betapa liciknya si Boby, dia menembak ke arah langit gedung dan melarikan diri
"Cih! dasar licik, beraninya kau kabur!" teriak Daniel
Setelah permasalahan selesai, Daniel menyuruh Riski untuk menelepon polisi., dan polisi segera datang ke TKP dan menangkap seluruh anak buah Boby
"Terimakasih tuan telah membantu kami menangkap buronan yang selama ini kami cari" ucap inspektur Yuddy
"Sayangnya bos mereka kabur" timpal Daniel
"Iya tuan Boby ini sangat licik, dia begitu licin, oleh sebab itu dia telah menjadi buronan negara., jika tertangkap mungkin dia akan kena hukum mati atau penjara seumur hidup" ucap inspektur Yuddy
"Kalau begitu kami permisi dulu tuan dan nyonya sekalian, kami akan segera mengurus mereka, dan kami akan membutuhkan bantuan dari tuan Daniel" timpal inspektur Yuddy
"Baiklah inspektur, saya akan membantu sebisa saya" jawab Daniel tersenyum
Inspektur Yuddy menyuruh anggotanya untuk memborgol semua anak buahnya Boby yang telah tertangkap
"Terimakasih atas kerjasamanya tuan" Yuddy mengulurkan tangannya
"Kalau begitu kami permisi" Yuddy memberi hormat
"Baik berhati hatilah" jawab Daniel tersenyum
Semua masalah beres dan Leny langsung memeluk Daniel dan menciumnya
"Suamiku sangat hebat, aku semakin mencintaimu" ucap Leny memeluk Daniel
"Ehem ehem!.. lihat tempat dong tuan dan nyonya Syahputra" ejek Windy
"Hehe jangan iri dong. jika pengen, buruan minta Riski segera menikah kamu" ejek Leny menjulurkan lidahnya
Semua orang tertawa karena tingkah Windy dan Leny,. dan suasana di dalam gedung menjadi semakin bahagia, lalu acara lamaran Riski dan Windy di lanjutkan
Boby yang kabur meninggalkan tempat yang telah ia jadikan markas tempat penyimpanan barang haramnya, merasa geram kepada mereka., terutama kepada Daniel
"Anak kemaren sore itu berani melawan, mulai hari ini hidupmu tidak akan sama" ucap Boby memukul setir mobilnya
Boby mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang untuk meminta bantuan,. dan orang yang ia telepon tidak lain adalah pembunuh bayaran saber, saber adalah kelompok pembunuh bayaran nomor 3 di Indonesia dan sudah di kenal di berbagai negara, setiap misi yang mereka jalani tidak ada satupun yang gagal
"📱Hallo bos! ada apa? apa yang bisa kami bantu📱" ucap pemimpin Saber
"📱Aku ingin kalian membantuku untuk menghabisi nyawa seseorang, dia telah mengganggu Bisnisku dan telah menangkap sebagian anak buahku📱" timpal Boby marah
"📱 Baiklah serahkan tugas ini kepadaku, akan aku bawakan kepalanya untukmu"📱ucap pemimpin saber itu tertawa
"📱 Baiklah aku serahkan tugas ini untukmu, aku akan mentransfer 25juta untuk DP, sisanya akan ku transfer lagi"📱 ucap Boby
"📱Haha baiklah bos, kami akan segera menyelesaikan ini"📱 timpal pemimpin saber dan langsung menutup telponnya
"Rasakan! kau tunggu pembalasan dariku bocah" cetus Boby emosi
Waktu menunjukkan pukul 20.00, dan acara sudah selesai, mereka semua akan pulang ke rumah., dan tentu saja Daniel dan Leny akan kembali kerumah mereka yang baru di beli Daniel
"Kalau begitu Daniel dan Leny pulang dulu ya" Daniel dan Leny menyalami mereka
"Iya sayang, sering-sering kerumah timpal Rani dan mencium anak dan menantunya itu
"Mama menunggu cucu dari kalian ya sayang" timpal Siska tertawa
"Hehe iya ma, doain saja semoga tuhan memberikan momongan untuk kami" jawab Daniel tersenyum
Setelah pamit, Daniel dan Leny menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan gedung itu,. tiba-tiba Daniel memiliki perasaan yang tidak enak
Benar saja, ternyata ada 3 buah mobil yang sedang mengikuti mobil Leny dan Daniel
"Sepertinya ada yang tidak beres" (*batin Daniel*)