Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
DENDAM AKBAR


*S*ebelum Daniel memasak dia mencium kening Leny terlebih dahulu, dan langsung memasak permintaan istrinya itu.. Leny terus memperhatikan suaminya yang tengah memasak itu, dan membuatnya tersenyum-senyum sendiri


"*B*enar kata kak Ayu, kamu memang sosok lelaki idaman para wanita, aku sangat beruntung bisa menjadi istri kamu" (*batin Leny*)


20 menit Daniel menjadi koki mendadak untuk istrinya, dan akhirnya hasilnya sudah jadi. Leny yang melihat hasil masakan suaminya itu, menjadi tak sabar untuk segera mencicipinya


"Ayah cepat, bunda sama bayi kamu sudah lama menunggu ni" ucap Leny manja sembari memegangi perutnya


"Iya sabar honey, sebentar lagi aku sajikan untuk kamu dan bayi kita" jawab Daniel sedang meletakan hasil masakannya


Daniel menghampiri Leny dan menyajikan hasil masakannya, dan Leny di lakukan seperti layaknya seorang ratu, Leny semakin bahagia karena Daniel selalu memanjakannya


"Silahkan di makan tuan putri" ucap Daniel menyajikan hasil masakannya


"Terimakasih kasih ayah" jawab Leny mencium pipi Daniel


Daniel mengambil piring Leny dan meletakkan makanan di atas piringnya lalu langsung menyuapinya, Leny terkejut dengan hasil masakan suaminya itu


"Enak sekali suamiku, lebih enak daripada masakan restoran" puji Leny


"Pelan-pelan makanya istriku" timpal Daniel membersihkan sisa makanan yang menempel di pipi Leny


"Sayang, ayah kamu hebat sekali" ucap Leny mengelus perutnya


Daniel terus menatap tingkah istrinya itu dan sesekali tersenyum karena memiliki istri secantik dan semanja Leny


"Ayah, kamu makanya juga dong" timpal Leny mendongak menatap Daniel


"Iya setelah kamu selesai makan, aku juga makan" jawab Daniel tersenyum dan mengelus kepala Leny


"Terimakasih ya suamiku, kamu sudah menjadi suami terbaik di dunia ini, aku sangat beruntung bisa menjadi istri kamu" timpal Leny mengelus pipi Daniel


"Iya sayang, aku juga sangat bahagia karena kamu menjadi wanita yang hadir di dalam hidupku" timpal Daniel mencium tangan Leny yang berada di pipinya.


Satu Minggu telah berlalu


Leny akhirnya mengizinkan Daniel untuk pergi ke kantor, namun Leny memberikan syarat ke Daniel untuk selalu memberikan kabar melalui telepon maupun chat. sebelum Daniel berangkat, Leny memintanya untuk mengantarkan dia ke rumah mertuanya, dan dia akan meminta kedua orangtuanya untuk datang kerumah Leo dan Rani.


Sesampainya Daniel di kantor, Daniel disambut hangat oleh karyawannya yang telah lama merindukan kehadiran CEO mereka,. semua staf dan karyawan sangat menyukai kepemimpinan Daniel, karena Daniel selalu mengutamakan staf dan karyawan, dia tidak pernah memarahi staf dan karyawan di kantor, meski ada saja karyawan dia yang melakukan kesalahan-kesalahan, namun Daniel tidak pernah mau membentak atau sampai memecat karyawan kantornya


"Wah CEO kita sudah kembali ke kantor ni" ejek Riski menyambut kedatangan Daniel


"Haha kamu ini" jawab Daniel memukul pundak Riski


"Bagaimana keadaan saudara ipar ku?" tanya Riski mengedipkan sebelah matanya


"Nanti kita bahas secara pribadi, sekarang ini pasti banyak pekerjaanku yang harus aku selesaikan" timpal Daniel menepuk pundak Riski dan pergi berjalan ke ruangannya


Di sepanjang perjalanan menuju ruangan, Daniel memberikan senyuman kepada seluruh staf dan karyawannya, dan mereka juga membalas senyuman CEO mereka dengan senyuman dan memberikan hormat


"Selamat datang kembali pak" ucap mereka tersenyum membungkuk


"Iya terimakasih semuanya, kalian boleh duduk dan kembali bekerja" jawab Daniel tersenyum


Ketika sampai di dalam ruangannya, Daniel langsung mengerjakan pekerjaannya yang sudah menumpuk seperti gunung.


Pukul 17.00


Semua staf dan karyawan telah selesai bekerja untuk hari ini, dan mereka meminta izin kepada Daniel untuk kembali kerumahnya, namun Daniel masih berada di kantor karena mengejar pekerjaannya yang telah lama terbengkalai, tepat pukul 17.30, Leny menelepon Daniel, dia sangat mengkhawatirkannya, karena tidak biasanya suaminya itu pulang terlambat


Daniel yang lupa memberi kabar tentang terlambatnya dia kembali, langsung di marahi oleh Leny karena dia telah mengingkari janjinya untuk selalu memberi kabar padanya


18.00 Daniel pulang dan menjemput Leny, tapi di dalam perjalanan menuju rumah ayah dan ibunya, Daniel melihat ke arah belakang mobilnya, ternyata ada beberapa mobil Jeep sedang mengikutinya..perasaanya sedikit tidak tenang dan sedikit jengkel karena lelah seharian bekerja, namun ada saja orang yang mencari masalah dengannya


"Cih mengapa harus sekarang?!, aku sedang lelah, aku tidak niat untuk bermain dengan kalian" Daniel mengomel


Pada saat Daniel melewati jalan yang sepi dan tidak orang di jalan, ke 5 mobil Jeep itu langsung menyalip dan berhenti di depan mobil Daniel.Lalu muncul sekitaran 15 orang keluar dari mobil Jeep itu dan menuju ke arah mobil Daniel dan memaksanya untuk keluar


Lalu ada mobil Ferrari yang menyalipnya dan berhenti tepat di samping mobil Jeep itu, dan ketika orang yang mengendari Ferrari itu keluar, ternyata Daniel langsung mengenali orang itu. Orang itu tidak lain adalah Akbar


Akbar masih memiliki dendam kepada Daniel karena dia telah merebut wanita pujaan hatinya itu, Akbar menggedor-gedor kaca mobil Daniel dan memaksanya untuk segera keluar


"Hey! keluar kau lelaki miskin, keluar kau!, jika kau ingin pulang dengan selamat, maka serahkan Leny untukku" ucap Akbar mengancam Daniel..