
Daniel mengajak Dion, Kevin dan juga Alvin pergi menemui Wulan yang katanya sedang di culik oleh seseorang. Mendengar Wulan di culik, membuat Kevin tertawa karena hal itu adalah hal yang lucu dan tidak mungkin terjadi.
"Orang bodoh mana sudah berani menculiknya Kak?" tanya Kevin tertawa.
"Lagipula, nama kita sudah begitu besar di negara ini Kak. Jadi tidak mungkin ada yang berani berbuat hal bodoh seperti itu" timpalnya tertawa.
"Aku juga tau" jawab Daniel.
"Tapi sudah lama aku tidak bermain seperti ini. Aku juga ingin mengisengi orang itu" timpalnya.
"Apa kau ingin membuat orang itu terkena mental?" tanya Alvin dan di anggukkan oleh Daniel dengan tertawa jahatnya.
"Janganlah, kasihan" tambah Alvin tak tega.
"Kau tenang saja, aku juga tidak berniat untuk merusak mentalnya" jawab Daniel.
"Aku cuma ingin tau tujuan penculik itu. Karena aku yakin orang itu hanya melakukan penculikan ini hanya karena keterpaksaan saja" timpalnya.
"Maksudmu?" tanya Alvin bingung.
"Ketika tadi Wulan menelpon, dia malah berkata kalau dia sedang di culik, dan ia memesan untuk menyiapkan uang 300juta" jawab Daniel menjelaskan.
"Tak lama kemudian, Wulan menelpon lagi. Tapi kali ini yang berbicara orang yang sedang menyanderanya. Dia berkata dengan nada ketakutan untuk membatalkan apa yang Wulan katakan tadi" tambahnya menjelaskan.
"Jadi sebenarnya kau cuma ingin mencari tau apa yang sebenarnya yang terjadi saja?" tanya Alvin menebak.
"Yaps!. Aku juga sengaja menakut-nakutinya, aku mengancamnya untuk tetap di sana" jawab Daniel tersenyum.
Setelah mendengar penjelasan dari Daniel, mereka berempat segera pergi menuju ke tempat dimana Wulan berada. Daniel juga meminta mereka agar merahasiakan hal ini pada para wanita mereka agar tidak ada yang merasa cemas dengan apa yang sedang di alami oleh Wulan.
Sebelum menuju ke tempat tersebut, Daniel mengambil senjata miliknya hingga membuat mereka kebingungan karena melihat Daniel mengambil senjata miliknya yang merupakan katana yang bernama Ryu Ken.
"Untuk apa kau membawa itu?" tanya Alvin kebingungan.
"Apa Kakak ingin memenggal kepala orang itu?" tanya Kevin juga.
"Sudah jangan banyak bertanya. Sebaiknya kita segera kesana, perasaanku tiba-tiba terasa tak enak" jawab Daniel sambil membawa barang-barangnya menuju ke mobil.
Sedangkan di sisi lain dimana Wulan dan di penculik itu berada. Wulan mencoba menenangkan pria yang terlihat sangat ketakutan karena mendengar kalau Daniel akan datang menemuinya untuk membuat sebuah perhitungan kepadanya.
"Sudahlah, kau jangan cemas. Semua akan baik-baik saja" ucap Wulan menenangkan pria yang sudah berkeringat dingin itu.
"Bagaimana aku bisa tenang nona?. Kakak anda akan segera kesini dan akan memberi perhitungan padaku" jawab pria itu pasrah.
"Hari ini aku benar-benar sial!. Belum selesai masalah yang lama, masalah yang baru datang lagi" timpal pria itu lemas.
"Tidak ada yang perlu kau takutkan, semua akan baik-baik saja dan kau akan selamat dari masalahmu ini" jawab Wulan tersenyum agar pria itu bisa lebih tenang.
"Kakakku tidak akan berbuat sesuatu padamu, kau tenang saja" timpal Wulan meyakinkan pria itu.
Di saat Wulan sedang menghibur pria itu, tiba-tiba dari luar gudang kosong itu masuk beberapa pria yang seakan nampak mencari sesuatu dan wajah yang sedang marah.
"Ternyata kau di sini ya!" ucap salah satu dari mereka.
"Sudah ku bilang kau tidak akan bisa lolos dariku" timpalnya tersenyum sinis.
"Siapa mereka?" tanya Wulan pada pria yang tiba-tiba berubah menjadi ketakutan.
"Kenapa mereka bisa tau kalau kita ada di sini?" tanya Wulan lagi.
"Se.. sebenarnya mereka telah memasangkan alat pelacak pada leherku ini. Jadi kemanapun aku pergi pasti mereka akan menemukanku" jawab pria itu melepaskan sebuah syal yang terlilit di lehernya untuk menutupi alat pelacak tersebut.
"Aku lelah mencari keberadaan mu. Tapi kau malah bersembunyi di tempat ini bersama seorang wanita ya?!" tanya si rentenir itu.
"Jika kau menyerahkan wanita itu padaku, maka semua hutang-hutangmu akan ku anggap lunas" timpal pria itu tersenyum bejat.
"Hahaha. Kau pikir aku mau dengan pria tua, gendut, dan bau busuk sepertimu?!" tanya Wulan mengejek.
"Walaupun kau tidak bersedia dengan suka rela, maka masih ada cara kekerasan untuk mendapatkan mu" jawab pria itu sedikit kesal.
Lalu pria itu memberikan sebuah perintah pada para anak buahnya untuk menangkap Wulan dan di bawa kepadanya. Namun ketika salah satu dari anak buah rentenir itu mendekati Wulan, Wulan langsung menendang pria itu dan pria itu terpental sampai di bawah kaki si rentenir itu.
Rentenir itu terkejut melihat salah satu anak buahnya yang sudah terkapar tepat di bawah kakinya. Lalu ia memerintahkan para anak buahnya untuk mengeluarkan senjata mereka, dan mereka semua langsung mengeluarkan sebuah pisau.
"Hahaha. Seperti kau tidak boleh di remehkan cantik" ucap rentenir itu tertawa sombong.
"Serang!" timpal rentenir itu memerintah.
Kedelapan pria itu langsung berlari dan mencoba menyerang Wulan menggunakan senjata yang mereka pegang. Wulan tidak mungkin melawan mereka semua karena ada orang lain yang berada di belakangnya.
"Sebenarnya aku bisa saja membereskan hama-hama ini. Tapi aku juga harus memikirkan keselamatan pria yang ada di belakangku ini" batin Wulan berdecak kesal.
Ketika salah satu rentenir itu mendekati dan mengayunkan pisaunya ke arah Wulan, Wulan langsung menggenggam tubuh pria itu dan melompat ke arah samping agar mereka tidak terkena tebasan dari pisau itu.
Alhasil pisau itu hanya mengenai sebuah tali yang berada di baju pada bagian pinggul Wulan hingga ikat pinggang itu terputus dan jatuh ke tanah. Wulan langsung membawa pria itu menjauh dari para rentenir itu.
"Kejar!" tegas pria itu memerintah para anak buahnya, dan mereka semua langsung mengejar Wulan yang membawa pergi pria itu menjauh.
"Sebaiknya nona tinggalkan saja saya. Karena sejauh manapun nona membawaku, pasti mereka akan menemukan keberadaan kita" ucap pria itu yang sedang berlari bersama Wulan.
"Sudah, kau diam dan ikut saja" jawab Wulan.
Tak lama kemudian Daniel dan yang lainnya sudah sampai di gudang kosong itu. Daniel datang dengan menembaki pistolnya ke sembarang arah, berniat agar pria yang menculik Wulan tadi ketakutan.
Namun setibanya mereka di dalam, ternyata tempat itu kosong dan tidak ada orang satupun di sana hingga membuat mereka berempat menjadi bingung karena tidak ada orang di gudang itu.
"Kemana mahluk nya?" tanya Kevin celingak-celinguk kekanakan ke kiri.
Lalu Daniel melihat sebuah kain berwarna pink yang merupakan ikat pinggang milik milik Wulan tadi. Kemudian Daniel memungut potongan ikat pinggang itu dan mencium kain tersebut.
"Ini parfum milik Wulan" ucap Daniel menggenggam potongan ikat pinggang itu.
"Sepertinya ini bekas terpotong dengan benda tajam Kak" tambah Dion memperhatikan potongan ikat pinggang tersebut.
Wajah Daniel langsung berbuah menjadi dingin, kemudian ia memerintahkan Kevin untuk melacak keberadaan Wulan karena ia merasa ada yang tidak beres.
"Kevin! lacak GPS ponsel milik Wulan" ucap Daniel memerintah dengan nada dingin.
"Baik Kak" jawab Kevin ikut merasa marah karena tau kalau wanita yang ia cintai sedang dalam bahaya.
Tanpa berkata apa-apa, Daniel langsung berjalan mengikuti sebuah jejak kaki yang berada di gudang itu hingga berada ke luar dari gudang tersebut.
Kemudian Kevin dan yang lainnya ikut menyusul Daniel yang sudah lebih dulu berjalan keluar, lalu ia memberitahu kalau dia sudah menemukan lokasi Wulan berada.