Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
TAK BERGEMING


Irwan dan Chika hanya bisa membantu Daniel lewat doa saja mengingat kalau mereka tidak memiliki ilmu bela diri. Jika mereka ikut membantu Daniel, sama saja mereka hanya akan menjadi beban untuk Daniel. Jadi, hanya doa saja yang bisa mereka bantu untuk keselamatan Daniel.


"No...nona Leny, apakah tuan Daniel akan baik-baik saja?" tanya Irwan khawatir. Sedangkan Irwan melihat Leny seakan tak memiliki rasa khawatir dan takut sedikitpun.


"Oooo... Kalian berdua tenang saja, cukup lihat dan saksikan sebuah pertunjukan yang menarik ini" jawab Leny tersenyum.


"Bos, nampaknya pria yang berada di depan seorang diri itu, meremehkan kita" bisik salah satu dari anak buahnya.


"Cih!. Berani sekali bocah ingusan itu meremehkan kita" jawab sang bos geram.


"Apa sebaiknya biar aku saja yang menghabisi pria sombong itu bos?" tanya salah satu anak buahnya dengan percaya dirinya.


"Kau yakin?, dia itu bukan manusia" tanya pria bertato yang baru saja mendapatkan hadiah spesial dari Daniel beberapa waktu yang lalu.


"Hahaha, itu kalian saja yang terlalu lemah dan terlalu mendewakan dia. Lihat aku yang akan membanting tubuhnya dan akan ku buat seluruh tulangnya remuk" jawab pria yang memiliki tubuh seperti atlet sumo.


"Kau!!!" ucap pria bertato itu geram pada rekannya sendiri.


"Sudah!. Kita ini satu team!, jangan ribut-ribut lagi!" sela sang bos besar melerai pertikaian antara anak buahnya.


"Dan kau!. Jika kau ingin menghabisinya, lakukan saja" sambung sang bos menunjuk anak buahnya yang memiliki tubuh paling besar.


"Hahaha, dengan senang hati bos" jawab pria itu bersemangat dan langsung berjalan menghampiri Daniel.


"Halo brother, izinkan aku untuk meremukkan seluruh tulang-tulang mu" sapa pria bertubuh besar itu dan langsung memasang kuda-kuda seperti petarung sumo.


Daniel hanya menatap dingin pria bertubuh gemuk itu. Ia seakan malas meladeni orang-orang ada di depannya.


Pria bertubuh gemuk itu langsung berlari lurus ke arah Daniel seperti seekor banteng yang ingin menyeruduk targetnya. Dengan ekspresi wajah penuh rasa percaya diri, ia semakin memperkuat tandukkannya.


Namun Daniel dengan sangat mudah bisa menahan serangan banteng dari pria tersebut. Bahkan Daniel menahan wajah pria bertubuh besar itu menggunakan satu tangan saja dan kedua kakinya masih diam di tempat tak bergerak sedikitpun.


Semua orang di buat melongo saat melihat pria bertubuh gemuk itu tak mampu membuat tubuh Daniel yang jauh lebih kecil darinya bergerak walaupun hanya satu senti saja. Bahkan Irwan dan Chika sampai terpelongo melihat kejadian itu tepat di depan mata mereka.


"Bagaimana mungkin?" tanya Irwan masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Daniel-Kun kuat sekali" sambung Chika kagum.


"Hah?!, kenapa dia tidak bergeming?" tanya bos mereka terkejut.


"Maaf saja ya, aku tidak tertarik bermain dengan badut lemah sepertimu" ucap Daniel dengan nada dinginnya dan tatapan matanya hanya mengarah ke depan yang dimana bos besar dari pria bertubuh besar itu berada.


"S14l!!!" ucap pria bertubuh gemuk itu geram dan semakin berusaha melangkah maju dengan seluruh tenaganya. Namun Daniel masih saja bisa menahannya begitu sangat mudah.


Pria itu terus menerus memaksa maju dan semakin mendorong kakinya serta menekan kepalanya yang masih di cengkram oleh Daniel. Daniel yang sedari tadi hanya bersabar saja, akhirnya ia mencengkram wajah pria bertubuh gemuk itu dan cengkraman itu mampu menghancurkan tulang pada wajah pria tersebut.


Lalu Daniel langsung melepaskan cengkeramannya pada wajah pria bertubuh gemuk itu, hingga membuat pria itu tersungkur di atas jalan raya yang tak jauh dari tempat Daniel berdiri.


"ARKKKHHHH, WAJAHKU!!!. DASAR BOCAH B4JINGAN!" teriak pria bertubuh gemuk itu berguling di atas aspal sambil memegangi wajahnya.


"BERANI SEKALI KAU MELAKUKAN ITU PADA ANAK BUAHKU!" ucap bos besar mereka penuh emosi.


"Salahmu sendiri. Kenapa membentuk kelompok yang di isi dengan orang-orang lemah dan tak berguna?!" tanya Daniel meremehkan pria tersebut.


"Sama seperti bosnya yang begitu lemah" timpal Daniel terkekeh.


"Jangan sombong dulu kau bocah!" jawab pria itu geram dan langsung turun dari motornya.


"Aku pikir ada apa, ribut-ribut disini" ucap pria yang baru aja memberikan sebuah tendangan pada bawahannya.


"Ternyata ada segerombolan kecoa yang berani menggangu Kakakku" timpal pria itu sambil berjalan menuju ke arah Daniel dengan santainya bersama seorang wanita cantik yang tengah menggendong seorang bayi perempuan.


"Fauzi?" gumam Leny sedikit terkejut.


Angel langsung menghampiri Leny, ia sangat khawatir dengan keadaan Kakaknya karena banyaknya gank motor yang mengepung mereka.


"Apa Kakak baik-baik saja?" tanya Angel khawatir sambil mengecek tubuh Leny dan Damin.


"Ada apa ini Kak?. Kok banyak sekali kecoa-kecoa di sini?" tanya Fauzi sambil memperhatikan orang-orang yang menghadang Kakak itu.


"Panjang ceritanya" jawab Daniel sambil menyalakan rokoknya lalu membuang nafasnya ke atas langit-langit.


"SOMBONG SEKALI KAU!. SUDAH MAU MATI MASIH BISA BERLAGAK SANTAI" teriak salah satu dari Genk motor itu.


"Sebaiknya kalian panggil seluruh teman-teman kalian ke sini, agar pertarungan kita seimbang" ucap sang bos tersenyum sombong.


"Itupun kalau mereka berani menghadapi kami" timpalnya tertawa terbahak-bahak dan di ikuti oleh seluruh anak buahnya.


"Hahaha. Sebenernya, cukup aku seorang diri saja sudah mampu membuat kalian lari terbirit-birit" tawa Fauzi memotong.


"Ha?, melawan puluhan preman seorang diri?, apa pria itu sudah tak waras?" batin Irwan sambil terus melihat Fauzi dengan tatapan penuh heran.


Chika juga hanya bisa tercengang saat mendengar perkataan barusan yang keluar dari mulutnya Fauzi tanpa ada rasa gugup sedikitpun.


"Bagaimana?, apa kalian sudah menyiapkan makam masing-masing?" tanya Fauzi mengejek dan membuat para Genk motor itu semakin emosi.


"Apa kata-kata itu untuk kalian berdua?" tanya bos dari Genk motor tersebut.


"Karena terlalu takut, kau sampai berkata seperti itu?" tambah salah satu dari mereka.


"Ha?!, takut?" tanya Fauzi.


"Hahaha, lihat kaki dong" timpal Fauzi menunjukkan kedua kakinya yang berdiri tak bergetar sedikitpun.


Sedangkan Daniel sedari tadi hanya diam saja tanpa berbicara, sehingga para Genk motor itu menganggap kalau Daniel sedang mengalami ketakutan saat berhadapan dengan mereka dan akan bertarung nantinya.


"Aku perhatikan, hanya kau saja yang terlalu banyak bicara. Sedangkan orang yang kau panggil Kakak itu hanya diam saja. Apa dia takut dan sudah sadar akan kematian kalian semua?" tanya bos dari Genk motor itu tertawa.


"Tenang saja, aku tidak akan melukai para wanita itu. Karena setelah aku membunuh kalian, aku ingin mencicipi wanita-wanita cantik yang ada di belakang kalian" timpal tertawa bejat, hingga membuat Chika jadi semakin ketakutan dan langsung memeluk lengan kekasihnya dengan sangat erat.


Di saat para gerombolan Genk motor itu sedang asyik tertawa, Daniel mengangkat tangannya ke atas dan tiba-tiba ada sesuatu benda yang terbang ke arah. Benda itu adalah katana miliknya yaitu Ryuken.


Mereka semua terkejut dan terdiam saat melihat benda tajam itu tiba-tiba menghinggap di tangannya Daniel, termasuk juga dengan Leny yang hanya bisa tercengang saat melihat sang suami bisa melakukan hal magic seperti itu.


"Darimana benda itu berasal?, kok tiba-tiba sudah ada di tangan suamiku?" gumam Leny bertanya-tanya.


Ternyata sedari tadi Daniel melakukan komunikasi batin dengan kedua peliharaan gaibnya yang tengah tinggal di dekat hotel miliknya. Ia meminta kepada Mery dan Caty untuk melakukan hal yang sama seperti pada saat mereka berada di pulau Hashima beberapa waktu yang lalu. Tentu saja perintah tersebut membuat kedua wanita gaib itu merasa senang, karena mereka berdua akan bertarung bersama dengan tuan mereka lagi, apa lagi di saksikan oleh Damin dan juga Leny.


Daniel mengarahkan katana miliknya ke arah para gerombolan Genk motor itu kemudian ia berkata dengan nada dinginnya "Sepertinya darah kalian sangat cocok untuk menjadi makanan katana kesayangan ku ini".


"Benda tajam yang bernyawa ini sudah tak sabar ingin segera mandi dengan darah segar yang mengalir di dalam tubuh kalian semua" timpalnya dengan tatapan dinginnya.