
Dinda yang dari kejauhan melihat tingkah laku Akbar yang tengah bersujud di kaki Daniel merasa kesal
"*B*odoh, mengapa kau malah bersujud kepada dia" ucap Dinda menggerutu
Dinda semakin kesal melihat Akbar bersujud di kaki Daniel, dia semakin tidak bisa tahan untuk segera memiliki Daniel dan melenyapkan Leny dari kehidupan Daniel
"Aku harus segera menghabisi perempuan itu" ucap Dinda kesal mengepal tangannya
Kini giliran since untuk Leny, Dinda menjadi bersemangat karena ini merupakan kesempatan yang bagus untuk melukai Leny, awalnya dia berencana untuk menjatuhkan lampu yang berbeda di atas kepala Leny, namun gagal karena Daniel menyelamatkan Leny. semua orang sangat terkejut, terutama Leny yang hampir pingsan karena ketakutan, untung saja refleks Daniel sangat cepat, dia langsung menendang lampu itu agar tidak mengenai istrinya
"Ah!, sial!, mengapa harus ada Daniel sih!" (*batin Dinda kesal*)
"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Daniel mengelus kepala Leny
"Sayang!, aku takut" jawab Leny memeluk erat Daniel
"Seharusnya aku yang bertanya, kamu tidak apa?" timpal Leny semakin erat memeluk Daniel
"Sudah kamu tenang saja istriku, selama ada aku di sisi kamu, aku yang akan menjamin keselamatan kamu" ucap Daniel menenangkan Leny
Dinda berpura-pura panik dan khawatir terhadap Leny yang hampir terluka karena ulahnya yang gagal total, Leny buru-buru mendatangi Daniel dan Leny
"Astaga! kamu tidak apa-apa Len?" tanya Dinda tergesa-gesa
"Tak apa" jawab Leny cuek
"Untung saja ada kamu" ucap Dinda menatap Daniel
"Aku yakin ini bukan sebuah kecelakaan, pasti ini ulah seseorang yang memiliki gangguan jiwa" tegas Daniel menyindir Dinda
"Iya aku juga yakin begitu suamiku" timpal Leny dengan nada sedikit keras menatap Dinda
"Jadi kalian menuduhku?" tanya Dinda tak terima
"Oh tidak-tidak, aku yakin kamu sudah berubah" jawab Leny memalingkan bola matanya
Akbar yang melihat Leny dari kejauhan, merasa ketakutan karena Daniel mungkin saja akan menuduhnya atas inside itu
"Aduh!, jika aku yang di jadikan tersangka oleh Daniel, bisa-bisa nyawaku hilang" ucap Akbar panik
Dinda melihat Akbar, dan dia melihat Akbar seperti ketakutan karena dia yang di tuduh Leny dan Daniel, lalu dia memprovokasi Daniel dan Leny agar menyalahkan Akbar
"Mungkin ini perbuat Akbar, dia sepertinya masih tidak percaya kalau kalian adalah suami istri" tegas Dinda
"Ini semua ulah mu, jangan memfitnah orang" (*batin Daniel*)
"Sebaiknya kalian berhati-hati dengannya, karena dia sedikit gila jika tidak mendapatkan apa yang ia inginkan" bisik Dinda
"Iya-iya aku akan berhati-hati dengannya" timpal Leny
Sutradara film menyuruh Leny untuk istirahat dan menenangkan pikiran agar tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya
"Tuan Daniel, sebaiknya tuan membawa Leny ketempat yang aman, agar dia tidak stres memikirkan masalah ini" timpal sutradara
"Baiklah pak, saya akan membawa Leny menjauh dari orang yang ingin membuatnya celaka" jawab Daniel menyindir Dinda
Daniel sengaja membuat hati Dinda semakin kesal karena dia menggendong Leny tepat di depan matanya dan dia langsung pergi menjauh dari wanita gila itu
"Apa-apaan mereka itu?! pake acara gendong segala!, seharusnya aku yang ada di posisi itu!" (*batin Dinda semakin kesal*)
Daniel dan Leny menuju mobil dan membicarakan perihal Dinda yang semakin gila untuk merebut Daniel dari Leny
"Suamiku, aku yakin ini perbuatan wanita gila itu" ucap Leny kesal
"Iya aku tau, kamu tenang saja dia akan mendapatkan bayaran atas perilaku dia terhadap kamu" jawab Daniel menarik hidung Leny
"Lalu bagaimana cara memberikan dia sebuah pelajaran?" tanya Leny
"Mungkin aku akan melakukan hal yang sedikit horor" jawab Daniel tersenyum jahat
"Ih suami aku nakal" timpal Leny memeluk Daniel
Dinda terus mengawasi Leny dan Daniel dari kejauhan, dia berharap Leny akan segera lenyap, namun sangat sulit jika Daniel terus berada di sampingnya
"Oke Dinda kamu harus tenang, kamu harus berfikir secara jernih, jangan gegabah seperti tadi" Dinda berbicara sendiri
Akbar mendatangi Dinda dan memberikan peringatan agar tidak lagi berurusan dengan Daniel jika dia ingin hidup tenang
"Sebaiknya kau urungkan niatmu untuk mendapatkan Daniel, ku katakan padamu, Daniel itu bukan orang biasa" ucap Akbar berada di sampingnya
"Jika kamu sudah menyerah, itu urusanmu sendiri, aku akan tetap merebut Daniel" tegas Dinda
"Aku tidak mau kamu menyesal sepertiku jika berurusan dengan mereka" timpal Akbar
Akbar pergi meninggalkan Dinda yang terus memandangi mobil Daniel dan Leny, sebenarnya Akbar ingin menyelamatkan temannya itu dari bahaya yang akan datang nanti jika dia terus ingin merebut Daniel dari Leny
"Dasar orang bodoh, dulu kau yang mengajakku, sekarang justru kau yang menyerah" Dinda berbicara sendiri
Dinda pergi dari tempat itu dan melanjutkan syuting karena ini sudah saatnya since dia, Dinda merasa kesal mengapa Leny tidak kejatuhan lampu yang ia putuskan tadi
Daniel dan Leny keluar dari mobil mereka, Daniel berencana untuk membalas perbuatan Dinda, kali ini Daniel mengikuti Dinda yang pergi ke toilet, seperti yang dia katakan terhadap Leny, dia akan melakukan hal sedikit horor untuk membalas Dinda