
Lalu pemimpin mereka memberikan sebuah isyarat, dan para anak buahnya paham, lalu mereka langsung berbaris dan menatap Daniel
"J**angan menyesal jika sudah terjadi sesuatu terhadapmu!" ejek preman itu tertawa
"Kalian hanya sekelompok sampah yang tidak berguna" ejek Daniel
Dengan santainya Daniel menghadapi mereka, sampai dia mengeluarkan sebatang rokoknya dan membakar rokoknya
"Ya ampun, sudah mau mati saja masih sempatnya kau menghisap rokok?!" bentak preman itu
Daniel tidak menghiraukan perkataannya, dia masih santai menghisap rokoknya, namun para staf produksi menjadi mengkhawatirkan keselamatan Daniel, terutama Dinda yang sangat cemas
"Len, mengapa Daniel berani menantang mereka?, dia hanya sendirian saja, apa kamu tidak mengkhawatirkan dia?" tanya Dinda panik
"Sudah kamu tenang saja, semua akan baik-baik saja" jawab Leny
Pada saat para preman itu ingin memukul Daniel, tiba-tiba ada seorang pria yang datang melerai pertikaian itu
"Ada apa ini?! berani sekali membuat keributan d sini?!" tegas Fauzi
Orang itu adalah Fauzi Azhuri, pemegang keamanan di daerah itu, para preman itu sangat menghormatinya, dan akan menuruti apapun yang Fauzi katakan
"Itu kak, ada seorang pria yang berani menentang kita" jawab preman itu
Fauzi menoleh Daniel, dan dia langsung mengenali Daniel. Fauzi dulunya adalah teman dekat Daniel ketika masih di dark shadow bahkan Fauzi sangat menghormati Daniel sebagai pemimpinnya
"Kak Daniel?!" tanya Fauzi kaget
"Loh?, Fauzi?!" Daniel bertanya balik
"Ada apa kak? apa orang-orang ini mencari masalah denganmu?" tanya Fauzi menundukkan tubuhnya
Lalu Daniel menjelaskan apa yang sedang terjadi, dan setelah mendengarkannya, Fauzi langsung membentak para preman itu
"Kalian!, kalian tidak tau pria itu siapa?!" bentak Fauzi
"Memangnya dia siapa kak?" tanya pemimpin preman itu
"Dia adalah kakakku!, jangan pernah kalian mencari masalah dengannya, jika kalian masih sayang nyawa" tegas Fauzi
"Dan kalian berani mau melakukan sikap bejat kalian kepada kakak iparku?" timpal Fauzi membentak para preman
"Ma..maaf kak, aku tidak tau kalau di kerabat mu" ucap preman itu
"Aku saja bukan tandingannya, apa lagi kalian yang lemah ini?!" bentak Fauzi
"Sebaiknya kalian segera meminta maaf kepadanya, sebelum dia semakin marah!" Fauzi memarahi para preman
"Tapi kak.Dia sudah melukai salah satu rekan kami, hingga tangannya patah" preman itu menjelaskan
"Itu karena salah kalian, mengapa mencari maslah dengannya!" Fauzi semakin membentak
Fauzi menyuruh seluruh preman itu untuk meminta maaf kepada Daniel, dan tidak akan melakukan hal ini lagi.Jika Daniel sudah marah, habislah sudah
"Kak. Maafkan kami ya kami tidak tau kalau kakak adalah kerabat kak Fauzi" ucap pemimpin preman itu menunduk
"Baiklah, kalian juga harus meminta maaf kepada istriku" bentak Daniel
"Kakak ipar, maafkan kami ya" timpal preman itu
"Yaudah tidak apa, tapi jangan kalian ulangi lagi" jawab Leny
"Kak. Bisakah kakak punya waktu sebentar?, ada hal penting yang harus aku tanyakan" ucap Fauzi
"Tenang saja, ayo kita bicara di sana" ajak Daniel
Karena situasi sudah aman-aman saja.Maka Daniel dan Fauzi pergi dari tempat itu, dan mereka mencari tempat yang senyap untuk membahas tentang Dark Shadow
"Kak, aku sudah mencari kakak sampai ke seluruh Indonesia, namun tidak bisa menemukanmu, untung saja kita sekarang bisa bertemu" ucap Fauzi
"Haha, maafkan aku telah membuatmu khawatir" jawab Daniel menepuk pundak Fauzi
"Tak apa kak, aku tidak mempermasalahkan hal itu, karena ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu" tim Fauzi
"Hal penting apa?" tanya Daniel
"Ada sebuah organisasi pembunuh bayaran yang sedang mengincar mu, sebaiknya kau berhati-hati dan selalu jaga kakak ipar" Fauzi menjelaskan
"Ha?!, mengapa mereka mengincar ku?" tanya Daniel
"Sepertinya mereka memiliki dendam terhadapmu" jawab Fauzi
"Memangnya siapa?" tanya Daniel
"*****Black***** Dragon" tegas Fauzi
"Aku paham sekarang. Black Dragon dan Saber memiliki hubungan, karena para pemimpin mereka ada hubungan darah" tegas Daniel
"Mungkin mereka tidak terima atas kematian Hendry" jelas Fauzi
Daniel dan Fauzi berbincang terlalu lama, sampai-sampai Leny mendatangi mereka
"Apa yang kalian obrolkan sampai selama ini?" tanya Leny mengejutkan mereka
"Ah kakak ipar mengagetkanku saja" jawab Fauzi terkejut
"Habisnya kalian terlalu lama" ucap Leny manja
"Iya maaf sayang" timpal Daniel mengelus kepala Leny
"Lalu apa yang kalian bicarakan?" tanya Leny
"Tidak ada istriku. Hanya reuni saja, dan hanya membicarakan masa lalu kok" jawab Daniel
"Iya kak, aku dan kak Daniel dulu satu sekolah waktu di Jepang, ketika dia kembali ke Indonesia, aku mencarinya keseluruhan Indonesia, dan untungnya bisa bertemu di sini
"Oiya, sebenernya kamu siapa? mengapa para preman tadi sangat takut padamu" tanya Leny
"A..aku" Fauzi bingung
"Oo dia ahli bela diri, sebab itu mereka takut dengan Fauzi" Daniel menjelaskan
"Iya. Benar, dulu waktu aku dan Daniel sekolah di Jepang, kami mengambil ekskul yang sama yaitu seni bela diri, dan kak Daniel 2 tahun lebih tua dariku" Fauzi menjelaskan
"Baiklah aku paham. Jadi di antara kamu dan suamiku, siapa yang lebih kuat?" tanya Leny menggoda
"Haha, tentu saja kakak Daniel yang lebih kuat kak. bahkan di ekskul kami, tidak ada yang sanggup mengalahkan kak Daniel" puji Daniel
"Kamu ini jangan berlebihan" timpal Daniel