Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MASIH MENJADI SASARAN


Setelah semua kejadian yang barusan saja mereka lewati, kini mereka berempat saling memperkenalkan diri dan akan berjalan-jalan bersama karena sepasang kekasih yang Daniel selamatkan tadi juga sedang melakukan dating, namun tidak sengaja mereka berdua di ganggu oleh preman di daerah tempat tersebut.


"Kalau boleh tau, siapa nama kalian?" tanya Leny penasaran.


"saya Irwan, dan ini kekasih saya namanya Chika" jawab lelaki itu memperkenalkan dirinya dan juga sang kekasih.


"Halo" sapa wanita yang bernama Chika itu dengan senyuman manisnya.


"Kalau begitu. Aku Leny, ini suamiku, Daniel, dan ini putra kami, namnya Damin" ucap Leny ikut memperkenalkan keluarga kecilnya.


"Halo Damin-Chan" sapa Chika tersenyum gemas melihat senyuman Damin yang begitu tampan menurutnya.


"Oh iya. Terima kasih banyak ya Leny-San, Daniel-Kun. Kalian berdua sudah menyelamatkan kami berdua" timpal Chika sedikit membungkuk.


"Sudah, tidak usah sampai segitunya. Kebetulan saja kami hanya lewat" jawab Leny tersenyum sambil membantu mengangkat tubuh Chika yang membungkuk di hadapannya.


"Jika saja kalian berdua tidak ada, mungkin kami sudah tidak ada lagi di dunia ini" sambung Irwan menunduk seakan merasa kesal terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi kekasihnya.


Daniel tersenyum sambil menepuk-nepuk punggung Irwan, lalu ia berkata "Tidak usah di pikirin bro, yang penting kalian berdua baik-baik saja". Irwan mengangkat kepala dan hanya bisa tersenyum paksa.


"Selain tampan, anda adalah sosok pria sejati tuan. Aku malu terhadap diriku sendiri karena tidak bisa menjadi seperti anda, bahkan aku tidak mampu melindungi kekasihku" jawab Irwan sendu.


"Apa yang kamu katakan sayang?" tanya Chika merasa sedikit tak terima karena kekasihnya menyalahkan dirinya sendiri.


"Bagiku kamu adalah sosok lelaki terhebat yang pernah aku miliki selama ini. Aku benar-benar sangat beruntung bisa menjadi kekasihmu" timpal Chika tersenyum.


"Bro, dengar ya. Kau itu tak kalah hebatnya dariku, dengan kau yang sudah berusaha sekuat tenaga untuk melindungi wanita yang kau cintai, kau juga di sebut sebagai lelaki sejati. Jadi tidak perlu sampai berkecil hati seperti ini" ucap Daniel tersenyum.


"Sudah, sudah. Daripada kalian memperdebatkan hal yang sudah berlalu, lebih baik kita lanjutkan perjalan kita ini" sela Leny memotong.


"Apa kalian berdua ingin ikut bersama kami?" timpal Leny bertanya.


"Ka...kami takut malah mengganggu me-time kalian, jika kami ikut" jawab Chika gugup.


"Hahaha, apa yang kamu bicarakan?, kalian sama sekali tidak menggangu kok" ucap Leny tersenyum.


"Lagian aku ingin kalian, terutama kamu Chika. Aku ingin kamu memberitahu aku tempat-tempat indah untuk menikmati musim dingin ini" timpal Leny tersenyum.


"Ya, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih kalian karena suamiku sudah menyelamatkan kalian. Bagaimana?" ucapnya lagi.


"Ba...baiklah kalau kalian memaksa" jawab Chika tersenyum gugup.


"Okey, kalau begitu ayo kita double date" ajak Leny bersemangat. Sedangkan Daniel hanya tersenyum sambil menggeleng saja saat melihat istrinya yang begitu antusias.


Kedua pasang kekasih dan seorang bayi tampan itu menikmati waktu liburan mereka bersama-sama. Meskipun baru bertemu, tidak ada sedikit rasa canggung pada diri mereka semua. Bahkan Chika yang tadinya merasa gugup, kini semua perasaan itu hilang seketika karena Leny memperlakukannya seperti teman yang sudah kenal lama. Hal tersebut membuat Irwan merasa senang melihat kekasihnya yang sudah mendapatkan teman baru, dan Daniel juga merasa sangat bangga pada istrinya yang tidak memperlakukan orang secara semena-mena mengingat kalau Leny adalah seorang selebriti di negara mereka berasal.


"Se...seperti aku pernah melihat nona Leny deh, tapi dimana ya?" ucap Irwan bertanya-tanya.


"Apa maksud kamu sayang?" tanya Chika yang menjadi merasa ikut penasaran. Sedangkan Leny hanya merasa bingung melihat pasangan itu.


"Iya nona, tapi saya merasa tidak asing pada anda" jawab Irwan sambil mengecek ponselnya seakan-akan mencari informasi tentang Leny.


"Haaa... Tu kan bener apa yang aku ucapkan tadi" ucap Irwan tersenyum sambil sambil terus menatap layar ponselnya.


"Ha, ada apa sayang?, apa yang kamu temukan di dalam sana?" tanya Chika semakin penasaran.


"Sayang, apa kamu tau?" tanya Irwan tersenyum.


"Tidak tau" jawab Chika dengan polosnya.


"Nona Leny ini, adalah seorang selebriti terkenal di negara kami loh. Dia sangat populer di Indonesia, bahkan dia juga termasuk salah satu artis dengan bayaran termahal di sana" ucap Irwan tersenyum bahagia karena ia bisa bertemu dengan seorang selebriti yang cantik dan terkenal di negara mereka berasal.


"Hahaha, itukan hanya masa lalu. Sekarang ini aku juga sudah tidak muncul di stasiun-stasiun TV nasional kok" jawab Leny merendah.


"A...aku tidak menyangka kalau a..aku bisa bertemu dengan seorang selebriti yang sangat terkenal di Indonesia" ucap Chika dengan nada gugup.


"Itu hanya berita-berita lama. Sekarang aku sudah tidak sepopuler itu kok" jawab Leny.


Di saat mereka berempat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba segerombolan pria bermotor mendatangi mereka dan langsung mengepung keempat orang itu secara ugal-ugalan.


Hal itu membuat Chika dan Irwan menjadi takut, mengingat kalau mereka berdua baru saja mengalami hal yang sama pada sebelumnya.


Namun tidak dengan Daniel dan Leny. Mereka berdua justru merasa kesal bercampur muak karena ada saja orang-orang bodoh yang ingin mencoba mengusik kehidupan orang-orang normal pada umumnya.


"Siapa lagi sih mereka?!" tanya Leny kesal sambil terus memperhatikan para pemotor yang terus mengelilingi mereka.


"Se... seperti mereka orang-orang yang sama, waktu mereka menggangu kami" jawab Irwan ketakutan sambil melihat salah satu dari pengendara motor ugal-ugalan itu dengan tangan yang terbalut dan di kalung kan di leher.


"A...apa mereka ingin membalas dendam?, banyak banget" timpal Irwan semakin ketakutan melihat jumlah orang mengelilingi mereka berempat.


"Apa mau kalian hah?!" tanya Daniel sedikit bernada keras.


Setelah mendengar pertanyaan dari Daniel, para pria bermotor itu langsung berhenti dan langsung menurunkan standar pada motor mereka. Lalu salah satu dari mereka hanya terus memperhatikan Daniel dari atas sampai bawah.


"Hoy bodoh!, apa yang kau tatap hah?!" tanya Daniel geram bercampur geli saat dirinya di tatap seperti itu pada seorang pria.


"Jadi dia yang sudah membuat kalian semua lari tadi iya?!" tanya seorang pria yang menurut Daniel kalau pria itu adalah bos dari gang perusak moral umat manusia.


"I...i..iya bos. Di...dia pelakunya" jawab pria yang baru saja di berikan pelajaran oleh Daniel.


"Hahaha. Kalian semua pengecut!. Masa sama orang lemah seperti itu kalian semua sampai lari ketakutan seperti itu" tawa Bos besar mereka seakan meremehkan Daniel.


"Hahaha" tiba-tiba Daniel ikut tertawa.


"Tidak usah banyak omong, maju kalian semua!" timpal Daniel menantang.


Sedangkan Irwan dan Chika menjadi semakin ketakutan mengingat hanya Daniel yang mampu bertarung seorang diri dan harus melawan puluhan orang-orang yang menakutkan menurut mereka. Berbeda dengan Leny, dia sedari tadi hanya diam dan menahan kesal karena lagi-lagi waktu mereka terganggu.