Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KETAKUTAN


Kini Ronny sudah tak berdaya karena pukulan dari Daniel.. melihat bos mereka sudah tak berdaya, seluruh anak buahnya mendatangi Ronny dan membantunya berdiri


"Bos, kamu baik-baik saja?" tanya anak buahnya


Ronny menunjuk ke arah Daniel


"habiskan dia" suara Ronny melemah


Mendengar perintah dari Ronny semua anak buahnya mengelilingi Daniel melingkar


Melihat Daniel yang sudah di kelilingi seluruh anak buahnya Ronny, membuat Leny ketakutan dan memeluk Windy.. Windy juga ketakutan


"Akan kan seorang pahlawan itu akan mati" ucap Windy menutupi wajahnya


Riski yang berada di sana pun tak berani berbuat apa-apa, ketika melihat sahabatnya sudah di dalam lingkaran musuh


"Jika kau mati di sini, ayah dan ibumu tak akan memaafkan ku Daniel" ucap Riski panik


Namun Daniel hanya dengan santai menghadapi puluhan orang yang mengelilinginya..


Daniel memandangi mereka semua satu persatu dan ia menggelengkan kepala


"Cih, hanya sekumpulan sampah sudah berani merampok" ucap Daniel sombong


"Haha, jangan berlaga sombong kau!" ucap salah satu anak buahnya Ronny


"Jika kau ketakutan dan ingin minta di ampuni kau bisa bersujud kepada bos Rony dan menjilati kakinya" sambung anak buah lainnya


Mendengar ucapan mereka, Daniel menghela nafasnya


"Hhhhhuuuhh, kalian membuatku muak.. dan aku sekarang mengantuk" jawab Daniel datar


Mendengar ucapan Daniel, membuat mereka semua semakin marah.. Mereka semua ingin menyerang Daniel


"Semuanya keluarkan senjata kalian!" ucap salah satu kerumunan yang mengelilingi Daniel


Mereka semua mengeluarkan berbagai macam senjata, ada yang menggunakan pisau hingga pemukul baseball


Namun Daniel hanya santai saja menyaksikan tingkah laku sampah-sampah masyarakat itu..


Daniel merenggangkan kedua tangannya ke atas lalu memasukannya kedalam saku celana lagi


"Haaahh.. Sudah bermainnya?" tanya Daniel sombong


"Semuanya serang dia!" ucap pemimpin kerumunan


Semua orang yang melihatnya merasa ketakutan, bahkan Riski tidak berani bertindak dan Leny hampir pingsan karena melihat pahlawannya akan mati di tangan penjahat yang menyandra nya tadi


"Kalau kamu tidak menolongku, mungkin kau tidak akan mati" ucap Leny menangis


Daniel dengan santai menghadapi serangan meraka, dan ketika mereka berlari menuju Daniel, salah satu dari mereka menusukkan pedangnya ke arah perut Daniel..


Tiba-tiba Daniel mengeluarkan auranya..


Aura itu seperti ingin membunuh mereka yang mengelilingi Daniel, bahkan bukan hanya mereka saja yang dapat merasakan aura yang sangat besar milik Daniel


Semua orang merasakan aura yang sangat mengerikan berasal dari Daniel


Karena merasakan aura yang sangat kuat itu, sontak membuat seluruh anak buahnya Ronny ketakutan, dan kaki mereka tidak bisa berhenti bergetar


"Apa kalian masih ingin melanjutkan permainan ini?" Daniel menatap ke arah orang yang menusukkan pedangnya dengan senyuman sadis


Lalu ada sosok bayangan singa yang sangat besar di belakang Daniel dan membuat mereka semakin ketakutan, getaran kaki mereka semakin kuat sampai ada yang mengompol


Seluruh senjata yang mereka genggam pada berjatuhan ke lantai itu, dan Ronny yang tadinya tersenyum, sekarang menjadi ikut ketakutan


"Siapa orang ini sebenarnya?!, kenapa memiliki aura sebesar ini? (*batin Ronny*)


Bahkan orang biasa pun bisa melihat sosok bayangan singa tersebut, singa itu seperti ingin memakan seluruh orang itu


Leny sampai terduduk lemas karena merasakan dan melihat sosok itu di belakang Daniel


"Luar biasa, kamu sangat hebat" Leny terduduk lemas


Semua anak buah Ronny seperti akan mati, mereka ketakutan melihat Daniel.. Dan Daniel terus menatap ke arah mereka dengan tatapan seperti malaikat pencabut nyawa


"Ampun tuan ampun.. lepaskan kami, lepaskan tuan" salah satu anak buahnya Ronny bersujud di hadapan Daniel


"Cih..!, Bukannya tadi kalian dengan sombongnya ingin membunuhku?, lalu kenapa sekarang kalian ingin meminta ampun hah?!" teriak Daniel


Orang-orang yang berada di sana pun sangat ketakutan melihatnya, Riski yang sedari tadi hanya diam, terus menatap Daniel tanpa berkedip


"Karena aku sedang tidak ingin membunuh, kalian ku lepaskan!.. Tapi kalau kalian berulah lagi, akan ku pisahkan kepala dan leher kalian.. pergi dari sini!, dan bawa sampah besar ini!" bentak Daniel menunjuk ke arah Ronny


Mereka semua pun lari ketakutan meninggalkan mall itu..


Setelah semua sampah hilang, Daniel langsung menyembunyikan auranya lagi.. Dan dia melihat Riski terus melamun dan mulut terbuka lebar


Karena melihat tingkah sahabatnya itu, Daniel langsung menghampiri Riski dan mengejutkannya


"Hoy!"(*Daniel memukul pundak Riski*)


"masuk serangga nanti itu mulut, haha" Daniel tertawa


Riski langsung tersadar dan langsung menutup mulutnya


"Haha... Gila sekarang kau sangat mengagumkan kawan, aku sudah kalah jauh darimu" ucap Riski kagum


ketika Daniel dan Riski sedang asik mengobrol tiba-tiba Leny menghampiri Daniel..