Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PATAH HATI NASIONAL


Daniel yang merasa tak nyaman karena menjadi pusat perhatian para Guru yang berada di dalam ruangan tersebut hanya tersenyum membalas tatapan para rekannya sesama Guru itu.


Kemudian Daniel langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke luar ruangan menemui Joe yang sedari tadi memanggil namanya tersebut.


"Ano, Daniel Sensei..." panggil Haruka Sensei dan Daniel langsung menghentikan langkahnya karena panggilan dari Haruka.


"Ya, ada apa Haruka Sensei?" tanya Daniel.


"hmm.. be..begini Sensei" jawab Haruka Sensei sedikit gugup.


"Katakan saja, ada apa?" tanya Daniel lagi.


"Te..terima kasih karena sudah mengembangkan buku saya" jawab Haruka Sensei menunduk tersipu.


"Haha, aku pikir masalah apa" ucap Daniel tertawa.


"Iya sama-sama" timpal Daniel tersenyum.


Kemudian para saat Daniel membalikan badannya dan ingin melangkah lagi, tiba-tiba Haruka mengatakan sesuatu yang membuat mereka terkejut.


"Aku ingin mentraktir Daniel Sensei" ucap Haruka Sensei dengan nada sedikit pelan.


"Hah?!" tanya Daniel karena berpura-pura tidak mendengar ucapan dari Haruka Sensei barusan.


"Aku ingin mengajak Daniel Sensei makan siang bersama" ucap Haruka Sensei sekali lagi dengan suara yang sedikit lebih keras.


"Tidak perlu Haruka Sensei" ucap Daniel menolak ajakan dari Haruka Sensei barusan.


"Ta..tapi.." omongan Haruka Sensei terpotong karena Daniel memotongnya.


"Aku ada urusan dengan Pak kepala sekolah, dia sudah menungguku" ucap Daniel memotong perkataan Haruka Sensei dan pergi dengan sedikit buru-buru.


"Sensei..." panggil Haruka Sensei namun Daniel tidak mendengarnya, dan membuat Haruka menunduk lesu karena ia di tolak Daniel begitu saja.


"Daniel Sensei.." keluh Haruka menundukkan kepalanya dan berjalan menuju ke tempat duduknya dengan langkah seakan-akan kecewa.


Setelah sampai di luar, ternyata Joe berniat ingin memberi kejutan kepada Daniel dengan tidak memberitahu kalau Leny datang untuk menemuinya. Namun sayangnya Daniel sudah tau kalau sang istri akan datang untuk mengantarkan makan siang untuknya.


"Wah, ternyata istri dan putraku sudah sampai" ucap Daniel tersenyum kemudian mendatangi Leny dan tak lupa juga ia mencium istri dan anaknya.


"Lah, kau sudah tau kalau istrimu akan datang kapten?" tanya Joe yang merasa sedikit kecewa karena ia gagal memberi kejutan untuk sang kapten.


"Hahaha, tentu saja aku akan tau, ini di sebut sebagai ikatan batin kami yang begitu kuat. Jadi aku bisa tau kalau istri dan putraku akan kesini" jawab Daniel tersenyum sombong.


"Makanya kau segera menikah, ingat umurmu sudah tua" timpal Daniel ambil menepuk bahu Joe.


"Hahaha. Tenang saja, aku akan segera menyusul kalian, dan kita akan membuat perjanjian" jawab Joe tertawa.


"Perjanjian apa?" tanya Daniel sambil menaikkan alisnya.


"Jika anakku nanti seorang wanita, aku ingin Damin menjadi menantuku kelak" jawab Joe menaikan alisnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kau pikir kita ini hidup di zaman batu apa?" tanya Daniel sedikit kesal.


"Coba saja kau tanya pada Ibundanya saja" timpal Daniel menatap Leny.


"Bagaimana Bu kapten?" tanya Joe penuh harap.


"Kalau aku sih terserah Damin nanti, kau tidak mau memaksanya untuk menikahi pilihanku atau pilihan suamiku. Aku hanya ingin putra kami akan bahagia dengan pilihannya sendiri" jawab Leny tersenyum sambil memeluk lengan Daniel.


"Sebaiknya kau cari saja wanita yang akan menjadi istrimu kelak. Jangan memikirkan perjodohan antara anak" timpal Daniel tertawa dan Joe hanya cengengesan.


Ketika ketiga orang itu sedang asik mengobrol, mereka tak sadar kalau banyak pasang mata yang menatap keakraban mereka dari setiap tempat yang menjangkau keberadaan mereka bertiga. Yang paling mereka fokuskan ialah tatapan mereka terhadap Leny yang tengah menggandeng lengan Daniel dan ditambah Daniel juga tengah menggendong seorang bayi lelaki.


"Siapa wanita cantik itu?, kenapa Daniel Sensei begitu mesra dengannya?" tanya Haruka yang ternyata sedari tadi mengintip mereka bertiga.


"Apa kamu juga curiga Haruka Sensei?" tanya seorang wanita yang ikut berdiri di belakang Haruka dan beberapa wanita lainnya yang berada di antaranya.


"Miu Sensei.." ucap Haruka sedikit terkejut karena tiba-tiba ada orang yang berdiri di belakangnya.


"Sepertinya kita tidak ada harapan lagi untuk mendapatkan cintanya Daniel Sensei" ucap Miu yang terus menatap kemesraan Daniel dan Leny.


"A.. apakah Miu Sensei menyukai Daniel Sensei?" tanya Haruka gugup.


"Bukan hanya Haruka Sensei saja yang merasakan hal itu, kami juga memiliki perasaan tersebut" jawab Miu tersenyum dan di anggukan oleh Guru wanita lainnya.


"Kupikir kita semua bisa bersaing secara sehat untuk mendapatkan cintanya Daniel Sensei. Tapi ternyata Daniel Sensei sudah memiliki istri dan seorang anak" timpal Miu merasa kecewa.


"Gawat, sepertinya mereka akan kemari Sensei" ucap salah satu Guru yang melihat Joe dan pasangan mesra itu berjalan menuju ke dalam ruangan.


Mereka semua langsung bubar dan kembali ke tempat masing-masing dengan berpura-pura mengerjakan pekerjaan masing.


"Ayo-ayo masuk Bu kapten, jangan sungkan-sungkan, ini tempatku jadi tak akan ada yang menentang anda berada di sini" ucap Joe tertawa.


"Kalau begitu permisi" jawab Leny sambil masuk kedalam ruangan Guru.


Saat mereka bertiga masuk dan ingin menuju ke tempatnya Daniel, tiba-tiba Daniel terhenti sambil tersenyum saat melihat Haruka yang berpura-pura sibuk membaca buku yang mengisahkan tentang sejarah Dark Shadow.


"Ternyata Haruka Sensei hebat juga ya" ucap Daniel terkekeh.


"Ha?, hebat apanya Sensei?" tanya Haruka bingung.


"Kamu bisa membaca buku secara terbalik seperti itu" jawab Daniel tertawa kecil.


"Ha apa?" tanya Haruka sambil mengecek buku yang ia baca itu.


"Haih... Pantesan mataku serasa seperti berputar saat membacanya" timpal Haruka sambil menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal. Sedangkan Leny hanya tersenyum saja melihatnya meskipun ia tidak mengerti apa yang sedang suaminya bicarakan dengan rekan kerjanya.


"Oiya. Semuanya, perkenalan ini istri dan anak saya" ucap Daniel sambil merangkul sang istri serta anaknya.


"Hello, my name is Leny Syahputra, and this is our son, Damin Lee Syahputra" ucap Leny memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris karena ia belum bisa berbahasa Jepang.


"Ternyata anaknya Daniel Sensei begitu tampan seperti Ayahnya ya" ucap Miu tersenyum gemas.


"Iya, Miu Sensei benar. Lucunya" sambung rekan sebelahnya.


"Ternyata benar, kalau wanita itu istrinya Daniel Sensei" batin Haruka kecewa.


"Kenapa dadaku terasa sesak ya? padahal kami juga baru bertemu hari ini. Tapi entah kenapa rasanya aku seakan tidak bisa menerima kenyataan ini" timpalnya sambil memegangi dadanya.


"Ada apa Haruka Sensei?, kenapa kamu terlihat lesu begitu? apa kamu sakit?" tanya Joe merasa khawatir.


"Ha, tidak apa-apa kok Pak kepala sekolah" jawab Haruka tersenyum dengan terpaksa.


"Wah, ternyata putranya Daniel Sensei sangat lucu ya" timpalnya mengalihkan pembicaraan.