
Daniel menelpon Fauzi dan meminta mereka semua berkumpul di markas mereka. Daniel juga memerintahkan para anggotanya yang berada di negara itu ikut serta dalam rapat itu.
Leny melihat sang suami yang begitu emosi, ia juga tau betapa geramnya Daniel ketika ada orang yang tidak bertanggung jawab berani berbuat onar menggunakan nama dari organisasi yang di pimpin oleh suaminya itu.
"Ayah, Bunda ikut ya" pinta Leny memeluk lengan Daniel.
Daniel menatap wajah sang istri yang tersenyum manis padanya, dan ia ikut tersenyum sambil mengangguk.
"Terima kasih suamiku" ucap Leny tersenyum dan memeluk lengan sang suami.
"Apa saja yang mereka lakukan?" tanya Daniel pada sang kepala hotel.
"Mereka sering melakukan perampokan, sering juga melakukan pemalakan di pasar-pasar setempat di daerah ini tuan, dan masih banyak lagi kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan mengatasnamakan Dark Shadow" jawab sang kepala hotel ketakutan.
"Apa tidak pernah kalian tindak lanjuti?, apa kalian tidak bisa menangkap mereka?" tanya Leny yang ikutan geram.
"Ka..kami sudah mencari mereka nona, tapi mereka begitu licin dan suka berpindah kandang. Sulit bagi kami melacak keberadaan mereka, karena ahli pelacak yang paling hebat hanya kedua adik tuan muda, di sini tidak ada yang sehebat mereka berdua dalam hal melacak" jawab sang kepala hotel yang ketakutan melihat Leny yang terlihat marah.
"Maksud kamu Fauzi dan Kevin?" tanya Leny dan di anggukan oleh si kepala hotel tersebut.
"Iya benar nona, hanya karena mereka berdua yang mampu melacak mereka. Pada saat saya tau kalau tuan Daniel dan kedua adiknya akan datang, saya sangat senang karena akhirnya para pembuat onar itu akan segera tertangkap" jawab si kepala hotel.
"Baiklah, akan ku suruh mereka melacak para binatang itu dengan cepat" ucap Leny semakin geram.
"Nona Leny begitu seram jika marah, aku seperti melihat sosok tuan muda di dalamnya. Ini sosok tuan muda dalam bentuk wanita, tidak, bahkan ini lebih kejam dari apa yang ku bayangkan dari sosok tuan muda" gumam sang kepala hotel itu.
"Kapan kita akan ke markas Ayah?" tanya Leny yang sudah gak sabar.
"Kita berangkat sekarang Honey, dan kamu harus ikut" jawab Daniel sembari menunjuk si kepala hotel.
"B..baik tuan" jawab si kepala hotel merasa gugup.
"Ayo Ayah buruan" ajak Leny menarik lengan sang suami.
Dengan buru-buru mereka bertiga langsung keluar dari ruangan itu, para karyawan yang melihat mereka bertiga yang berjalan dengan buru-buru di buat terkejut karena baru saja mereka masuk ke ruangan, tapi entah kenapa mereka pergi lagi.
"Ada apa dengan tuan dan nona muda ya?" bisik karyawan.
"Iya, mereka terlihat buru-buru. Apa lagi nona muda terlihat sangat marah" sambung rekannya.
"Semoga aja tidak terjadi apa-apa ya" tambah karyawan lainnya yang mengkhawatirkan bos mereka.
Dengan cepat Leny dan Daniel langsung masuk kedalam mobil mereka. Sang supir yang menunggu mereka di buat terkejut karena dengan tiba-tiba langsung kedalam mobil dalam keadaan emosi.
"Ada apa ini?, kenapa nona muda terlihat sangat marah?. Apa yang terjadi di dalam sana?, apa mereka tidak menghargai nona muda?" gumam sang supir bertanya-tanya.
"Pak supir!, ayo buruan jalan!" ucap Leny yang menegur sang supir yang tengah melamun.
"Ba..baik nona" jawab sang supir gugup.
Kemudian mereka pergi meninggalkan hotel mewah itu dan di ikuti oleh si kepala hotel dari belakang mobil Daniel.
"Ki..kita mau kemana tuan?" tanya sang supir yang nampak ketakutan saat melihat Leny menahan amarah.
"Ke markas" Leny yang menjawab dengan ketus.
"Memangnya ada apa?, kenapa terburu-buru?" tanya sang supir.
"ARKKKHHH!!! ada aja masalah!. Kami ke sini ingin berlibur, bukan untuk memburu binatang yang tak tau diri!" gumam Leny semakin geram.
"Awas aja kalau dapat aku, ku kulitin kalian semua b4n6s4t!" timpalnya semakin geram.
Satu jam kemudian mobil Daniel berhenti di sebuah gedung yang terlihat sedikit besar dan sudah banyak mobil dan beberapa motor yang terparkir rapih di depan gedung tersebut.
"Apa kita sudah sampai?" tanya Leny dengan tatapan dinginnya.
"Su..sudah nona" jawab sang supir yang ketakutan melihat tatapan Leny.
"Ayo Ayah kita harus segera menyelesaikan ini semua" ajak Leny menarik tangan Daniel.
"Iya sabar dong Honey, jangan marah-marah begitu" ucap Daniel yang mencoba menenangkan sang istri.
"Bunda gak bisa sabar lagi Ayah!" bantah Leny yang nampak semakin emosi.
Daniel dan Leny langsung masuk menuju gedung tersebut. Terlihat beberapa orang yang berdiri di sana menggunakan pakaian serba hitam. Tubuh mereka juga nampak besar dan begitu tinggi, namun mereka semua langsung tunduk saat melihat Daniel berjalan melewati mereka.
"Selamat datang tuan muda!" sapa mereka semua sembari membungkukkan tubuh mereka.
"Hmmm" jawab Daniel santai dan terus berjalan menuju ke dalam gedung.
Salah satu anggota Daniel membukakan pintu untuk sang pemimpin mereka masuk. Sesampainya Daniel di dalam, para anak buahnya langsung menyambut kedatangan mereka dengan penuh rasa hormat, dan terlihat sosok Kevin, Fauzi, Hyuga, dan juga Wulan yang sudah berdiri di samping meja milik Daniel.
"Kenapa kak Leny ikut" gumam Wulan yang melihat ke arah kakaknya.
Kemudian Daniel menuntun sang istri menuju mejanya dan menarik kan kursi miliknya untuk sang istri duduk. Para anak buah Daniel terlihat sangat bingung melihat sosok wanita yang di perlakukan seperti ratu oleh tuan muda mereka.
"Apa wanita itu adalah kekasih tuan muda?" bisik salah satu anak buah Daniel ( Bahasa Prancis ).
"Entahlah, aku juga penasaran" jawab rekannya.
"Apa kalian tau kenapa aku menyuruh kalian semua datang ke sini?" tanya Daniel dengan nada dinginnya, namun membuat mereka semua ketakutan.
Sedangkan Leny hanya duduk bersandar sembari melipat kedua tangannya dan menatap ke arah para anak buah Daniel dengan tatapan yang penuh amarah.
"Kekasih tuan muda nampak sangat menyeramkan, aku ingin mati rasanya saat melihat matanya" bisik salah satu dari mereka.
"Suutttt!!!, jangan berisik. Nanti tuan muda bisa semakin marah. Aku yakin ini pasti ada yang tidak beres" tegur rekannya yang nampak ketakutan juga.
Tiba-tiba "BRUAKHHKK " Leny berdiri dan menggebrak meja di depannya dan membuat mereka semua terkejut bahkan Daniel juga sampai terkejut dengan apa yang di lakukan istrinya itu.
"APA KALIAN SEMUA BODOH HA?!, APA KALIAN TIDAK ADA YANG BISA MENANGKAP ORANG-ORANG ITU HAH?!" ucap Leny membentak para anak buahnya Daniel yang ketakutan dan hanya menunduk saja.
"MENANGKAP BEBERAPA BINATANG SAJA KALIAN TIDAK MAMPU!. AKU DAN SUAMIKU KESINI TUJUANNYA BERLIBUR, BUKAN MENGURUSI MASALAH KECIL SEPERTI INI!" bentak Leny lagi dan membuat mereka semakin ketakutan.
"KALIAN BODOH APA MEMANG TIDAK MAMPU SIH?!" tanya Leny yang semakin marah.
"Fauzi, Kevin!. Kalian lacak keberadaan mereka!" perintah Leny dengan tatapan yang menyeramkan.
"B..baik kak" jawab mereka berdua.
"DAN UNTUK KALIAN SEMUA!. KALIAN HARUS MEMBAWA PARA PEMBUAT MASALAH ITU KE SINI DALAM KEADAAN HIDUP-HIDUP. DALAM WAKTU 24 JAM MEREKA TIDAK KETEMU, AKAN KU SURUH SUAMIKU UNTUK MEMENGGAL KEPALA KALIAN SATU PERSATU. PAHAM?!" ucap Leny mengancam.
"PAHAM NONA MUDA!" jawab para anak buah Daniel dengan tegas.