Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
HYUGA YANG IRI


Daniel dan keluarga kecilnya nampak sangat bahagia menikmati suasana ramai pada sebuah taman yang mereka kunjungi. Bahkan bayi tampan mereka nampak sangat bahagia ketika bermain dengan Keyla anak dari Angel dan Fauzi.


Satu Minggu telah berlalu, dan mereka semua juga sudah menjalankan aktivitas masing-masing. Hyuga dan Koury juga memutuskan untuk tinggal di Indonesia karena Hyuga memang ingin selalu berdekatan dengan sahabatnya yang telah menyelamatkan nyawanya pada masa lalu.


Hari ini Hyuga menyempatkan diri untuk berkunjung ke kantor Daniel, dan kebetulan sang kapten sedang berada di kantor. Jadi kedatangan Hyuga tidak menjadi sia-sia.


Hyuga langsung menuju ke ruangan Daniel berada. Saat lift terbuka, Kevin dan Hyuga bertemu dan saling terkejut karena tubuh mereka hampir bertabrakan.


"Kau ini, buat kaget aja!" protes Kevin memegangi jantungnya


"Kau pikir aku tidak terkejut?!" balas Hyuga sedikit menoyor kepala Kevin


"Wah-wah main fisik dianya" protes Kevin dan langsung memiting leher Hyuga.


Mereka berdua langsung bergulat seperti anak-anak di depan lift. Mey yang melihat adegan itu di buat terkejut, karena ada orang yang tak ia kenali membuat keributan di kantor tempat ia bekerja.


"Aduh siapa sih pria asing itu?, kalau pak Daniel tau, bisa runyam urusannya" ucap Mey langsung menuju pergulatan antara Kevin dan juga Hyuga.


"Hey-hey! sudah!, berhenti!. Jangan seperti anak kecil dong!" tegur Mey melerai Kevin dan Hyuga.


"Dia dulu yang mulai!" protes Kevin menunjuk Hyuga


"Pandai sekali lisan anda jika berbicara ya kisana!" jawab Hyuga tak mau kalah


"Mau ribut lagi ha?!" ucap Kevin menantang


"Haha, ayo siapa berani?!" jawab Hyuga menantang balik


"STOP!!!!" teriak Mey berdiri di tengah-tengah kedua pria aneh itu dengan kedua tangannya yang di bentangkan


Daniel yang sedang serius bekerja di buat terkejut mendengar teriakan dari Mey yang begitu menusuk telinganya.


"Kenapa Mey sampai berteriak begitu?, apa ada masalah di luar sana?" gumam Daniel bertanya-tanya


Dengan buru-buru Daniel langsung keluar dari ruangannya menuju ke tempat keributan itu berasal. Saat Daniel melihat siapa pembuat onar tersebut, ia langsung menghela nafasnya secara kasar dan berjalan santai menuju ke tempat Kevin berada.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Daniel setelah sampai tempat


"Suara kamu begitu menggelar Mey" tegur Daniel menepuk-nepuk kepala Mey dengan lembut


Mey tersenyum kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu saat Daniel menegurnya, lalu ia berkata "Maaf tuan, apa tuan dan Kevin mengenal pria ini?"


"Tidak!" jawab Kevin dan Daniel secara bersamaan


"Apa?!, kalian sungguh tega berkata seperti itu. Kalian telah melukai jantungku!" ucap Hyuga dengan wajah memelasnya yang di buat-buat dan tangan memegangi dadanya.


"Hati pak!, bukan jantung!" ucap Daniel sambil memukul kepala Hyuga


"Iya mau bilang itu tadi aku, tapi gak sempat" jawab Hyuga cengengesan


Mey yang bingung melihat interaksi antara Daniel dan pria asing di sampingnya hanya melongo bedengan mimik wajah yang sulit diartikan. Ia terus memperhatikan Daniel dan pria yang ia tidak kenali itu secara bergantian.


Kevin yang menyadari bahwa rekan kerjanya sampai stress melihat antara Daniel dan Hyuga itupun merasa lucu. Ia sampai menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah dari Mey yang sangat penuh tanda tanya.


Karena merasa kasian, akhirnya Kevin mengajak Mey pergi dari tempat itu dan mengajaknya untuk melanjutkan pekerjaan mereka lagi.


"Mey, ayo kita tinggalkan saja pria aneh ini" ajak Kevin dan langsung di anggukan oleh Mey.


Saat mereka berdua ingin pergi, tiba-tiba Hyuga memanggil Kevin dan ia berkata "Kevin tolong buatkan kopi untuk kami berdua ya"


"Tidak, yang pedas saja" jawab Hyuga ikut bercanda


"Ayo" ucap Hyuga menarik Daniel menuju ke ruangan Daniel berada


"Dasar orang gila!. Ini tempatku!, seharusnya aku yang berkata seperti itu" ucap Daniel menendang b0k0ng milik Hyuga


Mey yang ingin angkat bicara langsung di tarik oleh Kevin dan pergi meninggalkan mereka berdua berjalan menuju ke ruangan Daniel berada.


____________________


Di dalam ruangan Daniel....


Daniel menyuruh Hyuga untuk duduk di sofa yang sudah tersedia di dalam ruangannya, dan Daniel kembali menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda karena ulang kekonyolan dari Hyuga dan Adiknya Kevin.


"Apa yang membuatmu kemari?" tanya Daniel yang masih fokus menatap layar laptopnya


"Tidak ada, aku hanya ingin mengunjungi teman lama saja" jawab Hyuga sembari duduk santai di atas sofa.


Saat mereka berdua tengah asyik mengobrol, tiba-tiba pintu terbuka, dan masuklah seorang wanita cantik yang langsung mendatangi Daniel yang tengah fokus bekerja.


"Suamiku..." ucap wanita itu dengan manjanya yang langsung memeluk Daniel.


"Ada apa Honey?" tanya Daniel membelai-belai kepala Leny yang masih dalam pelukannya.


"Ehkem-ehkem" tegur Hyuga yang merasa kalau keberadaan dirinya dianggap tidak ada


Leny terkejut, dan langsung melepaskan pelukannya dari sang Suami tampannya itu, lalu ia menoleh asal suara itu berasal.


"Oh, ada Hyuga rupanya" ucap Leny tersenyum


"Sejak kapan?" tanyanya lagi


"Aku sudah dari tadi!" jawab Hyuga memutar bola matanya jengah.


"Haha, maaf-maaf, aku tidak melihatmu di sini" ucap Leny cengengesan.


"Oiya, Damin mana Bunda?" tanya Daniel mencari keberadaan sang putra


"Lagi jalan-jalan sama kedua Neneknya" jawab Leny tersenyum


"Oh iya. Mumpung Hyuga ada di sini. Ayah, Bunda mau minta izin sama Ayah" ucap Leny sambil bertingkah manja terhadap Daniel sehingga membuat Hyuga merasa iri melihatnya.


"Izin apa Honey?" tanya Daniel sembari merapikan rambut Leny ke belakang daun telinganya.


"Bunda, Silvia, dan juga Koury, mau shopping" jawab Leny sembari menggoyang-goyangkan tangan Daniel yang ia pegang


"Gak boleh!" potong Hyuga melarang


Leny menoleh ke arah Hyuga dan langsung menatap tajam, kemudian ia berkata dengan nada yang sedikit mengancamnya "Kenapa ha?!, jika tak kau izinkan, maka aku juga tak mengizinkan kau berteman dengan Suamiku"


"Ampun nyonya ampun, jangan berkata seperti itu, hamba hanya bercanda" ucap Hyuga memohon dengan wajah memelasnya yang dibuat-buat


Kemudian Leny menunjuk kedua bola matanya dengan jari yang membentuk huruf V, kearah dirinya dan Hyuga lalu menggorok lehernya dengan ibu jarinya seakan-akan mengancam Hyuga.


Daniel tertawa terbahak-bahak kemudian langsung memeluk sang Istri dari belakang, sedangkan Hyuga hanya menunduk pasrah saja melihat kemesraan dari pasangan yang berdiri di depannya itu.


"Yaudah Honey, kalian pergilah. Hati-hati, dan jangan pulang malam" ucap Daniel mencium pipi sang Istri sehingga membuat Hyuga semakin iri melihatnya.